
Setelah membagikan kertas surat tersebut Arga pun pergi ke luar menuju ruang presedir dengan senyuman nya
Setelah sampai Arga pun langsung mengungkapkan apa yang terjadi dengan sedikit memainkan dramanya
" Salam presedir saya ingin berbicara pada anda " ucap Arga dengan sopan pada presedir Gunawan
" Apa yang ingin kau bicarakan hah" ucap pak Gunawan dingin dan tidak suka pada Arga
di tempat lain di kantor operasi bisnis semua orang pun membuka surat dari Arga
" Fa punya Lo sama gak ini surat wasiat dari pak Arga , mana ada tulisannya GWN lagi itu siapa ya "
" Sama gue juga dapat ini kata katanya juga sama semua kayaknya "
" Kalian juga dapat apakah sama "
Ucap bos Bayu pada mereka
" Sama bos " jawab semua kompak
" Maksudnya apa ya bos pak Arga ngasih ini ke kita ?" Ucap Geri pada bis bayu
" Entahlah saya juga kurang mengerti "
" Kita tanya saja sama pak Arga nanti setelah dia kembali " usul Fero
" Setuju " jawab Geri
" Kalian bagaimana dan bos Anda bagaimana bos?" Tanya Fero pada mereka semua dan bos batu tentang usulannya
" Kami ikut saja lah " jawab Mega dan Shifa
" Terserah kalian saja " balas bos Bayu
Di kantor presedir
Arga sedang memberikan suratnya pada pak Gunawan
" Ini pak saya ada sesuatu untuk anda" ucap Arga sembari memberikan surat tersebut
" Ini apa ?" Tanya pak Gunawan menerima
" Baca dulu saja pak "
Setelah itu pak Gunawan pun membaca surat dari Arga
Sekita setelah membaca surat tersebut pak Gunawan pun menatap Arga Dengan tatapan benci tak suka dan penuh amarah
" Apa ini maksudnya pak Arga " ucap pak Gunawan tegas
" Itu surat wasiat saya pak , apakah anda tahu kemarin saya hampir mati tercekik oleh mereka yang di suruh oleh orang yang bernama GWN orang paling berkuasa di kantor ini , tapi sayangnya usahanya gagal " ucap Arga dengan entengnya
" Saya tak mengerti tentang Anda bagaimana bisa anda berbicara hal omong kosong seperti ini" ucap pak Gunawan marah dengan menutupi ke terkejutnya karena nama yang di tulis singkat dengan huruf besar adalah namanya sendiri
" Anda tentu saja tahu apa maksud saya , saya juga bisa melaporkan kejahatan yang anda lakukan , saya mempunyai buktinya "
" Hah dengan mengandalkan kertas surat ini , itu tidak mungkin " ucap pak Gunawan lalu merobek kertas tersebut
" Anda tenang saja saya masih punya banyak Sinan di sini " ucap Arga dengan mengeluarkan satu kertas lagi dari balik kantong jas nya
" Ahh anda juga perlu tahu saya mempunyai bukti yang lebih kuat dari ini " sambung Arga dengan menunjukkan memori card nya yang berisi Vidio kemaren saat insiden itu terjadi
Pak Gunawan pun menatap Arga Dengan tatapan tak suka tetapi dirinya mencoba untuk tenang menangani ini
" Lalu anda ingin apa dari saya "
" Saya hanya ingin anda menghilangkan ruang tunggu itu ruangan yang sangat memalukan dan umumkan di seluruh gedung kantor ini , jika tidak maka saya akan melaporkan
anda " jawab Arga
" Huh baiklah saya akan perintahkan itu sekarang keluarlah " ucap pak Gunawan
" Baik permisi"
" Si*l bagaimana bisa dia mempunyai bukti itu " teriak pak Gunawan marah setelah Arga pergi dari ruangan itu
Arga pun dengan puas berjalan keluar dan menuju kantor disertai senyuman nya , begitu ia masuk dalam kantornya ia langsung di tatap oleh semua orang tak terkecuali bos Bayu
" Hei kalian mengapa menatapku seperti itu?" Tanya Arga pada semua rekannya
" Ahh kita hanya ingin menanyakan apa maksud ini semua pak ?" Tanya bos Bayu mewakili mereka
" Ahh itu... Itu adalah surat wasiat bukankah kalian sudah membacanya " jawab Arga sembari berjalan dan duduk di kursi kerjanya
" Kita tahu tapi nama GWN itu siapa ?" Tanya Fero pada Arga
" Bukankah sudah jelas dia orang paling berkuasa di disi , yang artinya dia adalah Gunawan maaf tak pakai kata pak " jelas Arga menjelaskan nama singkatan dari presedir Gunawan
" Apaaa" teriak mereka bersamaan kecuali bos Bayu
" Bagaimana bisa presedir ?"
