Chief Arga

Chief Arga
07



Setelah sampai di market place Arga masuk ke dalam dan berpura pura untuk membeli makanan ringan , namun saat sedang memilih milih apa yang akan ia beli Arga mendengar pertengkaran antara pemilik toko dan karyawan toko tersebut


" Kau bekerjalah dengan benar , mengapa setiap kali kau kerja , ada saja yang hilang " teriak marah sang pemilik toko


" Apa saya salah , saya hanya mengatakan bahwa itu telah di buang karena sudah kadaluarsa " jawab karyawan wanita di market tersebut


" Alah tidak udah banyak alasan kau , mana mungkin , paling juga kau yang ambil , "


" Sudah cukup saya berhenti " jawab marah serta kesal lalu ia pun mengambil surat pengunduran dirinya dan di berikan pada sang pemilik toko tersebut, selanjutnya ia pun keluar dan menangis duduk di taman dekat dengan market tempatnya bekerja


Arga yang mengetahui nya mengikutinya kelir dan duduk di sampingnya


" Ada kau melihat ku seperti itu?" Tanya perempuan tersebut sambil menangis dan membersihkan air matanya


" Ahh tidak , aku hanya sedang ingin duduk saja" ucap Arga yang tak ingin mengganggu nya karena habis mengalami masalah


" Jangan berbohong paman aku tahu kau melihat dan mendengar semuanya"


" Ah hahaha, baiklah baiklah apa kau ada masalah , atau gaji karyawan yang tidak di tunda "


" Bagaimana kau tahu itu semua "


" Mudah saja aku bekerja di perusahaan itu , apa kau mau membantuku untuk menghancurkan perusahaan itu"


" Bagaimana caranya , aku hanya ingin keadilan paman , market place itu adalah cabang dari perusahaan itu , setelah aku mencari tahunya "


" Itu mudah ,kau tinggal kabari semua teman teman mu yang di rugikan akibat permasalah gaji atau upah minimum setelah itu ikuti arahan ku , ini kartu nama ku , jika sudah hubungi aku , aku akan membantu " setelah Arga me jelaskan nya ia pun pergi dari sana dan kembali ke kantor untuk melanjutkan pekerjaannya karena jam waktu istirahat sudah hampir habis .


Sesampainya di kantor Arga langsung menuju ruangannya dan mencari Mega yang sudah sampai di kantor lebih dulu


" Mega , bagaimana apakah berhasil"


" Ahh iya pak , saya hanya mendapatkan ini katanya ini adalah barang yang di tinggalkan pak Andika sebelum malam itu terjadi "


jelas Mega ya g memberikan sebuah kunci yang ada nomor nya yaitu kunci nomor dua puluh tujuh


"ahh iya , kamu pegang aja dulu , besok baru kita cari lagi itu kunci apa "


" Baik pak "


Setelah pembicaraan itu bos Bayu , Geri Fero, dan juga Shifa pun bertanya-tanya ada apa sebenarnya ini


" Ee pak Arga sebenarnya ada apa ini pak "


" Iya pak ada apa kok kayaknya serius sekali "


" Beritahu kami pak sebenarnya ada masalah apa "


Tanya mereka semua pada Arga , dan Arga pun menjelaskan dengan tenang sambil merapikan tempatnya karena ia di panggil oleh badan kedisiplinan akibat perbuatannya tadi pagi


" Ohh berguna bos dan teman teman semua , saya akan melakukan pekerjaan yang mungkin sulit untuk dilakukan, karena saya akan membongkar semua rahasia yang ada di kantor dan perusahaan ini pak "


" Pak Arga , anda jangan berti dak gegabah pak kita tidak tahu nanti akan ada masalah lain nya " ucap Shifa yang khawatir


" Benar pak , bagaimana bisa saya takut kejadian yang sebelumnya terjadi lagi pak" ucap bos Bayu yang merasa sangat gelisah dan khawatir tentang apa yang di bicarakan Sekarang ini


" Tenang bos saya tidak akan mati secepat itu , Mega akan menjadi partner saya nanti "


" Dan kita " ucap Fero


" Hmm kalian juga , akan membantu saya , karena sebentar lagi akan ada banyak pekerjaan yang akan di lakukan dan akan ada berbagai macam masalah di berbagai kasus "


" Baik kami akan membantu sebisa kami pak " ucap Geri pada Arga


" Terimakasih semuanya, saya akan keluar terlebih dahulu"


" Anda akan kemana pak "


" Ke ruang kantor , disiplin "


Ucap bos Bayu pada Arga yang merasa kasihan pada Arga karena masalah yang di sebabkan oleh Marvel sang anak dari presedir perusahaan itu


