
Pagi harinya Ayu bangun lebih dulu dan ia beranjak dan pergi ke kamar mandi setelah selesai dari kamar mandi ia mengganti pakaian nya lalu ia pun menuju dapur untuk membuat sarapan sedangkan Dian dia masih tidur di kamarnya karena kelelahan gara gara menonton drakor sampai larut malam
Ayu berencana untuk masak sayur lodeh bung dengan sedikit rasa pedas pada kuahnya dan juga dengan tahu, tempe, dan telur dadar
Tak lama Arga atau David pun terbangun dari tidurnya ia segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dengan butiran air hangat di shower kamar mandinya berbeda dengan Arga Arga lebih suka air dingin yang menyegarkan sedangkan David lebih suka air hangat yang menenangkan dan merikexkan tubuh dan ototnya
Setelah selesai dari kamar mandi ia mengganti pakaiannya dengan pakaian kemeja hitam dengan dua kancing atas yang di biarkan terbuka dan celana jins hitam panjang . Laku ia pun kekurangan dan mendapati Ayu yang tengah memasak sarapan sekalian sayur dan lauk untuk makan siang dan malam dalam panci yang sedang tidak terlalu besar hingga bisa di buat makan tiga kali sehari
David pun menghampiri Ayu dan memeluk nya dari belakang
" Ahh mas Arga atu mas David " Tanya Ayu saat David tiba tiba memeluk nya walaupun sedikit terkejut ia pun menghilangkan dengan pertanyaan nya pada David
" Saya masih David Ayu sayang " Ucapnya berat di dekat telinga Ayu
" Lepasin kali mas aku lagi masak nih kalo kamu peluk kayak gini mana cepet matang masakan ku ntar gosong atau airnya habis gimana " Jelasnya berusaha sabar dengan David karena ia menyadari bahwa David lebih parah dari Arga yang sebelnya memangku nya merasa bersalah
" Yahh tapi saya maunya seperti ini Ayu sayang , sebentar saja, masakan kamu juga sebentar lagi juga selesai bukan " Ucapnya kembali tetapi masih terkesan dingin dan berat
" Di suruh lepasin gak mau, di suruh pergi juga salah, dahlah biarin aja dari pada ribet sendiri gue " Gumam Atu dalam hati ia pun membiarkan David memeluk nya sebentar lagi dan ia menunggu makannya matang dengan sempurna , setelah beberapa menit masakan atu pun selesai dan David pun melepaskan pelukannya pada Ayu dan menyuruhnya duduk saja di meja makan sedangkan dia yang menyiapkan makannya
" Sudah selesai bukan sekarang duduklah atau bangun saja Dian di atas biar saya yang menata, "
" Tapi.. "
" Tidak ada tapi tapin saya tidak menerima ponakan kamubtahunitu Atu sayang, " Ucapnya dengan nada dingin
" Hah dasar macan garong nya Arga " Gumam Ayu pelan namun terendam oleh David tetapi ia hanya membiarkan saja sambil tersenyum dengan sebutan yang Ayu ucapkan untuknya
Kemudian dengan kesal Ayu pun pergi dan membangunkan Dian di kamar tidur Dian yang berada di atas tepatnya kamar tidurnya dulu
" Dian dwk bangun udah pagi nih udah pukul enam lohh kamu gak kesiangan kah nanti katanya ada ketemuan sama temen kamu " Teriak Ati sambil mengetuk pintu kamar Dian
Dian yang merasa terusik pun mengerjapkan matanya blaku langsung menyadari dan bangkit dari kasur untuk ke kamar mandi
" Astaga iya mbak,Dian bangun mbak tunggu di bawah aja Aku cepat kok " Terik Dian saat ia beranjak dari kasur nya dan langsung menyambar handuk dan pakai nnya untuk kembar mandi dan berganti pakaian
" Dek mbak boleh masuk kamar kamu gk, mbak kesel soalnya " Ucap Ayu melas pada Dian
" Hah iya mbak masuk aja " Jawab Dian, lalu Ayu pun masuk ke dalam kamar Dian dan merebahkan tubuhnya dikasur tempat tidur sambil menghela napas panjang
" Hahhh dasar macan garong, bikin kesel, gak suka gue, ihhh gaje banget dah, lebih parah dari mas Arga, ada ya kepribadian gaje dingin kayak gitu walau sifatnya berbanding terbalik , dahlah turutin aja sampai mas Arga balik lagi ntar baru di ceritain " Gumam Ayu setengah teriak dan sangat kesal hingga kedengeran sampai telinga Dian yang berada di kamar mandi
" Ya elah mbak Ayu sampek segitunya kesel sama bang David, bang Arga aja sampek bicara sembarangan pakek bahasa aneh dan gaje kalo sama bang David dan secara gue cuekin aja tuh bang David yang ngalahin bang Arga " Batin Dian
Tak lama Dian oun selesai dan mengganti pakaiannya lalu keluar dari kamar mandi
" Mbk turun yuk tuh pasti bang David gaje udah nungguin sambil nyesal kopi sama kayu manisnya bang Arga di meja makan " Ucap Dian pada Ayu
" Hmm yuk takut macan garong nya ngamuk" Canda Ayu tapi sepertinya ia memang sedikit was was kamu emang David ngamuk karena lama
