Chief Arga

Chief Arga
42 season 2 part 14



Semilir angin dan sinar di pagi itu menjadi saksi bisu atas apa yang terjadi antar dua orang yang masih berpelukan di balkon apartemen


Sedangkan dibawah Dian sedang asik menonton TV sambil bermain dengan molli si kucing kecil yang imut itu, tak selang berapa lama Ayu dan arga kembali ke dalam rumah dan bergabung bersama Dian


Lalu ponsel Arga pun berdering


" Drrrtt.... Drrrtt.. Drrrtt... " Bunyi sering ponsel arga menandakan ada panggilan masuk


" Ya halo " Jawab arga


" Halo tuan saya melihat bahwa viona telah pergi dan menuju ke jalan semanis tuan menemui para preman itu " Ujar fred di sambungan telepon nya


" Terus awasi dia Fred, dan bagaimana perkembangan kafe "


" Baik tuan, kafe juga baik tuan sudah hampir selesai perbaikannya mungkin tiga hari lagi semua nya sudah beres dan bisa bekerja dengan normal kembali tuan " Balas Frederik


" Kerja bagus, ohh ya lalu klien kita yang sempat membatalkan kerjasama apakah ada info lagi "


" Tidak tuan kurasa mereka sudah mendengar masalah kafe tersebut "


" Baik, teruskan pekerjaan mu "


Panggilan telfon pun terputus


tak lama kemudian pintu rumah Arga pun di ketuk


" Tok.. Tok.. Tok... " Suara ketukan pintu partrmen Arga


" Biar aku saja yang buka " Ucap Ayu lalu ia pun berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu tersebut


" Ehh kamu, Arga ada " Ucap Felix saat melihat Ayu yang membukakan pintu


" Kalian masuk aja, mas Arga ada di dalam " Ucap Ayu seraya mempersilahkan Felix dan surya masuk ke dalam


" Siapa neng " Tanya Arga pada Ayu


" Temen mu mas Arga " Ucap Ayu lalu ia pun berjalan kearah dapur


" Hoi broo lama gak ketemu perkembangan nya cukup mengejutkan " Ucap Felix lalu duduk disofa bersama Arga dan Dian yang nonton TV sedangkan surya ia juga ikut bergabung dengan mereka, tak lama Dian pun menurunkan molli dan molli langsung bermain sebagai diri dan Dian oun menyusul Ayu didapur


" Ga informasi gue udah 99% dan itu cukup mengejutkan gue ampek pusing gue gak tahu dan reaksi lo kayak apa nanti " Icap surya seraya menyerahkan satu map berisi berkas berkas tentang infkrmasi mengenai preman jalanan itu dan orang yang mirip dengan damar


" Ohh ya kalo lo gimana Lix " Tanya Arga pada Felix setelah menerima berkas dari Surya


" Sama 99 % penjagaan gue ketat ngawal lo dan Dian saat di luar karena lo gak pernah kelir makan aman tapi si A dre sama Morgan bilang adek lo kemaren ada masalah sama salah satu preman di kafe tapi cukup aman sih untuk saat ini hanya perlu waspada aja " Ungkap Felix menjelaskan


" Yang itu gue udah denger dari Andre pengawal lo dan cerita adek gue kemaren malam sama temannya di kafe " Balas Arga


" Dan untuk kafe lo gimana sama pengawasan asisten lo itu, "


" Secara keseluruhan kita udah siap karena bukti di kafe, adek gue bawa bros kamera kecil dia tahu kalau masih harus cari bukti jadi dia bawa itu kemana mana , masalah kafe pling tiga hari dah bisa kerja kayak semula dan Fred juga bilang viona lagi ke jalan semanggi untuk rencana dengan para preman preman itu " Jelas Arga pada mereka


" Ehh kalian seru sekali ngobrol nya nih ada minuman sama camilan dikit " Ucap sambil meletakkan nampan berisi minuman jus anggur dan kue kering di meja ruang tengah tersebut


" Makasih ya cantik " Ucap Felix mencoba menggoda Ayu


" Heh punya gue itu cari lo sono " ucap Arga tak Terima saat Ayu di bilang cara tik okeh Felix


" Ye sensi bat deh lo Ga " Balas Felix


" Ahhh abaangg!! " Teriak Dian dari arah dapur


Seketika Arga pun terkejut dengan suara Dian ia pun langsung melesat menuju dapur


" Ada apa sih dek teriak teriak "


" Itu ada ulet ihh gelii.. Di bawah meja dapur itu lo bang banyak banget ihh " Ucap Dian sambil bergidik saat ia ingin mengambil sendok yang jatuh dari meja dapur ia melihat ada banyak ulat bulu berwarna hijau yang besar besar


Lalu Arga pun melibat bawah meja dapur yang di katakan Dian


" Astaga.. Kok bisa sih banyak banget lagi, ihh jijik dan gue " Gumam Arga setelah melihat apa yang di katakan adiknya itu


Surya dan Felix yang penasaran menyusul Arga di dapur dan Dian ia sudah pergi ke kamarnya menyusul Ayu yang rebahan di kamar sambil nonton film kartun kesukaan nya yaitu mikey mouse


" Apaan dah Ga lo itu " ucap surya pada Arga


" Tampang lo gak enak banget tahu gak sih Ga " Sambung Felix


" Kalian liat ja nih di bawah meja dapur " Terang Arga seraya mengambil sapu dan kantung plastik sampah yang ia letakkan di tempat sampah


Lalu Felix dan surya melihat apa yang baru saja Arga katakan seketika merekapun menjadi tahu apa yang terjadi


" Muka lo pada kenapa hmm " Ungkap Arga seraya membersihkan ulat ulat itu dan memasukkan nga di ka tong plastik sampah


