
Setelah keadaan kembali normal Arga pun langsung berjalan ke ruangan kantor nya yang berada di lantai 3 kafe tersebut , di ikuti Dian yang masih diam dan belum mengatakan dan berbicara setelah ia sampai di kafe abangnya itu
Setelah masuk ke ruang kantornya Arga duduk di kursi kerjanya sambil membenamkan kepalanya di kedua tangannya ya g ia taruh di meja
" Bang Abang gak papa " ucap Dian ragu karena melihat abangnya yang sangat dingin dan tatapan matanya yang tidak bersahabat serta sedih
" Hmm " jawab singkat Arga , tak lama Arga mengangkat kepalanya dan menatap adiknya
" Dek adek takut ya sama Abang kalo Abang marah " tanya Arga karena ia tahu adiknya itu tidak akan berani mendekat jika ia sedang marah
" Sini duduk di pangkuan Abang , Abang gak marah dek " sambung Arga kembali dengan senyum yang dipaksakan serta tatapan matanya yang ia paksakan dengan lembut juga nada bicaranya yang ia rubah agar adiknya tidak takut lagi
Sesat Dian masih ragu tapi ia mengikuti ucapan Arga dan duduk di pangkuan Arga
" Bang tadi itu ..." Ucap Dian setengah takut kalo abangnya marah
" Gak papa dek Abang akan urus itu nanti , sekarang adek mau ikut kerja kan kalau gitu adek mau kerja jadi apa " ucap Arga yang mengalihkan pembicaraan nya dan mengatakan bahwa ia baik baik saja
" Hmmm kalo jadi koki aja gimana yang masak kue nya bang , kan aku juga sekolah chef di sana " ucap Dian semangat dengan senyuman nya yang membuat Arga ikut tersenyum juga
" Baiklah adik ku sayang kau bisa jadi apapun yang kau inginkan ada Abang di disini " ucap Arga pada dian
Lalu Dian pun langsung beranjak berdiri dari pangkuan Abang nya dan langsung pergi ke luar dan menuju dapur kafe yang berada di lantai 2
Setelah Dian keluar Arga pun kembali berdiri dan melihat ke luar arah jendela dengan tatapan dinginnya bak pedang yang menusuk jantung
" Ting...." Suara pesan masuk dari hp Arga
Felix: " Ga Lo di mana ada berita penting , gue tunggu sama Surya di kafe biasa "
Arga : " kafe , kalian berdua kesini aja "
Tak lama setelah membalas pesan Felix asisten nya Frederik pun datang ke kantornya
" Tuan ada dua orang yang mau bertemu dengan tuan katanya teman tuan "
Ucapnya pada Arga
" Biarkan mereka masuk " ucap dingin dan singkat Arga
Lalu Felix dan Surya yang memang sudah keluar dan ingin menuju kafe yang biasa setelah me dengar berita tentang Viona yang kembali kesini tetapi berhenti di depan kafe Arga
Mereka berdua pun di persilahkan masuk dan di antar ke ruangan Arga oleh Frederik setelah masuk Frederik pun meninggalkan mereka bertiga di ruangan tersebut
" Ga Lo gak papa kan kita khawatir kalo Lo sampai ketemu sama si ****** Viona itu " ucap Felix yang menahan kesalnya
" Iya Ga Lo gak ketemu kan ingat dia itu licik , pasti ada maunya " sambung Surya yang juga menahan marahnya
" Gue udah ketemu sama dia dan dia tahu kalo gue yang punya kafe ini "
" Apaaa!!!" Teriak mereka berdua
" Berisik deh kalian tuh , intinya gue harus siap buat jaga keamanan diri gue dan kafe ini serta adik gue , gue tahu dia kesini pasti punya tujuan lain , "
" Bener tuh ,ya kali dia ninggalin Lo pas sayang sayang nya lantaran alasan itu dan si pengkhianat Seto
" Seto gue gak tahu i formasinya lagi udah beberapa tahun ini , sejak kejadian itu gue merasa bersalah sama Lo Ga tapi saat kita ketemu pertama kali satu tahun lalu gue rasa Lo udah lupain kejadian itu dan kita sama sama lagi " ucap panjang Surya
" Ya masalah Lo sih gue udah gak masalah Surya kan itu salah faham beda sama Seto yang jelas ngerebut dan menghina kelurga gue saat gak punya , demi obsesinya ia menghalalkan segala cara " ucap Arga tak suka karena membahas masalah Seto
