
" Bang Arga, mbak Ayu cobain deh kue bulan buatan ku " Ucap Dian setelah ia selesai membuat kue bulannya lali ia berikan pada Arga dan Ayu untuk di cicipi nya tak terkecuali dirinya sendiri yang ikut memakan kue buatannya itu
" Hmm enak, dek rasanya pas " Ucap Arga setelah gigitan pertama
" Iya dek ini lembut banget di lidah, rasa nya juga sedikit unik dengan campuran bahan madu dan sirup lemon nya " Sam ung Ayu
" Heheh enak ya, makasih bang, mbak Ayu kalo gitu buat menu di kafe gimana"
" Boleh dek tiga hari lagi kita bisa ke kafe dan kerja lagi udah mau selesai kafe nya " Terang Arga
" Benarkah, mbak akhirnya kita bisa kerja di kafe lagi " Ucap Dian girang dan Ayu hanya mengangguk angguk saja karena asik dengan kue buatan Dian tersebut
" Ohh iya dek nanti malam kamu ikut abang sama mbak Ayu aja jalan jalan ke kafe makan malam " Ujar Arga pada Dian
" Lhah bukannya nanti abang berdua sama mbak Ayu kenapa ajak aku sih bang "
" Abang mu masih takut Dian mending kamu ikut aja biar mas Arga tenang " Sambung Ayu menjelaskan pada Dian sebab ia tahu jika Arga masih takut bila terjadi apa apa pada adiknya itu, jika di tinggal sendirian dirumah rak memungkiri apapun bisa terjadi saat ua sedang tidak ada ataupun lengah
" Hah ya baiklah kalo gitu " Ucap Dian pada akhirnya menyetujui ajakan Arga danga abangnya itu dan juga Ayu calon kakak iparnya nanti
Malam pun tiba mereka bertiga akhirnya kelur dan ke kafe Mandala untuk makan malam sesuai dengan perkataan Arga tadi siang saat di rumah, Dian memesan pasta makaroni dan Ayu ingin memesan sosis goreng deng wijen beserta sausnya sedangkan Arga ia memesan udang goreng dengan saus tiram minuman mereka adalah jus leci, jus jeruk dan jus alpukat
Mereka pun menikmati makan malam tersebut dengan senang dan canda tawa oleh obrolan mereka yang di rasa konyol
" Dek enak gak makanannya " Tanya Arga pada Dian
" Ye si abang ya enak atuh bang kan makan di restoran " Balas Dian sambil memakan makanannya
" Ayu neng enak gak makanannya "
" Atuhh A'a ya enak lah masak gak enak gimana punya kamu enak gak " Ucap Ayu mengikuti gaya bicara Dian dan Arga dengan logat nya
" Yahh sama punya akang juga enak, udah lama gak makan kayak gini " Balas Arga mengikuti gaya bicara kedua permpuan yang ada di hadapannya dan samping kanannya itu
" Hmm bang kok gue berasa ada yang ngawasin ya " Ucap Dian dengan bahasa "gue" tidak seperti biasanya
" Sama aku juga " Sambung Ayu
" Sudahlah kalian cepat habiskan makannya setelah itu kita pulang, abang dan mas rasa kita keluar kali ini gak aman jadi tetep waspada ya " Jelas Arga yang dengan cepat menghabiskan makanan dan minuman nya begitupun dengan Ayu dan Dian mereka juga dengan cepat menghabiskannya
" Udah selesai yuk kasir terus pulang " Ajak Arga pada mereka berdua
Namun di tengah tengah mereka berhalan di kace ada satu orang berpakaian serba hitam menuju ke mereka dengan cepat tanpa ada yang menyadari dengan gerakan cepat orang itu menusuk perut Arga dengan sebilah pisau
" Sreet... " Suara tusukan pisau itu mengenai perut samping Arga
" Akhhh.. " Rintih Arga tak menyadari bahwa pria tadi menusuknya saat bertabrakan dengannya yang akan masuk sedang ia keluar
" Abaaaangg!!! " Teriak Dian yang mengetahui jika abangnya memegang tangannya sangat etatdannia menoleh ternyata banyak darah kelur dari perut Arga sedangkan Ayu yang di sebelah Dian pun ikut menoleh dan ia berteriak
" Mass Argaaa!! " Teriaknya dan ia langsung berjakan kesamping Arga untuk membantunya
" Para pengunjung kafe yang mendengar suara teriakan kedua perempuan itu pun menoleh dan saling tatap tapi tak ada yang menolong, mereka
" Abang hiks... Abang.. " Ucap Dian sambil menahan tangisnya bingung karena tak tahu apa yang akan di lakukannya
Sedang Arga sudah ambruk pingsan di pangkuan Ayu karena tidak kuat menahan berat badan Arga ia bersimpuh dan meletakkan kepala Arga di pangkuan nya sambik menekan perut Arga yang cukup banyak mengeluarkan darah segar