" Tenang bos saya pasti akan kembali" ucap Arga disertai senyuman dan kemudian berjalan keluar menuju ruang kedisiplinan


Didalam ruang kantor disiplin seorang wanita separuh baya menunggu kehadiran Arga dengan mata terpejam


" Salam , apa anda memanggil saya" ucap Arga setelah memasuki ruangan tersebut


Seketika wanita itu membuka matanya dan mengambil penunjuk kayu yang dibawanya kemana mana


" Ya saya memanggil anda untuk meminta keterangan anda , "


" Ya keterangan saya , seingat saya saya tidak melakukan hal yang melanggar aturan kantor dan perusahaan ini" ucap Arga dengan tenang nya


" Apa kau lupa apa yang kau perbuat tadi pagi pada anak pimpinan presedir hah " ucap marah wanita itu sambil mengetuk ngetukkan tangannya di meja


" Ohh itu saya tidak berbuat salah , hanya saja dia membuat keributan di kantor saya , dan saya hanya memelintir tangannya saja Bu" jelas Arga yang memang sengaja membuat masalah itu agar ia segera di keluarkan karena memang rencananya itu ,


" Apa kau sadar apa yang kau lakukan itu pak Arga , anda membuat masalah di sini "


" Lalu apa yang harus saya lakukan" tanya Arga


" Jika kau mau minta maaflah pada anak pimpinan presedir dan akuilah kelakuan mu itu "


" Dan jika saya menolak apakah saya akan di keluarkan "


" Ya kau akan di pecat karena berani membuat masalah di sini "


" Baik kalau begitu saya menolak , karena saya tidak Merakan membuat masalah " ucap Arga yakin dengan rencananya


" Apaa kau , haiishh baiklah jika itu kemauan anda , maka ikuti proses nya , sekarang anda akan kami kirim ke ruang tunggu , dan ingat di ruangan itu anda tidak di perbolehkan untuk melakukan apapun kecuali diam di tempat "


Tegas wanita tersebut dan lalu menyuruh Arga keluar


Dan Arga pun dengan senang hati dan senyuman di wajahnya keluar dan langsung menuju ke ruang tunggu yang sudah terdapat arang di sana .


Di tempat lain Kevin sedang marah dan kesal karena baru saja asistennya itu melaporkan bahwa ada masalah di perusahaan cabang tepatnya di market place , yang beberapa hari lalu sempat ia kunjungi untuk membeli camilan ringan


" Kau tidak becus , cepat selesaikan masalah itu atau kau akan tahu akibatnya" teriak Kevin marah pada asistennya itu yang bernama pak Rudi


" Ba baik pak akan saya laksanakan sekarang juga " ucap pak Rudi setengah gugup karena kemarahan Kevin padanya


" Ahh iya pak Kevin ada satu lagi pak Arga membuat masalah dengan tuan Marvel " ucap pak Rudi memberikan informasi terkait apa yang sedang terjadi karena mendapat laporan dari badan ke kedisiplinan serta keamanan yang ada di kantor


" Baik sekarang pergilah , keluar " ucap Kevin dingin


Lalu tak lama ia pun mengirim pesan pada Arga agar menemuinya di dalam kantor nya


Arga yang mendapat pesan tersebut pun langsung bergegas menuju kantor Kevin


" Sore pak Kevin anda mencari saya ," ucap Arga setelah masuk ke dalam kantor Kevin


" Hmm, kau membuat masalah apa lagi hah "


" Maaf pak itu di luar dugaan saya "


" Saya tidak menerima alasan apapun lagi tentang mu , dan mulai sekarang kau bebas " ucap Kevin karena memang sudah jengah dan merasa Arga tak dapat di andalkan lagi , dan ia merasa akan melakukan pekerjaannya sendiri tanpa bantuan dari Arga atau orang lain


" Baik pak terimakasih , saya undur diri"


Ucap Arga senang karena telah terlepas dari Kevin tetapi perasaannya dan filling nya mengatakan bahwa masalah ini belum selesai sampai di sini saja


" Ahh akhirnya bebas juga , tapi kenapa gue rasa seperti gue membasuh diri gue dengan air comberan ya , huufftt sudahlah pikirkan saja nanti , sekarang gue akan lakukan rencana gue selanjutnya"


Gumam Arga saat berjalan keluar menyusuri area kantor dan menuju ruang tunggu untuk mengambil tas kerjanya kemudian pulang karena memang jam kantor sudah habis , dan karyawan sudah berhamburan keluar dan pulang ke rumah .