
Sepulang kerja Arga dan Mega pun pergi ke taman kota untuk menemui presedir mereka , kenapa presedir memilih bertemu di taman kota tidak di rumah nya karena di keramaian orang maka suaminya yang gila harta tidak akan mencurigainya
" Itu dia pak Bu presedirnya, ia sedang duduk menunggu kita "
" Kalau begitu mari kita hampiri sekarang "
Lalu mereka pun berjalan menuju kursi taman di dekat pohon rindang
" Bu presedir " ucap Mega pada Bu Rina
" Ya kalian ternyata duduk lah " jawab Bu Rina yang melihat mereka telah datang dan menyuruh mereka untuk duduk di bangku taman tersebut
" Maaf sebelumnya apakah anda yang meminta saya datang ke sini " tanya Arga langsung pada intinya
" Ohh benar , apakah anda adalah pak Arga yang di cerita kan oleh Bu Mega ini pak ?" Tanya Bu Rina pada Arga
" Ya itu saya " balas Arga
" Lalu ibu menyuruh kita kesini untuk masalah apa ya kalau boleh saya
tahu? " Tanya Mega pada Bu Rina
" Saya menyuruh kalian kesini untuk melakukan sesuatu , apakah kalian bisa membantuku " jawab Bu Rina
" Sesuatu , apakah itu terkait dengan investor dan data akuisisi di perusahaan cabang enterprise ?" Tanya Arga
" Benar sekali pak Arga , mungkin dua hari lagi mereka akan membentuk tim untuk mengakuisisi data perusahaan "
" Lalu kami "
" Saya ingin kalian mengikuti akuisisi tersebut "
" Bagaimana bisa Bu kami masuk dalam tim tersebut ?" Tanya Mega
" Kalian tenang saja saya akan mengaturnya , besok kalian datang lah ke rumah saya saat jam makan siang kerja kalian akan tahu rencana saya "
" Baik tapi sebelumnya di perusahaan cabang enterprise apakah selaku seperti itu para karyawan yang demo karena ketidak adilan " tanya Arga penasaran
" Dulu tidak seperti itu tapi setelah perusahaan di ambil alih oleh suami saya semuanya berubah menjadi menjadi tidak terkendali seperti sekarang ini " balas Bu Rina tampak sedih melihat kenyataan tersebut
Setelah beberapa lama mereka bertemu dan bercengkrama bersama akhirnya pun mereka memutuskan untuk kembali karena Bu Rina pun juga akan segera kembali
" Sudah lama ternyata kita mengobrol ya , maaf tapi saya harus segera kembali jika tidak maka suami saya akan curiga nanti" ucap Bu Rina mengakhiri percakapan mereka
" Tentu , tentu saja silahkan kita juga akan kembali kebetulan hari juga sudah semakin sore " balas Mega
" Baiklah kalau begitu saya duluan Bu Mega , pak Arga" pamit Bu Rina
" Tentu Bu presedir Rina maaf kita tidak bisa mengantar anda " ucap Arga
" Itu tidak masalah pak , mari " balas Bu Rina kemudian ia pun berjalan pergi karena sudah di jemput oleh pengawalnya
" Huhh apakah anda mempunyai rencana soal besok pak Arga? " Tanya Mega pada Arga setelah kepergian Bu Rina
" Tidak punya , kita lihat saja besok "
" Sedikit pun tak ada " tanya nya lagi untuk memastikan nya , namun jawabannya tetap sama Arga menggelengkan kepalanya dan Mega pun menghembuskan nafas kasarnya
Kemudian Mega dan Arga memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai larut
Drrrtt... drrrtt... Drrrtt...
