Chief Arga

Chief Arga
66 season 3 part 10



Tetapi sebelum arva menceritakan semuanya Arga berfikir dahulu apakah sebaiknya ia bertanya tentang apa yang Dian ingin tanyakan dulu baru ia menceritakan semuanya, dan Arga pin memutuskan ini tuk bertanya dahulu tentang apa yang Dian ingin tanyakan .


" Mau tanya apa kamu, Dian abang jawab semuanya " Ucap Arga pada Dian


" Hmmm abang kenal sama orang yang namanya Leo, Leo siapa sih ahh namanya susah amat tuh orang " Ucap Dian mesal karena ia susah mengenai utk anak-anak nama orang tersebut


" Siapa, Leo siapa Dian " Tanya Arga dengan senyumnya


" Entah namanya sulit pokoknya ada Geraldi Afgar nya " Ucap Dian pada Arga abangnya


" Ohh Leonardo Geraldi Afgar ya... " Jelas Arga


" Nah itu abang kenal kan "


" Ya dia dokter temannya bang Surya kenapa memang " Ucap Arga


" Ceritain semuanya... Bang semuanya ya... Ceritainn.. " Rengek Dian pada Arga


" Iya iya abang ceritain, satu minggu kemarin saat kita ke rumah bang surya, abang di kasih tahu kalo ada temennya yang pernah lihat kamu selalu makan dib kafe deket rumah sakitnya dia tertarik sama kamu, dia kan jadi koas di Amerika, lalu setelah ya ia kerja juga di Amerika jadi dokter umum nahh beberapa bulan kalau ia kembali kesini , katanya ayahnya sakit, dan dia memutuskan untuk pindah dan menetap di sini lalu ia kerja sebagai dokter di rumah sakit cahaya indah, " Jelas Arga pada adiknya


" Lah iya kok aku gak tahu kalo dia juga kuliah kedokteran di Amerika " Ucao Dian sambik mengingat ingat saat dia di Amerika tapi sayang nya dia gak ingat


" Ya karena kamu emang gak tahu Dian, dia itu pengen deket sama kamu cuma jadwalnya padet banget jadi cuman bisa lihat kalau dari jauh, dan saat dia di kafe deket rumah sakit nya kamu juga ada di sana terus secara diam diam di foto kamu, kemarin saat dia omong sama surya, di lihatin foto kamu saat kamu minum Amerika americano di kafe tersebut lalu minta surya buat comblangin dia biar dia bisa deket sama kamu gitu " Jelas Arga lagi


" Kok abang mau sihh bang, dia tuh ngeselin banget, aneh tahu bang... " Kesal Dian pada abangnya


" Ya abang sih seneng aja kamu deket sama dia, dia orangnya baik, Freandly dan care sama semua orang dia juga ramah , "


" Hahh mana ada dia tukang suruh suruh, seminggu Dian layanin dia pesen menu kafe dan dua pernah per maluin Dian bang di kafe Dian gk mau. .. "


" Ohh ya.. . , abang gak tahu soal itu abng tahunya dia cuman minta rekomendasi kafe yang paling enak makannya dan surya rekomendasi in kafe kita yang seterusnya abang gak tahu, " Jelas Arga dengan kekehannya


" Ihh abang. .. Jangan bikin kesel napa sih vang mood adek gk enak banget nih pengen cakar cakar tuh muka orang ihh kesel, .. . " Ungkap Dian yang sudah sangat kesal pada Afgar dan Abangnya, Arga pun hanya terkekeh melihat tingkah Dian yang kesal


" Abang pernah ketemu sama tuh orang ya... " Tanya Dian pada Arga


" Iya dua hari lalu saat abang lagi pergi ke kafe sama mbak Ayu tapi kamu gk tahu kan saat itu kamu lagi ketemuan sama vira teman kamu kan siang itu "


" Saat itu kok abang gak bilang sih, aku juga gk lihat CCTV juga ya mana ku tahu lah... Gk penting "


" Ahh ya nanti malem kamu di jemput kan sama Leo, jangan lupa dandan yang cantik, ketemu sama calon mertua " Goda Arga pada adiknya


" Apaan sih bang, ihh darimana juga abang tahu itu "


" Ya dari Dian lah dek, tadi bdua juga udah kabari abang, abang bkan punya nomernya, "


