Chief Arga

Chief Arga
38 season 2 part 10



Di tengah malam Ayu pun terbangun dari tidurnya karena ia masih kepikiran dengan apa yang telah terjadi tadi malam, Ayu pun ingin ke dapur dan mengambil air minum


Saat welewati ruang tengah mollis kucing Dian pun mengeong dan berjalan ke arah Ayu yang sedang lewat


" Meong.... Meong.... Meong.... " Suara mollis si kucing imut itu


" eh molli kenapa kamu hmm " Ucap Ayu seraya menggendong kucing kecil itu lalu Ayu pun berjalan ke sofa dan mengelus elus molli tak lama Ayu tertidur di sofa sedangkan molli kucing tersebut sudah berlari ke tempat nya semula, Arga yang haus pun kelurahan dan menuju ke dapur tetapi ia melihat Ayu yang tertidur di sofa.


Akhirnya Arga pun memiliki dahkannya di kamar kembali dan menyelimuti nya setelah itu barulah Arga kelurahan kembali dan mengambil air minum di dapur.


Sehabis minum Arga yang tidak bisa tidur kembali hanya berbaring di sofa ruang tengah dan memainkan ponselnya


Pagi harinya Dian bangun lebih dulu di lihatnya Arga sudah tidak ada ia pun segera turun dan pergi ke kamar mandi, setelah sampai kamar mandi Dian pun membangun kan Ayu


" Mbak, mbak Ayu bangun mbak udah pagi kita kan harus kerja mbak " Ucap Dian pelan sambil menggoyang goyang kan Ayu agar ia cepat bangun


" Eegghh, ya Dian kenapa sih pagi pagi


juga " Ungkap Ayu seraya bangun dari tidurnya dan mengusap kedua matanya


" Mbak kan kita harus ke kafe ini udah jam tujuh pagi lho mbak Ayu " Ucap Dian pada Ayu


" Astaga mbak lupa iya, mbak mandi dulu kamu tunggu di ruang tengah aja " Ucap Ayu yang teringat bahwa ia harus ke kafe jam Setengah delapan pagi lalu ia pun langsung bangkit dan menuju kamar mandi


Sedangkan Dian ia berjalan kelur menuju ruang tengah ternyata disana abangnya sudah rapi dengan pakaian santai saat di rumah saja dengan sweater abu abu dan celana panjangnya, arga sedang menyiapkan makanan di meja makan


" Lhoh abang udah dari tadi bangun


ternyata " Gumam Dian lalu ia menghampiri abangnya itu


" Bang udah lama nunggu ya sampai udah selesai nyiapin makan paginya " Kata Dian pada abangnya lalu duduk di kursi meja makan


" Iya udah lama, kamu sama Ayu mau ke kafe " Balas Arga tanya pada adeknya itu


" Iya bang kenapa " Tanya Dian karena melihat ekspresi abangnya yang nampak tidak semangat pagi ini


" Enggak, kita libur selama beberapa hari, ada masalah di kafe kemarin dapur kace sempat kebakaran untung saja ada saksi mata dan apinya cepat di padamkan samapai perbaikan kita libur dek, abang juga udah suruh Fred buat urus masalah ini dan juga mengasih kabar ke seluruh karyawan melalui pesan email " Jelas Arga panjang lebar pada adiknya dengan masalah yang terjadi kemarin itu


" Ohh terus pelaku yang kemarin malam gimana bang ? " Tanya Dian yang masih was was


" Abang akan bahas sama temen teman abang nanti, mereka akan kesini nanti pukul sepuluh pagi " Ujar Arga " Ya sudah kamu ganti pakaian sana, ohh ya jangan lupa kasih tahu Ayu kalao kafe libur ya dek " Sambung Arga pada adiknya dan menyuruhnya untuk mengganti pakaian nya


" Iya bang, ya udah abis makan aku ganti pakaian, nanggung nih udah makan juga " Ucap Dian yang sudah memakan makanan yang di siapkan Arga, sedangkan Arga hanya duduk di meja makan saja sampul main ponselnya.


Tak lama Dian pun selesai dengan makannya dan he dak pergi ke kamar tapi saat ia berbalik Ayu sudah datang dengan pakaian nya yang biasa ia pakai saat di rumah Ayu hanya mengenakan T-sert putih dengan kelana panjang nya dengan rambut yang ia gelung sederhana menggunakan kuncir rambutnya


" Lhah ini mbak Ayu bang udah ke bawah, kalau gitu aq ke atas dulu ganti baju " Ujar Dian menoleh ke Arga dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Arga


" Mas Arga kafe libur ya tadi pagi aku dapat email katanya kafe libur selama beberapa hari sampai ada pemberi tahuan " Ucap Ayu mengatakan bahwa ia mendapat pesan email jika kafe sedang libur


" Iya kafe libur, ada masalah dapur kebakaran kemarin malam tapi mas udah suruh Fred buat urus masalah itu, sampai perbaikan kafe kita libur " Jelas Arga yang sekarang sudah berhenti bermain ponselnya dan ia mengambil Piring untuk makan pagi, begitu pula dengan Ayu yang ikut makan di depan Arga


" Astaghfirullah kok bisa sih mas, apa ini berhubungan sama kejadian tadi malam " Ungkap Ayu tak percaya dengan masalah yang datang itu


" Mungkin mas akan cari tahu nanti sama temen-temen mas " Ucap Arga di sela sela makannya


Kemudian mereka berdua pun mulai memakan makanan nya, tidak ada yang berbicara saat di meja makan hanya terdengar suara denting sendok dengan piring saja


Selesai mereka makan merekapun membereskan dan membersihkan sisa piring kotor mereka dan mencucinya lalu di tata dalam rak piring yang ada di dapur


