Chief Arga

Chief Arga
62 season 3 part 6



Malam hari menjelang dengan udara yang dingin dan angin malam yang menerpa


Di dalam rumah Arga ada sepasang dia wanita yang sedang asik memanggang roti dan Arga yang berkutat dengan ponselnya untuk melihat chat atau pesan yang ada din ponselnya tersebut,


" Mbk Ayu mbak kenapa mbak gak nemenin bang aega di ruang tengah aja biar dian ya g masak manggang roti nya " Ucap Dian karena Dian tahu bahwa Ayu masih shok dengan kejadian tadi sedangkan abangnya hanya banyak diam tidak seperti biasanya yang jail atau banyak omong alis cerewet dan barbar mungkin konyol


" Hmm enggak Dian mbak mau masak manggang roti bakar sama kamu aja ini kan juga udah mau selesaikan kan " Jawab Ayu dengan wajah yang datar tanpa ekspresi


" Baiklah kalo mbak bilang gitu, Mbak lanjutin aja manggang nya Dian mau omong sama bang Arga bentar gak papa kan mbak? " Tanya Dian pada Ayu


" Ya Dian gak papa toh bentar lagi juga selesai mbak akan nyusul kalian nanti sambil bawa rotinya " Jawab Ayu lesu dengan ekspresi yang masih sama tak bersemangat dan datar tak ada senyum di bibir nya


Kemudian Dian meninggalkan Ayu sendiri di dapur sedangkan dia menuju ruang tengah dimana abangnya berada


Sesampainya Dian pun mengagetkan abangnya yang dari tadi fokus ke ponselnya tapi sayangnya abang nya itu tak kaget sedikit pun


" Dooor... " Kejut Dian sambil menepuk pundak Arga


" Kenapa dek " Jawab Arga enteng dan tenang, kelewat tenang malah sambil mematikan ponselnya lalu menyalakan TV nya


" Lhah bang Arga gak kaget " Tanya Dian bingung


" Enggak, kamu ngapain, mbak Ayu dimana? " Jawab Arga dan tanya Arga pada Ayu


" Mbak Arga di dapur lagi manggang roti bakar paling bentar lagi kesini " Jawab Dian lalu dia pun duduk di samping abangnya yang sedang nonton TV yang baru saja di nyalakan itu


" Bang abang kenapa sih bang habis siang tadi, abang diam nuku gak kayak biasanya , bukannya masalahnya udah selesai ya bang? " Tanya Dian pada Abangbya itu


" Hmm ya masalahnya udah selsai dek Frederik udah kasih tahu abang , Felix sama surya tan abang juga udah kasih tahu abang kalo masalahnya udah beres udah dapat hukuman juga "


Jawab Arga lalu ia memejamkan matanya sebentar lalu membukanya kembali


" Bang abang kenapa sih bang jangan bikin takut ahh, Dian gak biasa nih lihat abang diam kayak patung gini mending abang omong atau cerita gitu " Ungkap Dian mengeluarkan semua apa yang ia rasakan dan pikirkan pada abangnya sejak kasus itu selesai


" Kalian lagi ngapain ini roti bakarnya udah jadi " Ucap Ayu yang berjalan ke arah mereka sambil membawa nampan berisikan beberapa potong roti bakar untuk dimakan selagi hangat di cuaca yang dingin di malam hari,


" Enggak papa mabk kita lagi nonton TV " Ucap Dian menjawab pertanyaan Ayu


" Ohh iya, mas rotinya bakarnya dimakan mas mumpung masih anget nanti dingin gak enak " Ucap Ayu menawarkan roti bakarnya pada suaminya itu setelah ia duduk di samping suaminya kini Arga berada di tengah tengak kedua perempuan atau wanita itu


" Iya neng makasih " Jawab Arga lalu mengambil sepotong roti bakar dengan rasa blueberry begitupula dengan kedua perempuan tersebut mereka bertiga pun memakan roti buatan Ayu