" Mabk gimana nih gak ada yang bantu hiks..hiks.. ,bang bangun dong, ehh kalian bantuin napa " Teriak Dian tapi tak di hiraukan oleh mereka
" Hiks.. Mas bangun dong aku takut, maaaasss.. " Ucap tangis Ayu yang juga takut serta khawatir melihat Arga, pengawal Felix yang lengah mereka menunggu di mobil karena perintah Arga, tetapi Arga tak kunjung keluar mereka pun merasa ganjal dan khawatir juga
" Gan bos Arga belum keluar juga kah sama nona Dian dan nona Ayu " Tanya Andre pada Morgan
" Belum Dre gimana kalau kita susul aja "
Saran Andre
" Yaudah yok keburu nanti kita kena marah sama tuan Felix
Selanjutnya mereka berdua keluar dari mobil dan masuk ke dalam kafe dan mereka pun di kejutkan oleh tiga krang di lantai yang satunya pingsan dan yang dua menangis serta menekan perut Arga yang berdarah karena tusukan pisau
" Bosss " Ucap mereka serempak dan langsung m curi perhatian pengunjung kafe tetapi tak ada yang menghiraukan nya mereka berdua langsung berlari menghampiri Arga yang tengah pingsan di pangkuan Ayu Morgan mersa geram karena tak ada yang menjabat padahal jelas ada di depan mata mereka terdapat seseorang ya g sedang sekarat
" Dre lo bayar tagihan bos gue bawa bos ke rumah sakit sekarang cepat " Ucap Morgan
" Yap tugas lo ya beresin ini " Balas Morgan
" Nona sudah mari kita bawa bisa Arga kerumah sakit sekarang tagihanya biar di bayar sama Andre " Ucap Morgan menenangkan kedua perempuan yang tengah menangis itu dan langsung membohongi Arga dan kemur dari kafe
Sedangkan Andre membayar tagihan makanan Arga dan yang lainnya
" Mbak kasir berapa semuanya " Ucap Andre menahan kesal dan emosinya agar tetap tenang
" Ohh untuk mas yang tadi ya " Tanya sang kasir
" Ya, cepat lah "
" Tidak perlu di bayar tuan makanan mereka sudah di bayar oleh mas mas yang memakai pakaian hitam yang ada di sana " Tunjuk kasir pada prnah yang berpakaian hitam yang sedang duduk dengan tenang di pojok sana sambil meminum koktail buah ceri dengan sirupemin dan es
" Trimakasih " Ucap Andre langsung keluar dari kafe
" Rasanya gue ada yang salah orang pakaian hitam tadi, mungkinkah yang mengincar bos Arga, makanan nya apa ada sesuatu di dalamnya, aduh begoo begoo dah, laporin aja kali ya sama tuan Felix " Gumam Andre dan berjalan mencari taksi setelah mendapat taksi ia menaikinya langsung menuju rumah sakit cahaya indah hospital
" Pak cahaya indah hospital ya cepat " Ucap Andre pada sopir taksi itu
" Siap tuan " Balas supir itu
Sedangkan Morgan mereka sudah sampai di rumah sakit cahaya indah hospital dengan Ayu dan Dian
" DOKTER SUSTER TOLONG TEMAN SAYA DIA DI TIKAM, DOKTER..... " teriak Morgan kencang memanggil dokter dan suster di sana, sekrang suster yang melihatnya langsung memiliki awalan brankas dan menolongnya dan memanggil dokter nya
" Mari pak ikut saya " Ucap suster tersebut pada Morgan dengan cepat Morgan meletakkan aega di brankas itu dan mengikuti suster yang mendorong ke ruangan pasien
" Pak mohon tunggu di luar saya akan panggilkan dokter dulu " Ucap suster perempuan itu dengan nada tenang kelewat tenang malah dan dingin walau situasi darurat sekalipun
" Paman Morgan bang Arga . . . " Ucap Dian sedih pada Morgan yang ia panggil dengan paman
" Dek Dian tenang yang mas Arga pasti baik baik aja abang mu kan muat pasti baik baik aja percaya deh sama mbak " Tenang Ayu seraya memeluk Dian dengan tangan yang masih penuh darah Arga yang sudah mengering di media telapak tangannya
Sedangkan Morgan ia menuju resepsionis untuk membuat ayat biaya perawatan Arga di ruang sakit tersebut
Dokter yang di panggil pun sudah masuk ke dalam dengan membawa beberapa suster dan perawat yang membantunya
Tak lama Andre pun datang dan menuju ke ruangan Arga IGD rumah sakit
"nona, bos Arga belum selesai ? " Tanya Andre pada Ayu yang duduk diam sambil memang wangi tangannya yang penuh darah di samping Dian yang tertidur karena lelah menangis
