
" Udah lama ya nunggu Abang " tanya Arga yang sudah selesai mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur nya
" Ya lumayan lah bang " jawab Dian sambil merebahkan tubuhnya ke ranjangnya
Arga pun merebahkan tubuhnya ke samping adiknya Dian lalu mulai memejamkan mata nya
" Bang " ucap Dian sambil memiringkan tubuhnya menghadap Arga
" Hmm iya " jawab Arga
" Emang Abang masih suka sama dia yang waktu itu kah bang ? " Tanya Dian bertanya karena penasaran
" Enggak Abang udah gak suka " balas Arga
" Terus yang main kejar tangkap maksudnya apa bang " ucap Dian kembali
" Itu dia mau balikan sama Abang soalnya Abang udah punya kafe dan uang Abang udah banyak , terus dia udah di putusin sama pacarnya dan dia mau ngejar lagi tapi Abang tangkap biar gak bisa kabur soalnya ada rencana yang bisa bikin kita sakit hati dek " ucap Arga menjelaskan pada adeknya tapi dengan sedikit teka teki
Walaupun begitu Dian ya g mempunyai otak yang jenius dan cerdas pun langsung mengetahui teka teki dan ke jelasan dari Arga yang menurutnya membingungkan itu
" Ohhh terus perempuan yang udah bikin Abang senyum senyum sendiri Abang juga gak suka dong " goda Dian yang mengetahui bahwa abangnya itu lagi terpesona oleh wanita yang katanya akan menjadi temannya bekerja besok
" Apaan sih dek kok malah bahas itu " ucap Arga setengah kesal tapi dua juga senang karena ia merasakan getaran getaran aneh saat melihat wanita itu tadi pagi saat melamar pekerjaan
" Ihh Abang sok sok an gak ngerti padahal lagi mikirin orangnya nya ya " ucap Dian sambil tersenyum dengan terus menggoda abangnya itu
" Dek udah lah kita tidur aja udah malem " bala Arga ya g mengalihkan pembicaraan nya
Dengan enggan Dian pun menuruti keinginan Arga dan ia segera tidur di samping Arga
Kenapa Dian tidur di kamar Arga kembali karena kejadian di kafe kemaren yang membuat Dian tidak bisa tenang memikirkan abangnya karena ia tahu abangnya itu dulu begitu frustasi saat ia putus dengan Viona mantan kekasih nya dan ia kembali kesini menemui Arga .
Di tempat lain di rumah sederhana yaitu di kontrakan tempat Ayudia Amanda yang kerap kali di panggil dengan sebutan Manda , ia malam ini sangat senang lantaran di terima di sebuah kafe sweet yang baru saja lamar pekerjaan di sana dan langsung di terima tanpa interview lebih dulu oleh pemilik kafe tersebut
Manda adalah seorang perempuan yang cantik , anggun , lembut , dan sangat sopan ia hidup sendiri saat ini kedua orang tuanya sudah meninggal sejak ia masih bayi dan ia di rawat di panti asuhan lalu saat kuliah ia mendapat beasiswa dan ia di terima di Amerika dengan jurusan tata boga .
