Chief Arga

Chief Arga
29 season 2 part 1



Sesampainya di rumah Arga di kejutkan oleh adiknya Dian yang baru pulang dari kuliah nya di luar negri sedang memakan makanan ringan dan itu sangat berantakan


" Dek Abang su... Astaga !! Adek kamu makan berantakan banget sih..." Ucap Arga setengah teriak Arga pada sang adik


" Apaan sih bang nanti juga adek beresin ohh iya bang kan adek udah pulang dan Lulus juga adek boleh gak kalo kerja di tempat Abang " ucap Dian adik dari Arga


" Hmm boleh aja sih kan Abang buat kafe itu juga inspirasi dari kamu yang suka makan manis ,tapi itu beresin dulu dek lihat tuh sofa yang kamu duduki kotor "


" Iya iya bang ..."


Setelah itu Arga menuju kamarnya yang berada di kamar tamu dan mulai untuk membersihkan dirinya dan mandi serta berganti pakaian


Sementara itu Dian ia membersihkan sofa dan sisa makanannya lalu mematikan tv nya , ia menuju ke kamar tamu yang di tempati abangnya


Arga yang baru saja selesai dari kamar mandi dan keluar seketika terkejut mendapati adik nya yang sedang santai sambil bermain hp nya di kamar


" Astaga , Dian kamu ya dari tadi ngagetin Abang mulu " ucap Arga kemudian dengan cepat ia mengganti pakaian nya dengan pakaian santai nya yang ada di almarinya


" Hehehe maaf bang " jawab Dian


" Kamu ngapain di sini kan kamu udah pakek kamar Abang baju kamu juga udah di pindah di sana kan , sama baju Abang " ucap Arga yang berbaring di samping adiknya yang sedang bermain hp nya yang ia letakkan di nakas tempat tidur nya


" Yahh Abang masak aku gak boleh ke sini sih bang sama adik sendiri juga " ungkap Dian lesu


" Kenapa gak boleh, ya boleh lah kamu kan adek Abang , ada masalah " jawab Arga lembut sambil mengusap rambut kepala adiknya


" Hmm bang boleh cerita gak " ucap Dian yang berubah menjadi sedikit manja kepada Arga dan berbaring di samping Arga juga berhadapan dengan Arga , lalu ia meletakkan hp nya kembali ke tempat semula


" Boleh, cerita sama Abang kamu ada masalah apa , sini sama Abang " ucap Arga beranjak bangun dan duduk menyender di kepala ranjang dan menyuruh adiknya tidur di paha kakinya , dengan cepat Dian pun menuruti ucapan abangnya itu


" Bang aku mau tanya boleh kan " tanya Dian dan di jawab anggukan oleh Arga


" Sakit gak sih bang kalo di khianati sama sahabat sendiri dan di putusin sama pacar atau kekasih pas lagi sayang sayang nya " ungkap Dian mengatakan isi hati dan pikirannya pada Arga


" Sakit dek , Abang pernah ngerasain itu kenapa memangnya" jawab Arga jujur


" Bang adek kan di sana punya sahabat dan pacar tapi pacar adek selingkuh sama sahabat adek , " ucap Dian mulai mengeluarkan air matanya


" Dian adek Abang dengerin Abang ya , sahabat adek itu mungkin iri sama adek yang punya pacar yang sayang sama kamu tapi sahabat adek itu suka sama pacar adek " ucap Arga menjelaskan pada Dian


" Iya bang pas aku tanya jawab ya juga gitu tapi dia gak pernah bilang sama aku bang , terus pacar adek juga ternyata dia ada tujuan lain sama adek " ucap Dian bangun dari tidurnya dan memeluk pinggang Abang nya


" Kamu tahu itu dari mana dek " tanya Arga


" Saat adek gak sengaja denger percakapan pacar adek sama sahabat adek yang malah mendukung pacar adek buat adek malu , terus adek langsung masuk dan putusin pacar adek kemudian juga adek putusin persahabatan adek dan pergi terus langsung pulang ke sini " jelas Dian yang masih memeluk Arga Sambil menahan tangisnya


" Udah gak papa lupakan saja mungkin pacar adek bukan orang baik buat adek dan sahabat adek juga bukan orang baik untuk jadi sahabat adek " ucap Arga lembut dan terus mengusap punggung adiknya untuk menenangkannya


" Bang tapi setelah adik putusin sahabat dan pacar adek ,adek gak ngerasa sakit , sedih iya tapi biasa aja bang adek gak ngerti bang "


" Itu berarti adek gak bener bener cinta dan sayang dan gak bener bener tulus sahabatan , mungkin adek cuma anggap teman "


" Iyakah kalo gitu adek gak salah dong ambil keputusan itu "


" Enggak adek ku sayang udah sekarang kita tidur udah malem , katanya mau ikut Abang kerja besok " ucap Arga tersenyum dan melepaskan pelukannya lalu berbaring kembali begitupula dengan Dian yang ikut berbaring di samping Arga lalu ia kembali memeluk abangnya dan tidur , Arga pun membalas pelukan adiknya agar adiknya tenang dan tidur dengan nyenyak .