Setelahnya kedua perempuan itu pun kelurahan dari kamar dan turun laku menuju ke meja makan, disana makanan sudah tersaji fan sudah di siapkan tiga piring sudah terisi dengan nasi, sayur dan lauk juga tiga gelas sudah terisi dengan air putih sedangkan David menyesal kopi nya dengan kayu manisnya , matanya melihat kedua perempuan itu sedang menuju ke meja makan ia pun menghentikan aktifitasnya yang menyesap batang kayu manisnya lalu di buang ke tempat sampah meletakkan kopinya di samping kiri nya karena air putih ada di samping kanannya
" Lama nunggu kah bang David yang gaje " Ucap Dian cuek pada David dengan nada sedikit menyindir
" Lumayan, tapi lupakan, mari makan " Ucapnya dingin lalu Dian dan Ayu pun duduk di kursinya, dan ketiganya pun makan dengan tenang
Selesai makan Ayu dan Dian oun membersihkan meja makannya sedangkan David ia meninggalkan keduanya di sana ia sendiri sekarang sedang asik dengan ponselnya,
" Kayak raja ya dia tuh" Ucap Ayu pelan pada Dian
" Biasa mbak emang gitu orangnya, bang Arga lagi gak ada yang ada bang David jadi turutin aha kemauannya sampai bang Arga balik lagi, kalo gak di turin nanti malah kena sasarannya, bang David itu kasar mbk Ayu mbk kan tahu sendiri " Jelas Dian pada Ayu dan Ayu menyetujui ucapan Dian tersebut
" Rencana yang bagus Fred, ya sudah sekarang kau beri tahulah pada Felix dan Surya, suruh mereka stan bay di gedung kosong itu sekitar pukul sepuluh pagi, dan kau akan lapor polisi dengan rekaman itu, aku juga akan membawa kamera ku, ingat jangan sampai gagal, " Ucap David melalui sambungan ponsel ia sedang menerima telpon dari Fred yang mengatakan bahwa Damian hari ini merencanakan sesuatu dan untuk memancingnya David akan kekurangan dari rumah mengelilingi kota dan berhenti di taman yang ramai pengunjung,
" Baik tuan apa ada alami yang tuan sampaikan " Tanya Frederik di sambungan telponnya
" Ya anak buah Felix akan mengikuti Damian nanti hingga saya tiba bersama kedua teman saya, " Ucapnya lagi
" Tuan tidak kah itu berbahaya untuk nona Dian dan nona Ayu tuan " Tanya Fred karena menurut fred Arga terdwngar tidak seperti Arga yang biasanya
" Tenang saja aku akan mengurus adik manisku membawa senjata ku mereka akan baik baik saja " Ucaonya datar dingin dan tenang walau di saat genting sekali pun "
Lalu panggilan pin terputus,
"Dian sayang, Atu sayang saya akan mengajak kalian pergi ke taman bersiap siaplah" Terik David pada mereka
" Iya mas " Jawab Ayu
" Elah bang David gue punya janji ma temen masak harus batal " Ucap Dian kesel
" Batalkan " Ucaonya enteng
" Huh kebiasaan deh ya andai aja bang Arga ada gk mungkin tuh maksa kaga gini " Gumam Dian tapi David mendengarkan nya
" Saya dengar apa mau saya kurung kamu sekarang biar gk bisa pergi ke mana pun hmm " Ancam David pada Dian
" Kagak, tega bener lo ya bang iya dah gue batalin tapi nanti beliin gue potato ya " Teriak Dian kesal
" Tergantung sikap kamu " Jawabnya singkat
Dian pun mendengus kesal ia meraih ponselnya dan mengetikkan sesuatu untuk membatalkan janjinya bertemu dengan vira temannya itu sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama dan hanya kabar kabar melalui chat dari ponsel saja
" Sudah siapkah kalian " Tanya David
Saat mereka sudah masuk ke mobil
" Ya " Jawab mereka berdua
" Dian sayang, bawa kamera ini letakkan pin kamera di baju mu dan Ayu kau juga sama ini " Ucap David pada mereka Atu yang tak paham hanya menurutinya saja sedangkan Dian yang paham pun bertanya pada David
" Rencana black atau red " Tanya Dian pada David
" Red " Jawab David singkat
" Jangan sampai ada adegan berdarah
nanti " Ucap Dian dingin dengan sorot mata tajam
" Tergantung situasinya " Jawabnya
Lalu mereka pun pergi dan menuju taman
Di tempat lain Damian sudah mempersiapkan segala sesuatu nya
Ia mendapat kabar dari asistennya Aldi bahwa Ayu dan Arga juga adiknya Arga itu kekurangan ke taman
Ia menyuruh anak buahnya untuk mengawasi mereka
" Tuan lalu apa rencana tuan sekarang " Tanya Aldi pada Damian
" Awasi mereka kita juga akan kesana " Jawab Damian
" Wahhh bang ke sana yuk lihat air mancur nya, ayo mank Ayu kita kesana " Ucap Dian girang sambil tersenyum walaupun terpaksa sebenarnya ia tersenyum karena Salut membiarkan mereka memancing orang untuk keluar dan menangkap mereka lalu di mulailah permain nya cari tangkap dan menjadi dapatkan walupun cukup berbahaya tapi Dian percaya bahwa abangnya akan menyelamatkan dirinya dan Ayu .