
Peperangan antara Qrystial melawan Jubah putih telah usai.
Sementara disuatu tempat di utara,
"Suamiku! Apa kau merasakannya!? Petir merah itu! Petir merah itu! Anak kita! Anak kita.." Ucap seorang wanita seraya berlari terengah engah menghampiri seorang pria yang nampak tengah berbincang dengan pria lainnya.
Pria itu menoleh dan merentangkan tangannya memeluk wanita yang nampak panik itu.
"Rishma, ada apa? Udara saat ini begitu dingin, bagaimana mungkin kau keluar dari kamarmu di tengah cuaca yang dingin tanpa jubahmu!?" Ucap pria itu lembut seraya memberikan jubahnya.
"Rei, aku tidak apa, aku hanya terlalu bahagia merasakannya.. kau merasakannya juga kan? Petir itu.. sihir keluarga kita.. pasti putra kita kan!? Itu putra kita.." Ucap wanita itu dengan meneteskan air matanya..
"Pfft.. maaf yang mulia, bukannya saya mengganggu anda, tapi pada kenyataannya,Yang mulia pangeran kedua sudah tiada.." ucap pria yang sebelumnya nampak berbincang dengan menunjukkan ekspresi mengejeknya.
Sementara pria yang masih memeluk istrinya itu terdiam dengan ekspresi dingin.
Wanita itu memberontak, tangisnya pecah dan dengan marah ia menyakinkan suaminya.
"Tidak! Anakku! Dia anakku.. anakku tidak akan pernah mati!" Matanya memanas. Perlahan lahan air matanya meleleh dan histeris di pelukan suaminya.
"Gideon! Tarik kembali ucapanmu itu dan pergilah!" Ucap Rei dengan hawa dingin mencuat.
"Tsk.. hamba meminfa maaf kepada yang mulia ratu," ucap Gideon sebelum pergi.
Rishma masih nampak menangis dipelukan suaminya.
Sementara suaminya dengan sabar mendekapnya lebih erat.
"Ah,, itu benar.. dia putra kita, istriku merasakannya,, maka aku pun juga merasakannya.. jangan lupa, dia juga putraku.."
"Benarkan!? Dia putra kita! Dia masih hidup.." Ucap Rishma menyeka air matanya.
"Tentu saja.. dia masih hidup, tidak ada yang akan terjadi padanya.. dia adalah putramu, putraku, putra kita.. dan juga pangeran kedua kerajaan kita.. tidak ada satupun yang bisa merenggutnya dari kita.." Ucapnya dengan tenang dan penuh keyakinan.
Wanita itu menjadi lebih tenang.
'Ah, aku tidak tahu apakah itu benar benar kau atau bukan, tapi, apapun itu.. kau harus kembali, Raka.. apapun konsekuensinya, karena kau, adalah pangeran kedua kerajaan kita'
*Reixena Kalandra Arcnight
*Rishmalia Avanthe Asteria
●●●
'Apakah itu kau?' Pikir seorang wanita bertudung dan dengan tudung putih.
Wanita itu nampak sendirian dan memandang ke langit yang menggelap.
"Ada apa? Aku merasa sedih saat ini" tambahnya seraya mengepalkan kedua tangannya di depan dada.
#Mimin sebenernya ndak tau yg dipicture i
...●●●...
"Aku menunggumu, Evigheden" Ucapnya.
*Ox
[dalam bahasa arab, Ox artinya membalikkan ('Akasa) mengikuti karakter ox sebagai pohon pembalik waktu]
[Evigheden: Keabadian, tidak terbatas]
...●●●...
"Ah.. tuanku ini.. memang tidak mengejutkan jika itu adalah anda, Tuanku.." Ucap sesosok bayangan hitam dengan sayap hitam lekat dan mata emas bersinarnya.
*Side
.
...●●●...
"Hah.. setelah sekian lama kelihatannya aku akan kembali melihat bulan,"
Gumam sesosok bayangan dengan sayap yang besar dan kokoh, dengan kedua mata ungu yang menyala nyala. Kedua sayapnya nampak begitu kokoh dengan sisik hitam lekat menyelubunginya. Rantai rantai hitam legam berkarat nampak mengelilinginya. Ia nampak begitu kuatnya.
"Anak dengan tubuh naga ini, aku sedikit penasaran" Gumamnya di balik kegelapan.
...●●●...
Hai hai semuaa..
apa kabarnya nih? semoga sehat selalu yaa..
Kali inimimin cuma mau ngasih sedikit informasi yaitu, pemberitahuan
World without limit: Exorcist, Creator of death: True Darkness telah usai, Yeay!!
ada sedihnya juga sih karena mimin harus nunda beberapa waktu untuk menyusun skenario sekuel ketiga dengan judul The Prince: Shadow Crown.
Karena itulah, mimin disini ingin menghentikan novel ini untuk sementara..
Oke udh cukup lah yaa..
Sekali lagi, mimin minta maaf kalo seiring berlangsungnya novel ini, ada hal yang tidak berkenan atau setidaknya terimakasih untuk readers yang udh ngeluangin waktu berharganya buat baca novel mimin hehe ^^
Tetap semangat yaa
See you next time!! And..
...Welcome to The prince: Shadow Crown...