
Arga yang asyik menonton TV dia ketiduran sebab tadi malam Arga tidak tidur sama sekali
Dian dan Ayu yang lelah bermain dengan molli berencana untuk menonton TV saja tetapi mereka berdua pun melihat Arga yang tidur sambil duduk di sofa
" Mbak calon kamu tuh lihat dia tidur sambil nonton TV " Ujar Dian memberitahukan pada Ayu yang mengatakan bahwa Arga adalah calon Ayu
" Ihh dek biarin aja lah mungkin abang mu capek kayaknya kemarin kurang tidur " Balas Ayu dengan sedikit rona merah di pipinya karena malu dengan ucapan Dian yang mengatakan Arga adalah calonnya
" Ye mbak Ayu kan emang bener atuh mbak, bangunin gih suruh tidur di kamar aja, " Ucap Dian kembali
" Hmmm " Balas nya
" Mas bangun mas, tidur di kamar jangan disini nanti leher mas sakit lho " Ucap Ayu menggoyangkan lengan Arga, Arga yang merasa ada yang membangunkannya pun dengan cepat membuka matanya
" Iya ada apa " Tanya Arga yang baru membuka mata nya lalu menatap Ayu yang berada di sampingnya sambil memandang tangannya
" Tidur di kamar mas " Ucap Ayu halus dan lembut pada Arga
" Ohh iya, ya sudah mas ke kamar dulu, dek nanti kalo ada yang ketika pintu kamu ukain ya terus bilang sama abang " Ucap Arga pada adiknya karena Fred tadi memberikan pesan bahwa pelaku pembakaran sudah di tangkap dan akan ke rumah Arga
" Iya bang yaudah gih sana, aku mau nonton TV sama mbak Ayu " Ucapnya lalu menyuruh Arga pergi
Arga pen lergi dan berjalan ke kamarnya karena ia mulai mengantuk dan tidak enak badan e tah apa yang terjadi sepertinya ia terlalu lelah akhir akhir ini sampai melupakan kesehatannya.
Sesampainya di dalam kamar Arga pun langsung merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya tak butuh waktu lama ia pun langsung tertidur dengan pulas
" Dek kamu lihat gak sih abang mu itu kelihatan nya capek banget takut nya sakit, kamu lihat gih " Ucap Ayu yang khawatir dengan Arga, sejak kemarin malam dan tadi pagi rasanya Arga tidak banyak tingkah, tidak seperti biasanya
" Hmm kecapean mungkin mbk bang Arga, mbak aja lah yang lihat bang Arga Dian mau main sama temen mbk nih udah di tungguin sama temen aku mbk maaf ya " Ucap Dian dengan nada menyesal pada Ayu karena ia tidak mau di suruh melihat abangnya sendiri, juga Dian mendapatkan chat dari temannya yang dari Amerika yang ternyata kembali kesini dan meminta Dian untuk menjemputnya di bandara,
teman Dian yang aslinya juga berasal dari Indonesia yang kuliah bersama Dian di Amerika, mereka bertemu di hari pertama ke sekolah di sana dan menjadi teman dekat bersama teman Dian yang satunya lagi tetapi ia menghianati dan Dian hanya punya satu tan saja yaitu Virra nama teman dekat Dian selain temannya yang sudah mengkhianatinya dulu
" Ya sudah gak papa dek lagian mbak juga kayaknya gak enak badan deh gara gara kemaren rasanya tubuh mbak gak enak banget kayak ada yang salah " Ucap Ayu kemudian karena ia merasakan dadanya deg deg gan atau berdebar debar terus menerus terasa rasa takut yang belum hilang hilang juga rasa was was seperti akan terjadi sesuatu dan ia juga merasa takut tanpa alasan
" Kalau gitu mbak istirahat aja, aku mau nemuin temen dulu ya mbak " Ucap Dian sraya beranjak pergi dan menyuruh Ayu untuk istirahat, sebenarnya Dian juga khawatir tapi apa boleh buat sedangkan ia sudah di tunggu oleh temannya itu
" Iya dek, kamu hati hati di jalan, " Kata Ayu pada Dian
" Oky mabk Ayu yang cantik , muuah " Ucap duan tersenyum dan mencium pipi Ayu setelah itu ia berlari keluar dari rumah untuk menjemput temanya ia tidakk mengganti pakaiannya karena menurutnya pakaiannya sudah pas, juga hari ini Dian memakai T-sert abu abu dan celana panjang saja dan ia merasa itu sudah bagus
Setelah Dian pergi ke luar ia pun meminta pak sopir untuk mengantarnya ke bandara dengan mobil Arga untuk menjemput temannya tersebut
Sedangkan Ayu yang merasa semakin tidak karuan dengan tubuhnya yang entah kenapa ia tidak mengerti ia pun memutuskan untuk memastikan TV dan beristitdi kamar Arga karena menurutnya kamar Arga sangat nyaman , meskipun hanya kamar tamu
Ayu berjalan masuk ke kamar dan ia mendapati Arga yang sedang tertidur dengan pulsanya di kasur ranjangnya , sebenarnya Ayu ingin membangunkan Arga untuk pindah ke sofa tapi ia tidak tega melihat Arga yang sangat nyenyak dalam tidur nya tersebut
