
Setelah lima menit Arga tertidur Arga pun bangun dari tidurnya dan di lihatnya Felix masih sibuk dengan pekerjaan nya itu
" Lix , Felix Lo belum kelar juga "
Ucap Arga saat ia sudah bangun dan duduk di sofa
" Belum nih tinggal dikit lagi "
" Ya udah Lo selesai in aja pekerjaan Lo gue pulang duluan udah mau sore "
Ucap Arga dan kemudian keluar dari ruangan Felix , dan Felix pun hanya menanggapinya dengan mengacungkan jempolnya sebagai tanda persetujuan nya pada Arga
Setelah itu Arga pun mengendarai mobilnya dan pulang ke rumah
Sampai di rumah ia membersihkan dirinya dan langsung menuju kamarnya , ia mengecek lagi pekerjaann kantor nya di dalam laptopnya yang berada di rumahnya
" Wahh ini sulit juga ya , tapi saat satu aja gak bener bisa merembet ke yang lain nih , " ucap Arga saat mengerjakan berkas file tersebut
Sampai malam tiba Arga baru selesai mengerjakan nya lalu di matikan nya dan ia pun pergi tidur dan memasuki alam mimpinya .
Malam pun berlalu dan pagi datang Arga sudah rapi dengan pakaian kerjanya yang rapi seperti kemarin tetapi hari ini ia akan menunjukkan sisi terburuknya pada orang yang ada di kantor
Ia berangkat menuju kantor dengan membawa permainannya , seperti Yoyo dan sebagainya yang membuat nya senang dan tidak mati bosan ,
Sampai di kantor ia di tatap oleh semua orang kantor tapi ia mengabaikan nanya , kemudian Arga langsung menuju ke ruang tunggu sambil membawa peralatan mainnya itu
Sampai di sana ia duduk lalu menyalakan radio kecil dengan lagu yang sedikit keras terus ia bermain kartu di atas meja , setelah itu kamera pengawas menunjukkan semua ya g di lakukan Arga , wanita paruh baya yang bernama Bu Niken di bagian kedisiplinan pun melihat melalui kamera tersebut , dengan geram dan kesal ia menghampiri Arga
" Pak Arga anda sangat keterlaluan ya di sini " ucap keras Bu Niken dengan kelakuan Arga yang saat ini sangat tidak sesuai dengan apa yang di harapkan
" Uhhuu iya Bu ada apa , bukan kan anda melihat saya sedang bersenang senang "
" Cepat rapikan dan masukkan semua barang barang anda yang tidak berguna ini " ucap Bu Niken geram melihat Arga ya g tetap bermain
" Wahh ini sangat menyenangkan Bu , cobalah " jawab Arga tanpa tahu malu ia membuat seluruh tempat itu berantakan seperti kapal pecah
" Hei ada apa ini hah" teriak salah satu karyawan dari karyawan Arga yaitu Fero
" Hai " sapa Arga
" Ju juga pak " jawab Fero agak canggung dengan situasi nya lalu kemudian semua orang di bagian bisnis keluar dan melihat Arga
" Wahh fer pak Arga kenapa " tanya Geri pada Fero
" Dia kenapa sih Meg "
" Lihat aja fa itu trik dari paka Arga mungkin"
" Hahaha sangat menyenangkan apa kalian ingin, ayo bermain" ucap Arga sambil bermain
" Pak Arga anda jangan keterlaluan di sini , bukankan sudah saya peringatkan anda tidak boleh berbuat apapun di sini"
" Apa aku melalukan kesalahan bos Bayu " tanya Arga karena di sana juga ada atasannya
" Eee... Tidak tidak ada yang salah pak Arga anda tidak bekerja di sana bukankah itu peraturannya " bilang pak Bayu yang membuat Bu Niken semakin kesal dan marah
" Hah anda membelanya pak " ucap Bu Niken kesal dengan jawaban bos Bayu
Lalu Bu Niken menatap Arga lagi dan di valas dengan senyuman yang ada di wajah Arga
Sesaat kemudian Bu Niken pun pergi dan kembali ke kantornya dengan perasaan kesal dan marah
Lalu semua krang yang melihat Arga pun mulai membubarkan dirinya
Tak selang beberapa lama Arga pun merapikan tempatnya nya dan memasukkan permainannya kembali kedalam tas nya ,
Kemudian ia bergegas masuk ke dalam kantornya dan di sambut oleh para staf nya
" Apa kalian sudah menemukan nya " ucap Arga pada staf nya yang ia beri tugas kemarin
" Belum pak kita masih mencari nya " ucap bis bayu mewakili semua orang
Karena begitu Arga masuk ia masih melihat semuanya sibuk dengan pekerjaannya dan juga memikirkan apa yang ada di buku tersebut
