
Di tempat lain Felix dan juga surya mengintai di atao gedung perusahaan yang ada di dekat taman dengan teropong
" Lix gimana keadaannya " Tanya Surya yang juga mengintai dengan teropong mengawasi pergerakan Damian yang sudah ia lihat beberapa meter dari jarak dengan Arga yang sedang di awasi oleh Felix
" Aman, Arga diam di tempat sedangkan Dian dan Ayu menuju air mancur di depan, gimana dengan lo "
" Sudah mulai ada pergerakan dari sisi Damian anak buahnya sudah akan maju sedangkan Damian ia di dalam mobil "
" Oky hubungi Arga sekarang "
Lalu surya pun menghubungi Arga dengan airphon yang di padang di telinga Arga mendengar suara surya yang mengatakan bahwa ada ker gerakan dari Damian Felix pun juga memberi tahu Arga bahwa ia dapat melihat nya ia juga menggunakan earphones di telinganya
Di tempat Damian, ia menyuruh anak buahnya dan juga Asisten atau tangan kanannya Aldi untuk segera membawa Atu kepadanya beserta perempuan yang bersamanya itu
" Al begerak sekarang bawa dia perempuan itu jangan sampai menimbulkan kecurigaan pada laki laki yang bersamanya itu " Perihal tah Damian
" Siap tuan, hei kalian ayo berangkat " Ucap Aldi
Lalu Aldi dan anak buahnya yang berjumlah tiga orang pun menjalankan perintah tah sesuai b perintah dari Damian
Arga yang masih berjalan lelah sedangkan ia mengembangkan seringai nnya karena merasa di belakangnya akan ada penyerangan mendadak tetapi ia masih bisa tenang sedangkan dian dan Ayu mereka bersenang senang di dekat air mancur tersebut
Satu kaki Arga di jegal okeh satu anak uah dari Aldi
" Brukk" Suara Arga terjatuh dan sebelum Arga sempat berdiri ia di pukul tepat di tengkuk leher nya membuat ia kehilangan kesadaran nya.
Lalu setelah itu mereka menuju tempat dian dan Ayu dengan segera dua anak buah Aldi membungkam mulut Ayu dan Dian dengan kain tisu yang sudah di beri obat bius oleh nya
" Bawa mereka ke mobil " Perintah Aldi lalu merekapunenggendong Dian dan Ayu yang pingsan ke mobil mereka
Felix dan surya yang sudah mendapat rekaman kejadian melalui kamera karena di suruh oleh Arga atau Damian setelah mereka pergi melaju Felix menghubungi anak buahnya yang sudah mengikuti nya untuk segera mengikuti mobil Damian pergi bersama asisten Arga Frederik
" Surya kita ke Arga sekarang sebelum terlambat, toh kita juga udah ngerekam dan tangkap potret gambar nya kan " Ucap Felix pada Surya
" Yoi dia lagi pingsan itu yoh sekarang " Ucap surya lalu mereka berdua merapikan teropong nya dan memasukkan ke dalam sarung teropong lalu buru buru mereka turun dan menghampiri Arga di taman yang masih pingsan
Setelah sampai mereka membangunkan Arga
" Ga bangun woiii lo tidur apa gimana sih Ga"
Ucap Felix pada Arga sambil menepuk pipi Arga
" Arga bangun woiiii itu adik sama istri lo Ga kebutuhan telat nanti heh" Teriak surya karena geram pun memukul dada Arga
" Uhuk uhuk.. . , hahh hahh mereka kemana" Tanya Arga pada kedua temannya yang masih menatapnya yang terbaring di rumput taman
" Mereka udah pergi lah elo sih pakek pingsan segala " Kesal Felix
" Sorry ya udah gue cek GPS nya udah ada di Pin Dian sama Ayu , " Ucapnya lalu ia duduk dan mengeluarkan ponselnya
" Oh ya ank buah ghe sama asisten lo ikutin mereka mungkin sebentar lagi ada j foto me ding kira ke mobil deh " Saran Felix
