Chief Arga

Chief Arga
56 season 2 part 28



Keesokan harinya seperti biasa Dian yang malas pergi ke kafe karena ia hanya santai santi saja sambil memantau pekerja kafe


Lalu Arga mempuyai sebuah penawaran agar adiknya itu kembali ke kafe karena perasaan Arga sedang tidak enak ia merasa ada yang memata matai kafe nya


" Dek udah waktunya kamu ke kafe lo " Ingat Arga pada Dian


" Aku males ke kafr bang, di sana cuman duduk doang gak ngapa ngapain " Jawab Dian dengan muka cemberut


" Kan kamu bisa juga ke dapur Dian jadi menejer chef di sana dan mengatur dapur " Ucap Ayu pada Dian


" Iya sih tapi aku males mbak besok deh aku ke kafe nya ya bang... " Bujuk Dian pada Ayu dan abang nya saat mereka berada di meja makan setelah selesai makan


" Gini aja kalo kamu sekarang ke kafe nanti saat pulang kafe atau nanti malam abang akan turutin semua apa mau kamu gimana " Bujuk Arga pada adiknya itu


" Benarkah " Tanya dian memastikan dengan senyum lebar


" Iya adikku sayang apa aja kamu bisa minta apa aja asal bukan yang aneh aneh " Ucap Arga pada Dian


" Baiklah aku akan ke kafe, beneran ko bang jangan boong " Ucap dian beranjak dari duduknya karena ia sudah bersiap pergi ke kafe tapi karena malas


" Iya Dian " Ucap Arga kembali dan Ayu yang melihat kak adik itu tersenyum lebar dengan perhatian dan kasih sayang Arga pada Dian adiknya


Setelah itu Dian pun berangkat ke kafe tinggallah Arga dan Ayu yang ada di rumah sekarang


Setelah BEM bersihkan meja makan dan meja dapur aega menuju kamarnya dan Ayu yang merasa sangat gelisah menyusul Arga ke kamarnya untuk menghilangkan ke gelisahannya itu


" Mas Arga kamu ngapain di kamar masih pagi juga " Ucap Ayu di pintu masuk kamar Arga sedangkan Arga sedang rebahan di kasurnya


" Rebahan neng kenapa " Jawab Arga lada Ayu


" Mas, temenin nonton TV dong " Ucap Ayu dengan nada manja pada Arga entahlah akhir akhir ini Ayu berubah manja dan mrnmlrl pada Arga tidak mau di tinggal lah ingin di temani lah atau sebagainya sejak ia dilamar oleh Arga ia berubah menjadi seperti itu pada Arga


" Neng kamu mau nonton TV ?" Tanya Arga sambil bangun dari posisi tidur nya menjadi berdiri lagi dan Ayu pun menganggukkan kepalanya


" Ya baiklah , ayo keluar " Ucap Arga pada Ayu tetapi Ayu malah masuk ke kamar dan duduk naik ke ranjang kasur milik Arga


" Lhoh katanya mau nonton TV kenapa neng, gak jadi? " Tanya Arga yang setengah kaget tapi Arga berhasil menghilangkan kaget dalam beberapa detik saja


" TV di kamar mas Arga aja kan ada " Ucap Ayu kembali , memang kamar Arga ada TV juga di balik rak buku depan di kamar Arga berteman dengan depan ranjang kadung Arga


" Oohhh " Ucap Arga singkat lalu ia mengambil remot ****** dan menekankan membuat rak buku itu bergeser dan menampilkan TV nya lakukan menekan remot lagi untuk menyalakan TV tersebut


" Nonton apa neng atau kamu mau nonton drama lagi " Tanya Arga


" Ya nonton TV aja kan masih pagi " Jawab Ayu , lalu Arga memilih chanel TV yang menayangkan kartun kartun atau acara TV yang bagus untuk mereka tonton


Arga pun kembali menakjubkan ranjangnya dan duduk di sandran ranjangnya samping Ayu ia meluruskan kakinya, Ayu pun juga memutuskan kakinya lalu ia pun meletakkan ke pantai pada Arga


" Kenapa neng,? " Tanya Arga karena Arga sangat peka makan dengan sekali lihat ia tahu bahwa Atu sedang gelisah


" Mas aku, takut kalo Damian bakal bikin ulah , dan aku takut saat itu kamu pergi


ninggalin aku " Ungkap Ayu dengan perasaan yang campur Aduk


Arga pun mematikan TV nya dan menyalakan ponselnya untuk memutar lagu klasik bisa menenangkan nya dan Ayu


