Chief Arga

Chief Arga
37 season 2 part 9



Setelah semuanya selesai makan mereka pun menuju ke halaman belakang apartemen Arga dan di sana mereka melihat kembang api yang di nyalakan oleh Arga


Tiba tiba di tengah acara itu Felix dan Surya mendapat pesan dari asisten mereka


" Ga gue gak bisa lama lama nih asisten gue kirim pesan katanya ada yang curang dalam perusahaan gue " ucap Felix lantaran ia akan pergi untuk kembali ke kantornya demi melihat apakah benar apa yang di katakan oleh asisten nya itu


" Ya udah gak papa selesai in aja urusan Lo , but makasih untuk hari ini " balas Arga pada Felix


" Gue juga Ga gak bisa lama di sini , Vico kirim pesan katanya ada masalah di perusahaan gue " ujar Surya hampir sama dengan Felix


" Ya kalau gitu cepet selesai in aja Sur gue gak papa makasih untuk hari ini " balas Arga pada Surya


Akhirnya di sana hanya ada Arga , Dian dan juga Ayu , sedangkan Surya dan Felix mereka sudah pergi karena masalah kantor mereka


" Ayu apa kau suka dengan ini " tanya Arga pada Ayu yang berada di sampingnya , mereka berdua duduk di bangku taman dengan Dian yang juga duduk di samping abangnya , jadi Arga berada di tengah tengah dua perempuan cantik malam ini


" Iya suka , makasih untuk semua ini " ucap nya halus dan lembut


" Hmmm bang kak Felix sama kak Surya masalahnya kok sama dadakan pula " tanya Dian pada Arga karena ia penasaran dan merasa ada yang tidak benar


" Ahh mereka berdua , mungkin memang ada masalah di perusahaan mereka atau mungkin mereka tidak ingin mengganggu kita aja Dian " ucap Arga menjelaskan pada Dian agar rasa curiga dan penasaran Dian itu menghilang


" Ya sudah ini sudah malam , kita masuk aja di luar dingin dan kalian ganti baju terus tidur besok kan masih harus ke kafe " ucap Arga pada Ayu dan Dian


Lalu mereka bertiga pun kembali masuk ke dalam rumah , Ayu serta Dian pun membersihkan diri di kamar dan mengganti pakaian mereka menjadi pakaian tidur


Sedangkan Arga setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian santai lalu Arga pun membersihkan dapur serta meja makan nya , kemudian ia pun menuju ruang kerjanya ia melihat banyak email masuk ke komputernya setelah di buka ternyata ada masalah juga di kafe nya


" What ini apaan sih masalah dadakan banget kafe gue kena kebakaran karena kebocoran gas


Padahal tadi pagi gue juga udah suruh Fred untuk cek bagian dapur kafe dan semua peralatan yang ada di kafe itu aman " gumam Arga yang terkejut dengan masalah kafe nya


Lalu saat ia ingin pergi melihat kafe nya padahal sudah malam Arga di hentikan oleh teriakan dua wanita yang ia sayangi yaitu Dian adiknya dan Ayu kekasihnya


" Aaaahhkk " teriak keduanya dari dalam kamar


Seketika Arga langsung berlari dan masuk ke dalam kamarnya yang di tempati oleh Dian dan Ayu


" Dek , Ayu kalian gak papa " ucap Arga setelah membuka pintu kamar dan masuk ke dalam


" Bang adek takut " ucap Dian yang langsung berlari memeluk abangnya itu sedangkan Dian ia terduduk lemas karena takut dan terkejut ia tidak bisa berdiri lagi sebab kakinya lemas


" Sudah sudah tidak papa kalian berdua tidur di kamar sama Abang aja , Ayu kamu tidur sama mas aja ya juga Dian di kama mas " ucap Arga kepada Dian dan Ayu yang masih terkejut


Lalu Arga melepaskan pelukan adiknya dan berjalan menuju tempat Ayu duduk di lantai karena Ayu hanya diam tanpa suara setelah berteriak tadi


" Hei Ayu , neng , sayang kamu gak papa kan sudah sini ada mas kita keluar yuk " ucap Arga lembut pada Ayu untuk menenangkannya kemudian Ayu menatap Arga dan langsung memeluknya erat


Setelah mereka tenang Arga mengajak Dian dan Ayu kelir dari kamar menuju kamarnya yang berada di kamar tamu setelah mereka duduk di atas ranjang Arga pun memberikan dua gelas air putih , mereka berdua langsung meminum nya hingga tandas tak tersisa


Setelah Arga meletakkan dua gelas itu di dapur Arga pun berjalan ke kamarnya dan menemani dua wanita yang di sayangi nya


" Dek , Ayu kalian kenapa teriak bisa cerita ke Abang , dan mas Ayu " ucap Arga lembut dan bertanya pada mereka alasan kenapa mereka berteriak


" Bang tadi saat kita mau tidur ada suara ribut di luar pas kita lihat ternyata ada seseorang pakek hitam hitam terus bawa pisau yang satunya lagi lempar kaca jendela kamar pakek batu tadi ada suratnya " jelas Dian pada Arga sambil memeluk Arga karena masih takut


" Ayu " ucap Arga memanggil Ayu dengan nada pelan dan halus


" Ya i..i.. ini ..ini su suratnya mas " ucap ayu terbata bata karena terkejut dan takut sambil menyerahkan surat yang di genggamnya pada Arga


Arga pun menerima surat itu dan membacanya


" INI UNTUK MU JANGAN BERANI MEREBUT APA YANG JADI MILIKKU ATAU KAU AKAN TAHU AKIBATNYA , AKU SELALU MENGAWASI KALIAN .