Bunyi notifikasi pesan dari Felix
" Bro gue dapat info dari anak buah gue katanya dua hari lagi bakal ada akuisisi di perusahaan cabang, dan mereka akan ngirim beberapa orang bayaran u tuk mengusir para karyawan yang sedang demo "
Isi pesan tersebut , seketika Arga pun mengernyitkan keningnya lalu ia menyadari bahwa rencana bos presedirnya itu untuk mengawasi pekerjaan akuisisi dan melihat keadaan perusahaan cabang enterprise tersebut
" Oky makasih bro infonya besok Lo bantuin gue ya kirim anak buah Lo ke lokasi yang gue kirim besok , siapa tahu besok ada masalah baru yang muncul " jawab pesan Arga
"gue akan kirim orang kepercayaan gue besok " jawab pesan Felix singkat lalu di baca oleh Arga setelah itu Arga pun melanjutkan perjalanan nya pulang ke apartemen nya.
Dua hari pun berlalu begitu cepat hingga tiba saatnya dimana tim akuisisi dari anggota akuntansi pun pergi menuju perusahaan cabang bersama kevin begitupula dengan Arga dan Mega setelah kemarin ia mendapatkan kartu identitas dari eksekutif yang bekerja untuk mengawasi dan melaksanakan perintah dari atasan , mereka kini juga sedang pergi menuju ke tempat perusahaan cabang tersebut .
Setelah sampai tim dari Kevin pun langsung masuk ke dalam walau di luar masih ada karyawan yang demo merek tak menghiraukan nya
Setelah masuk kedalam mereka menuju ruang kerja yang berisi beberapa komputer yang sudah terhubung ke server milik komputer yang di pakai oleh Kevin
Saat ingin mengerjakan mereka pun kedatangan Arga dan Mega
" Hai semua sudah ingin mengerjakan. Kah " ucap Arga begitu sampai di dalam dan di depan semua orang
" Kau bagaimana bisa kau kemari" tanya Kevin saat melihat Arga
" Lihat ini aku mempunyai akses untuk ikut dan mengawasi kalimat dari atasan jadi kalian tidak bisa menghalangiku "
Jelas Arga girang sambil menunjukkan kartu Askes nya ia kenakan dengan mengalungkannya seperti karyawan lain
" Masih sisa dua komputer sana kerjakan jangan mengganggu yang lain ingat itu , awas kau sampai berbuat masalah disini " perintah Kevin membiarkan Arga ikut bergabung dengannya , Asala tidak membuat masalah .
Setelah itu Arga dan Mega langsung menuju ke kursinya yang masih tersisa dua tersebut
Lalu mereka semua pun memulai mengerjakan pekerjaannya
Setengah jam kemudian komputer yang di pakai Arga pun tiba tiba saja mati dan error tapi tidak dengan yang lain
" Hah mati lagi , Meg komputer kamu mati tidak ?" Tanya Arga pada Mega
" Tidak milikku baik baik saja pak ini sangat lancar " jelas Mega
" Hah apa yang harus ku lakukan sekarang apakah mencabut stop kontak nya lalu memasangnya kembali " gumam Arga dalam hati lalu ia pun melihat ke bawah dan ingin mencabut kabel stop kontak miliknya tapi tidak tahu yang mana karena di bawah ada banyak kabel yang menancap dan menyambung
" Heh ini yang mana yang harus ku cabut ya , ah sudahlah cabut saja yang ini" gumam Arga sambil mencabut kabel stop kontak bagian tengah
" Tak..." Suara kabel tercabut dan seketika pun lampu dan semua komputer mati
Setelah mencabut Arga kembali ke duduknya
" Apa.." tanya Arga karena semua orang menatapnya
" Argaaaa... Kau keluar dari sini .."
Teriak Kevin kesal dengan Arga yang menyebabkan masalah di pekerjaan nya yang mengakuisisi seluruh data perusahaan itu
" Ahh baiklah aku keluar " tanpa banyak kata Arga pun keluar , sebenarnya ia tahu setelah ia mencabut kabelnya nya dan dia duduk di kursinya dan melihat semua tatapan semua orang ia pun melirik komputer dan lampu yang sudah mati semua karena itulah ia keluar dengan senang hati .
Di luar ia pun bergabung dengan para karyawan yang demo , yang kebetulan sedang istirahat siang sekarang