" Oky kalian duluan gue belakang " Ucap Arga atau Damian
" Lalu surya dan Felix pun menuju mobil mereka dan menyusul Damian, ke betulan Felix mendapat Informasi dari Morgan
" Surya kita se mobil aja deh mobil lo biar di urus asisten ko bisa kan " Ucap Felix pada Surya
" Bisa gue hubungi dulu " Jawabnya
Setelah me hubungi asistennya Viki surya pun masuk kedalam mobik Felix
" Udah terus kita ke mana sekarang "
" Gue dapat SMS dari Morgan katanya mereka menuju gudang gedung yang kosong di jalan XXX kita ke sana sekarang mereka menunggu " Ucap Felix lalu ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan melakukan mobilnya ke tempat tersebut
Sedangkan Arga ia ke mobilnya dan melakukan mobilnya ke tempat yang sama bedanya ia langsung tahu di mana lokasi mereka menyekap Dian dan Ayu di tempat tersebut
Di tepat lain Dian dan Ayu sadar dari pingsannya
" Akhh Dian kita dimana nih " Tanya Ayu yang baru saja sadar ia mengedarkan oa dengannya ke segala arah namun hanya ruangan kotor dan sepi gelap hanya ada penjaga di dekat mereka yang mengawasi mereka
" Uhh mbk Ayu aku juga gak tahu mbk, kita diam aja ya, tunggu bang Damian dateng " Ucap Dian
Tak lama Damian pun datang
" Yoo ada dua tangkapan, hali manis, hali cantik " Sapa Damian pada mereka berdua dengan seringaian nya dan mendekati mereka
Dain dan Ayu hanya diam, sebenarnya mereka takut tapi mereka menahannya
" Hai sayang lama tak ketemu, Hai juga manis kau juga sangat cantik dan menarik " Ucap Damian sambil memegang dagu keduanya
" Damian lepaskan aku " Ucap Ayu sudah tak kuat sedangkan Dian ia masih diamereka di ikat di kursi yang sama dengan tali
" Hei tenanglah, lihat perempuan di belakangmu itu dia sangat tenang sayang, tenanglah aku tak akan menyakitimu selama kau mengikuti kemauan ku Ayu " Ucap Damian dengan penekanan di setiap kalimatnya
" Lepaskan kau benar benar keterlaluan " Teriak Ayu
Lalu meninggalkan nya dengan Ayu dan mengeluarkan air matanya sedangkan Dian ia mencoba menahan amarah nya sampai abangnya itu datang .
Di sisi lain Felix dan Surya beserta asisten merek sedang menunggu Arga datang, tak lama kemudian Arga pun datang menghampiri merek yang mengintip di balik tembok untuk melihat penjagaan di gudang kosong itu
" Hei kalian ngapain ngu tip bukannya ngelumouhin tuh
penjaga " Ucap Arga pada semuanya membuat semua yang sedang asik mengintip di balik tembok itu pun terkejut
" Astaga eh lo ngagetin kita aja sih Ga " Ucap Surya
" Gue David Surya " Jawab David
" Serah lo dah terus kita ngapin, gue bingung nih " Ucap Felix karena kedua temannya itu juga bingung sebab mereka mendapati penjagaan di sana sangat ketat dengan orang orang yang seperti preman itu
" Nih ambil dan kalian bertiga rekam ya kita akan kesana " Ucap David menyerahkan kamera video pada Morgan dan menyuruh asisten asisten itu mereka semua apa yang terjadi nanti
Morgan pun menerima dan menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan David
" Surya , Felix kalian kan jago baku hantam kan kita lumouh ini penjagaan nya sekarang aja lakukan tempat dian saya Ayu " Jelas David dan di setujui oleh merek berdua
Selanjutnya David dan kedua temannya itu pun menuju ke markas itu dan langsung memujuk penjaga sebelum oenjaga itu siap dan Morgan bersama yang lain mengikuti dari belakangnya sambil merekam semua kejadiannya.