Keesokan harinya Arga sudah siap dengan style nya kali ini ia menggunakan pakaian yang cukup aneh ia mengenakan kemeja warna kuning dengan jas warna coklat dengan celana berwana hitam lalu ia menggunakan Bros baru nya yang baru ia beli kemaren yaitu Bros melati berwarna putih dengan mutiara hijau di bagian tengahnya , sangat elegan dan mewah lalu ia mengenakan jam perak dengan sepatu kerja warna navi
" Dek ayo berangkat Abang tunggu di luar ya " teriak Arga pada adiknya yang masih belum siap
Tak lama Dian pun keluar dari dalam rumah lalu menutup pintu kemudian ia mengunci nya lalu ia menghampiri abangnya yang sudah menunggu di samping pintu mobilnya
" Astaga Abang Arga , Abang pakek baju kok aneh banget sih sepatu kontras sama baju nya kok bisa sih padahal di almari Abang yang Abang tempati sekarang bajunya kemeja putih sama jas hitam doang deh bang " ucap Dian ya g heran dengan penampilan Abang nya itu yang aneh di matanya
" Itu buat besok , ya Abang ambil di kamar Abang lah waktu kamu mandi
tadi " balas Arga santai , lalu Dian pun langsung menepuk dahinya pelan dengan semua pakaian pakaian aneh yang ada di almari abangnya yang sekarang ia tempati
Kemudian mereka oun berangkat ke kafe dengan diikuti pengawal Morgan dan Andre seperti kemarin
Sesampainya di kafe Arga langsung di sambut oleh Fred asistennya dan Dian langsung menuju dapur nya
" Tuan tadi pagi saya dapat pesan dari perusahaan XX katanya dia mau bertemu dengan tuan nanti siang pukul dua siang tuan " jelas Fred pada Arga
" Baik sampaikan pada mereka kita akan menemui nya " balas Arga seraya berjalan ke ruang kerjanya
Di dapur Manda sudah datang dan ia sudah bertanya pada salah satu koki disana siapa yang bernama Dian
" Maaf mbak kalo boleh tanya yang namanya Dian mana ya mbak " tanyanya
" Ohh mbak Dian adiknya tuan Arga dia mungkin belum datang di tunggu aja mbak " jawabnya pada Manda
Tak lama Dian pun datang dengan pakaian kokinya di lengkapi dengan apron hitam nya
" Hai pagi semua " ucap Dian pada seluruh pegawai dapur itu
" Pagi mbak Dian " jawab mereka kompak
" Ohh iya kata bang Arga ada koki baru ya " ujarnya semangat seketika Manda pun menjawab dan menghampiri Dian
" Saya mbak , mbak Dian ya " ucap nya
" Iya saya Dian , nama mbak siapa nih " tanya Dian santai
" Ayudia Amanda mbak " jawabnya
" Ohh cantik , pantas saja Abang aku terpesona sama mbak " ucapnya sembarangan
" Mbak bisa aja "
" Jangan panggil mbak dong , kan aku lebih muda dari mbak Ayu " ucap Dian " kita mulai kerja yuk mbak , mbak Ayu ganti pakaian dulu nanti aku jelasin kerjanya " sambung Dian , lalu Manda pun langsung menuruti ucapan Dian ia menuju tempat ganti dan mengganti pakaian nya dengan pakaian koki yang sudah di siapkan dengan apron hitam nya lalu ia menguncir rambut nya kemudian ia memakai topi chef yang sudah di sediakan
Setelah mengganti pakaian nya ia menuju dapur kembali dan menghampiri Dian yang sudah menunggunya di tempat nya
" Wahh mbak ayu cantik banget " ucap Dian yang masih mengagumi kecantikan Manda
" Panggil Dian aja mbak ayu atau adek juga boleh " jelas Dian dengan senyum di wajah manis nya
" Ahh iya dek Dian " ucap Manda dengan sebutan dek itu kepada Dian
" Mbak ayu mbak bisa buat adonan kue dessert namanya kue awan , maaf kalo namanya jelek itu namanya aku namai sendiri soalnya " ucap Dian pada Manda
" Bisa, ya sudah aku bikin adonan kue nya kamu yang bikin karamelnya, untuk plaeting nya kita sama sama aja " ucap Manda
" Wahh kayaknya bakal seru deh Oky mbak " ucap Dian girang karena ia ingin membuat kue baru tetapi hanya satu untuk abangnya jika enak maka akan di masukkan ke menu kafe oleh abangnya
Di ruang kerja Arga ia sedang sibuk dengan komputer nya untuk melihat jumlah masukan dan pengeluaran bulan ini dan itu nampak baik baik saja dan melihat kinerja para karyawan nya melalui cctv yang ia pasang di kafe nya
Lalu ia pun mendapat laporan dari Fred mengenai informasi milik Manda
" Permisi tuan ini berkas informasi yang tuan inginkan kemarin tuan " ucap Fred memberikan berkas itu pada Arga