Keesokan harinya Dian bangun lebih cepat dari Arga ia langsung menuju kamar mandi dan melakukan ritual paginya setelah itu ia berganti pakaian dengan pakaian kerja Dian memakai kemeja biru laut di padukan dengan celana panjang di lengkapi dengan Bros bunga lavender yang ukuran sedang tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar dengan rambut yang ia kuncir dengan keriting gantung di lengkapi oleh jepit rambut apel berwarna merah


Lalu ia juga memakai make up natural yang menambang kesan imut tetapi juga dewasa


Tak lama Arga pun bangun dan mendapati tempat tidur di sampingnya pun sudah kosong yang berarti adiknya itu sudah bangun


Sekeluar nya Arga dari kamar mandi ia melihat ada baju yang sudah di siapkan , dan Arga berfikir itu adiknya yang menyiapkannya


Lalu Arga pun memakai baju yang di siapkan oleh adiknya yang berupa sweater warna hitam dengan jas hitam juga celana hitam tak lupa dengan Bros mawar hitam nya


Setelah berpakaian Arga pun keluar dari kamarnya


" Dek adek , kita berangkat sekarang yuk " ucap Arga setengah berteriak memanggil adiknya dan mengajaknya berangkat


" Iya bang adek udah siap , dan adek juga udah buatin bekal kita makan di mobil ya bang " jawab Dian sambil berjalan keluar ke pintu yang di ikuti oleh Arga di belakang nya


" Dek kamu yang siapin baju Abang ya " ucap Arga pada adik nya


" Iya kenapa gak suka ya , aneh ya bang itu kan baju Abang yang ada di kamar Abang " ucap Dian dengan wajah cemberut


" Mana mungkin sihh , kan yang nyiapin adek Abang ya pasti Abang suka lah , dan adek juga dengan pakaian adek ini adek kelihatan cantik banget dan lucu menggemaskan tapi dewasa " ucap Arga pada adek nya sambil mengusap lembut kepala adek nya itu


" Ohh bang jangan di berantakin Dong bang " ucap Dian kesal "


" Hahaha iya iya yuk berangkat " ucap Arga sambil tertawa lalu ia membukakan pintu mobilnya untuk Dian lalu setelah Dian masuk dan Arga menutup pintunya , Arga pun memutari dan masuk ke kemudi nya , lalu Arga melajukan mobilnya dan menuju ke kafe nya yang berada di jalan anggrek dekat dengan taman kota dan kampus yang ada


" Bang dulu kan Abang juga punya kekasih terus sekarang kok gak punya " tanya Dian yang penasaran semenjak abangnya itu putus dengan kekasih lamanya


" Hmm Abang belum Nemo jodohnya nya dek ," jawab Arga


" Terus sahabat Abang yang namanya kak Surya sama kak Felix , dan satu lagi kak Seto masih berhubungan "


" Kak Seto dek , Abang udah GK ada hubungan lagi sama kak Seto dia udah kecewain Abang , tapi kak Felix sama kak Surya masih " balas Arga


" Ohhh iya bang "


" Drrrtt .... Drrrtt... Drrrtt..." Suara hp Arga yang berbunyi


" Halo Frederik ada apa kamu hubungi saya " ucap Arga seraya mengangkat telepon dari asisten nya Frederik


" Iya halo tuan saya mau mengatakan bahwa ada pelanggan yang tidak mau di layani karena ingin dilayani oleh pemilik kafe tuan " jawab Frederik di seberang telpon


" Ohh baiklah suruh saja menunggu , saya akan segera tiba " jawab Arga lalu mematikan sambungan telponnya


Tak lama Arga pun sampai dan masuk ke kafenya bersama Dian setelah memarkir kan mobilnya , dan melihat kafe yang ribut dengan satu pelanggan


" Maaf mbak tapi pemilik kafe ini belum datang anda pesan saja dulu nanti saya akan sampaikan " ucap Frederik serta rekan rekannya juga para pelayan yang kebingungan


" Tidak saya hanya ingin bertemu dengan orang yang punya kafe ini apa kau tidak dengar " ucapnya berteriak


" Maaf apakah ada yang mau bertemu dengan saya " ucap Arga yang sudah masuk dan berjalan menuju arah meja yang ribut di ikuti dengan Dian di belakang nya


" Arga sayang aku kangen sama kamu " ucap perempuan itu setelah mendengar suara Arga


Dengan terkejut Arga langsung mematung di tempat dan rahangnya yang mengeras menahan amarah


" Viona , lepas !!! " Ucap Arga pada perempuan itu dan seketika melepaskan pelukannya


" Arga kamu gak kangen sama aku , aku kesini karena kangen sama kamu punya kafe di sini dan ternyata benar " ucap Viona perempuan yang berbicara dengan Arga


" Viona kita sudah tidak ada hubungan apapun lagi jadi tolong jangan ganggu aku lagi , pengawal tolong singkirkan dia jangan biarkan dia masuk ke sini jika tidak bisa hubungi polisi " ucap Arga tegas dan memanggil pengawal untuk mengusir perempuan yang bernama Viona dan yang membuat keributan di kafenya .


Lalu pengawal pun datang dan langsung membawa perempuan itu pergi dari sana dan seketika keributan pun berhenti dan orang orang pun memulai aktivitas nya kembali dan keadaan menjadi normal lagi.