Chief Arga

Chief Arga
40 season 2 part 12



Di tampat lain di kafe Mandala Dian bersama temannya yaitu virra setelah dian menjemput virra mereka pun pergi makan bersama di kafe tersebut


Mereka berdua memesan dia nasi goreng telur dan dua jus leci, tanpa mereka sadari ada orang yang mengamati mereka yaitu preman yang mirip dengan Damar ia di suruh oleh viona untuk mengawasi siapa saja orang yang dekat dengan Arga


Tetapi mereka juga tidak sadar bahwa anak buah Felix juga merupakan garasi mereka untuk keamanan


Di rumah Arga tertidur kembali sambil memeluk Ayu yang juga tertidur di dalam pelukan nya, tak lama ponsel Arga pun berdering dan membangunkan Arga dari tidurnya


" Drrrrtt... Drrrrtt... Drrrrtt... " Bunyi dering ponsel milik Arga


" Hah siapasih nelpon di jam segini " Gumam Arga pelan sangat pelan agar tidak memiliki ayunkan Ayu yang tertidur


" Halo tuan " Ucap orang di sambungan telepon


" Ya ada apa " Balas Arga


" Saya sudah menangkap pelakunya tuan ini di apakan tuan apakah saya membawanya ke rumah tuan atau la v dung ke kantor polisi tuan? " Tanya Frederik pada Arga dengan memegang orang yang sudah membuat keributan dan kerusakan kafe


" Hmmm sebenarnya di bawa kerumah tak masalah, tapi lebih baik bawa saja ke kantor polisi dan urus itu sampai selesai " Ujar Arga pada Frederik


" Baik tuan jika ada masalah saya akan hubungi tuan " Balas Frederik


Setelah itu sambungan telepon pon terputus


Dan Arga menghela napas panjannya.


" Engghh.. " Ucap mengurangi Ayu yang bangun dari tidurnya


" Hmm sudah bangun " Ucap Arga pada Ayu yang baru saja membuka matanya lalu menatap Arga yang sedang memeluknya begitupula dengannya yang memeluk Arga


" Iya sudah " Balas atu seraya melepas pelukannya dan bangkit dari tidurnya untuk duduk di kepala ranjang


Arga pun juga mengikuti apa yang Ayu lakukan Arga bangkit dan duduk di kepala ranjang juga


" Mau makan atau minum " Tanya Arga pada kekasih nya itu yang masih diam tidak seperti biasanya yang ceria


" Aku gak lapar juga haus " Balas nya pada Arga dengan wajah di tekuk


" Ayu sayang nanti kamu sakit kalau gak makan, ini juga udah siang, kita makan yuk aku buatin masakan kesukaan kamu " Bujuk Arga agar Ayu mau makan agar tidak sakit dan Arga juga membujuk Ayu agar tidak takut lagi


" Enggak aku gak lapar " Ucap Ayu tetap pada pendiriannya yang tidak mau makan apapun


Arga yang tidak tahu caranya untuk membujuk atau menghibur seseorang hanya bisa mendesah lalu ia pergi beranjak dari tempat tidur dan kelurahan dari kamar tetapi seblum ia berhasil keluar ia pun dihentikan oleh Ayu


" Jangan pergi " Ungkap Ayu seraya memegang tangan Arga memintanya untuk tidak pergi


" Aku gak pergi Ayu aku hanya kelurahan sebentar untuk mengambil minum " Ucap Arga seraya melepaskan tangannya dari genggam Ayu


" Ikut " Kata Ayu yang tidak mau di tinggal sendirian ia masih saja memegang tangan Arga


" Ikut, baiklah ayo keluar " Ajak Arga kemudian pada Ayu


Mereka berdua pun kekurangan dari dalam kamar dan menuju ke meja makan Arga menyuruh Ayu untuk duduk di kursi meja makan sedangkan pergi memasak untuk makan siang mereka


Karena Arga tahu jika Ayu tidak berselera untuk makan makan ia hanya membuat pasta di lengkapi dengan kuah saos tiram nya


Kira kira seperti ini ya teman teman gambarnya



Arga meletakkan mie pasta tersebut di wadah seperti balok kayu berbentuk kotak dan kuah saos tiram yang ia tuangkan di mangkuk tak lupa dengan sumpit nya. Dan ia juga membuatkan minuman jeruk manis kesukaan Ayu


" Mas Arga kok lama banget sih di dapurnya"


Ungkap Ayu di dalam hati karena ia sudah lama menunggu kedatangan Arga dari dapur, juga ia masih merasa tidak enak dengan perasaan nya yang belum hilang sepenuhnya


" Sayang makan dulu ya aku udah buatin kamu pasta " Ucap Arga Ayu yang menatap nya ketika ia baru sampai di hadapan Ayu dan meletakkan nampan makanan nya tersebut


" Tapi aku... " Belum sempat ia melanjutkan ucapannya, ucapan Ayu terpotong oleh ucapan Arga


