Chief Arga

Chief Arga
50 season 2 part 22



Sudah lewat beberapa hari dari kejadian seminggu lalu menangkap viona dan semua anak buahnya serta preman preman kampung itu dan sekarang ia sudah menerima balasan annya dengan mendekam di penjara .


Malam ini adalah malam indah untuk Arga karena ia berencana untuk melamar sangat kekasih pujaan hati yaitu Ayudia Amanda


Arga : " Dek nanti malam ajakin mbak Ayu ke kace ini ya jam 7 , pulang kafe abang gak ikut harus nyiapin semuanya " Isi pesan Arga pada Dian yang saat ini sedang makan siang bersama karyawan kafe di dapur


Dian : " Hmm emang apa yang abang lakuin nanti malam lar mbak Ayu ya hayooo 😍😍 " Balas Dian pada pesan chat Arga


Arga : " Tahu aja iya lamar kakak ipar kamu " Jawab Arga lalu pesan tersebut pun berhenti setelah Arga membalas pesan dari Dian adik kesayangannya itu


Hari sudah menunjukkan waktu pulang kafe dan Dian mengajak Ayu untuk segera pulang


" Mbak ayo dong udah waktunya pulang nih aq mau main molli " Rengek Dian karena Ayu masih ingin menunggu Arga di depan kafe karena Arga tidak datang datang


" Bentar Dian abang mu belum keluar itu " Balas Ayu


" Mbak tadi kan aku udah bilang bang Arga gak bisa pulang bareng kita dia bilangnya pulang malem, kerjaannya numpuk udah seminggu lalu mbk Ayu " Ucap Dian sedikit berbohong pada Ayu


" Benarkah tapi tadi mas Arga gak bilang sama mbak Ayu " Jawab Ayu lagi sambil mengikuti Dian berjalan karena ia sekarang lagi di gantengnya dan di seret pergi masuk ke dalam mobil abangnya dan di kemudahan oleh supir Arga


" Abang lupa kali mbak percaya deh abang pasti pulang "


Lalu Ayu pun hanya diam dan menuruti kemauan adik dari kekasih nya itu . Tak sampai berapa lama mereka oun sampai di rumah dengan selamat tetapi wajah Ayu nampak kusut karena Arga tidak pulang bersama mereka


Di tempat lain Arga sudah menghubungi kedua temannya dan para asisten mereka pun juga ikut setelah mereka semua sampai di kafe Arga dengan barang barang yang sudah di pesantren dan di siapkan Arga mwreka menata kafe tersebut hingga menciptakan suasana yang romantis tetapi sederhana namun elegan dan tidak berlebihan


Dengan Arga yang memasak menu makanan nya, surya dan Felix menghias ruangan itu dengan lilin , lalu Frederienabutkan bunga mawar di atas meja makan kafe dengan bentuk bundar di sekeliling meja tetapi tidak di tengahnya karena akan dipakai untuk menaruh makanannya nanti


Sedangkan Andre dan Morgan mereka memasang lampu Lou di atas langit langit kafe dan tiang tiang kafe lampu yang berbentuk love dengan aneka warna yang berganti ganti


Lalu Viki ia membantu Fred untuk menguasai meja dan memberikan kain penutup dia atas meja sebelum bunga itu di tata


Sampai menjelang malam persiapan oun selesai dan kali ini Arga sudah menyiapkan segalanya cincin yang sudah ia beli beberap hari seblum ini dengan desain yang sederhana tidak berlebihan tetapi nampak elegan dan cantik, tetapi ia ingin memberikan cincin ini saat pernikahannya nanti saat ini ia memberikan sebuah kalung yang berbentuk seperti bulan purnama dengan aksen mutiara putih di tengah di lengkapi dengan manik hitam di sekelilingnya dan itu nampak sangat cantik dan bersinar di kegelapan karena mutiara pitih yang sedikit merah ke pink


" Wahh semua udah siap aja nih, wehh si Arga udah mau nikah broo" Canda Felix saat semuanya sudah selesai hanya tinggal menata makanan dan minuman saja di meja makan dan semuanya sekarang sedang istirahat kecuali Viki dan Fred yang masih menyiapkan dan menata makanan di meja makan kafe tersebut


" Iya, gak nyangka gue si aneh Arga yang paling sangar, dingin dan cuek ini yang juga bisa ramah dan konyol akan nikah ninggalin kita duluan " Sambung Surya


" Hmmm makanya kalian cari jodoh biar gak keliahatan Jones nya " Balas Arga santai


" Ye onyong gue belum Nemo orang nya " balas Felix pada Arga sedikit kesal karena dikatain Jones tetapi ada benarnya juga ia memegang tidak mempunyai kekasih saat ini


