Chief Arga

Chief Arga
47 season 2 part 19



Ayu dan duan sampai di ruang tengah lalu mereka duduk bersama dengan Arga yang asik dengan ponselnya


" Mas "


" Bang "


Ucap ayu dan dian bersamaan


" Iya neng, iya dek ada apa " Jawab Arga lalu ia meletakkan ponsel nya di atas meja


" Kue nya gimana enak gak " Tanya Dian pada Arga abangnya


" Enak dek itu habis di makan " Ucap Arga sambil menunjuk piring kue ya g tersisa satu biji kue de gan dagunya


" Hehehe menu baru kafe ya bang " Bujuk Dian


" Iya adekku sayang "


" Minumannya gimana mas " Tanya Ayu pada Arga


" Hmm enak seger manis dan asam nya jadi satu mantab deh buatan kamu " Balas Arga dengan senyumannya


" Buat minuman kafe bang " Ucap Dian sembarangan


" Boleh juga, " Balas Arga


" Kalo kita buat menu spesial gua mah bang menunya tiga macam kue sama satu minuman segar yang di rekomendasi dari para koki dan chef dapur " Tawar Dian menyarankan menambahkan menu pada kafe mereka


" Kayaknya boleh juga dan abang rasa unik sih jarang ada kan menu seperti itu kita jatuh untuk satu minggu sekali di akhir pekan makan menu spesial akan keluar gimana dek, neng " Ucap Arga yang menimang saran adeknya itu untuk menambahkan menu baru di akhir pekan


" Aku rasa itu sih bagus juga buat kafe mungkin bisa menarik minat para pengunjung juga mas " Balas Ayu


" Aku setuju sama mbak Ayu " Jawab Dian girang


" Oky setelah abang sembuh nanti kita atur menu kafe nya tiga, hari lagi kita ke kafe " Ucap Arga


" Hmm tapi kan kamu masih sakit mas " Ungkap Ayu tak senang


" Jangan sedih dong neng, kan mas bisa datang satu minggu lagi kalian yang atur kafe tiga hari lagi gimana " Ucap Arga memberi saran pada mereka berdua


" Enggak " Ucap mereka bersamaan membuat Arga sedikit terkejut tetapi segera ia hilangkan dengan senyumannya itu


" Kenapa? " Tanya Arga pada mereka


" Kafe libur sampek abang sembuh aja, aku kasih tahu paman Frederik sekarang juga " Ucap Dian pada Arga lalu langsung mengambil ponsel Arga di meja dan mengetikkan sesuatu kepada Frederik


" Kita ke kafe selalu mas sembuh pasti kafe udah selesai kan " Ucap Ayu kemudian


Arga yang tahu kalau kedua wanita di sampingnya itu tidak mau meninggalkan ia sendiri di rumah karena kejadian kafe beberap hari lalu dan masalh viona yang belum usai


" Ya baiklah terserah kalian aja " Ucap Arga


Mereka berdua pun senang dan bertos ria membuat Arga geleng geleng kepala sambil tersenyum melihat keduanya


" Aku udah hubungi paman Fred dan dia


setuju " Ucap Dian pada mereka


" Ya baiklah " Balas Arga menuruti mereka berdua karena memang ia juga masih merasa sedikit sakit di area lukanya makan ia tidak bisa membarah karena ia tahu itu untuk kebaikan nya juga


" Iya bang yuk kekamar biar Dian yang ambil obat sama perbannya di kotak kesehatan " Ujar Dian sambil meletakkan ponsel Arga di sofa lalu pergi mengambil obat dan perban Arga di kotak p3k sedangkan Arga mereka tampil ponselnya itu lalu di bantu okeh Ayu menuju kamarnya


Setelah sampai di kamar Arga duduk di pinggir ranjangnya lalu atu membuka kancing kemeja Arga dan melepas perban tersebut yang sudah ada darahnya di sana karena darah Arga sangat banyak makan bisa tembus ke perbannya


Lalu Dian datang ke kamar sambil membawa kotak obat dan perban baru untuk Arga


" Ini mbak obat sama perbannya aku keluar dulu " Ucap Dian memberikan kotak obat sama perbannya kepada Ayu lalu ia keluar dari sana karena tak tahan melihat darah dan muka Arga yang di jahit itu


" Pelan pelan neng sakit " Ujar Arga menahan rasa sakit ketika obat di berikan pada Ayu