" Ya Fred terimakasih kau boleh kembali bekerja dan awasi kinerja karyawan lain" jika ada yang mencurigakan hubungi saya segera" perintah Arga
" Baik tuan kalau begitu saya izin
keluar " blas Fred , seperginya Fred dari ruangan Arga, Arga pun langsung membuka dan membaca berkas tersebut
" Ini dia , wahh ternyata dia hidup sendiri di sini dnegan mengontrak rumah dan ia besar di panti asuhan " gumam Arga saat membaca informasi tersebut dan di baliknya itu ada i formasi latar belakang nya
Nama keluarga Manda adalah Setiono dan informasinya mereka sudah meninggal dunia jadi nama Manda tidak ada nama marga keluarga nya hanya Ayudia Amanda saja
Di dapur Manda atau sekarang ia di panggil Ayu , ia sudah selesai membuat adonan kue nya dan Dian sudah selesai mengiris buahnya , dan sekarang ia lagi mencetak atau mulai memanggang kuenya dengan temperatur medium agar bagian dalamnya terasa lembut di mulut
Beberapa jam kemudian kue pun jadi dan mereka sedang menghias nya di piring kecil lalu setelah selesai Dian menyuruh Ayu untuk memberikan satu kue itu kepada Arga di ruangannya
" Mbak ayu tolong dong kasihin kue nya ke bang Arga aku mau bikin kue pesenam pelanggan nih " ucap Dian agak memohon dengan mata pupy eyes nya
" Tapi dek kan kamu yang buat masak mbak yang harus ngasih kamu kan adiknya " ucap Ayu yang merasa nyaman
" Ayolah mbak , mbak ayu kan yang buat kuenya aku cuman bantuin bikin karamel sama manggangnya aja juga plaeting nya mbak " ucap Dian setengah memohon
" Tapi..." Belum sempat Ayu menyelesaikan ucapannya ia sudah di dorong keluar dapur oleh Dian dan di berikan kue itu pada ayu lalu Dian meninggalkan Ayu sendiri dengan senyuman manisnya itu , Ayu hanya bisa menghela nafas panjang dan melangkah menuju ruang kerja Arga
" Tok.. tok...tok...." Suara ketukan pintu ruang Arga
" Masuk " teriak Arga dari dalam
" Permisi tuan " ucap Ayu lembut dengan nampan berisi satu piring kue awan yang telah ia buat bersama Dian tadi di dapur
" Ya ada apa " ucap Arga pelan , tapi terdengar sangat merdu di telinga Ayu
" Itu , ini tadi saya bersama adik anda membuat kue tapi saya di suruh memberikan kue ini pada anda " ucap ayu setengah gemetar di nada bicaranya sambil berjalan menuju meja kerja Arga dan meletakkan piring itu ke meja kerja Arga
" Ohh kue baru , namanya apa " balas Arga memandangi tampilan kue tersebut yang menggunggah selera makan nya
" Namanya kue awan itu.." belum sempat ia melanjutkan sudah di potong oleh Arga
" Nama yang di buat Dian kan " ucap Arga memotong perkataan Ayu
" I iya tuan " jawab ayu agak terbata
" Ya sudah kamu temani saya makan di sini " ucap Arga lalu mengambil garbu dan memakan kue tersebut
Ayu ya g tak mengeri perkataan Arga hanya berdiri diam sambil menunggu reaksi Arga dengan rasa kue tersebut
" Hmm ini enak , sangat nikmat , lembut di mulut rasanya juga manis di lidah ringan awan dan manis karamel nya yang sangat memanjakan " ucap Arga sambil terus memakan kue tersebut
" Benarkah tuan , saya akan menyampaikan nya pada mbak Dian nanti " balasnya
Arga pun langsung menatap manik coklat Ayu dan mengerutkan keningnya
" Mbak kamu panggil adik saya mbak, Ayudia " ucap Arga heran pasal adik nya itu lebih muda dari Ayu
" Ee itu tidak tuan saya memanggilnya adik " jelas Ayu kemudian pada Arga
" Ohh , ya sudah terimakasih sudah menemani saya makan kue di sini dan ini sudah habis , bilang saja sama Dian , menu kuenya bisa di pasang di menu kafe besok sebagai promosi kue itu akan di jadikan sebagai menu terbatas saat orang memesan dua kue yaitu kue kering dan kue puding maka akan ada bonusan kue awan gratis " jelas Arga panjang lebar sambil menatap manik mata coklat Ayu
Dan Ayu yang di tatap Arga dengan tatapan itu pun hatinya atau jantung nya terus saja berdebar debar dan ia sangat mengagumi ketampanan Arga
" Baik tuan akan saya sampaikan
permisi " ucap Ayu seraya mengambil piring kotor itu lalu langsung pergi keluar dan menuju dapur kembali
Preview gambar kue yang di buat Ayu dan Dian ya teman teman