Creator of Death: True Darkness

Creator of Death: True Darkness
Pertarungan masih berlanjut



Yama terus bertahan, untuk sesaat ia memantapkan langkahnya dan menerobos maju, menyerang Evangelion yang tengah mengobati luka lukanya.


Ketiga bawahan Evangelion terkejut dan langsung mengejar Yama.


Namun terlambat bagi mereka, langkah Yama lebih cepat dibandingkan gerakan mereka.


Evangelion terkejut, secara refleks ia menangkis serangan Yama dengan kekuatannya yang tersisa.


"Ugh!"


"Si*lan kau Yama." Ucap Evangelion geram.


Sementara Yama hanya tersenyum misteri.


Ketiga bawahan langsung menyerang Yama secara bersamaan.


Tapi sebelum itu, Yama menghindar dengan cepat dan mudah.


Untuk sesaat pertarungan terhenti.


Pihak lawan jelas kewalahan dengan mengatasi Yama.


Tahu akan kelemahan lawan, Yama segera bertindak dan menyerang mereka secara bertubi tubi.


Evangelion terkejut saat Yama hendak menyerang ketiga lawan sebelumnya.


Ketiga bawahan Evangelion tertekan dan mundur beberapa saat.


Dari tiga bawahan lainnya kemudian ikut menyerang Yama bersama tiga bawahan lain yang tertekan sebelumnya.


Kali ini mereka mampu mengimbangi serangan Yama secara perlahan.


Namun tetap saja, mereka sama sekali bukan tandingan bagi Yama.


Pertarungan terus berlangsung, Evangelion sendiri saat ini tidak mampu untuk bertarung, mengingat ia terluka parah, ditambah saat ini energinya menurun drastis setelah mencoba menangkis serangan Yama.


Ia hanya bisa menonton dari kejauhan seraya memberi aba aba kepada sisa bawahannya yang lain.


Kali ini enam lawan satu, meskipun bisa dibilang seimbang, tapi tetap saja, ini sama sekali tak mengubah kenyataan jika Yama bisa menggulingkannya dengan cepat.


Pertarungan terus berlangsung tanpa henti.


Serangan demi serangan terus diluncurkan dari berbagai pihak.


Sementara itu, di lain sisi, Raka masih belum sadarkan diri dari mimpinya.


Sesaat kemudian, sebuah aura hitam pekat keluar dari tubuhnya. Aura hitam pekat itu benar benar memberi perasaan mengancam dan intimidasi yang tinggi.


Aura itu benar benar pekat dan memberi tekanan yang cukup besar.


Hingga tak jarang beberapa orang yang tidak memiliki mental yang kuat akan menunduk tertekan.


"I ini!?" Ucap Yama dan Evangelion terkejut saat melihat bayangan hitam itu muncul.


Raut terkejut dan takjub muncul di wajah Yama. Ia benar benar bahagia.


"Ah. Aku tahu kau mampu bertemu dengannya, Raka" bisik Yama.


Berbanding dari ekspresi Yama, Evangelion justru menunjukkan ekspresi terkejut dan paniknya.


"I ini? Jangan bilang jika itu.. tsk. Aku tidak bisa membiarkannya hidup. "


Evangelion memberi isyarat ke empat orang sisa yang belum maju bertarung.


Keempat orang itu kemudian melesat dan mencoba menyerang Raka.


Yama terkejut dan langsung menyerang keenam lawannya. Tapi ia terlambat selangkah.


Disaat ia mendapat kesempatan untuk mundur kearah Raka keempat orang itu sudah bersiap untuk menyerang ketiga jendral yang terluka disamping Raka.


"Evangelion kau!"


"Ah. Aku kenapa?"


"Tsk. Kau seharusnya tahu jika suksesi tidak bisa di batalkan atau dihentikan bukan? Kau benar benar gila!" Tandas Yama


"Kau naif, Yama."


Sesaat sebelum keempat orang itu sampai dan menyerang Raka.


mereka bersiap menghunuskan pedang dan berniat menyerang Raka yang masih tak sadarkan diri. Masih dengan aura hitam pekat disekelilingnya. Aura hitam itu benar benar pekat, keempat penyerang sempat terkena delusi dan terintimidasi. Tapi tetap saja, aura pekat itu tak bisa menahan hasrat membunuh Evangelion.


setelahnya, sebuah pedang terhunus tetap diarah jantung Raka. tapi tepat sebelum itu, sebuah pergerakan besar tak terduga muncul dan mengejutkan semua orang.