Chief Arga

Chief Arga
46 season 2 part 18



Setelah Ayu membantu Arga duduk di sofa ruang tamu Ayu pun pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman untuk mereka bertiga


Dian yang sudah kembali setelah menyuruh Felix dan Surya masuk ke dalam rumah ia pun menyusul Ayu di dapur untuk membuat camilan sederhana


" Gimana keadaan lo Ga " Tanya Surya setelah ia duduk di samping Arga bersama Felix


" Bisa lo lihat sendiri kali gue gak papa sih "


Balas Arga pada Surya


" Emang udah gak sakit apa tuh luka lo " Dargah Felix ke Arga


" Ya sakit lah makanya gue pakek kemeja ini meskipun sederhana tapi adem di pakek nya juga simpel " Balas Arga


" Ohh ya kalian udah dapat bros gue kan gimana udah kalian liat belum isinya? " Tanya Arga pada mereka berdua


" Ohh iya ada sama Surya , kita belum lihat kan kita ke rumah lo sekalian lihat bereng "


Jawab Felix


" Masih ada di gue bentar lagi asisten gue dateng si Viki sama pengawalnya Felix yang namanya Andre " Balas surya


" Ya ya terus mata hitam kalian kenapa, begadang semalam atau gimana, tuh pakain lusuh amat emang kakian gak ganti baju atau gimana sih " Ucap Arga membuat kedua laki laki itu memandang satu sama lain terus menyengir karena lupa dengan pakain mereka juga lupa untuk memperbaiki penampilan mereka


" Ngapa lo pada nyengir kek gitu hah " Ucap aega kembali


" Ye si entong.. . . Lo gak tahu aja karena kecelakaan lo mendadak banget terus di bawa ke rumah sakit , gimana gak khawatir coba kita ya gak Sur " Ucap Arga


" Hmmm terus juga kita dapat laporan kalo lo kena tikam tapi gak ada yang bantu dari


Andre " Sambung Surya


" Kata Andre makanan lo udah di bayar sama orang yang pakainya hitam sambil minum koktail buah ceri dan sirup lemon di tambah dengan es batu " Jelas Felix


Di tengah tengah obrolan mereka terdengar suara ketikan pintu


" Tok... Tok... Tok... " Suara ketukan pintu dari luar


" Ya sebentar " Teriak dian dari dapur dan ia pun pergi untuk membukakan pintu


" Eh pak pengawal cari abang ya " Tanya Dian setelah membuka pintu dan melihat ada dua orang laki lak yang satunya ia tak kenal dan saonya lagi bisa ia tebak bahwa itu adalah Pengawal dari Felix yang di tugaskan untuk menjaga abangnya, dirinya dan juga Ayu


" Iya nona boleh kita masuk " Jawab Andre pasa Dian


" silahkan masuk mereka ada di ruang tengah, maru ikuti saya " Balas Dian lalu mempersilahkan mereka berdua masuk dan mengantar menuju ruang tengah


" Bang ada yang cariin, aku ke dapur dulu " Ucap Dian pada Arga dan di angguki oleh Arga setelah itu Dian pun kembali ke dapur


" Duduk aja Dre, dan kamu. . . " Ucap Arga menggantung karena tak tahu nama asistennya Surya


" Viki tuan " Jawab Viki cepat


" Ya Viki kamu bisa duduk " Ucap Arga


" Lanjutin aja " Sergah Arga pada kedua temannya itu


" Ohh ya kita kayak gini gara gara lo tahu gak sih Ga, "


" Emang kalian ngapain Sampek kayak gini gak lagi begadang karena cari info tentang infomarsi yang di kasih sama Andre kan " Tebak Arga


" Hehehe nah lo tahu "


" Aiyaaa kalian tuh ya gak bisa gitu nunggu pagi apa baru cari tahu , terus kalian dapat apa aja " Kesal Arga pada kedua nya


" Kita kita. . " Ucap Surya ya g tak tahu ingin bicara apa pada Arga


" Jangan bilang kalian gak dapat apa apa "


" Hmm maaf udah kita cari tapi tetep aja


gagal " Ujar Felix merasa bersalah karena dari kamar wn malam hingga menjelang subuh tadi mereka tak menemukan apa apa yang terkait dengan kejadian kecelakaan Arga di kafe


" Ya sudah sekarang perbaiki aja penampilan kalian lalu kita bahas lagi " Suruh Arga pada mereka berdua