" Sama gue juga " Ucao Surya singkat


" Ya makanya cari kan banyak tuh perempuan cantik di luar sana " Balas Arga


Malam pun tiba Arga sudah mengikuti titik pesan ke Dian bahwa baju atau gaun yang akan di pakai ada di alamatnya yang di kamar atas


" Mbak ke kafe yuk , " Ajak Dian pada atu yang masih meninyon TV


" Sekarang tapi abang kamu belum pulang dek udah jam tujuh lagi " Balas Ayu


" Kurang seperempat mbak, makanya kita susul aja gimana mana tahu abang butuh bantuan kan " Ucap Dian membujuk Ayu agar mau ikut dengannya ke kafe malam ini


" Baiklah kita susul sekarang " Ucap Ayu sambil beranjak berdiri ingin menfambik tad sele pangan di kamar tetapi terhenti karena ucapan Dian


" Ganti baju dulu mbak terus kita susul masak mbak mau pakek baju itu ke kafe " Ucap Dian pada Ayu


" Emang kenapa dek kan bajunya juga sopan"


" Ayo dongbak ganti baju aku pengenbak Ayu dandan malam ini yang cantik jelita biar bang Arga mau pulang " Rayu nya


" Harus ya " Tanya Ayu kembali


" Banget yuk kita ganti baju udah ada bajunya di kamar atas " Ucap Dian lalu langsung menggelandang Ayu pergi ke kamar atas untuk mengganti pakaiannya


" Wahh mbak ini gaunnya bagus banget warnanya biru kristal dengan pita putih salju cantik deh mbak pakai ini ya pasti cantik " Ucap Ayu sambil menemoelkan baju itu ke badan Ayu dengan senyumannya


" Dek gak berlebihan apa pakai gaun kayak


gini "


" No, tidak mbak, oasti nanti bang Arga langsung terkesima sama penampilan cantik mbak Ayu " Dengan segala upaya Dian mencoba untuk merayu Ayu agar menuruti permintaan nya, sedangkan Ayu yang tidak tega melihat ke antusiasnya Dian yang sangat senang ia pun akhirnya menuruti permintaanya tersebut memakai gaun biru itu dan Dian pun juga mengganti pakaiannya dengan gaun Oranye dan putih terlihat bersih di kulit nya yang putih itu


Ayu mengangguk setengah rambutnya ke atas dengan sedikit membentuk pola bintang di tengah nya dan setenga rambutnya lagi ia biarkan tergerai lurus dan ia memoles wajahnya dengan make up natural dengan aksen biru di kelopak matanya tetapi tidak terlalu tebal hanya untuk mempercantik saja


Sedangkan Dian ia menata rambutnya di kepang menjadi satu lalu di beri bunga di sepanjang rambutnya yang ia sampaikan atau letakkan di atas bahunya


Di kafe Arga pun sudah berganti pakaian ia mencetak akan kemeja putih dengan jas hitam sedikit ke abu abuan di lengkapi oleh bros mawar merah nya dan jam tangan nya ke dua temannya pyn juga sudah berganti pakaian sama seperti Arga hanya beda warna dan asisten serta anak buah mereka pun juga sudah mengganti pakaian mereka


Semuanya sedang bersembunyi dalam kegelapan karena lampu masih di matikan


Sesampaianya Dian dan Ayu di kafe merrka oun turu dari mobil dan langsung masuk ke kafe tetapi hanya gelap yang ditemui oleh Ayu sedangkan Dian ia sudah berpindah tempat ke persembunyian karena ada Felix dan surya yang melambaikan tangannya agar Dian ke arah mereka meninggalkan Ayu


" Dek aku dimana temenin mbak dong ini gelap banget " Ucap Ayu seraya menoleh ke kanan dan kekiri tetapi tak mendapat jawaban ia sedijit takut dan merinding


" Dek, Dian... Mas Arga... " Panggil Ayu setengah berteriak tetapi tak mendapat jawaban dari yang ia panggil lalu Ayu pun melangkah ke depan dan lampu mulai menyala sedikit demi sedikit


Sempat terkejut tetapi Ayu masih sedikit merasa ngeri karena gelap ia pun melangkahkan kakinya lagi kedepan dan ia berhenti saat melihat Arga berdiri tak jauh dari tempatnya sambil tersenyum dan mengukurkan tangannya yang mrmbawa satu tangkai bunga Aster ia memilih bunga Aster untuk mengatakan perasaannya pada Ayu


Dengan langkah mantap Ayu menghampiri Arga , setelah di depan Arga hanya berjarak beberapa langkah saja Ayu pun mengambil bunga di tangan Arga dengan senyumannya


