Creator of Death: True Darkness

Creator of Death: True Darkness
Bangkit!




"Hah? Apa menurut kalian apa yg kulakukan untuk melindungi kalian hah? Tsk! Aku benar benar orang yang tidak berguna jika aku melakukannya."


"Ahahaha! Inilah pemimpin kami! Yang mulia Diablo!"


"Karena ini adalah hadiah dari kakak tercintaku, maka aku tak akan segan segan mengambilnya." Ucap Raka dengan mengangkat tangannya keatas.


"Oy! Jika kalian tidak memiliki kegiatan saat ini minggirlah dari medanku!" Ucap Raka kepada para pasukannya. Mendadak, seluruh tanah bergerak keatas dan mulai melesat keatas mengikuti irama tangan Raka.


"Essential's!" Teriaknya ketika seluruh tanah itu berkumpul disatu area. Berikutnya adalah debu debu berceceran turun dan sebuah bongkahan kecil dari esensi tanah terbentuk.


Mengikuti irama tangannya, esensi tanah itu bergerak melesat dan


Boom!


Esensi itu menembus bola api dan kemudian pecah. Seperti sebuah jarum yang melesat menembus sebuah balon.


Tanah dan udara disekitarnya bergetar hebat tatkala dua elemen itu beradu.


"Tch! Aku tak berharap adikku memiliki skill hebat seperti ini, bisakah kau mengajari kakakmu yang lemah ini? Adik kecilku?"


"Ah, dengan senang hati" dalam sekejap Raka melesat ketengah medan pertarungan.


Pukulannya beradu kencang dengan pukulan pria berjubah itu.


Terlihat mereka saling membalas pukulan.


Tekanan yang terpancar dalam pertarungan ini benar benar gila. Tanpa disadari, setiap pukulan menyebabkan keretakan di mana mana.


Mereka benar benar gila!


Sesekali, tampak Raka terdorong beberapa langkah kebelakang, begitupun sebaliknya.


Merasa cukup kewalahan, pria itu mundur dan menarik nafasnya berat.


Tsk. Dia merasa kesal.


Sementara itu, Raka nampak terdiam masih dengan tatapan seriusnya. Sesekali ia menarik dan menghembuskan nafasnya yang berat.


Sesaat kemudian, pria itu mengepalkan tangannya dan sebuah aura hitam bagaikan kabut menerjang kearah Raka dan pasukannya.


Semua orang terkejut dan berusaha untuk mundur sejauh mungkin.


Raka menatap kabut itu dengan serius. Tak lama, ia pun mengeluarkan sebilah belati kecil dan mengiris sedikit bagian kulitnya hingga berdarah.


Darah segar menetes daru tangannya. Dalam sepersekian detik, Raka menutup matanya tenang dan piringan cahaya biru berputar dibawah tanah yang ia pijak. Setetes darah merah mengenai piringan itu. Dalam sekejap, piringan itu menjadi merah darah. Sebuah aura pekat dan mendominasi muncul dari punggungnya. Perlahan namun pasti, kabut menerjang menembus tubuhnya. Belum sampai ke arah prajurit. Kabut kabut itu menghilang misterius.


Semua orang yang hadir terkejut sesaat piringan merah berputar dan menyerap kabut tersebut sebelum mengenai mereka. Tak terkecuali pria berjubah hitam, dengan tatapan marah, ia mengepalkan tinjunya geram.


Piringan merah berhenti berputar dan kabut disekitar Raka mulai menghilang. Bersamaan dengan itu, nampak Raka dengan nafas terengah engah berusaha berdiri dengan teguh. Ia mengelap sudut bibirnya yang nampak berdarah. Ia membuka matanya perlahan.


Berbeda dari sebelumnya, nampak matanya menjadi lebih bersinar dan serius. Saat ini, semua mata tertuju padanya.