" Sayang apapun yang terjadi mas gak akan ninggalin kamu, beberapa bulan lagi kita nikah kamu maukan atau kita bisa mempercepat acara pernikahan kita beberapa hari lagi " Ucqp Arga serius karena ia juga tidak mau kehilangan Ayu orang yang sangat biasanya cintai dan ia sayangi orang yang berhasil meluluhkan hati dingin Arga , dan merubah Arga menjadi Pria yang lebih bertanggung jawab


" I itu terserah kamu aja lah mas, aku bukan hanya ikut aja " Ucap Ayu yang menahan malunya


" Baiklah beberapa hari lagi kita nikah, ya kamu gak usah takut sayang mas akan lindungi kamu apapun yang terjadi dan mas gak akan ninggalin kamu oky jadi jangan mellow gini dong " Ucap arg sambil memeluk Ayu dan menikmati kening Ayu, Ayu pun mng angguk mengiyakan perkataan Arga ia pun juga membalas lekukan hangat dari Arga


" Mas nyalain dong TV nya " Ucap Ayu karena yadi Arga mematikan TV dan memutar musik


" Hahah kita ke luar aja yuk, jalan jalan biar kamu juga lebih baik nanti " Ajak Arga pada Ayu


" Hmm ke taman belakang aja aku mau lihat bunga bunga di sana " Ucap Ayu pada Arga


" Ya baiklah apapun untuk mu sayang ku " Ucap Arga beranjak dari tempat tidur, begitupula dengan Ayu ia mengikuti Arga kekurangan dari kamar Arga dan menuju taman belakang rumah yang di tanami berbagai macam bunga di sana karena Arga juga sangat menyukai tanaman


" Duduk di sana yuk mas " Ajak Ayu pada Arga ia ingin duduk di bangun taman belakang yang dekat dengan halaman depan karena beberapa langkah atau beberapa meter kita berjalan memutari jalan halaman taman belakang kita sudah sampai pada halaman depan rumah


Arga pun mengikuti Ayu dan mereka berdua duduk di sana sambil menikmati angin pagi dan matahari pagi juga pemandangan asri di taman itu


Arga pun membawa Ayu ke pangkuannya Ayu pun kaget karena tingkah Arga yang mengangkat dan mendudukkan nya di pangkuannya begitu mudah


" Ahhh mas Arga. .. . Kamu ngapain sihh kebiasaan banget deh ya. . " Rengek Ayu pada Arga


" Hahah neng Ayu, kenapa atuh malu ya " Goda Arga dengan kekehan nya karena berhadul membuat Ayu salah tingkah dan membuat mereka pupi Atu yang menahan malu


" Mas Arga turunin lah aku malu kayak gini, ya masak di sini bangku nya kan luas tapi kenapa mas Arga malah mangku aku emang gak berat " Ucap Ayu dengan polosnya


" Hahaha, sayang kamu ada ada aja sih, ihh imut nyan, enggak kok kamu gak berat " Ucap Arga lagi


" Tolet...Tolet.. . Tolet.. " Suara telolet dari abang jualan pentol


" Mas aku mau beli pentol " Ucao Ayu langsung turun dari pangkuan Arga dan berlari menghampiri si penjual pentol tersebut


" Mang beli.. . " Teriak Ayu dan menjual pentol pun berhenti


" Iya neng " Teriak sangat penjual pentol itu


Arga pun hanya tersenyum melihat tingkah lucu Ayu ia bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Ayu yang masih berjalan menghampiri abang jual pentol


Tapi tiba tiba atu tersandung baru dan terjatuh seketika Arga yang melihat pun berlari dan menghampiri Ayu yang terjatuh


" Duk " Suara Ayu tersandung batu


" Aduhh.. " Lirih Ayu yang terjatuh dan merasakan sakit di kakinya yang tersandung


" Neng.. . " Tetiak Arga


" Mas sakit " Rintih Ayu


Tanpa pikir panjang Arga langsung menggendong Ayu ala bridal stayl


" Ahh mas Arga ihh turunin aku bisa jalan sendiri " Ucap Ayu yang tidak ingin di ge dong Arga hanya karena luka kecil saja


" Kaki kamu sakit neng berdarah " Ucap Arga kembali dan membuat Ayu bungkam


" Aihh anak muda ya ini gimana mas nya jadi beli pentol nya " Tanya abang penjual nya