" Yang berarti semua rencana di rencana kan oleh mereka para atasan " jelas Mega
" Lalu anda tadi pergi kemana pak ?" Tanya bos Bayu
" Ke ruang presedir untuk meminta pertanggung jawaban "
" Bukankah Anda cari mati sendiri jika begitu"
" A a a , tidak aku hanya sedikit mengancamnya akan melaporkan kejahatan mereka "
" Lalu apa reaksi presedir?" Tanya Shifa
" Jelas dia marah lah Fa " balas Mega
" Ya dia marah dan menanyakan apa yang ku inginkan agar tak melaporkan nya "
" Lalu anda minta apa pada presedir Gunawan?" Tanya Geri dan Fero bersamaan
" Menghilangkan ruang tunggu yang memalukan , dan akan di umumkan di seluruh gedung ini "
" Apaaa, wahh pak Arga anda sungguh keren bagaimana dia bisa setuju dengan anda ?" Tanya bis bayu
" Kartu as Vidio percobaannya " jawab Arga enteng sambil menunjukkan memori card nya yang berisi Vidio kemaren
" Jadi sekarang itu ruangan udah ilang"
" Dan pak Arga yang menghilang kan ruangan itu
" Sungguh aku tak percaya akan semua ini"
Ucap mereka memuji pak Arga dan Sena g karena ruang tunggu yang memalukan itu sudah hilang berkat pak Arga
Sedangkan bos Bayu hanya menatap mereka sambil tersenyum
Dan Arga yang puas sudah mengancam si presedir itu dan sekarang ia tersenyum dengan keadaan ini merasa senang melihat rekan rekannya .
Di tempat lain sang istri presedir ia bernama Sabrina dan biasa di panggil dengan Bu Rina sedang menerima laporan dari anak buahnya
Yang mengatakan bahwa memang benar orang yang berpakaian aneh itu membantu karyawan lain dengan caranya dan ia memiliki hati yang baik
Juga berani mengancam presedir
" Lalu bagaimana dengan karyawan wanita yang membantunya itu Malik " tanya Bu Rina pada pesuruhnya Malik
" Dia sama pintar dan cerdik seperti pak Arga yang sekarang sedang anda amati nyonya" jawabnya
" Baik sekarang pergilah dan amati kembali , jika keadaan sudah mulai aman bawalah mereka berdua untuk menghadap ku " perintah Bu Rina pada Malik
" Baik akan saya laksanakan, saya permisi" balas Malik lalu pergi untuk menjalankan tugas yang di berikan oleh atasannya itu
" Tak salah pilih aku untuk membantu ku mereke pasti bisa di andalkan " gumam Bu Rina sambil tersenyum lalu pergi ke kamarnya untuk istirahat karena sudah beberapa hari ini kesehatan nya menurut akibat tekanan darah nya yang sedikit tinggi dan batuk ringan
Di kantor tepatnya di kantor akutansi seorang CEO yang bernama Marvel sedang membuat beberapa staf nya kerepotan akibat ulah Marvel yang seenaknya sendiri memerintahkan mereka .
Tak lama ia di panggil eh ayahnya di kantor kerjanya
" Apa ayah memanggilku " ucap Marvel pada ayahnya yaitu pak Gunawan presedir kantor ini
" Ya bagaimana pekerjaanmu , ayah mendapatkan laporan dari bawahan ayah bahwa kau membuat kekacauan lagi dengan sikap seenakmu itu Marvel" ucap pak Gunawan keras dengan menahan kemarahannya pada anaknya itu ,
" A aku hanya memperingati mereka saja " jawab Marvel mencoba tenang dengan kemarahan ayahnya
Lalu telfon pak Gunawan pun berdering menandakan ada telfon masuk
Drrrtt... Drrrtt...
" Halo sayang ada apa kau menelfon ku"
Tanya pak Gunawan pada istrinya yang menelponnya
" Aku hanya ingin tahu apakah anak kita membuat masalah atau tidak aku dengar dari bawahan ku dia sedang membuat kekacauan" balas sang istri
" Ya dia memang sedang membuat kacau staf lain kerepotan dengan tingkah laku nya , aku akan memecatnya keluar dari kantor ini"
" Jangan memecatnya aku akan menyuruhnya untuk masuk di departemen bisnis saja , agar dia bisa di bimbing dan lebih disiplin lagi dengan di bawah menejer baru itu "
" Hmmm baiklah akan ku sampaikan "
Tut..Tut..Tut...
Telfon pun terputus
" Karena ibu mu yang meminta pindah lah kau dari akuntansi dan pergi ke operasi bisnis besok " perintah ayahnya tanpa memandang anaknya
" Tapi ayah aku ..."
" Tidak ada tapi tapian atau kau memilih ku keluarkan dari sini!!" Bentak ayahnya membuat Marvel sedikit takut
Lalu ia tanpa pamit dan berkata langsung pergi meninggalkan kantor ayahnya tersebut.