" Iya mas ini pelan pelan " Ucap Ayu yang memberikan dan mengoleskan obat pada luka Arga sambil meniupnya, dengan Arga yang terus meringis kesakitan , setelah obat ia berikan Ayu pun menutup luka Arga dengan perban yang baru, ia melakukan nya dengan pelan pelan dan hati hati agar tidak membuat Arga terlalu kesakitan


" Sudah selesai sekarang kamu pakai baju kamu ya mas terus istirahat aku bantu "


Ucap Ayu lalu Arga pun menganjingkan kemejanya kebali alau merebahkan diri ya di bantu oleh Ayu , kemudian dari arah ruang tamu terdengar suara Dian berteriak da juga benda pecah


" Craanggg.. . . . " Suara kaca pecah karena lemparan batu


" Ya tuhan abang. . . Mbak Ayu " Teriak Dian ketakutan karena ja mendengar suara kaca jendela pencaharian di samping pintu masuk rumah dan ketika ia melihat ada sebuah batu dan kertas lalu saat ia melihat kekurangan ia melihat ada seseorang yang tengah tersenyum lalu pergi


" Astaga Dian , neng kamu coba lihat Dian


ya " Ucap Arga pada Ayu sebenarnya ia khawatir karena mendengar suara Dian tetapi ia tidak bisa berlarikarena baru saja ia merebahkan dirinya dan hendak duduk itupun membuat luka Arga sakit kembali dan Arga meringis kesakitan


" Ya aku lihat Dian dulu kamu istirahat aja jangan kemana mana" Ucal Ayu lalu ia segera pergi melihat Dian


Sedangkan Arga melihat apa yang terjadi melalui CCTV rumahnya yang ada di kuar melalui ponselnya karena ia sudah menyambung nya dengan ponselnya


" Hmmm masih ingat gin bermain main rupanya, tidak lagi satu minggu cukup u tuk membuatmu merasakan hukuman mu yang akan datang, viona kau tidak akan bisa kabur lagi " Gumam Arga dalam hati saat melihat rekaman CCTV yang ada


" Dian kamu kenapa teriak teriak" Ucap Ayu yang sudah sampai di depan Dian yang diam mematung di tempatnya yaitu di depan pintu dan jendela sambil memegang kertas yang bertuliskan " ITU AKIBAT KAMU MENOLAKKU , V. I. O "


" Mbak kaca pecah din lempar batu terus ada surat nya ini, terus ada orang senyum hanisemoar batunya dan dia pergi, mbak aku takut, gimana dengan bang Arga kalo terjadi apa pa Sa bang Arga gimana mbak dian takut " Ucap Dian dalam pelukan Atu karena setelah Ayu datang Ayu langsung memeluk Dian yang diam sambil meneteskan air matanya


" Ssttt.. . Dian kamu tenang dulu kita ke kamar ya sama bang Arga " Bunyi Ayu menenangkan Dian lalu Dian pun mengangguk lemah dan mereka menuju kamr kembali


" Mas " Panggil Ayu pada Arga karena Arga tengah memejamkan matanya


Arga yang merasa di panggil Punde membuka matanya kembali


" Iya neng, ya sudah Dian kamu di samping kanan abang sini dan neng kamu di samping kiri mas ya " Ucao Arga pada mereka berdua karena Arga sekarang berada di tengah, dan kali ini mereka tidur bertiga dengan Arga yang ada di tengah tengah dan mereka berada di samping kanan dan kiri Arga


Mereka pun meluk lengan Arga dan Arga pun mencoba u tuk menemukan mereka berdua


" Sudah tidak papa besok abang panggil tukang perbaikannya dan untuk suratnya kamu potret di ponsel abang terus robek dang buang ya , " Ucap Arga pada Dian


" Hmm , bang tapi "


" Gak papa Dian satu minggu cukup buat abang nangkep orangnya dan orang orang yang mengejar kita saat kita ke kafe satu minggu kemudian maka orang itu juga tertangkap " Ucap Arga pada Dian sedangkan Ayu hanya diam saja mendengarkan mereka berbicara


" Hmmm" Balas Dian


Ya sudah kita tidur saja ini sudah malem " Ucap Arga


Kenapa sudah malam karena siang tadi di gunakan untuk menjadi menyelidiki tentang viona sampai sore dan setelah sore mereka membersihkan diri sebelum mengganti perban Arga setelah perban Arga di ganti Ayu menemani Arga di kamar dan Dian menonton TV di ruang tengah saat malam tiba mulailah kekacauan itu datang.


Lalu merak berdua pun Ayu dan Dian tertidur sambil memeluk lengan Arga dan Arga pun juga mulai memejamkan matanya dan tertidur menyusul mereka di alam mimpinya.