" Iya bang tiga ribu ya pentol nya, pakai kuah, tidak pakai caos tidak pakai kecap juga sambal ya " Ucap Arga dambil menghadiri si penhual sambil menggendong Ayu, Ayu yang malu pun hanya bisa mnyembunyikan wajahnya di ceruk leher Arga atau di dada bidang Arga


" Baik mas nya " Jawab si penhual pentol


" Ini mas nya pentol nya " Ucap si penjual pentol setelah selesai dan menyerahkan petol itu yang biasa taruh di kanting kresek hitam kecil pada Arga


" Iya bang, dan kini yang nya, ambil aja kebalikannya " Ucap Arga menerima pentol tersebut sambil menyerahkan uang satu kembar lima ribu rupiah pada abang jual pentol


" Wahh terimakasih masnya dan semoga kalian langgeng ya neng nya juga " Ucap si penjula pentol itu memang erima uang dari Arga laku ia pun pergi dari perkarangan rumah Arga dan Arga hanya tersenyum mendengar ucapan dinas hula tersebut sedangkan Ayu ia masih terdiam tenang sambil menyembunyikan kepala di dada bidang Arga


Lalu Arga pun membawa Ayu masuk ke dalam ruang dan mendyduknannya di sofa ruang tengah, dan memberikan pentol nya pada Ayu


Sementara Arga mengambil kotak obat Ayu pun memakan le tol tersebut dengan senang


" Enak neng " Tanya Arga oada Ayu yang nampak menikmati makanannya


" Hmm, mas mau " Jawab Ayu


" Tidak kamu aja yang makan " Ucap Arga pada Ayu


Dengan telaten Arga membersihkan luka goresan kaki Ayu yang terkena baru lancip di halaman tadi lalu ia memberikan obat merah pada luka Ayu dan mempertanyakan dengan plester luka


" Sudah, lain kaki hati hati saat jalan sayang biar gak luka " Ingat Arga sambil duduk di samping Ayu dan membayangkan Ayu ke pelukannya


" Iya mas maaf aku gak hati hati tadi " Ucap Ayu sedih sambil memakan pe tol nya yang masih ada dan hangat


" Kenapa kamu minta maaf sayang, kamu gak salah, hanya saja kurang hati hati, " Ucap Arga lembut pada atu dan Ayu pun menganggukkan ke pantai tanya biar mengerti


" Mas, mas ngerasa gak sih akhir akhir ini aku jadi lebih manja sama kamu " Celetuk Ayu pada Arga setelah ia menghabiskan pentol nya dan membuang sampahnya pada tempat sampah yang ada di samping meja ruang tengah


" Ya, kenapa kamu nanya gitu sihh neng " Ucap Arga heran pasalnya ia sudah tahu bawa Ayu memang sangat manja akhir akhir ini padanya tapi ia senang bila Ayu manja padanya


" Ya karena aku ngerasa aja kalo aku manja sama kamu" Ucap Ayu polos


" Hahaha neng Ayu, kamu ngerasa gitu ya " Ucap Arga dengan kekehan nya


" Ihh mas Arga. . . , aku kan tanya, ya aku takut aja kali aku manja manja sama kamu, terus kamunya jadi risih sama aku dan gak mau lagi sama aku " Ungkap Ayu kesal dengan memukul lengan Arga


" Neng sayang, ngapain juga mas harus ngejauhin kamu sayang mas suka kok kalo kamu manja dan deket sama mas, mas gak ngerasa risih mas senang kalo kamu


kayak gitu " Jelas Arga sambil membawa Ayu di pangkuannya dan memeluknya


Ayu yang sudah terbiasa dengan tingkah konyol Arga pun hanya bisa menerimanya dan mebalas pelukan Arga


" Ya tapi kan bisa aja nanti mas bosan dan ngejauhin aku " Ucap Ayu kembali


" Neng, dengerin mas ya, apapun ke adaan kamu apapun yang akan terjadi nanti besok atau bk apapun itu, walau kamu bermanja manja sama mas, mas gak akan ninggalin kamu sayang ku, Ayu mas suka alami bapa adanya sayang jadi kamu gak perlu takut mas akan ninggalin kamu " Jelas Arga pada Ayu dengan ia memangku Ayu dan meluknya


" Benarkah mas gak bohong kan " Ucap Ayu memastikan


" Buat apa mas bohong sama kamu sayang " Ucap Arga Lalu dengan cepat Atu pun tersenyum dan membalas pelukan Arga


Malam harinya sesuai dengan apa yang di katakan Arga ia menuruti napa yang adik nya itu inginkan, Arga merasa senang bisa memberikan apa yang adiknya itu inginkan.