
setelah kembali kekantor Arga , Mega juga Marvel langsung menuju ruang kerjanya dan melihat bagaimana yang lainnya dengan tugas yang Arga berikan saat mereka pergi tadi
" kalian sudah kembali " ucap bos Bayu yang melihat Arga, Mega juga Marvel masuk ke dalam ruang kerja
" ya kita sudah selesai dan bagaimana kondisi di sini" jawab Arga pada bos Bayu
" ada beberapa informasi yang saya dengar dari karyawan lain katanya pak Kevin akan menjadi kambing hitam dalam penggelapan dana yang ada di golden rose pak "
" sosipat itu baiklah yang lain "
" kue ini sudah hampir menjamur tapi masih di jual " ucap Shifa
" dan makanan cepat saji ini juga sudah tak enak lagi rasanya seperi dagingnya sudah busuk tapi masih di jual dan di pakai , dan harganya juga tidak sesuai dengan yang ada di label penjualan "
"Fero apa yang kau ingin katakan" tanya Arga karena dari tadi Fero ingin mengatakan tentang kondisi dari golden rose sendiri
" ahh iya pak saya tadi mencari informasi tentang golden rose dan ternyata hotel golden rose mengalami kebangkrutan dan menejer hotel ada yang korupsi , sama dengan restorannya di sana bahan makanannya juga tak layak untuk di makan" jelas Fero dia mencari informasi di internet dan setelah mengetahui ia pun pergi mencari tahu sendiri bagaimana kondisi di sana sebenarnya dengan menyamar sebagai karyawan restoran
" bagus kerja kalian sangat membantu dan kita juga sudah menemukan buktinya di pabrik pembuatan makan kue atau daging yang kita kunjungi tadi kita menemukan dua arang yang mencurigakan sebagai atasan dan bawahan yang mengambil keuntungan dan makanan kadaluarsa atau daging busuk masih di tumpuk dan kemungkinan akan di eh lagi dan di jual "
jelas Arga pada semuanya , sekarang sudah lengkap buktinya dan ia juga sudah mereka Vidio serta suara mereka semua tinggallah ia akan menyakinkan si kevin atau lebih tepatnya sosiopat sebutan Kevin dari Arga
karena Kevin pernah menolong Arga maka kali ini dia juga akan membantu Kevin agar tidak terjebak dalam permainan kotor sang atasan
sepulang kerja Kevin menuju parkiran mobil dan akan menaiki mobilnya sendiri karena Dimas masih harus mencari tahu tentang informasi tersebut
lalu Arga pun mengikuti Kevin ke parkiran karena ingin menyampaikan i formasi yang sudah ia ketahui
Kevin yang merasa ada yang mengikutinya dia pun memasang mode waspada dan mengeluarkan alat setrum yang ia bawa kemana mana bila sesuatu terjadi di jalan yang tidak ia harapkan
dan Arga yang mengetahuinya pun dengan terkekeh pelan berteriak ke arah Kevin
" oohooo kau ingin menyetrum siapa pak Kevin " ucap Arga dari arah belakang Kevin berdiri
" ahh ternyata anda pak Arga ada urusan apa kau kesini " ucap Kevin dengan nada sinis yang malah membuat Arga ingin tertawa karena nada bicaranya yang lumayan lucu di telinganya
" masukkan saja duku alat mu itu dasar sosipat " ucap Arga pada Kevin dengan nada yang sama seperti Kevin tetapi Arga sedikit membuat nya kesal dengan menyebut kabin sosiopat
" hei kau apa yang kau mau sebenarnya " ucap Kevin yang sudah terpancing emosi dengan perkataan Arga yang mengatainya
" bicarakan dalam mobil kau akan tahu
nanti "
setelah itu Arga dan Kevin masuk ke dalam mobil Kevin yang berada di depannya tersebut
" lalu apa yang kau ingin katakan cepat sebelum aku menyetrum mu " ancam Kevin pada Arga
" heii tenanglah dulu sobat kau itu terlalu waspada "
" cepat atau ..."