Sesaat Ayu pun memejamkan matanya tetapi ia tidak isa tidur, ia tetap merasa takut dan terus takut juga dadanya tidak berhenti berdebar debar sejak tadi ia mencoba untuk memejamkan matanya kembali
" Haaahh kenapa sih rasanya gak enak banget, gak isa tidur, deg deg gan mulu, takut, tapi gak tahu " Gumam Ayu pelan dengan mata yang terbuka lalu terpejam lagi ia pun merubah posisi tidurnya dan memunggungi ngk Arga da memejamkan matanya kembali tapi tak lama ia membuka matanya kembali dan ia hanya diam merasakan apa yang ia rasakan saat ini dengan satu tangan di dadanya
Arga yang merakan seperti ada seseorang di samping tidurnya pun langsung membuka matanya dan melihat ke samping dan ia melihat Ayu tidur dengan memunggungi nya
Arga pun langsung merubah posisinya menghadapi ayu yang memunggungi nya tersebut , tak lama Ayu merubah posisinya kembali dengan memiringkan badannya menghadapi ke arha Arga dengan mata terbuka seketika ia terkejut melihat Arga yang sudah bangun dan menatapnya
" Akhh mas Arga, kamu ngagetin aja sih " Ucap kaget Ayu dan ia la gunung merapi geser tubuhnya agak menjauh lagi dari Arga
" Maaf tapi kamu kenapa hmm gak bisa tidur atau ada hal lain Ayu " Ungkap Arga pada Ayu
Lalu muka Ayu pun menjadi murung dengan nafas gusar ia pun menjawab pertanyaan Arga
" Hemmm haahh haahh, aku...aku gak bisa tidur , mas gak tahu kenpa rasanya takut deg deg gan terus berat banget di dada aku " Ucap Ayu dengan nada lesu sekan ia memendam rasa yang entah apa itu ia tidak mengerti
" Mungkin kamu masih inget kejadian kemarin Sayang, " Ucap Arga dengan menyebut sayang pada Ayu dengan nada yang lembut
" Enggak tahu deh dari tadi rasanya gitu udah ku coba main molli terus nonton TV tapi rasanya itu gak ilang ilang mas malah sekarang kepalaku rasanya pusing pening banget " Ungkap Ayu seranya memeluk tubuhnya sendiri dengan satu tangannya yang ia ke takkan di perutnya walau pun ia tidur dengan miring
" Sini dekat mas, biar lega dan gak takut " Ucap Arga menyuruh Ayu agar tidur lebih dekat dengannya
" Ayu oun hanya menatap dada Arga dan hanya diam saja tanpa menjawab perkataan Arga
Karena tidak mendapat respon dari Ayu Arga dengan cepat menarik tubuh Ayu dan langsung mendekap tubuh kecil dan ramping Ayu ke dalam dekapannya, seketika Ayu pun terkejut tapi ia hanya diam saja dengan nafas gusar nya
"Sreet. . . " Arga menarik Ayu dalam dekapannya dan memeluknya
" Hah...hah...hah...hah...hah... " Bunyi nafas Ayu setelah ia di tarik dan masuk dalam dekapan Arga, ia merasa bisa membuat geliatkan nafasnya yang tertekan, dengan sangat lama Ayu terus mengeluarkan nafas kasanya dan ia tidak bergerak dan tidak berbicara dan hanya bernafas saja sambil menikmati rasa hangat yang Arga salurkan dengan pelukannya itu
Arga yang merasa khawatir karena Ayu hanya mengeluarkan nafas kasar nya dan tidak berbicara sedikitpun, lalu Arga pun mencoba untuk menenangkan Ayu
" Tenang, Ayu kamu harus tenang, gak ada yang terjadi, kamu tidak perlu takut sampai seperti ini, ada saya yang akan menjaga mu sayang " Ucap Arga pelan tapi masih bisa di dengarkan oleh Ayu
Arga pun memeluk Ayu lebih erat lagi dan mengusap punggungnya lalu ia pun mencium puncak kepala Ayu, dan Ayu yang mendengar perkataan Arga dan merasa di cium oleh Arga serta mendapat sentuhan di punggung nya pun perlahan tapi pasti sedikit demi sedikit ia merasa lebih baik dan tenang lalu nafas kasar Ayu secara bertahap mulai tenang dan halus kembali
" Haahhh hmmm ma mas Arga aku " Ucap nya ingin mengatakan sesutu tetapi tidak jadi dan ia membalas pelukan Arga dan mengencangkan pegangannya ia semakin masuk dan mencari kenyamanan dari pelukan Arga
Arga dengan senang hati pun memeluknya lebih erat dan memberikan kenyamanan bagi Ayu sambil tersenyum dan terus menenangkan Ayu melalui usapan halus di punggung Ayu sesaat Ayu merasa nyaman dan tidak lagi merasa takut ia pun perlahan mulai tenang dan merasa mengantuk
Tak lama Ayu pun tertidur di dalam pelukan Arga sambil memeluknya juga dengan sangat erat seperti seseorang yang takut kehilangan Arga yang merasa Ayu sudah tenang dan ia rasa Ayu sudah tertidur tetapi pegangan Ayu masih terasa sangat erat, lalu Arga pun membiarkannya lebih lama lagi agar Ayu merasa lebih tenang dalam tidurnya itu.