" Ya sudah sekarang kalian tenang ya tidur di sini saja Dian Abang akan tidur di luar kamu jagain mbak Ayu ya "


" Tidak..." Ucap mereka bersamaan


Arga pun tersenyum dan mulai memeluk mereka berdua


" Kalau begitu Dian kamu tidur Disini Abang akan tidur di sofa sana " ucap Arga pada Dian " dan mas akan tidur di sofa Ayu kamu sama Dian ya , mas gak pergi cuman di sofa itu " sambung Arga pada Ayu seraya menunjuk sofa yang ada di kamarnya karena kamar tamu yang Arga tempati terdapat sofa di sana


Kemudian Dian dan Ayu pun mengangguk dan mulai tidur di tempat tidur sedangkan Arga ia berjalan menuju sofa dan merebahkan dirinya


Saat ia ingin memejamkan matanya ponselnya pun berdering


"Drrrtt.... Drrrtt.... Drrrtt...." Bunyi dering ponsel Arga


" Halo ada apa Fred " ucap Arga mengangkat sambungan telponnya


" Iya halo tuan saya sudah melihat keadaan kafe saat saya mengetahui apa yang terjadi tadi tuan dan keadaan nya tidak begitu parah karena ada saksi mata yang langsung melihat itu kebakaran dan meminta para warga di sekitar kafe memadamkan apinya " jelas Frederik pada Arga


" Baiklah , kerugiannya mungkin cukup lumayan untuk keluaran , tapi kau bisa mengurusnya kan , " ucap Arga pada Fred


" Bisa tuan saya bisa mengurusnya" jawab Frederik


" Baiklah ku serahkan padamu , mungkin untuk beberapa hari ke depan kafe akan di tutup sementara sampai perbaikan " ujar Arga


" Baik tuan " balasnya lalu sambungan telpon pun putus ,tak lama Felix dan Surya mengirim pesan secara bersamaan


Felix : " Ga Lo tahu maksud nya ini gak,"


"HATI HATI SAYA SELALU MENGAWASI KALIAN, V.I.O " isi pesan Felix yang mengirim potret tulisan dengan kata kata tersebut


Surya : " Ga tahu artinya ini gak Lo "


" HATI HATI SAYA SELALU MENGAWASI KALIAN, V.I.O " isi pesan Surya yang berupa potret dengan kata katanya sama dengan Felix


Arga : " " INI UNTUK MU JANGAN BERANI MEREBUT APA YANG JADI MILIKKU ATAU KAU AKAN TAHU AKIBATNYA , AKU SELALU MENGAWASI KALIAN .


V.I.O " " gue dapet ini , dan masalah perusahaan , juga kafe gue yang ada secara dadakan di akibatkan oleh satu orang yang sama yaitu V.I.O " isi pesan Arga yang berupa potret juga dan penjelasan mengenai masalah yang muncul secara bersamaan pada mereka dan Arga mengirimkan pesan itu pada ke dua temannya di dalam group " Tiga LIGAYA " yang artinya Felix, Arga dan Surya


Felix : " jadi siapa itu V.I.O"


Arga : " menurut Lo siapa Lix "


Surya : " V.I.O , ku rasa itu orang yang sama dan dia adalah ...."


Arga : " Viona , ini sudah lima bulan lebih yang berarti dia sudah bebas tapi dia ingin balas dendam , kemungkinan ia sudah mengawasi kita dan tahu kalau Ayu sekarang adalah kekasih gue " ucap Arga dalam pesannya pada mereka di dalam group


Surya : " besok kita ketemuan aja di rumah Lo Ga buat bahas masalah itu , juga Felix akan ajak pengawalnya ke rumah Lo "


Arga : " ya perusahan kalian gak papakan tapi "


Felix : " aman gak ada masalah "


Surya : " gak ada masalah , mungkin yang ada masalah kafe Lo ga tadi gue lihat di berita ada kebakaran kafe " ucap Surya


Arga : " masuk berita pula , baiklah, baiklah gue mo tidur , nih kalian pada begadang apa ya , "


Felix : " selalu tahu "


Surya : " mata panda gue belum ilang "


Setalah itu obrolan pun berhenti dan Arga mencoba untuk tenang dan tidur .