" Nyebelinn.. .. . . Abang nyebelin.. .. Adek gak suka.. .. Ihhh, masak adek di jodohin sama dia.. . Sihh ahhh adek gak suka bang. .. Huhuhu hwaa abaaang... Ihh abang jahat... Gak mau.. Dia gak mau.. .. " Teriak Dian sambil menangis dan memukul mukul bantal yang ada di pangkuannya, dan untungnya kamar Dian di pasangin kedap suara jadi teriakan Dian tidak terdengar daru luar, kamar Arga juga ada kedap suaranya jadi ya tidak ada yang bisa mendengar suara mereka saat di kamar


" Dian, hey, Dian tenang dek, , dek... !! " Ucap Arga agak keras dan membuat Dian terkejut dan berhenti menagis


" Abang bentak Dian.. . " Ucap Dian di sela isak annya saat ia mendengar suara Arga yang agak keras dan mengejutkan nya


" Hahhh, maaf, abang mk ta maaf , Abang gak maksud buat teriakin atau bnyak kamu sayang, adek abang yang cantik,


Abang mah jelasin semuanya, abang tahu kamu marah sama abang, abang juga tahu kamu kesel sama abang, tapi sekarang umur kanu sudah 20 tahun kan atau 21 tahun iyakan " Ucap Arga memeluk adiknya danem wlai adiknya itu agar berhenti menagis dan menwnavkannya juga mendengarkan apa yang akan Arga katakan


" Iya bang terus kenapa " Ucap Dian dengan isak tangis nya yang masih keluar


" Abang juga pengen lihat kamu bahagia dek, abang juga pengen lihat kamu menikah dengan orang yang baik dan tepat, bisa menjaga kamu, orang yang sayang sama kamu dan bisa melindungi kamu selain abang sayang, dan setelah kemarin avabg ketemu sama Leo abang juga cari tahu tentang dia, latar belakangnya, semuanya dek, kemarin abang dapat laporan bahwa Dian itu seorang dokter umum yang ada di rumah sakit cahaya indah, dia anak pertama dari kelurga Afgar yang mempunyai perusahan PT Afgar cooperation yang di kelola oleh adik nya, dan juga dia adalah orang yang baik, abang yakin dia bisa melindungi adik abang buang cantik ini , jadi abang mau menjodohkan makin tapi ababg rasa sebaiknya kamu kenal dulu dan gk usah ada perjodohan kalo kamu suka abang restuin kalian kamu emang gak suka abang gak maksa dek " Jelas Arga pada adiknya itu, Dian yang sudah tidak menangis lagi buat mendengarkan semua penjelasan Arga mengenai siapa Afgar sebenarnya, ia juga ingin melihat abangnya bahagia,


" Dia memang tegas dian, tapi dia juga bisa lembut sama kayak avabg, kan Dian baru ketemu, abang juga bicara sama dia, avabg gk jodohin kalian, jadi Jakob dia emang suka sama kalau, abang juma bilang suruh dia berjuang buat dapetin hati kamu dan dia mungkin mencoba untuk bisa lebih deket sama kamu tapi caranya agak keras sedikit ta keterlaluan sihh, nanti avang marahin deh, nanti malam kamu di jemput kan " Ucap Arga memberikan pengertian pada adiknya , dan Arga juga bertanya tentang malam nanti


" He'emm, katanya ada acara nikahan nya temen nya atau kek apalah itu,gitu lah adek gak paham " Jawab Dian


" Jadi dia bohong sama kamu, tadi dia kabari abang katanya dia mau undang kita makan malam di rumahnya tapi dia pengen jemput kamu, " Ujar Arga


" Tuh kan dia aja bohong sama Dian trus mau dia apa coba bohongin Dian " Kesel balik Dian


" Ya mungkin dia bohong sama kamu biar kamu mau ikut sama dia dek kako ke pesta kan dia butuh pasangan kali aja dia emang ada acara ke pesta sebelum ajak kamu makan malam di rumah nya, udah jangan cemberut gitu lah.. " Ucao Arga sambil mengacak rambut Dian


" Bang gimana ya adek gk suka sama orangnya, adek gak tahu deh suka atau gak ya soal itu adek gak tahu sama diri adek sendiri , adek bingung abang.. " Ungkap Dian karena memang Dian bingung dengannya dirinya yang pengen lihat abangnya senang tapi ia kesel sama krang itu dan juga dia baru seminggu bertemu dengannya tentang perasaannya ia tidak tahu


" Haahh , dek, abang tanya ya sama adek, selama seminggu ini bagaiman perasaan kanu saat ketemu sama Leo " Tanya Arga dengan hati hati


