
Detik berikutnya puluhan formasi berputar disekitar Yama, itu adalah formasi miliknya.
Aura mengintimidasi dari Yama semakin lama semakin pekat dan menyebar kearah manapun.
Kelima jendral tersadar dan memutuskan mundur dengan cepat.
"Hormat kepada master!" Ucap mereka berlima dengan cepat.
"Berdirilah! Kali ini aku tak akan memberi ampun. Apa yang kubutuhkan adalah sumpah kematian dari kalian."
Mereka terkesiap mendengar ucapan Yama.
"Apa kalian tidak mendengarku!?" Ucap Yama sembari melirikkan pandangnya tajam.
"Baik. Master" Ucap mereka dengan hormat.
Mereka kemudian berjalan melewati Yama yang tengah berdiri menghadang serangan demi serangan yang mengarah pada Raka.
Kelima orang itu kemudian tiba di hadapan Raka yang masih tak sadarkan diri.
Mereka kemudian berlutut dan memberi hormat kepadanya.
Salah seorang dari mereka nampak mengeluarkan belati kecil dari sakunya dan menggoreskannya di tangan mereka hingga darah mengucur dari kelima tangan para jendral.
Setetes demi setetes darah turun membasahi tanah tempat mereka berdiri.
Mereka kemudian mengucapkan sebuah mantra
"Kepada tuanku, yang mulia Raka Azalea, dengan ini kami bersumpah atas nama darah kami, atas nama jiwa dan raga kami. Adalah suatu kehormatan bagi kami untuk bisa bertemu dengan anda. Tidak ada bantahan atas semua yang anda inginkan. Mulai detik ini, biarkan kami melayani anda dengan seluruh jiwa." Ucap mereka masih dengan posisi berlutut menghormat.
Tetesan darah terus menetes dari masing masing tangan mereka.
Darah yang melingkar itu perlahan lahan bangkit seolah olah memiliki jiwa dan membentuk untaian aura merah darah yang panjang dan perlahan lahan masuk kebagian tengah dahinya.
Kelima orang itu nampak kehilangan kesadaran mereka, masih dengan posisi berlutut.
Sementara dilain sisi pertarungan mulai berlangsung dengan sengit diantara kedua kubu. Yama, Kai dan para pasukan ketiga jendral melawan kedelapan pengikut jubah putih. Sementara Evangelion masih berusaha bermeditasi dan mengumpulkan kekuatannya.
Perlahan namun pasti, aura hitam pekat yang sebelumnya menyelimuti Raka perlahan lahan menyebar ke arah lima jendral yang tengah berlutut.
Aura merah darah secara keseluruhan masuk kedalam kesadaran Raka.
Dalam kesadarannya, Raka mendengar sumpah kelima jendralnya. Aliran kekuatan murni mengalir masuk kedalam tubuh Raka.
Dan sebaliknya, aliran kegelapan yang sebelumnya mengekang Raka nampak merenggang dan mengalir ke arah datangnya kekuatan dari kelima jendral. Edward, Louise, Alice, Barto, Ryan nampak menegang tatkala menerima kekuatan pekat dari Raka.
Tekanan dari kekuatan hitam terus meningkat, menekan aura kehidupan dari kelima jendral.
Saat itu, mereka merasakan apa yang dirasakan Raka selama ini.
'Jadi ini kekuatan milik yang mulia? Kekuatan ini begitu dahsyat.' Pikir mereka.
Raka menyerap seluruh kekuatan yang dialirkan aura merah, perlahan lahan tubuhnya mulai kembali mencari sumber aura yang lain bagaikan seekor binatang buas yang kelaparan.
Aura hitam yang sebelumnya teralirkan menuju kelima jendral perlahan lahan masuk kembali kedalam tubuh Raka.
Yama terus bertarung bersama para pasukan yang lain. Puluhan formasi kembali berputar dibawah kekuasaan Yama. Kali ini tidak main main, Yama memusnahkan ribuan monster iblis secara bersamaan. Serangan seranggan dahsyat terus dilancarkan Yama. Monster monster itu terus mati kemudian bangkit dan kemudian mati. Begitu terus menerus. Kematian para monster monster ini menyebabkan hilangnya separuh kekuatan Evangelion yang dikumpulkan.
Ia menggigit bibirnya geram. Tubuhnya benar benar tak mampu untuk beregenerasi karena kurangnya mana.
Sementara dilain pihak, nampak Yama mulai kelelahan dan dengan sembirat darah mengalir dari sudut mulutnya.