"Ahh , kalau begitu silahkan di lanjutkan saya akan pergi keluar dulu"
Ucap bos Bayu dan hanya di tanggapi dengan anggukan kepala Arga
Kemudian Arga pun keluar dan pergi untuk berjalan jalan , sebagian ia membuat arang di sana yang bekerja terganggu dan marah marah , lalu Arga pergi tanpa merasa bersalah , lalu Arga makan camilan nya dengan Suara keras yang membuat para staf terganggu dan Arga pun juga mengerjai mereka dengan alat yang di gunakan untuk memadamkan api alasannya untuk mengecek apakah alat tersebut berfungsi atau tidak
Sampai pulang kerja Arga hanya melakukan pekerjaan untuk membuat para staf terganggu , dan Bu Niken sedang di marahi oleh atasannya di divisi keamanan yang bernama pak Bambang
Arga sekarang sudah sampai di rumah pada malam hari karena pekerjaan lembur nya , besok pagi ia juga sudah menyiapkan apa yang harus ia lakukan
Keesokan paginya Arga juga sudah sampai di kantor dan ia membawa makanan lagi , lalu memulai aksinya untuk mengganggu para pekerja di kantor
" Apa kau tidak bisa menulis laporan hah ini salah semua , cepat kerjakan kembali " ucap pak Rudi yang memarahi karyawannya karena membuat masalah
"Baik pak akan saya kerjakan ulang" lalu staf tersebut menunduk dan pergi untuk mengerjakan berkasnya kembali
" Kau terlalu kasar pak Rudi kasian dia"
Ucap Arga pada pak Rudi
" Siapa kau berhak mengaturnya hah" ucap pak Rudi yang masih kesal
" Aku aku adalah menejer Arga pak "
" Kenapa kau di sini pak Arga "
" Aku hanya melihat nada bekerja pak Rudi ya mungkin saja nanti akan ada yang menggangu hahahaha" jawab Arga lalu di akhiri dengan ketawa nya yang sedikit keras
Pak Rudi yang masih kesal tidak menanggapinya dan hanya menggeleng kan kepala saja
Ceklek ...ceklek... Ceklek...
Suara stop kontak lampu yang di mainkan Arga agar yang bekerja di sana tidak bisa fokus bekerja
Ciiitt...ciiitt suara pembersih kaca jendela yang sangat menggangu yang sedang di mainkan Arga
" Pak Arga anda sedang apa di sana , tolong tenang kami tidak bisa bekerja pak" ucap pak Rudi pada Arga yang merasa terganggu dan kesal dengan tingkah Arga
Saya sedang membersihkan kaca pak , apakah saya menggangu , "
" Ya anda sangat menggangu lihat staf saya tidak bisa fokus karena anda pak Arga " ucap pak Rudi yang masih emosi
" Maaf pak ya mereka yang harus bisa fokus pak , kan saya tidak menggangu nya , saya juga bekerja untuk untuk membersihkan kaca jendela ini lihat ini sangat kotor , saya membersihkan ini biar bersih dan anda bisa bekerja dengan nyaman "
" Sudah terserah bapak saja , jangan menggangu yang lain pak "
" Baik saya akan pergi , selamat bekerja pak Rudi"
Di lain tempat Bu Niken masih di tegur oleh pak Bambang
" Bu tolong selesaikan segera lihat banyak staf yang mengeluh pada saya karena ulah pak Arga " ucap pak Bambang yang menahan amarahnya
" Baik pak tapi maaf kan saya saya juga baru kali ini menangani kasus yang sulit ini pak "
" Saya tidak mau mendengar alasan dari mu Bu Niken terserah ibu mau mengembalikan pak Arga ke kantornya atau mengeluarkannya , "
" Baik pak saya permisi "
Setelah itu Bu Niken pergi dari ruangan pak Bambang ke ruangannya dan memanggil Arga
" Apa Bu Niken memanggil saya "
Ucap Arga setelah mendapat panggilan dari Bu Niken dan masuk ke dalam ruangan Bu Niken
" Ya saya memanggil anda untuk meminta anda agar kembali lagi ke kantor anda sudah cukup anda membuat masalah " ucap Bu Niken menahan kesal di depan Arga
" Apaa.. jadi saya tidak jadi di pecat atau di keluarkan Bu " ucap Arga setengah terkejut karena ucapan dari Bu Niken karena rencana u tuk keluar dari perusahaan gagal
" Ya apa ada masalah "
" Tidak tidak Bu terimakasih , kalau begitu saya permisi "
" Silahkan keluar pak "
Setelah itu Arga pun dengan semangat dan senyumnya pun keluar dan menuju ke kantornya , tetapi sayangnya orang yang ia cari di ruang tunggu sudah tidak ada dan ia juga sudah mengundurkan diri dari kantor tersebut.