" baiklah baiklah, dengarkan ini kau besok akan mengadakan rapat mengenai pengangkatan mu sebagai CEO golden rose tapi aku mempunyai informasi tentang toko kue dan makanan cepat saji dan hotel restoran golden rose juga dana perusahaan di bank Mexico city , kau akan di jadikan kambing hitamnya besok jadi ikuti saran ku mulai sekarang " jelas Arga pada Kevin sambil melepaskan Bros mawar hitam nya dan mengambil laptop yang berada di belakang kursi penumpang karena saat masuk Arga melihat ada laptop di sana
" buat apa aku percaya dengan ucapanmu bukankah sedikit tidak sesuai dengan gayamu mencoba menjilat atasan sendiri demi rencana payahmu itu lagian asisten pribadi ku sedang mencari informasi tentang perusahaan golden rose sekarang" balas Kevin tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Arga
belum juga Arga menjawab ia mendapatkan pesan dari Felix karena Felix juga ikut mencari informasi tentang perusahaan golden rose dan perusahaan tempat ia bekerja sekarang meskipun Felix sibuk dengan urusan perusahaannya tetapi Felix mempunyai otak jenius yang bisa mendapatkan i formasi apapun melalui otak dan kejeniusannya bahkan ia bisa mencuri data dari sebuah perusahaan lain sebab itulah Arga meminta bantuan Felix untuk membantunya
" Oky gue makasih bgt sama Lo Felix " jawab pesan Arga
" ahh iya maaf kan saya seperti nya orangmu ketahuan menyelidiki kasus ini" ucap Arga pada Kevin yang sudah menunggunya berbicara dari tadi
" apa maksud mu itu tidak mungkin "
" lihat ini " ucap Arga lalu menunjukkan Vidio yang sudah ia rekam dan suaranya juga
setelah melihat Vidio tersebut Kevin menjadi geram karena asistennya tersebut belum juga mengabarinya dan ia tidak mendapatkan informasi apapun dari perusahaan juga bawahannya di kantor
padahal ia sudah menyelidikinya tetapi tidak menenukannya
tak selang berapa lama Kevin mendapat
telpon dari Dimas asisten pribadinya
kriiiingg.... kriiiingg....
suara bunyi hp Kevin
" halo tuan "
"ya halo apa ada informasi yang kau dapatkan Dimas " ucap Kevin pada Dimas
" maaf tuan saat saya sedang menyelidiki saya ketahuan dan data serta informasi tersebut di hapus semuanya sehingga saya tidak mendapatkan informasi apapun"
" dasar tidak berguna menyelidiki kasus pun kau ketahuan kemana otakmu yang cerdik itu hah " ucap Kevin dengan amarah di telpon nya
" tuan saya mohon maaf tuan tolong maaf kan saya tuan , saya tidak akan mengulanginya lagi" ucap Dimas memohon maaf pada Kevin
karena geram Kevin langsung mematikan sambungan telponnya
" bagaimana apa yang di ucapkan asisten mu hmm" ucap Arga dengan santai dan memakai Bros nya karena mereka sudah selesai menonton Vidio tersebut
" gagal " ucap Kevin dengan marah dan kesal tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan sedangkan ia juga ragu mempercayai Arga tapi dengan adanya bukti Vidio yang ia lihat ia pun hanya bisa mengikuti permainan di gila Arga karena menurut instingnya tidak ada salahnya mengikuti permainan itu
" hahaha sudah ku duga , bagaimana kalau kita bekerja sama saja " ucap Arga dengan tawanya karena sudah tahu hasilnya
" aku penasaran dengan mu pak Arga Ken kau ingin sekali aku bergabung dengan mu " ucap Kevin tak percaya dengan keadaan seperti ini ia masih bisa tenang santai dan tertawa
" aku mengajak mu untuk menghancurkan perusahaan tersebut sudah banyak korban yang menjadi bukti dengan keserakahan pak Gunawan presedir angkuh dan sombong yang hanya mementingkan harta dan dirinya sendiri " ucap Arga sambil menutup matanya tanpa memandang Kevin
" lalu apa yang sedang kau lakukan disini aku tak ingin mengikuti permainan konyolmu itu "
"baiklah pikirkan baik baik aku tahu kau tidak akan menolak bergabung besok tunggu waktunya aku akan menolong , balasan kau menolongku maka aku akan menolongmu juga "
setelah mengatakan hal ini Arga langsung keluar dari mobil dan berjalan pergi menuju mobil nya
" dasar gila " gumam Kevin dalam mobil melihat tingkah aneh Arga yang membuatkan ya jengkel dan tak bisa berkata apapun padanya dan melakukan apapun terhadapnya ia hanya merasa bingung bagaimana ia bisa percaya padanya begitu mudah padahal ia tahu jika Arga adalah anak buahnya duku dan orang yang sangat licik dalam bermain .
tak selang berapa lama Arga membunyikan klakson mobilnya di depan Kevin lalu mengeluarkan tangannya yang memegang batang kayu manis sambil dada dada , dengan melakukan mobilnya pelan setelah melakukan hal tersebut Arga pun menancap gasnya dan melaju cepat keluar dari parkiran
sedangkan Kevin ia ha ya menghela nafas kasar dengan tingkah konyol seorang Arga Sebastian lalu ia pun juga menyalakan mesin mobil nya dan kuat dari parkiran
di dalam perjalan pulang Kevin tak berhenti memikirkan semua ucapan Arga ya g di ucapkan ya tadi dan Vidio yang di tunjuk kannya , ia merasa bingung dan tak tahu bagaimana. Isa Arga mengetahui semua informasi itu sedangkan ia gagal Kevin memikirkan hal tersebut hingga sampai rumahnya .