" Terus rencana Lo apa Ga "
Tanya Felix
" Pinjem anak buah Lo Lix sama Surya Lo cari informasi tentang kembalinya Viona , gue gak mau terjadi apa apa sama adik gue , gue takut jika masalah dulu terulang saat Seto mau nyulik Dian dan sebelum itu kita berhasil menggagalkan nya " ucap Arga sedih dan marah bercampur jadi satu dengan nada bicara yang dingin membikin punggung merasa dingin dengan aura yang Arga keluar kan
" Gini aja Lo pakek pengawal gue aja biar Felix yang cari infonya " ucap Surya pada Arga
" Ya .. baiklah ku serahkan ke kalian , masalah adik gue biar gue yang urus "
Ucap Arga melembutkan ketika mengucapkan kata tersebut
" Hmm terus kalian berdua cepet banget datang nya " sambung Arga yang sudah kembali normal
" Terus Dian adik Lo mana Ga " tanya Felix
Lalu mereka berdua pun menuju sofa di kantor ruangan Arga dan duduk di sana
" Di dapur kenapa mau ketemu biar gue suruh Frederik panggil " ucap Arga lalu menuju pintu dan memanggil asisten nya
" Fred , panggilin Dian suruh ke kantor " perintah Arga
Frederik yang merasa di panggil tuannya pun langsung berlari dari ruangan kantornya yang berada di sebelah ruangan Arga
" Iya tuan tapi Dian itu siapa ya tuan apakah perempuan yang bersama tuan tadi pagi dan yang menuju dapur " ucap tanya Frederik dan hanya di jawab deheman oleh Arga .
Kemudian Frederik langsung menjalankan perintah tuannya itu
Tak lama setelah Frederik memanggil Dian Dian pun masuk ke ruang kerja Arga
" Bang kenapa Abang pang..." Ucapan Dian terputus saat melihat Felix dan Surya yang sedang duduk bersama Arga di sofa kantor
" Dian sini dek temen Abang kemaren kamu nanyain kan " ucap Arga menyuruh adik nya datang kearahnya dan duduk di tengah tengah sofa tersebut
" Hai adiknya Arga "
" Hai lama gak jumpa ya "
Ucap Surya dan Felix menyapa Dian yang sedang berjalan ke arah mereka dan duduk di tengah mereka dengan Arga di samping kanannya dan Surya di samping kirinya sedangkan Felix sendiri ia di samping Surya
" Hmm ha halo kak lama gak ketemu " ucap Dian yang masih terkejut dengan kedatangan mereka
" Bang ini kak Surya sama kak Felix
kan " tanya Dian pada Arga
" Ya kenapa kaget ya , kebetulan nih mereka main kesini " jawab Arga sambil tersenyum ke arah Dian adiknya
" Wahh kak Surya tambah ganteng aja deh " ucap Dian yang sudah berubah menjadi pribadi yang ceria juga menggemaskan
" Hahaha bisa aja sih kamu " ucap Surya tertawa sambil menoel hidung Dian
" Hehehe kak Felix juga"
" Iya iya terus sekarang kamu udah l
ulus " tanya Felix pada Dian
" Iya kak udah makanya aku ikut bang Arga kerja di kafe nya " jawab Dian pada Felix
" Ya sudah kalian bertiga main dulu
sana " ucap Arga seraya berdiri dan berjalan ke arah pintu
" Lhah gimana sih Lo Ga maksud Lo , Lo nyuruh kita jagain adik Lo gitu " protes Felix pada Arga
" Hmm iya gue mau rapat bentar sama Fred ada klien dari perusahaan XX " ucap Arga
Lalu pergi keluar dan mendapati Frederik di depan pintu
" Yahh Abang kamu pergi tuh " ucap Surya
" Hahaha orsib bang ya udah kita main aja yuk " ucap Dian pada mereka berdua
" Orsib apaan dah " gumam Felix yang bingung dengan kata kata Dian
" Orang sibuk bos Que " ucap Surya pada Felix
" Main jenga yuk kak kebetulan tuh di meja kerja bang Arga ada jenga "
" Ya sudah kita main jenga " ucap mereka lalu Dian pun mengambil mainan jenga milik Arga yang ada di meja kerjanya
Setelah itu mereka bertiga pun bermain jenga dengan seru karena hukuman yang di dapat Felix yang kalah terus dalam permainan itu sampai Arga kembali dari rapat nya bersama dengan Frederik .