" Dre pakean gue lo bawa kan "


Tanya Felix pada Andre


" Ini tuan silahkan "


Jawab andre sembari menyerahkan pakaian santai milik tuannya


" Ga pinjem kamar mandi lo ya " Ucap Felix dan di angguki oleh Arga, langsung saja Felix pergi ke kamar mandi dapur Arga


" Viki pakaian gue " Ucap Surya pada asistennya Viki


" Ini tuan pakaian Anda " Balas Viki menyerahkan pakaian tuannya


" Ga pinjem kamar mandi di kamar lo ya " Ucap surya dan di angguki oleh Arga, lalu surya menuju kamar Arga yang berada di kamar tamu


" Kalian berdua buka aja bosnya itu ada di meja, kata sandi nya nanti tanda tanya empat kaki sama titik ya " Ucap Arga pada pengawal dan asistennya kedua temannya itu


" Baik bos"


" Baik tuan "


Jawab merrka bersamaan sedangkan Arga ia menunggu kedua temannya sambil mengirim pesan kepada asistennya yaitu Frederik


Di dapur Ayu membuat minum segar berupa koktail buah Berry dengan sedikit lemon juga madu di tambah dengan daun mint juga soda laku untuk menambahkan kesegaran nya ia tambahkan beberapa es batu di dalam teko bening yang di buat untuk minuman anggur atau teh dalam jumlah banyak, untuk manisnya ia menambahkan gula pasir yang sudah ia cairkan menggunakan air panas dalam takaran yang pas untuk membuat minuman segar tersebut


" Wihh mbak kayaknya seger banget tuh ada urisan jeruknya pula " Ucap Dian pada Ayu


" Bisa aja kamu ya dek , terus camilan nya yang akan kamu buat, kamu buat apa itu " Ucap Ayu


" Ohh ini aku pengen buat kue beras dan kue bulan, mumpung bahannya ada, kan mbak itu kue berasnya udah hampir jadi semuanya sekarang tinggal kue bulan ini juga udah mulai aku masak " Jelas Dian yang lagi asik mencetak kue nya


" Cepet banget kamu buat nya " Tanya Ayu pada Dian


" Ohh ya sudah kalo gitu mbak anter minumannya dulu ya " Ucap Ayu dan di angguki oleh Dian, Surya dan Felix yang sudah mengganti pakaiannya dan merapikan penampilan nya pun kembali ke ruang tengah bersama asisten mereka dan juga Arga


" Semuanya ini minumannya " Ucap Ayu meletakkan nampan berisi minumam itu ke meja ruang tengah


" Iya masih ya neng " Balas Arga pada Ayu dan di jawab senyuman manis semanis madu oleh Ayu


" Wah neng Ayu, Ga panggilan lo neng ke Ayu " Ucap Felix pada Arga


" Iya tuh Ga terus Ayu panggil mas atau akang tuh " Sambung Surya


" Panggilan gue ke Ayu banyak sih kalo dia cuman punya satu panggilan aja sih ke gue ke apa emang " Jawab Arga pada kedua temannya


" Ya gak kenapa napa sih "


" Hmm gue rasa lo udah berubah deh ga "


" Lhah emang emang gue kenapa dah "


" Dulu aja lo gak pernah panggil pacar lo sayang atau sebagainya "


" Ehh bener kan lo sendiri yang bilang kalo lo itu geli di panggil sayang atau manggil sayang gitu lha sekarang kayak gak ada geli gelinya "


" Iya Sur itu orang biasa aja manggil neng ke Ayu "


" Entah gue gak ngerti, dan gue suka aja panggil neng atau sayang ke Ayu "


Lalu mereka bertiga pun ketawa karena merasa obrolan mereka tidak penting


Dan kedua lekaki yang masih sibuk dengan laptopnya ak arena perintah Arga untuk membuka file vidio di bros Arga masih belum selesai hanya bisa geleng geleng kepala dengan kelakuan mereka bertiga


" Hmm bang, dan semuanya ini ada


cemilan " Ucap Dian membuyarkan mereka bertiga


" Ehh iya dek di taruh meja aja, makasih " Ucap Arga pada Dian dan di jawab anggukan oleh Dian


Selanjutnya Dian pun meletakkan nampan berisi dia piring yang berisikan tumpukan beberapa roti beras dan roti ulan yang sudah selesai ia buat