Saat di rasa TV sedang menayangkan iklan dan roti yang dimakan ketiganya habis Arga memulai percakapannya dengan kedua perempuan di samping kanan di kirinya


" Dek, neng, besok temenin mas sama abang ke rumah sakit ya ke dokter psikologi " Ucap Arga pada mereka


" Hah bang abang omong apa sih kenapq ke sana emang abang ada masalh apa lagi " Tanya Dian dengan raut muka yang khawatir dan cemas karena incaran abangnya


" Mas, mas ada masalah apa? " Tanya Ayu diangkat pada siang suami


" Hmmm besok kalain akan tahu, mas sendiri juga gk tahu neng makanya mas mau ke rumah sakit besok tanyain kondisi mas sekarang " Jawab Arga


" Dek Dian kamu kenapa kok nangis " Tanya Arga karena tiba tiba Dian memeluknya dan menangis tetapi Arga tetap tenang walu sebenarnya ia sedikit terkejut


" Enggak bang, hiks Dian, Dian cuman sedih aja, abang jangan sakit dong, nanti yang nemenin Dian sama mbak Ayu siapa kalo bukan bang Arga hiks. . . .hiks. . . .hiks. . . . . " Jawab Dian dengan isak tangisnya yang keliru begitu saja


" Hmmm Dian, adek abang yang cantik, jangan nangis, abang sedih kalo kalo nangis, abang gak papa dek cuman abang mau konsultasi avang mengenai kepribadian ganda abang mungkin abang sembuh dan kepribadian abang juga sembuh hilang, udah ya nanti cantiknya ilang lo " Ucap Arga menjelaskan dan menenangkan Dian dan ngelus pucuk kepala Dian sedangkan Ayu hanya menyenderkan dib kangan Arga yang satunya tanpa mengeluarkan suara


Setelah di rasa Dian tenang mereka melanjutkan makan roti bakarnya yang masih tersisa sampai habis dan menonton TV tanpa ada yang membuka suara kembali dengan keadaan yang hening hanya ada suara dari TV yang menyala


Hari sudah mulai larut Dian yang ketiduran sambik nonton TV pun di bopong Arga menuju kamarnya dan meletakkan nya di kasur tempat tidurnya sedangkan Ayu menunggu Arga di dalam kamar setelah mematikan TV


" Mas Arga " Ucap Ayu saat mn oleh ke Arga oi tu dan mendapati Arga masuk ke dalam sedang ia berbaring menyamping


" Iya neng kenapa? " Tanya Arga setelah ia merebahkan diri ya di samping Ayu sedetik kemudian Ayu membalikkan badannya menghadap Arga lalu memeluknya , dan Arga lun membalas pelukan Ayu


" Mas , mas Arga gk mau cerita sama Ayu " Ucap Ayu lembut pada Arga


" Hmmm, tadi mas mimpi ketemu diri mas yang namanya David atau kepribadian mas yang lain dengan tampilan yang sangar di depan cermin cermin, lalu dia cuman berkata bahwa dia akan pergi u tuk selamanya dan meminta mas jangan panggil dia lagi lalu sedetik kemudian dia tersenyum lalu menghilang di depan mas bagaikan asap yang di terpa oleh udara hilang tanpa bekas " Jelas Arga pada Ayu istrinya


" Ohhh jadi kepribadian mas udah melebur dan hilang ya, artinya mas udah sembuh mungkin besok akan jadi awal yang baru buat mas, buat kita semua " Jelas Ayu pada Arga


" Kamu tahu tentang kepribadian ganda mas? " Tanya Arga lagi


" Ya Ayu tahu saat kepribadian mas muncul , dia lebih aneh dari mas Arga, tapi dia itu sangat kasar, pemaksa, dan ya mas tahu sendirilah, Ayu juga dulu pernah belajar mau jadi dokter psikolog tapi gak jadi Padahal Ayu udah baca banyak buku tapi saat daftar kyk ih Ayu malah milih jadi Chef dengan jurusan tata boga atau masak memasak " Jelas Ayu kepada Arga


" Woohoo neng Ayu, jadi dulu kamu juga mau jadi dokter tapin malah jadi chef "


" Iya kenapa emang "


" Enggak papa hebat kamu neng, ya sudah kita tidur dan besok kita ke rumah sakit lihat kondisi mas sebenarnya ya " Ucap Arga di angguki oleh Ayu


Sesaat setelah nya mereka pun tertidur dan masuk ke alam mimpi mereka .


