Chief Arga

Chief Arga
20



Di tempat lain tak tahu dimana yang tepat ialah tempat seperti tempat kosong yang berada jauh dari kota , Arga di kawal u tuk masuk ke dalam , setelah masuk di dalam terdapat dua kursi dan satu meja dengan ruangan yang sedikit pengap dan gelap


Di tengah meja tersebut terdapat lampu untuk menerangi , lalu Arga dan ketua dari orang orang tersebut pun duduk berhadapan


" lalu apa yang akan kau lalukan sekarang" kata Arga pada krang di hadapannya


" mudah saja , kau ketuanya bukan suruh orang orang mu pergi dari sana dan kau akan mendapatkan keuntungan " tawar nya


" cih keuntungan apa lagi yang kau berikan padaku dasar preman bayaran" ucap Arga sarkas membuat orang itu menjadi kesal


sesaat sesudahnya orang tersebut meletakkan beberapa kotak obat tetapi di dalamnya sudah di ganti dengan jumlah uang yabg sangat banyak


" di sini ada tiga kotak obat masing masing kotak terdapat lima ratus juta kau dapat dua dan sisanya bagikan pada orang orang mu itu " tawar nya karena menurutnya dengan adanya sogokan uang yang besar itu tidak mungkin orang akan menolaknya


" sisa satu kotak bukan kenapa tak berikan padaku semuanya saja kotak ini akan ku bereskan mereka bagaimana" lanjut Arga karena pemikirannya orang di depannya ini tak mungkin memiliki uang dan keberanian sebesar ini jika bukan ia di bayar oleh perusahaannya karena sebelum ke sini ia pun sudah menghubungi Felix dan ternyata informasi nya sangat akurat dan sekarang anak buah Felix sedang mengawasi ya tanpa ada yang tahu


" bagus kalau begitu tandatangani lah surat ini " ucapnya lagi kemudian menyodorkan selembar surat perjanjian dan bolpoin


" apa apaan ini hah hmm akan ku buat kalian kecolongan " gumam Arga dalam hati lalu ia mulai menulis namanya di sana dengan tulisan latin yang seperti rumput indah hanya sedikit orang yang akan tahu karena tulisannya hanya diperuntukkan bagi orang penting saja


Setelah semua transaksi dan negoisasi itu selesai Arga pun keluar dari dalam ruangan itu dan berjalan ke pagar depan ia melihat sekeliling nya dan mendapatkan satu mobil yang ia yakini sebagai mobil dari anak buah Felix


Dan benar saja setelah di hampiri nya ia melihat ada dua orang yang keluar dan membukakan pintu untuk Arga


setelah masuk Arga pun mengatakan apa yang ia pikirkan sejak tadi pada anak buah Felix tersebut


" hei kau anak buah Felix kan " ucap Arga pada salah satu orang itu


" ia tuan kami di perintahkan oleh tuan Felix untuk mengawasi dan menjaga anda " jawab teman nya yang lagi menyetir mobil


" kalau begitu urus ini kalian mengeri kan apa yang harus kalian lakukan " perintah Arga pada mereka


" baik tuan kami mengerti " jawab merek berdua


Beberapa jam kemudian mereka pun sampai di apartemen Arga dan Arga pun keluar dari sana


" terimakasih dan jangan lupa tugas kalian , barangnya ada di dalam mobil " ucap Arga pada mereka lalu ia pun langsung pergi dan masuk ke dalam apartemen nya itu . Sesaat setelah Arga masuk mobil pun pergi dari sana


Di ruangan kerja terdapat satu orang yang belum pulang padahal hari sudah malam dia adalah sang asisten presedir yaitu Bu mawar


ia mendapatkan telfon dari krang suruhannya


" halo , apa kalian berhasil "


" berhasil bos kami juga memberikan uang itu pada mereka , dan menandatangani perjanjian ada dua surat yang satu bersama kami dan satunya lagi di bawanya " jelas orang itu di telfon


" baik lanjutkan kerja kalian dan imbalan mu sudah ku transfer , ingat jangan sampai ketahuan "


lalu panggilan pun berakhir dan ia berjalan kelir kantor dan pulang .