" Leo, maksud abang Afgar " Ujar Dian pada Arga dan Arga pun mengangguk


" Dia sih ngeselin suka nyuruh adek masak apa yang pengen dia pesan, dan dia gak mau makan yang buka masakan dari Dian, juga dia agak cerewet sih tapi gak cerewet cerewet banget, dia suka senyum ke djan taoi enggak sama orang lain, dia tipe cilok yang dingin tapi hangat kalo ke aku, " Jelas Dian pada Arga karena memang Afgar memang banyak bicara sama Dian dan tersenyum pada Dian, dan ia menjadi pehatian namun hanya pada Dian, selama seminggu Dian melayaninya


" Terus kamu nyaman gak sama dia atau ada dari dia yang bikin kamu tertarik gitu " Tanya Arga lagi sambik tersenyum tipis


" Hmmm apa ya, kayaknya , itu loh bang buku buku halus yang ada di sekitar dagunya dan rahang nya yang kokoh ito lo sama alis tebalnya, dia kelihatan manis sih dengan itu, sama lesung pipinya kako dia senyum " Jawab jujur diam mengingat bagaimana wajah Afgar


" Hahaha selera kamu Dian ,memang beda ya. . . "


" Kok ketawa sihh bang ihh "


" Iya iya terus ,kamu suka apa lagi "


" Matanya yang tajem tapi bikin apa ya deh degan , setiap adek lihat mata ya, seminggu ini sih Dian ngerasain itu, aneh nya Dian gak bisa marah sama lama lama walaupun kesel sama dia sihh setelah dia pergi dari kafe selesai makan adek malah senyum senyum sendiri aneh kan padahal radin kesel banget tapi gk bisa marah " Ungkap Dian pada Arga apa ya g ia rasakan selama seminggu terakhir ini


" Hmmm adek bang ternyata udah besar udah dewasa, artinya kamu suka sama dia dek, ya mungkin adek oerlu mengenal nya lebih lama lagi setelah adek nikah sama dia " Ungkap Arga setengah bercanda


" Hahh suka, gak mungkin babg kan dia suka suruh suruh adek, mana mana mungkin adek suka, sam krang yang buat adek kayak asistennya atau ke suruh gitu, dan nikah bang, sama dia, ya g bener aja dong bang adek gk kenal, baru aja seminggu adek di bikin kesel masak di suruh nikah sama dia sih... "


Kesel Dian dengan muka jutek dan cemberut karena mengingat Afgar yang suka menyuruhnya seperti asistennya atau pesuruh nya


" Yang akan papa kali dek kalo kamu nikah sama dia, mungkin dia suka sama masakan kamu, ya kamu tanya lah sama dia kenapa dia selalu suruh kamu aja yang masak bukan yang lain " Terang Arga pada Dian yang masih jutek


" Terserah abang deh mau nikahin adek sama siapa adek gak peduli, pokoknya abang seneng adek seneng aja kako harus nikah sama dia sih ya gimana ya adek gak tahu Terima atau gak soalnya adek gak tahu perasaan adek sama dia kayak gimana masih juga seminggu gimana mau tahu " Perkataan Dian pada Arga dan gumaman Dian yang dia sendiri gk tabu gimana dia sama Afgar yang jelas udah bikin kesel tapi gk bisa marah sama itu orang.


" Ya sudah, ini udah sore kamu mandi gih tenangin pikiran kamu, biar seger, Ohh ya abanjubkamu udah abang diapain di lemari kamu yang ada di kotak hitam kamhboastibudahbkihat kan tapi belum di buka " Ucap Arga seraya bangkit dari duduknya


" Kotak hitam itu, iya adek tahun, tapi bang adek kok rasanya deh degan ya gugup banget bayangin nanti malam sih.. " Ungkap Dian


" Kamu tenang aja Abang juga kesana kok nanti kalo dia macam macam ke kamu kamu bilang sama abang, atau kamu bawa kamera kecil abang yang ada di bros mawar merah " Ujar Arga pada adiknya sambil mengusap kepala adiknya itu dengan sayang


" Hmmm bawa bros nya abang aja tapi jangan di pakein kamera, akali dia macam macam biar adek telpon abang aja" Ucap Dian


" Yakin dek "


" Yakin bang, udah bahh sana temenin mbak Ayu toh udah sore juga adek mau mandi udah ahh bang ihh risih tahu " Ucap Dian dengan nada yang menggemaskan,


Akhirnya Arga ohn keluar darkbkamsr Dian dan menuju kamarnya untuk membangunkan Ayu karena sudah sore Ohh ya tidak tersakiti Arga dan Dian telah berbicara seakan itu, mereka berbi ara dari siang hingga sore karena pembicaraan nga sangat panjang, laku Dian pun yang menuju kamar mandi untuk bersih bersih


Dan Arga ia membangunkan istrinya yang masih tertidur .