
Malam harinyabAega mendapatkan tamu yang tidak terduga yaitu Damian beserta Aldi asistennya, mereka datang ke rumah Arga
" Tok.....tok....tok....." Suara ketukan pintu rumah Arga
" Ada tamu kah mas Ayu bukain pintunya ya " Ucap Ayu pada Arga lalu ia beranjak dari duduknya dan menuju pintu lalu membukakan pintu tersebut, dan berapa terkejutnya Ayu saat melihat Damian ada di depannya
" Neng siapa " Tanya Arga karena ia tidak mendengar Ayu berbicara lagi dan tidak melihat Ayu kembali, seraya ada yang aneh Arga pun menyusul Ayu ke depan dan biasanya sempat terkejut saat melihat Damian ada di depan pintu dan Ayu diam mematung dengan gemetar
" Ayu... " Teriak Arga lalu langsung menarik Ayu ke dalam pelukannya begitu ia sampai di depan Ayu, lalu matanya menatap Damian tajam
" Bang ada apa " Teriak Dian saat mendengar teriakan Abangnya
" Ada apa Dian " Tanya Afgar pada Dian pasalnya ia juga mendengar teriakan Arga
" Mau apa kalian datang kerumah saya " Tanya Arga dingin dan tajam terkesan tak suka dan juga marah tetapi tetap tenang dengan sorot mata tajam menatap Damian
" Maaf saya hanya ingin membicarakan bisnis dengan anda dan juga meminta maaf " Ucap Damian merasa bersalah dan tidak tahu malu tapi bagaimanapun ia ingin menjadi ta maaf pada Ayu dan juga Arga beberap bulan atau minggu setelah kejadian tersebut setelah ia berasa dari le jara dan juga pulih dari patah tulangnya di rumah sakit Damian tidak bisa tidur dengan tenang ia di hantui dengan rasa bersalah
" Ohh ya, hmmm masukk lah, bicarakan di dalam " Ucap Arga dengan nada yang masih Dingin
" Dian tolong kamu buatkan minum ubtuk tamu kita Damin dan juga Aldi jangan lupa camilannya, Ohh ya Leo bantuin saya, antarkan tamu nya ke ruang tamu " Tetiak Arga yang masih di depan pintu ia juga masih memeluk Ayu di pelukannya Ayu sudah menangis tanpa suara dan memeluk Arga sangat erat karena rasa takut masih ada ia masih takut akan kejadian itu
" Iya mas " Jawab Leo
" Iya bang Dian buatin... " Ucap Dian dingin dan datang setelah ia tahu bahwa tamunya adalah Damian dan juga asistennya, Dian masih sedijit meminta tolong kejadian tersebut tapi tidak separah Ayu karena ia sudah pernah mengalaminya dulu walaupun itu gagal
" Lhoh pak Damian anda.. " Ucap Leo kaga rt karena ia melihat pasiennya yang ia rawat beberapa minggu kejadian tersebut saat kondisi Damian yang memprihatinkan tangannya dan kakinya yang patah di bawa ke rumah sakit tetapi ia juga di awasi boleh polisi dan tangannya di borgol agar tidak kabur
" Iya, anda dokter Leo " Jawab Damian sedikit terkejut
" Mari masuk " Ucap Afgar lalu mereka bertiga oun masuk ke dalam rumah dan menuju ruang tamu sedangkan Dian ia sedang membuatkan minuman danengekuarkan camilannya yang berada di kulkas untung saja masih ada biskuit roma kelapa yang biasa masukkan ke dalam kulkas agar dingin
Sedangkan Arga ia menenangkan Ayu di dekat pintu yang sudah tertutup itu
" Neng tenang, ada mas " Ucap Arga pada Ayu
" Tapi mas Ayu takut Damian dia dia ada di sini pasti mau .... "
" Ssssuuttt jangan bicara sembarangan Ayu sayang, Damian sudah dapat hukumannya, Mas ada disini Ayu, mas jagain, kamu gk ada yang berani sama kamu saat ada mas di sini, dia cuman mau minta maaf neng " Jelas Arga pada Ayu lembut sambil membelai rambut panjang Ayu dengan sayang
" Ta tapi kalo masih jahat gimana Ayu gak mau... " Icap Ayu dengan isakan kecil
" Enggak sayang, dia udah gak jahat, nanti kalo dia jahat lagi mas patahin tangannya lagi biar dia gak jahat lagi " Ujar Arga pada Ayu
