
Zrrrrt...
Formasi itu bereaksi. Terdengar suara raungan yang begitu memekakkan telinga.
Dalam sekejap, hawa di tempat itu berubah, begitu gelap dan menyesakkan dada.
Raka kembali menghela nafasnya.
"Hormat kepada yang mulia," ucap kelima jendral secara tiba tiba.
"Berdiri," titah Raka kepada kelima bawahannya yang masih berlutut. Mereka lantas berdiri tatkala mendengar perintah Raka.
"Yang mulia, iblis ini.."
"Tak perlu dikhawatirkan"
"Sesuai perintah yang mulia"
"Alice, data dan obati seluruh prajurit yang terluka"
"Sesuai perintah yang mulia" ucap Alice tenang.
"Barto, perintahkan kepada seluruh prajurit untuk kembali.."
"Sesuai kehendak yang mulia " Ucap Barto.
"Edward, siapkan logistik dan seluruh kebutuhan yang diperlukan di kota secepatnya"
"Sebuah kehormatan bagi hamba melayani yang mulia"
"Louisse, Ryan, sebarkan berita kematianku dan kehancuran pasukan Qrystial lewat para pemburu dan pedagang"
"Sesuai titah yang mulia" ucap mereka.
"Kai, obati lukamu dan bantu Ryan menjalankan tugasnya"
"Sesuai kehendak yang mulia, dan.. maaf" ucap Kai menyesal.
Raka hanya berlalu dengan tenang.
Saat ini, binatang iblis itu telah seutuhnya dipanggil melalui formasi.
Nampak seekor binatang iblis dengan tanduk penuh aura hitam pekat meraung ganas.
Raka hanya menatapnya tenang.
"Iblis perlu dilawan oleh iblis" Ucap Raka. Sesaat kemudian nampak aura hitam pekat bercampur merah secara besar besaran muncul dan menyelimuti Raka.
Manik mata Raka pun berubah menjadi merah darah.
Saat ini, kekuatan iblis dalam tubuhnya meledak ledak.
Zsrrt
Kilatan cahaya merah mengiringi langkah Raka dengan cepat.
Srash..
Raka menghunuskan pedangnya.
Untuk kesekian kalinya Raka melangkah dengan cepat bagaikan bayangan. Dalam sekejap pedang hitamnya menebas monster itu dengan cepat.
Iblis itu meraung tatkala tubuhnya terbelah menjadi dua.
Tubuh iblis itu terjatuh dan membuat tanah bergetar sesaat.
Raka mengangkat tangannya sejajar.
Zrrt-Zsrrtt..
Kilatan petir merah terpancar dari tangan kecilnya, membentuk bulatan kecil merah dengan konsentrasi penuh dari Esensi petir miliknya melayang cepat kearah tubuh iblis dengan aura hitam pekat itu
Boom!
Kilatan petir itu meledakkan tubuh iblis dihadapannya dan sempat mengundang petir petir yang lain. Dalam sekejap, langit menjadi gelap dan petir merah darah berpendar di medan perang itu.
Tetesan air hujan turun dengan derasnya mengiringi tarian tarian petir merah.
Raka menundukkan wajahnya.
"Guru, sampai jumpa.." ucapnya memandangi tangannya.
"Ayah, ibu, saudara saudari! Tunggu aku!"
Ucapnya seraya mengepalkan dan mengangkat tangannya.
Raka mengalihkan pandangnya jauh kearah para prajurit yang nampak tersenyum bahagia dan beberapa dari mereka bahkan nampak berlutut.
"Apa kalian tidak memutuskan untuk pergi?" Ucap Raka kepada ketiga orang sisa.
"Menurut anda? Apakah kami terlihat seperti orang yang percaya akan kemurahan hati orang yang sudah kami bunuh?"
"Oh? Benarkah?" Ucap Raka
"Jika kalian tetap disini hanya kematianlah yang akan menunggu kalian" Ucap Raka ringan.
"Ini adalah perang, yang mulia Diablo.. siapapun pihak yang kalah, maka harus bersedia dengan segala konsekuensinya.. dan pihak yang menang harus menunjukkan ketegasannya.. bunuh kami sebagai musuh anda, itu jauh lebih terhormat dibandingkan jika kami harus hidup ditengah orang orang yang bahkan tidak bisa dipercaya.."
"Setidaknya anda adalah orang yang terhormat dan memandang musuh anda setinggi mungkin tanpa meremehkan kami, yang mulia Diablo.."
"Kalau begitu, apa kata kata terakhir kalian?" Ucap Raka.
"Ah, jika kami boleh meminta maka bisakah anda berjanji untuk menghancurkan organisasi tempat jubah putih berada?" Ucap salah seorang dari tiga pengikut sementara dua orang lainnya nampak mengangguk setuju.
"Tch. Apa kau berniat mengancamku huh!?" Ucap Raka.
Splash..
Raka mengayunkan pedangnya, cairan merah segar menyembur dari masing masing pengikut itu.
Brukk..
Tubuh mereka limbung dengan darah dimana mana.
Raka berlutut, mengambil setetes darah dari masing masing orang itu,
"Kalian akan kubutuhkan suatu saat nanti.. hmm.. jubah putih ya" Ucapnya ringan.
*The monster