" Ga gue minum ya " Ucap Surya yang memang dia sendiri sudah haus sejak tadi


" Minum aja kali," Balas Arga lalu Surya pun meminum minuman tersebut dan Felix pun juga meminum minuman tersebut, sedangkan Arga ia baru melihat kue yang di buat adiknya itu ada dua macam ia melihat kue beras ya g nampak sangat menggoda seleranya lalu atga pun mengambil satu kue dan memakannya


" Hmm kue baru ternyata enak sih, lembut rasanya juga pas " Batin Arga dan terus memakan kue tersebut


" Gimana udah bisa belum kalian bukanya lama amat " Tanya Surya pada Viki


" Maaf tuan ini programnya agak rumit jadi membutuhkan waktu tuan " Jawab Viki


" Arga yang ingat bahwa program file yang ada di bosnya itu memang agak berbeda langsung meminta laptop nya dan mengambil alih "


" Benarkah, kalo begitu biar kie lihat sepertinya memang beda, itu bros nya juga jarang gue pakek mungkin gue lupa " Jawab Arga lalu Viki dan Andre memberikan laptop nya kepada Arga untuk di lihat


" Ini bos " Ucap Andre


" Gimana Ga bisa gak " Tanya Felix


" Bentar deh, ohh ya pantesan dari tadi gak kelar kelar, gue lupa bilang ada satu keamanan yang gue kasih ke file ini " Lalu seketika setelah beberapa menit Arga mengetik dan membuka file tersebut akhirnya file itu pun terbuka dan memulai duluan beberapa file di sana


Dia antaranya file dengan nama potret dan satunya tidak ada nama


" Nih udah buka mau yang mana dulu yang kita lihat " Ucap Arga pada ke dua temannya itu yang asik makan dengan kie buatan Dian


" Yang potret aja dulu " Ucap Surya


Lalu Arga membuka file potret untuk melihat apa aja yang ada di dalamnya


" Ga itu gambar nya bisa di ambil sejelas itu ya " Tanya Felix heran pasalnya saat ada krang mencurigakan dari arah kasir menuju Arga itu sudah ter potret dengan jelas hingga potret saat ia menusuk atau menikam perut Arga dan potret gambar orang yang ada di kasir hanya memandangnya saja dan orang orang kafe yang hanya memandang tanpa membantu dan menolongnya


" Ini sih keterlaluan banget mana gak ada satupun orang yang peduli di kafe itu " Ucap Surya geram


" Lanjut ke vidionya gimana " Tawar Arga


" Ya langsung aja Ga " Jawab Felix yang makin kesal dan penasaran sedangkan kedua laki laki yang bernama Viki dan Andre hanya bisa diam di tempat nya sampai ada yang menyuruh mereka


" Nih vidionya " Ucpa Arga


" Hmmm bener banget itu sudah pasti rencana nya tapi kok bisa sih " Gumam Felix dan Surya hampir bersamaan.


Setelah mereka melihat potret dan vidio tersebut Arga pun kembali menyimpan bros nya


" Kalian punya kerjaan sekarang " Ucap Arga lada Viki dan Andre


" Iya tuan "


" Iya bos "


Jawab mereka berdua bersamaan


" Andre kamu tetep seperti biasa aja sama organ Jagan dan awasi sekitar, dan kamu Viki kamu akan bekerja bersama asisten saya Frederik untu melacak da me garasi segala gerak gerik dari viona dan preman kampung di jalan semanggi dan apartemen violet ya apartemen milik viona dan juga asisten lo Felix suruh aja cari informasi mengenai orang baju hitam itu, wajahnya kayaknya gue gak asing dari apa yang gue lihat dia gak pa dai main pisau kayaknya Amatiran " Ucap Arga


" Baik tuan " Jawab Viki


" Iya bos " Jawab Andre


" Yoi broo " Balas Felix


" Lhah gue " Ucap Surya


" Tenang aja itu udah di kerjain sama asisten lo kan , kita tinggal tunggu aja "


" Ohh gitu oky dah " Ucap Surya


Lalu mereka semua pun memakan kue buatan Dian dan meminum minuman yang Ayu buatkan setelah kue itu habis hanya tertinggal dua biji saja antara satu biji kue bulan dan satu biji kue beras lalu minumannya yang sudah tinggal sedikit


Setelah selesai mereka berpamitan untuk pulang setelah mereka pergi semua Dian dan Ayu pun menuju ruang tengah .