Di kamarnya Arga sedang memandangi kertas surat yang ia tanda tangani tadi karena sebelum ia menyerahkan tugas itu ia mengambil suratnya di dalam yang akan ia jadikan bukti nanti dan jangan lupakan rekaman Vidio yang telah ia rekam melalui kamera kecil nya


Keesokan harinya Arga bekerja seperti biasa dan saat jam istirahat ia mengkode Mega agar ikut dengannya keluar dari kantor dan menuju kafe yang ada di depan kantor tersebut


" ada hal yang ingin ku katakan ikut aku keluar sekarang " isi pesan aga pada Mega yang telah di baca oleh Mega kemudian Mega melirik Arga dan mengangguk


" hmm bos saya ada keperluan di luar bolehkan saya pergi sebentar " izin Arga pada bos Bayu


" ya ya pergilah , pergilah dan hati hati "


lalu Arga pun pergi ke luar


" bos saya juga ya " ucap Mega kemudian


lalu tanpa menjawab bos bayi langsung melambaikan tangannya seperti memberikan isyarat bahwa ia mengizinkan


lalu dengan cepat Mega menyusul Arga ke luar kantor


" pak Arga"


" sstt ini " ucap Arga Pelan agar tidak terdengar oleh orang lain


lalu Mega pun menghampirinya


" apa yang ingin pak Arga katakan" tanya Mega pada Arga


" kita bicarakan kafe depan saja " balas Arga lalu mereka berdua pun pergi ke kafe depan


Setelah sampai mereka memasuki kafe mereka pun memesan minuman cocktail buah yang akan menghilangkan rasa haus nya


sambil menunggu minumannya datang Arga pun menceritakan semuanya pada Mega


" lalu kita harus bagaimana pak , dengan semua cerita yang anda katakan pada saya itu mungkin saja orang suruhan dari salah satu orang nya presedir bukan" ucap Mega setelah mendengar cerita dari Arga


" ya mungkin kita lihat saja nanti , mungkin orang suruhan ku sudah berhasil dan hari ini akan ada tontonan yang seru "


" hah maksud anda " ucap Mega pada Arga karena ia tidak memahami nya


" tidak kau dan yang lainnya hanya perlu melihatnya saja "


Setelah mengatakan itu tak lama minuman mereka pun datang dan keduanya langsung menghabiskan minumannya tersebut dan membayar nya kemudian langsung pergi ke kantor kembali .


Di tempat lain di dalam ruangan presedir sudah duduk beberapa orang yaitu para bawahan presedir yang terdiri dari sang asisten dan Kevin serta sekertaris nya dan satu orang suruhan Bu Mawar


" bagaimana Bu apakah berjalan lancar " tanya sang presedir Gunawan


" lancar pak seperti yang di harapkan dia mengambil uang nya " jelas Bu mawar


sedangkan Kevin hanya diam dan menatap datar tidak tahu apa yang dia pikirkan sekarang


" hari ini para investor akan datang u tuk melihat perkembangannya lagi , semoga tidak terjadi hal ya g tidak di inginkan lagi , seperti waktu itu"


" iya pak "


" selamat siang pak Surya pak Viki " sapa presedir Gunawan


" siang juga pak " jawab Viki " langsung saja pak kita sudah memutuskan akan membatalkan kesepakatan kita karena apa yang terjadi tidak sesuai dengan harapan " sambung Viki


" apa yang anda katakan pak ? kita sudah melakukan apa yang bapak katakan waktu lalu , pak Surya tolong beri kami penjelasan " ucap Bu mawar


" maaf pak Gunawan dan yang lainnya kami tidak bisa melanjutkan nya lagi , sebab para pendemo itu masih ada dan masalah akuisisi memang sudah selesai tapi kurang memuaskan saya tidak ingin bekerja dengan perusahaan yang berantakan "


" apa maksud anda saya sudah mengusir pendemo itu pak "


" tunjukkan" perintah Surya pada Viki lalu Viki pun mengeluarkan laptop nya dan menunjukkan vidionya yang ada di kantor cabang


setelah melihat Vidio itu presedir Gunawan dan Bu mawar sangat geram dan Kevin hanya tersenyum masam melihat nya karena ia tahu akan seperti ini jadinya


" Bu mawar apa apaan ini bagaimana bisa , bukankah kau sudah mengurusnya " ucap pak Gunawan


" itu itu saya juga tidak tahu pak karena orang suruhan saya mengatakan bahwa itu berhasil "


" hubungi dia sekarang dan ketua dari pendemo itu "


ucap pak Gunawan tegas , lalu Bu mawar langsung menghubungi orang suruhannya untuk datang dan menelpon kantor cabang untuk menyuruh ketua demo itu ke mari