" Belum tuan pengawal, dan tuan pengawal teman anda sedang membayar tagihan rumah sakitnya " Jelas Ayu dengan lesu
" Baik nona" balas Andre
"nona maaf kan kami yang lalu dalam menjaga kalian, kami lengah, kami tak berfikir panjang akan ada hal semacam ini nona, mohon maafkan kami nona Ayu " Ucap Morgan yang telah kembali dari membayar tagihan dan langsung memohon maaf pada Ayu
" Tidak papa tuan pengawal itu bukan salah kalian, yang penting sekarang kondisi mas Arga tuan pengawal " Ucap Ayu sambil memejamkan matanya sesekali mengingat kejadian tadi dan air matanya lun kolor keluar dan mengalir jatuh ke pipinya
" Dre gimana udah lapor polisi atau tuan
Felix " Tanya Morgan pada Andre dengan menjauh dan menjaga jarak dari Ayu dan Dian agar tak mengganggu mereka
" Gue lapor sama tua Felix Gan gak mungkin lapor polisi, bego kita lengah kita dengan bodohnya cuman nunggu bos Arga dalam mobil tanpa melihat situasi di luar " Jelas Morgan pada Andre
" See gue setuju ama lo kita emang bego gak merasa janggal sama sekali padahal udah di kasih tahu suruh jagain bos Arga dan keluarga nya juga nona Ayu "
" Gan gue curiga deh orang yang ngincer bos Arga sudah mulai beraksi lagi kayaknya "
" Hah yang bener lo Dre "
" Ya nanti saat tuan Felix datang dengan temannya tuan surya gue jelasin yang ada di kafe "
" Ehh ya juga gue kesel dan marah tadi jelas jelas ada di depan mata tapi gak ada ya g bantuin sama sekali "
Tak lama setelah itu dokter pun kekurangan dari ruangannya dan Ayu langsung menghampiri dokter tersebut
" Dokter gimana keadaan kekasih saya dokter " Tanya Ayu pada siang dokter
" Maaf mbak menjaga pasien " Tanya dokter lada Ayu
" Bukan saya kekasihnya dan itu adiknya sedang sedang tidur dokter " Jelas Ayu pada dokter tersebut
" Baiklah mbak, keadaan tuan Arga saat ini sudah membaik dan tidak ada yang parah hanya luka tusukan atau tikaman yang cukup dalam sehingga kami menjahit nya, " Jelas dokter laki laki itu pada Ayu
" Benarkah, apakah kami bisa mengunjungi nya " Tanya Ayu kembali dengan senyumannya waku merasa terpaksa dan sedih mengetahui Arga yang saat ini terluka
" Bisa silahkan rapi jaga ketenangan ya mbak pasien butuh istirahat "
" Baik dokter terimakasih "
Setelah itu dokter dan para perawat serta suster pun meninggalkan kamar rawat Arga dan Ayu serta Dian
Sedangkan Morgan menunggu tuan mereka di depan rumah sakit karena mereka tak mau menggangu keduanya dan harus melihat garasi sekitar juga andre yang menunggu di kursi rumah sakit diblur kamar Arga untuk menjaga keamanan kedua perempuan itu
" Dek dian bangun yuk, kita lihat abang kamu udah boleh di jenguk kaya dokter, dek, Dian
" Hmm iya mbak, kita jenguk bang Arga " Ucap dian yang sudah bangun dari tidurnya dan mereka berdua masuk keruangan tempat Arga di rawat
" Dian kamu tungguin abang kamu dulu ya mbak mau cuci tangan di kamar mandi " Ucap Ayu seraya menuju kamar mandi di rumah sakit
Dan di jawab anggukan okeh Dian, Ayu pun kelurahan dan menuju kamar mandi
Tak selang berapa lama surya dan Felix pun datang ke rumah sakit
" Morgan dimana Arga " Ucap Felix dingin pada Morgan anak buahnya yang ia surya untuk mengawal Arga
" Di dalam tuan "
" Baik terus jaga di sini kalau ada yang merupakan curigaan "
" Baik tuan " Balas Morgan menunduk takut dengan Felix yang menahan amarahnya dan surya yang diam tetapi tatapannya tajam sekali selari tatapan ingin menguliti seseorang saja
" Suya kita ke dalam langsung "
" Yes kita masuk "
Sekembalinya Ayu dari kamar mandi ia masuk lagi ke kamar rawat Arga dan mendapati Dian sedang tertidur di kursi samping Arga yang belum sadar sambil memegang tangan Arga
" Andre Arga dimana " Ucap Felix pada Andre
" Di dalam tuan sama adiknya dan nona
Ayu " Jawab Andre
" Biarkan Arga istirahat dulu lahkc toh ada Ayu sama Dian yang jaga kita tunggu di sini aja sampai mereka keluar " Tutur surya mencoba menenangkan temannya itu yang sudah menahan amarahnya sejak tadi di perjalanan kesini .