"Tch! Kalian ini benar benar suka mempercepat kematian!" Ucapnya geram. Ia kemudian mengangkat tangannya kesamping dan kemudian mengarahkan tangan kanannya kearah Raka yang tengah berdiri. Tak lama setelahnya tanah kembali bergetar dan nampak banyak iblis dari berbagai ras keluar dari dalam tanah.


Mereka memancarkan aura kebencian yang pekat dari mata mereka disertai hasrat membunuh yang diarahkan pada Raka.


"Hahaha! Pak tua si*lan! Apa kau pikir hanya karena kau mengajarkannya formasi yang bisa melawanku kau bisa mengalahkanku!? Tch! Menghancurkan mimpi orang lain itu sangat menyenangkan ya!"


Ribuan iblis mulai menyerbu ke arahnya, meskipun begitu ia sama sekali tak gentar. Matanya memancarkan keseriusan. Ia tersenyum sesaat sebelum para iblis mencapainya. Kemudian sesosok bayangan besar melangkah diantara Raka dan Iblis yang semakin dekat.


Kemudian dengan sekali tebas ia menghancurkan bermeter meter iblis dihadapannya.


Pria itu bertubuh kekar dengan kisaran usia 30 tahunan. Ia begitu gagahnya berdiri dihadapan Raka. Dia, Bartolomeo! Sang barbarian tangguh.


"Tsk!" Pria berjubah hitam itu kembali menunjukkan wajah tak puasnya.


Bagaimanapun berbagai trik sudah ia gunakan untuk mengalahkan seorang anak kecil yang bahkan belum berumur 17.


"Hoi hoi hoi! Jadi kau Raja iblis Andreas yang terkenal sudah menghapus beberapa kerajaan dari benua Ox ini huh!? Ternyata kau berbeda dari rumor ya? Mereka mengatakan bahwa kau benar benar kejam dan memiliki kekuasaan mutlak. Tapi yang kulihat disini kau justru dipermalukan oleh seorang anak kecil, huh!?" Ucap Bartolomeo bersemangat.


"Hoi." Sebuah suara dingin disertai aura pekat muncul dibelakang Bartolomeo.


Ekspresi Bartolomeo yang mulanya bahagia berubah menjadi mencekam.


Plak!


Ouch!


Raka menjitak gemas kepala Bartolomeo hingga membenjol. Sementara Bartolomeo hanya meringis kesakitan.


"Huuh, Andreas! Aku tahu kedatanganmu saat ini adalah untuk memburuku bukan? Sebuah ramalan terkutuk milik raja iblis sebelumnya benar?" Ucap Raka dengan tersenyum ringan, tapi sorot matanya masiv menunjukkan keseriusan.


Sementara Andreas, pria berjubah hitam tersebut terkesiap mendengar ucapan Raka.


"Aku memang masih lebih muda dibandingkan dirimu, tapi jangan mengira bahwa pengalaman bertempurku lebih sedikit dibandingku! Aku adalah orang yang kau tuju, jika itu benar biarkan prajurit si*lan yang lemah ini pergi! Kita akan menyelesaikannya secara pribadi tanpa bantuan orang lain."


"Oh? Beraninya kau mengatakan begitu hah? Iblisku ini adalah bagian tubuhku, jika kau merasa bahwa aku memperlakukanmu dengan tidak adil maka kau salah. Seharusnya kita bisa lihat disini bukan? Siapa yang menggunakan orang lain untuk melindungi dirinya!?" Ucap Andreas meremehkan.


Menanggapi perkataan Andreas, semua prajurit yang menepi menunjukkan ekspresi geram mereka.


'Bagaimana mungkin kekuatan seorang anak berusia 12 tahun dapat dibandingkan dengan seorang iblis berusia ratusan tahun hah?'


[[Note: Andreas yang sebenarnya sudah berumur lebih dari satu abad. Hal ini karena Andreas memiliki kemampuan untuk berpindah pindah tubuh]]