" Makasih " Ucap Ayu setelah ia menerima bunga itu dan menghirupnya dengan senyum manis yang menghiasi wajah cantiknya


" Ayudia Amanda maukah kau menjadi istriku, will you merry me " Ucap Arga sambil menatap Ayu dan memegang tangan Ayu yang bebas


Nampak ragu tapi Ayu seneng ua dilamar oleh Arga dengan senyum yang merekah iya menggunakan kepalanya dan menjawab nya


" Yes I will " Jawab Ayu lalu seketika lampu pinenyala dan menunjukkan keindahan ruangan y kafe itu dan mereka di sambut


okeh tepuk tangan orang orang terdekat mereka ada kedua teman Arga dan para asistennya juga anak buah mereka dan sambut tan pakngah meriah dari Dian ia saking senangnya sampai berjalan oun ingin jatuh tetapi tidak jadi karena bantuan Viki asisten dari surya


" Prok... Prok.... Prok..... " Suara tepuk tangan meriah


" Wah wah yang mau nikah " Canda Felix dan surya pada Arga


" Wahh mbak Ayu yang udah di lamar sama alo suami eciiieeee" Tida Dian kada Ayu


Dan sekarang Ayu merasa sangat malu wajahnya pasti memerah


" Neng sini ada yang mau mas kasih " Panggil Arga menyuruh Ayu mendekat


" Malu ah mas ngapin sih " Ucap Ayu me ahan malunya


" Ya udah tutup mata kamu " Perintah Arga sambil berjalan mendekati Ayu


" Ngapain tutup mata segala "


" Biar suprise kalo kamu gak tutup mata gak jadi suprise dong " Ucap Arga lagi dan kini ia sudah berada dekat dengan Ayu hanya beberapa sekolah di saja satu langkah Arga mendekam ua bisa mencumbu kening Ayu yang ada di hadapannya sekarang


Mau tak mau Ayu pun memejamkan matanya


Lalu dengan segera Arga memasangkan kalung yang sudah ia beli di leher putih Ayu, Ayu merasa ada benda yang menggantung di leher nya ia pun perlahan membuka matanya dan melihat benda tersebut


" I ini kalung, mass ini " Ucap Ayu tak melanjutkan bicaranya karena terpana melihat kalung yang cantik di lehernya itu


" Iya sayang buat kamu yang cantik " Ucap Arga dengan senyum di bibir tebalnya itu yang ****


" Makasih " Ucap Ayu kembali pada Arga


" Hmm ya sama sama " Balas Arga lalu teluk tangan kembali bersuara


" Sudah mari makan " Perjalanan tah Arga pada semuanya lalu mereka pun mulai duduk di kursi blade yang telah di tata dan disediakan untuk acara malam itu begitu pula dengan Arga dan Ayu ia duduk berhadapan


" Ini semua kamu yang nyiapin kah mas " Tanya Ayu karena desain dan semua hiasan yang ada nampak romantis dan penuh dengan harum bunga teratai , hehe kenapa terapi karena suasanaya yang romantis wangi teratai bisa menambah nuansa yang memikat


" Iya yang masak mas, yang nata, dan yang bantu aib mas mereka semua " Jawab Arga pada Ayu


" Terus wanginya teratai kenapa mas milih teratai " Tanya Ayu penasaran


" Hmm bunga teratai ya selain wanginya yang unik bunga teratai juga tak pernah menyerah untuk tumbuh walau badai menerjang ia hidup di air dan melawan arus air yang besar jadi itu bisa melambangkan ci ta mas ynag tak pernah hilang walau ada rintangan di depan " Ucap Arga pada Ayu yang kini tengah senyum memandangnya dan menatapnya


" Waahh dari mana kamu belajar kata kata manis mas " Goda Ayu


" Dari kamu " Jawab Arga kembali


Semuanya pun memakan makanan yang Arga buat


Arga membuat berbagai macam makanan ada udang saus tiram ada ayam panggang da nasi tentu saja , juga ada sayur yang ia masak dengan sosis dan pentol kemudian ia beri irisan ayam supir lalu ada kuah pedas nya seperti capcay


Dan juga hidangan laut seperti ikan nila dengan bumbu Rica Rica, dan ikan gurame dengan saus pedas asam manis tak lupa posternya dengan bumbu balado


Untuk minumannya ia membuat koktail lemon dan sari buah apel dan leci yang cocok untuk menu hidangan makan malam ini , untuk makanan penutupnya ia membuat dessert kue puding blubery dengan buah blubery yang ia jadikan toping di atas nya, dan puding susu dengan saus karamel