" Beneran gak jahat lagi " Tanya Ayu lagi untuk meyakinkan ucapan Arga
" Iya sayang, yuk kita ke sana, temuin Damian, dia tamu kita, nanti Ayu peluk mas aja kalo takut " Bujuk Arga karena Damian dan Aldi asistennya sudah menunggu di ruang tamu, untung lah ada Afgar yang menemaninya di sana dan Dian setelah menyajikan minuman dan camilan nya ka ke kamar untuk menenangkan dirinya yang emosi karena melihat Damian dan juga Asistennya itu
Akhirnya Ayu mau di ajak Arga ke ruang tamu untuk menemui Damian saat duduk Ayu tetap memeluk Arga dan Arga ia membalas pelukan istri nya karena ia tahu jika Ayu masih belum bisa melupakan kejadian tersebut
" Jadi kalian sudah salih kenal " Tanya Arga dingin dan datar pada Damian dan juga Leo
" Ee mas Pak Damian ini adalah pasien saya beberapa bulan lalu " Jawab Leo berusaha untuk memecah suasana dingin di sekitarnya
" Ohh ya pasien lapas dari penjara kan yang keluar dengan jangan pengacara " Sindir Arga pada Damian, sedangkan Damian hanya bisa berdiam diri mendengarkan sindiran Arga
" Hmmm Leo sebaiknya kamu ke kamar Dian sekarang, saya yakin dia masih kesal dan marah setelah melihat Damian mungkin dia sedangenenagkan dirinya, lihatlah dia jangan sampai dia menyakiti dirinya sendiri, Leo tolong Dian " Ucap Arga tegas pada Leo , hingga Leo terke siap dan langsung berdiri lalu berpamitan undur diri, langsung berjalan cepat menuju kamsr Dian untuk melihat calon istrinya itu
" Baiklah silahkan bicara ada keperluan apa anda datang ke rumah saya tuan Damian " Ucap Arga kembali
" Ekhemm, sa saya, saya kesini hanya untuk meminta maaf pada Anda tuan Arga, dan juga pa pada Ayu, maaf atas *** buatan yang saya lakukan " Ucapnya setengah gugup setengah takut dan sedikit terbata
" Maaf kan kami tuan Maaf kami karena *** buatan kami yang tidak baik " Sambung Aldi ia kelihatan tenang tetapi ia juga takut ia tidak berani menatap mata tajam Arga yang sedang menatap di dan juga Damian
Langsung saja mereka berdua meminum men imannya dengan sedikit gugup sesabar tatapan Arga masih sangat tajam sama seprti saat mereka adu jotos di saat kejadian tersebut hingga membuat nya merinding ketakutan
Setelah meminum minumannya Damian melanjutkan lagi pembicaraan nya dengan Arga
" Maaf sebelumnya, saya sudah sangat tidak sopan, tapi ini masalah bisnis saya, saya ingin memesan kage anda sebagai reservasi perusahaan saya yang sebentar lagiengadakan acara ulang tahun perusahaan " Jelas Damian sedikit takut
" Ohh begitu, ya baiklah, reservasi perusahaan ya, bisa saja besok datanglah ke kafe dengan proposal reservasi anda, akan saya pertimbangkan, " Ucap Arga tenang, sudah tidak ada nada dingin taoi nada datar yang di gunakan Arga, sudah tidak ada sorot mata tajam yang sudah di ganti dengan sorot mata biasanya ia masih setia memeluk Ayu karena Ayu masih memeluk nya
" Te terimakasih " Ucapnya
" Hmmm makanlah, santai saja " Ucap Arga
" Anda kenal dokter Leo juga " Tanya Damian karena rasa penasaran nya mengapa ada Dokter Leo di rumah Arga
" Leo, dia calon suami adik saya " Jawab Arga singkat
" Calon, lalu dokter Leo juga tinggal di sini " Tanyanya kembali
" Ya, kenapa memang itu pengaturan saya " Jawaban Arga pada Damian
" Ahh tidak tidak ada, saya hanya bertanya saja " Ucapnya pasalnya ia sedikt tertarik dengan Dian tetapi harapannya sudah putus setelah mendengar bahwaeo adalah calon suaminya dan ia menjadi coba untuk melupakan nya