" Sumpah deh Ga lo gak jijik apa bersihin itu ulat "


" Ya Ga gue aja mual lihat itu ulat "


" Gue juga ihh kok bisa sih dari mana tuh ulat bulu datengnya " blas Felix lagi


" Ya secara gue juga jijik tahu tapi kalo gak di bersihin emang lo mau rumah lo ada ulat bulu nya yang merayap ke mana mana hah " Ungkap Arga setelah selesai membersihkan ulat bulu itu ia menutup kantong plastik dan mengikatnya rapat lalu ia buah di tempat sampah dan membakarnya di luar


" Ga lo tahu gak asal ulat itu dari mana "


" Lihat CCTV, ikut gue " Ucap Arga lalu berjalan ke ruang kerjanya di ikuti oleh kedua temannya itu


" Buset dah ruangan lo hitam hitam semua gak ada warna lain apa gelap


banget " Kata Felix saat ia memasuki ruang kerja Arga


" Kalo lo perhatiin lagi ada sesuatu di dinding kalo lo nyalain lampu pasti tahu deh " Jelas Arga sambil menyalakan saklar lampunya


" Wahh dasar Arga lo desain warna hitam biar gelap agar orang lain gak tahu yang ada di dinding itu " Ungkap Felix


" Dengan ruangan yang tertutup dan sangat gelap tapi ada pencahayaan dari luar jendela di pojok sana biar gak gelap gelap amat " Sambung surya


" Dasar Arga lo sembunyiin foto segitu banyaknya dari rencana perusahaan dan rencana ini dengan potret hitam putih "


" Di tempel di dinding lagi untung gak kelihatan dari luar dan ruangan lo cukup luas ada papan buat investigasi perencana lagi "


" Udah bicaranya nih lihat pasti kaget " ucap Arga lalu memperlihatkan vidio dari CCTV apartemen nya


" Itu kayak perempuan deh Ga, " Ucjar Surya


" Ada satu laki laki tuh di depannya " Sambung Felix


" Dia viona sama damar kw " Ungkap Arga


" Hah apa kok bisa sih"


" Ya gimana caranya tuh nenek lampir masuk ke rumah lo Ga kan ada pengawalnya si Felix "


" Nih vidio nya seblum ia masuk sumpah kemarin malam gue aja gak tahu karena gue, Ayu sama Dian tidur lelap banget di kamar tamu " Ucap Arga


" Kalian bertiga tidur satu kamar " Tanya surya tak percaya pada teman nya yang satu ini


" Ya sejak kejadian beberapa hari itu mereka berdua tidur di kamar gue, dan gue tidur di sofa kamar " Terang Arga


" Ehh dasar wanita lampir dia membius pengawal gue pakek obat bius dengan tembakan " Ucap Felix geram


" Vidio ini gue serahkan ke polisi sama Frederik atas dasar peneroran dan video adek vue atas dasar kekerasan dan ancaman lalu selanjutnya kita tunggu permainan nya gimana " Jelas Arga pada mereka berdua


" udah mulai lo permainan nya Ga "


" Ya gue setuju sama lo itu bisa memberatkan hukuman buat viona si nenek lampir kan "


" Tahu juga kalian ya sudah kita keruang tengah aja Dian pasti juga udah kembali ke kamarnya gak kedapur lagi " Ucap arva pada Felix dan surya.


Di dalam kamar


" Mbak Ayu mank kgak nk ton apa di tonton sih mbak " Ucap Dian yang ikut menonton film kartunnya dan merebahkan dirinya di samping Ayu


" Ta nonton lah, katany kamu mau buat kue bulan gak jadi kah " Tanya Ayu pada Dian


" Enggak jadi nanti aja, masih jijik aku mbak " Ucap Dian sambil sedikit bergidik saat mengingat apa yang ia lihat tadi


" Jijik, emang kamu kenapa dek di dapur "


" Ya tadi itu kan pas mau naker tepung sama sendok, sendok nya kan jatuh di bawa meja dapur ehh pas ku ambil ada ulet bulu banyak banget mbak, cepet cepet deh itu sendok aku ambil terus teriak ke


bang Arga " Jelas Dian menceritakan pada Ayu


" Hiii Dian kok jadi merinding sih aku, jadi tadi kamu terik karna itu "


" Hemmm "


" Ya udah yok kita keluar barang kali udah di buang sama abang kamu kita main sama molli, filmnya juga udah tamat kan " Aja Ayu pada Dian untuk keluar dan bebermain bersama molli


" Ga, udah siang nih nanti kalo ada apa apa hubungi kita aja " Ucap kedua temannya itu sebelum pulang dan di jawab dengan jempol oleh Arga


" Mas "


" Bang " Ucap kedua perempuan itu memanggil Arga dan Arga pun menoleh ke asal suara


" Ya ada apa sini duduk " Ucap Arga pada keduanya menyuruh duduk bersama dengannya di sofa ruang tengah


" Teman kamu udah pulang " Tanya Ayu pada Arga


" Udah mereka baru saja pulang setelah minum dan makan camilan yang kamu siapkan tadi " Ucap Arga pada Ayu


" Ohh ya sudah kalo gitu "


" Bangg temenin aku mau buat kue bulan tadi tapi gak jadi " Rengek Dian pada abangnya


" Udah abang bersihin juga udah abang


buang " Jelas Arga


" Ihhh gak mau, temenin napa sih bang " Ucap Dian merengek dan memelas pada Arga


" Temenin mas sama aku juga yuk ke dapur kita temenin Dian di meja makan " Ucap Ayu dan di jawab anggukan okeh Arga


Setelah itu Arga dan Ayu menemani Dian yang sedang membuat kue bulan di meja makan.