" Makan sayang biar gak sakit, mau mas suapin " Ucap Arga memotong ucapan Ayu


Ayu hanya diam menatap makanan tersebut dan tidak menjawab ucapan Arga, sedangkan Arga yang khawatir jika Ayu tidak makan makan dia akan sakit karena Arga tahu Ayu tidak akan berselera makan jika ia sangat ketakutan dan merasa tak enak badan


Lalu dengaan sabar dan penuh perhatian Arga pun menyuapi Ayu sedikit demi sedikit


" Aaa makan dong neng Ayu " Ucap Arga seraya menyodorkan pasta itu ke depan mulut Ayu dan mengucapkan kata kata sayang nya yang memanggil Ayu dengan sebutan " Neng Ayu" Seketika Ayu menatap wajah Arga ketika ia mendengar sebutan itu, tak lama ia pun membuka mulutnya dan menerima suapan dari Arga.


Arga pun tersenyum senang saat Ayu menerima suapan nya, sedikit demi sedikit Ayu menerima suapan demi suapan Arga pada nya hingga makan pun habis setelah itu ia pun menyeruput minumannya juga sampai habis dan tinggal es batunya saja


Selesai Arga menyuapi Ayu makan ia pun membereskan nya . Setelah selesai ia pun kembali menghampiri Ayu yang masih duduk di meja sambil meletakkan kepalanya di atas kedua tangannya yang ia letakkan di atas meja


" Neng Ayu sayang kamu masih takut dan tidak nyaman " Tanya Arga lembut pada Ayu dan di jawab anggukan oleh Ayu


" Mau jalan jalan atau nonton film di kamar " Tawar Arga


" Nonton film " Ucap Ayu seketika mengangkat wajahnya dan menatao Arga


" Ya film apa aja yang kamu mau " Ungkap Arga " Ohh iya Dian di mana dari tadi mas gak liat dia " Sambung Arga karena dia belum melihat adiknya itu setelah kekirim dari dalam kamar bersama Ayu dan saat ia menyuapi Ayu makan


" Dian, ohh iya katanya dia mau jemput dan main sama temannya mas " Balas Ayu pada Arga


Seketika Arga pun merasa perasaannya tidak enak jika ada hal hal buruk yang akan menimpa adiknya itu


Dan benar saja di dalam kafe Mandala Dian bersama virra yang lagi asik makan dan bercengkrama bahagia arus kesal dan terkejut dengan kedatangan satu orang yang mengajaknya ribut


" Brakk.. " Bunyi meja yang di gebrak okeh laki laki yang tidak Dian dan Virra kenal


" Hah apa apan lo " Ucap Dian pada laki laki tak sopan dan kurang ajar di hadapannya itu


" Hai manis, ikut gue yuk dan tinggalkan laki laki yang bernama Arga untuk nona saya " Ucap laki laki itu dengan nada yang membuat Dian bergidik jijik dengaan ekspresi yang sulit di tebak, begitu pula dengan Virra teman Dian


" Hehh asal lo tahh aja gue kagak kenal ama lo orang ya jadi lo gak ada hak but larang gue " Ucap Dian kembali dengan nada tinggi dan keras membuat semua pengunjung kafe menatapnya


" Heehh lo orang kurang ajar kita gak kenal ama you jadi jangan asal omong " Teriak Virra yang sudah sangat marah dan kesal


" Kalian itu cantik manis, masih aja gak peka atau gak ngerti sih masuh mending gue mau sama lo berdua, gue ingetin ya nona gue gak akan tinggal diam jika jaminan masih bersama dengan Arga calon nona gue inget itu " Perintah orang itu dengan nada yang penuh penekanan di setiap kalimatnya


Dian yang awalnya terkejut karena laki laki tak sopan itu menyebut nama abang nya tapi berhasil mengontrol keterkejutan nya dengan wajah datarnya


Dan ketika laki-laki itu pergi Dian dan Virra memutuskan untuk segera membayar makai mereka dan pergi juga


" Hahh siapa sih Di orang itu? " Tanya Virra yang tak tahu apapun


" Orang gak penting, udah yuk kita bayar laku pergi, gue anter sampek apartemen lo gimana lo ada kan apartemen atau rumah di sini " Ucap Dian pada Virra


" Ya gue punya rumah di sini, ya udah tuk balik " Ajak Virra, lalu mereka berdua pun membayar dan pergi dari kafe Mandala


Dian ya g mengantar Virra ke rumahnya dengan mobil Arga yang di sopir oleh sopir Arga


Lalu di rumah Arga yang menyembunyikan perasaan khawatir nya dari Ayu, ia pun mencoba tersenyum walau terpaksa


" Hmm ya sudah, sekarang kita nonton aja biar kamunya gak kusut murung lagi


gimana " Ucap Arga di sertai senyumnya yang ia paksakan de gan nada yang ia buat dengan pelan dan lebut agar Ayu tidak semakin takut dengan nada dingin nya ketika marah atau kesal


" Hmmm ya deh kita nonton, yuk " Ajak Ayu yang sudah mulai tersenyum kembali membuat Arga sedikit lega .