Ke esok anda paginya matahari telah terbit dari ufuk timur dan caranya menerangi jendela kamar yang sengaja Ayu buka untuk membangunkan suamunya yang masih tidur sedangkan dirinya dan Dian sudah bangun sejak tadi tepatnya pukul 4 pagi tadi dan sekarang sudah pukul 6 pagi mereka juga sudah menyiapkan sarapan mereka, karena masih pagi mereka hanya memakan roti dengan nutella di tambah dengan segelas susu almond


" Ehhgg, neng silau neng mas masih ngantuk " Ucap Arga dengan membuka matanya sedikit karena silau dengan ogah ogahan Arga pun mendudukkan dirinya


" Mas udah pagi ini udah jam 6 lo katanya mau ke dokter " Ucap Ayu kembali


" Ahhh iya iya mas bangun " Jawab Arga lalu ia pun segera bangun dan beranjak dari tempat tidur nya menuju ke kamar mandi, lalu Ayu merapikan tempat tidurnya lagi


Tak lama Arga pun selesai dengan aktifitasnya dikamar mandi apalagi jika bukan mandi, dengan segera ia mengganti boa kainnya dengan pakain yang lumayan bkal, Arga hanya mengenakan kemeja hitam dengan celanya hitamnya laku di lengkapi dengan jam tangan letaknya dan ikat pinggang nya, rambutnya ia sisir rapi tapi terkesan sangar dengan kancing kemeja atas ia buka sedikit


Lalu ia pun keluar dari kamarnya, menuju ruang makan atau meja makan, disana sudah ada Dian dan Ayu yangenunggunya dengan bermain ponsel dan tiga buah piring yang berisi roti nutella dan tiga gelas susu almond


" Udah lama nunggunya " Ucap Arga kemudian pada mereka berdua


" Udah dari tadi " Jawab Dian, lalu meletakkan ponselnya begitupun dengan Ayu ia juga meletakkan ponselnya, lalu Arga ia duduk dinkursibsamoing Ayu


Mereka kun memakan sarapan mereka dengan lahap tanpa suara dan keadaan menjadi hening, setelah mereka selesai sarapan mereka hanya menunggu jam hingga pukul 8 pagi barulah mereka akan pergi ke rumah sakit


" Oii bang diem mulu napa dah " Ucap Dian pada abangnya


" Gak papa dek, kamu kok jadi sembarangan ngomongnya ketularan siapa sih " Tanya Arga pada adiknya


" Ya a ketularan siapa lagi kalo bukan abang " Jawab Djan enteng


" Ohh gitu ya, sini abang jitak pala kamu " Ucap Arga sambil mengulurkan tangannya dan menyatakan kening Dian


" Aww bang sakit, ihh abang jadi kasar deh ya, " Ucap Dian kesal sambul mengusap usap keningnya yang kena jitak abangnya itu


" Kok kamu barbar udah umur berapa masih aja kayak anak kecil, cari pacar sana sama temen mu yang kemarin gagal ketemu " Ucap Arga pada Dian


Seketika Dian pun melebarkan matanya mendengar ucapan Arga sambik menghentak hen takkan kakinya karena kesal


" Udah udah kalian berdua ini, ribut mulu udah mau jam 8 nih mau berangkat sekarang atau nanti " Lerai Ayu yang dari tadi hanya Diam


Sesaat setelah Ayu berbicara mereka pun pada berdiri b dari tempat duduknya dan berjalan jemur, Ayu yang melihat tingkah keduanya hanya bisa menghela napas panjang dan mengikuti keduanya kekurangan menuju mobil dan menuju kerumah sakit untuk mempertanyakan kondisi Arga saat ini.