" Terimakasih atas jamuan anda, karena hati sudah malam sya pamit pulang " Ucapnya pada Arga karena hari bs udah semakin malam
" Ya, sama sama " Jawab Arga, lalu Arga mengantar Damian dan asistennya keluar dan setelah mereka kupang Argaenutuo kembali pintu rumahnya dan menguncinya
Lalu ia ke kamar dengan Ayu, ia menggendong Ayu dengan bridal style karena merasa bahwa Ayu sudah sangat belah dan ia tidak ingin Ayu kenapa napa dan dari tadi Ayu hanya diam dan memeluk nya , setalah sampai dikamar , ia menidurkan Ayu dikasur , dan Arga pun ikut merebahkan dirinya di samping Ayu
Tak lama mereka pun tertidur dengan berpelukan
Sementara diakan Dian ia sedang menunjukkan bantalnya ber kali kali dan masih tidak ingin bercerita pada Leo yang sedang menunggunya tenang
" Dian, cerita dong, kalo gini kan Aku jadi takut kamu kenapa napa, apa kamu pernah mengalami hal ini sebelumnya " Tanya Afgar pada Dian
" Pernahh, dulu, dan beberapa bulan lakubotubyang ke dua " Jawabnya datar dan dingin
Bisa din pastikan oleh Leo bahwa Dian menga lain trauma tapi Dian berhasil untuk sembuh walaupun dengan waktu yang cukup dan tidak terlalu lama
" Dian sudah dong jangan mukul bantal lagi tangan kamu sakit nanti " Peringkat Afgar
" Gak bisa gue masih marah, gue masih kese,l gue mau nonjok mukanya, gue pengen nendang kakinya, gue pengen patahin tulang nya .. . " Teriak Dian kesalahan dengan melempar bantal tersebut kedepan
" Tahu gak sih gue tuh. . . Cuman takut kalo kejadian dulu dan bukan lalu ke ulang lagi, gimana mbak Ayu, tadi bgus lihat mbak Ayu takut banget, kalo gue mah, bjsa lupa in walau gue inget kejadian itu , dan bang Arga gue gak mau bikin bang Arga berdarah kayak bulan laku dan dulu " Ucap Dian lirih ia menangkup kan wajahnya ke ke dua tangannya yang biasa tumpukan di kedua kakinya yang biasa tekuk
Lalu Leo noun mendekat dan menarik Dian ke dalam pelukannya
" Ssttt sudah saya tahu kamu takut , tapi kamu kuat, Dian saya yakin kamu bisa melewati semua ini, tadi saya mendengar Di depan pintu, Damian ingin meminta maaf pada kalian " Jelas Leo
" Maaf, yang benar saja, apakah orang seperti Damian bisa berubah " Tanya Dian masih di dalam pelukan Afgar, Dianerasa sangat tenang dan hangat juga merasa aman di dalam dekapan Afgar tidak ada rasa takut dan lain sebagainya ia, merasa sangat nyaman
" Pasti bisa, apa kamu mau memaafkannya " Tanya Leo pada Dian
" Dian udah maafin sih sebenarnya karena dia juga udah dpat hukumannya juga, toh lengannya di patahin sama bang Arga dan kakinya juga cin patahin bang Arga dia juga di kurung dalam penjara walau ia bebas dengan pengacaranya " Ucap Dian lagi dengan nada datar
" Ia, dia sudah dapat hukumannya , sekarang kamu tidur ya, ini sudah malam sekali " Ujar Afgar melerai pelukannya dan benda lergi ke luar tapi tangannya di tahan okeh Dian
" Jangan pergi, di sini aja " Ucap dia anak malu karena ia masih ingin bersama dengan Leo
" Hmmm baikalh, mas Afgar tani Dek Dian yang cantik ini, sekarang tidurlah, ini sudah malam " Ucapnya sambil tersenyum hangat laku baik mete akan dirinya di samping Dian dan Dian pu juga merebahkan dirinya, ia pun tak lagi malu ia langsung saja memeluk Afgar dan tidur di dada bidang Afgar
Afgar yang awalnya merasa terkejut dengan Dian yang memeluknya lalubiaboun merasa senang karena kehadirannya sidah di Terima oleh Dian dan ia oun tersenyum lalu membalas leluka Dian, akhirnya keduanya pun tertidur dengan Dian memeluk Afgar.