" maaf pak kami akan luruskan ini jadi mohon tunggu sebentar" ucap pak Gunawan yang menahan malu dan amarah yang sedang meledak


Tak selang berapa lama satu orang suruhan Bu mawar pun datang dan masuk kedalam ruangan


" jelaskan ada apa ini " ucap Bu mawar pada orang suruhannya


lalu orang tersebut melihat Vidio tersebut dan mulai menjelaskannya


" bagaimana bisa , nyonya saya sudah melakukan seperti yang anda perintahkan kami juga sudah menandatangani surat perjanjian , ini dia nyonya silahkan anda lihat , juga dia sudah menerima uang nya " jelas orang itu


lalu Bu mawar pun mengambil surat tersebut dan melihat siapa yang menandatanganinya tapi naas ia tidak bisa membacanya


" ini tulisan macam apa ini seperti rumput" ucap Bu mawar , pak Surya yang mendengar itu pun mengangkat kedua alisnya seperti merasakan hal yang familiar


" bolehkan. saya melihatnya nya " ucap Surya


" ee ini , ya boleh pak " balas Bu mawar lalu memberikan surat itu pada Surya


setelah mengamati gaya tulisan tersebut Surya pun membacanya dan benar saja ia bisa membaca nya dan ia teringat dengan teman lamanya atau mungkin lebih sahabat nya yang sudah lama sekali tidak ia temui dan hubungi juga dia menutup akses agar tidak ada yang. Isa mencarinya


" Arga Sebastian , siapakah dia pak" ucap Surya pada pak Gunawan setelah mem ACA tulisan tersebut


" Arga , pak Kevin panggil pak Arga


sekarang "


lalu Kevin pun menghubungi Arga


sesaat ada orang yang ingin masuk yaitu ketua dari pendemo tersebut


" apa kalian mencari saya " ucapnya setelah masuk ke dalam ruangan


" jelaskan ini " ucap Bu mawar


" jelaskan apa Bu saya tidak tahu apa apa "


lalu Bu mawar pun melirik orang suruhannya


" ampun nyonya dia bukan ketua yang saya maksud , tapi orang yang menandatangani surat itu nyonya yang namanya baru saja di sebutkan " jelas orang tersebut


kemudian terdengar suara pintu di buka dengan keras


" brak..." begitu lah suara nya


dan masuklah Arga ke dalam bersama para rekan rekannya


saat masuk mata Arga melihat Surya dan ia melihat cukup lama dan Surya juga memandang Arga dengan cukup lama lalu keduanya pun tersenyum , Surya pun berdiri dan berjalan kedepan dan Arga berjalan menghampirinya


" Lo Surya kan benar benar Surya Adi Nugroho bukan" ucap Arga tanpa memedulikan orang yang ada dan pandangan orang yang ada


" yups gue Surya , apa kabar lo lama gak ketemu ternyata seorang Arga masih tidak pernah berubah dan apa ini hah pakaian Lo "


ucap Surya panjang lebar pada Arga


lalu Arga pun tersenyum smirk dan .elepas Bros nya


" hei jangan bilang kalau Lo itu ..."


" ya benar sekali tebakan lo , dan nih lihat Vidio nya , ya ini surat perjanjian waktu itu " ucap Arga memberikan Bros nya pada Surya dan surat itu pada Surya lalu Surya pun menerimanya


" vik perlihatkan ini " ucap Surya pada asistennya nya Viki dan memberikannya Bros mawar hitam itu pada Viki


" pak Arga ada apa ini sebenarnya" ucap pak Gunawan


" hmm anda lihat saja Vidio nya dan oh ya Surya ini , ehh maksud saya pak Surya ini dan investor kalian adalah teman lama saya " jelas Arga enteng


sedang kan Kevin masih menatap datar pada mereka semua tak terkecuali Arga


" hebat sekali dia bisa bisanya menjebak " ucap Kevin dalam hati


" tuan sudah selesai dan ini vidionya "


ucap Viki pada Surya


" perlihatkan" perintah nya


lalu Viki memutar dan memperlihatkan Vidio transaksi itu pada mereka semua dan mereka semua melihat Vidio tersebut dengan perasaan marah dan malu , juga kesal karena aksinya sudah ketahuan eh karyawan baru itu .