" Biar aku aja yang cuci piring nya, mas kan udah masak " Ujar Ayu yang ingin membantu Arga membereskan bekas makanan mereka


" Tidak biar aku saja kau pergi saja temani Dian main dengan molli " Ucap Arga melarang Ayu untuk membantunya


" Mas ayolah aku mau bantuin masak gak mau sih di bantuin " Ucap Ayu dengan mata memohonnya yang sangat imut di mata Arga sehingga Arga tidak bisa menolaknya


" Hahhh baiklah kalau begitu, aku akan ke ruang tengah " Ucap Arga menyetujuinya sambil menghela nafas panjang dan hanya di jawab senyuman manis oleh Ayu


" Tok... Tok... Tok... " Sura pintu di ketuk


" Biar aku aja yang buka bang " Ucap Dian seraya berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu


" Ohh kak Felix sama kak Surya toh, masuk kak " Ucap Dian setelah membuka pintu dan melihat Felix dan Surya


" Hai Assalamu'alaikum Dian abang ada


kan " Ucap Felix pada Dian


" Masuk kak abang ada di dalam " Ujarnya dan berjalan kembali ke ruang tengah , sedangkan Surya dan Felix oun mengikuti Dian dan masuk ke dalam rumah Arga, lalu mereka berjalan ke ruang tengah juga yang terdapat Arga duduk di sofa sambil memangku laptopnya di temani oleh Ayu yang main dengan molli di sekitar ruangan itu bersama dengan Dian yang sudah bergabung dengan Ayu dan molli yang sedang bermain


" Kalian udah dateng aja, katanya jam sepuluh gak tahunya udah nongol aja " Ucap Arga pada kedua temannya itu


" Biasalah Surya dapet info dari asistennya katanya viona gak sendiri dalam


rencananya " Ungkap Felix


" Iya Ga dia sama Damar tapi kayaknya Damar terpaksa deh ngikuti kemauan cewek ganjen itu " Sambung Surya


" Tahu, nih gue udah lacak keberadaan mereka, kalian pasti kaget kan sebelum viona di penjara dan saat gue ketemu sama dia, gue udah suruh Fred buat ikuti pergerakannya tapi asisten lo juga ikuti, serakah dari kafe itu viona pergi ke Moll dan Fred menabraknya dan meletakkan alat penyadap di ponselnya karena ponselnya jatuh dan rusak saat jatuh " Jelas Arga pada mereka berdua


" Haha kebiasaan lama lo gak berubah selalu ada saat di butuhkan tanpa sepengatuhan siapapun "


" Persiapan lo benar benar matang kali ini "


Ungkap keduanya tak percaya


" Ya begitulah ponsel viona di bawa Fred dengan alasan perbaikan dan viona percaya gitu aja aneh nya dia gk curiga sedikitpun dengan Fred " Ucap Arga kembali


" Kok bisa gitu sih "


" Fred nyamar pakek masker karena uira Pura sakit flu dan nganter temennya ke mol tersebut "


" Bawahan sama atasan sama sama aneh nya pada somplak " Ucap Surya tak percaya dengan pe yanaran yang di lakukan oleh Frederik yang begitu mudah dan sederhana tapi tidak ketahuan sedikit pun


" Udah nih kalian gak mau lihat dimana dia sekarang " Ungkap Arga seraya meletakkan laptopnya di meja ruangan dan memperlihatkan tempat dimana viona berada


" Itu bukannya di jalan semanggi ya tempat yang sering di lewati lara preman jalanan " Ujar Surya saat melihat tempat tersebut


" Iya itu emang tempat yang sering di lewati preman jalanan untuk malak orang orang "


Sambung Felix


" Dia bayar para preman itu untuk rencananya, dan Damar dia gak ikuti keinginan viona tapi ada orang yang wajahnya mirip sama Damar lihat ini " Ucal Arga seraya memperlihatkan beberapa foto orang yang mirip dengan Damar karena di alat yang ia pasang di dalam ponsel viona terdapat kamera kecil dan beberapa fitur peretas dan sarapan lainnya yang tidak di sadari oleh orang-orang sekalipun si penggunanya.


" Iya bener ku pikir dia Damar ternyata bukan" Ungkap Surya yang mulai bingung dengan pikiran nya


" Surya lo gaki deh informasi dia, dan lo Lix suryh aja anak buah lo ikutin dan awasain pergerakan viona " Jelas Arga ya g membagi tugasnya


" Baik kalo gitu ini udah jelas dalang di balik semua masalah yang timbul tinggal cari bukti bukti kuat nya aja buat ngasih perhitungan " Ucap Felix dan Surya hampir bersamaan


" Hmmm ya udah Ga gue kantor duku ada meeting siang ini " Ucap Surya seraya beranjak berdiri u tuk izin pergi ke


kantornya "


" Oky hati hati di jalan " Ucal Arga pada Surya yang sudah berjalan menuju ke pi tu dan keluar dari rumah Arga


" Ya udah gue juga mau balik pulang bokap gue pulang dari dinas nya sama mami gue " Ucap Felix kemudian ikut berdiri dan pergi kelur


" Salamin sama ortu lo ya kapan kapan gue main ke sana " Teriak Arga seraya membembereskan laptopnya dan di acungi jempol okeh Felix .


" Udah kelar bang " Tanya Dian pada sega Abang


" Sudah, tinggal jalankan aja misi kuning


lagi " Ucap Arga seraya berjalan ke ruang kerjanya untuk menaruh laptopnya di sana


Dian dan Ayu pun melanjutkan mainnya bersama molli yang sangat aktif tersebut, dengan Arga yang menemani mereka dengan ia duduk di sofa ruangan tengah sambil nonton TV.