Semua pemain jaga sudah di lumpuhkan sekarang mereka akan pergi ke tempat Ayu dan Dian di sekap oleh Damian
Setibanya di sana David langsung menuju ke arah Atu karena twitt sepi dan tidak ada penjagaan ia berlari ke arah Ayu dan melepaskan ikatan nya sedangkan Felix ke arah dian dan melepaskan ikatan dian lalu Surya yang berjaga untuk kedua temannya yang sedang menyelamatkan kedua perempuan itu
" Ayu, dian ucap David Lix bantuin dian gue bantuin Ayu " Ucap David
" Yoi men Surya lo jagain kita " Ucap fix
" Sip lah " Jawabnya
Setelah semua ikutan itu terbuka ada suara tepukan tangan dari arah depan
" Prok... Prok... Prok..., bagus sekali ada pahlawan di sini ujaran Damian ia memiliki awa alat pukul baseball "
" Mas Ayu takut, " Ucap Ayu yang berada di belakang tubuh David atau Arga
" Felix bawa dian sama Ayu pergi dari sini biar vue sama Surya yang urus " Ucap David pada Felix
Langsung saja tangan Ayu di tarik okeh Dian dan Dian di tarik oleh Felix untuk berlari meninggalkan tempat itu sedangkan Surya dan David tersenyum menatap Damian
" Keterlaluan kau Damian berani beraninya kau dengan ku " Ucap David geram di sertai dengan amarah
" Hahaha mana mungkin, hei jangan harap kau sudah menyelamat kedua perempuan itu kau bisa kelir hidup hidup dari sini " Ucap Damian meremehkan karena Surya geram dengan semuanya tanpa menunggu ia pun menghajar Damian dengan tinju annya tetapi karena Damian memegang pukulan dengan mudah ia menghindar dan memukul kepala Surya dengan pemukul tersebut
" Ahhkk, kau, " Geram Surya karena terkena pukulan dan ia eng seketika tak lama ia pingsan
" Dasar lemah segitu aja udah tumbang " Gumam Damian
" Apa kau akan memukulmu juga tuan Damian " Ucap David pada Damian dengan senyum nya yang tampak mengerikan Damian menatap nya lalu ia tiba tiba merasa merinding melihat senyuman David , dengan susah payah ia menghilangkan perasaan itu ia menjawab pertanyaan David atau Arga
" Ya ke napa tidak bisa saja kau akan langsung mati karena ku pukul dengan pemukul ku ini tuan Arga " Ucap Damian
" Arga lihat dia akan ku buat dia menyesal nanti " Ucap David sendiri dengan tenang
" Ehh dodol lo ya David cepatlah kita harus ke polisi
setelah ini " Ucap nya lagi Damian merasa aneh dengan tingkah Arga yang berbicara sendiri tetapi ia abaikan saja
" Mari tuan kita lakukan permainan ini, last the game boy " Ucap David lalu berjalan mendekat dan layangkan tinjunya dengan cekatan Damian menghindar dan memukul bahu Arga dan kena ia tersenyum,
David membiarkan dirinya di pukul oleh Damian, ia bangkit lagi dan ingin menendang Damian tetapi lagi lagi Damian memukul kakinya laku ia bangkit lagi dan mencoba itu meninju wajah nya namun Damian lebih cepat memukul kepala Arga, Arga terjatuh dan menutup matanya dengan senang karena menang Damian memukul Arga lagi dan lagi di sertai senyumannya setelah puan ia membuang pemukul itu dan berjalan pergi sebelum ia melangkah pergi kakinya di pegang okeh tangan Arga atau David
" Mau kemana kau tuan Damian hmmm apa kau sudah selesai dengan pemukul mu itu hah, " Ucap David lalu ia bangkit berdiri dengan sisa tenaganya
" Hah bagaimana bisa kau " Geram Damian lalu ia mecoba untuk memukul Arga dengan tinju nya namun Arga dengan cepat isa mengubah ci pergerakan Damian lalu mematahkan lengan Damian , Damian berteriak kesakitankarena tangannya dipatahkan okeh David
" Kurang ajar kau " Teriak Damian tak Terima ia pun mencoba untuk menonjol David kembali namun David lebih dulu meninju perut Damian hingga ia terhuyung kebelakang,
" Kalian keluarlah dan hentikan rekamannya laku bawa ia ke kantor polisi dan hrus sisanya " Teriak Arga pada ketiga asisten yang merekam diam diam di sana seketika mereka menghentikan rekamannya dan keluar laku menagkan Damian
Sementara itu surya bangun dsruh pingsannya ia sudah berada di mobil Felix sambil Felix menyetir mobil kembali ke rumah Arga
Arga juga melakukan mobilnya ke rumah bersama kedua wanita yang biasa sayangi setelah memboyong surya jemur dari dalam tempat itu
" Lah gue dah di sini aja " Gumam surya sambil memegangi kepalanya
" Iye lah lo di bawa kemari boleh David dan kita ke rumah Arga sekarang " Jelas Felix
" Bang abang gak papa kan " Tanya dian khawatir pada abangnya karena ada kebab bekas pukulan hampir di seluruh tubuh Arga
Sedangkan Ayu hanya diam membisu sambil menangis tanpa banyak bertanya