Chief Arga

Chief Arga
65 season 3 part 9



Sudah satu minggu berlalu dan Dian juga sudah kembali ke kafe untuk mengurus kafe abang nya dan Arga sesekali juga melihat kafe saat akhir pekan dan kemajuan kafe Arga yang lumayan bagus dan sekarang menjadi sangat di gemari oleh kalangan anak muda


Juga satu minggu ini kegiatan suami istri Arga dan Ayu semakin hari semakin jarang tidak seperti belum nya yang setiain malam Arga mwminta nya, dan hari ini tidak tahun mengapa Ayu sangat ingin memakan mie kuah susu dengan es lemon tea yang ada di kafe Arga


" Mas aku pengen mie kuah susu sama lemon tea yang di kafe kamu mas, ayo blah ke sana " Rengek Ayu pada Arga


" Neng mas mes, capek, besok aja ya " Ucap aega dengan malas


" Ihh ayoo gak mau tahu aku mau itu huaaa" Ucap Atu sangat sudah menangis seperi anak kecil karena Arga tidak menuruti keinginannya


" Aduh ehh, ehh, jangan nangis dong neng Ayu, aduhh piye iki dodol lo ya istri pengen makan dari kafe emang dasar gak peka jadi suami " Gumam Arga sambik memeluk istrinya Ayu namun sedetik setelah gimana Arga Ayu pun tertawa terbahak bahak


" Hahaha hahahha mas aega lucu bosan oiii hahaha "


" Lah ini napa ya, neng jangan bikin takut napa sihh " Icap Arga


" Mass Ayu boe neng makan mie kuah susu " Rengek Ayu kembali yang masih dibekukan Arga


" Hahh iya deh mas hubungi Fred dulu nanti mie nya dihantar ke sini gimana kan dari kafe gak papa ya mas lagi males nih kalo harus ke kafe " Ucap Arga pada Ayu


" Hemm iya deh tapi makannya di depan TV ruang tengahnya sambil nonton kartun pokemon " Jawab Ayu


" Hmmm " Hanya di jawab deh emen okeh Arga


Setelahnya Arga menghubungi Frederik melalui sambungan telefon dan mengatakan apa yang istrinya inginkan


Dan untuk Dian beberapa haribkakubia tak sengaja bertemu dengan dokter tampan yang selalu datang di kafe saat Hambalang siang dan pulang bkerja, dokter tersebut hanya mau diblakang oleh Dian tidak dengan stf atau karyawan yang lain, alasannya Dian tidak tahu yang ia tahu dokter tersebut hanya menginginkan oranbg yang profesional untukelayaninya itu saja


Kebetulan hari ini dokter itu pun kembali ke kafe da n memesan pesanannya , buru buru Dian kekurangan dari ruang kerjanya menghampiri dokter tersebut karena jika tidak makan ka akan malu lantaran ia pernah din permalukan di depan semuanya karena pekerjaan dari kafe tidak profesional dalam melayani dan ia tidak mau kejadian itu terulang lagi makan dari itu dengan kesal ia menghampiri dokter tersebut


" Sudah datang, mau pesan apa pak dokter yang sangat memperhatikan kesehatan dan segala sesuatunya hmm" Ucao Dian menahan kekesalannya namun masih bisa lengannya dengan senyuman manisnya


" Ohh iya adek cantik, saya mau pesan saat buah dan puding blueberry sama lemon tea dan saya mau dua porsi ya, itu harus buatan adek cantik sendiri " Ucap sang dokter ia masih mengenakan sneli putih nya atau jas dokternya, laku tak lama ia membuka jas nya dan meletak kannya di sandaran kursi yang biasa tempati


" Ohh baiklah di tunggu ya om " Ucap Dian mendatangkan pesannya dan hendak pergi namun ia berhenti tatkala mendegar suara dokter tersebut


" Panggil saya mas jangan om saya bukan om kamu Dian " Ucap dokter tersebut, lalu Dian yang mendengar dokter tersebut menyebutkan namanya ia membalikkan tubuhnya menatap dokter tersebut


" Heh kok dokter tahu nama saya saya bukan gak pernah sebutin nama saya ke om, " Ucap Dian yang sudah kesal ia tidak jadi pergi malah duduk di kursi depan dokter tersebut


" Hahah kamu lucu juga kalo marah, iya saya tahu dari teman abang kamu namanya Surya dan dia sudah bilang ke abang kami Arga, saya juga Sudah minta Izin sama Abang kamu, nanti malam saya akan menjemput kamu Ohh ya maaf selama satu minggu ini saya mengganggu kamunya, tapi baru kali ini kamu bicara saya saya biasanya kamu hanya cuek dan tidak berbicara " Jleas dokter tersebut pada Dian, seketika Dian pun membulatkan matanya karena terke juta ternyata abangnya pun sudah tahu, walupun Dian setiap malam selalu cerita dengan abangnya mengenai orang di depannya sekarang tapi ia baru mengetahuinya kalo abangnya sudah tahu sejak awal


" Haaahhh yang bener aja dong, gue gak kenal sama kamu, dan kamu... Ahh gue aja gak kenal dan gak tahu nama kamuu bisa bisanya kamu tahu semua tentang akuu, siapa kamu sebenarnya hahh, jawab napa malah senyum senyum bae sihh bikin kesel aje ni orang ye " Ungkap Dian dengan kesalnya dan marahnya pada kra g yang ada di depannya karena ia hanya tersenyum sambik memandangnya saja


" Ahh maaf saya belum kasih tahu nama saya ya, nama saya, Leonardo Geraldi Afgar, kamu bisa panggil saya Afgar " Ucap Afgar si dokter tampan itu dengan tenang dan lebih dengan senyuman yang menawan taoi Dian tidak melihat itu karena ia sangat kesal sekarang


" Ck, ahh entahlah, kesel gue, gue gak mau lagi layanin lo lagi, lagian ngapain sih lo minta gue layanin terus hah " Ucao Dian kesal dambil ia mengentalkan kakinya


Dian memutuskan untuk pulang dan bertanya pada abang nya, dan kebetulan tadi ia sempat melihat Frederik yang hendak kelir sambil memegang tantang atau laper bagian yang di dalamnya ada mie kuas susu dan lemon tea pesanan Arga


" Bang Fred itu pesanan siapa kok abang yang bawa " Tanya Dian di ambang pintu keluar


" Pesanan bos nona, apa ada sesuatu " Ucal frderik


" Oohh biar Dian aja yang bawa, bang Fred urus kafe aja ya, kebetulan aku mau pulang awal " Ucap Dian lesu


Lalu setelahnya Frederik menyerahkan pesanan Arga pada Dian dan Dian menerimanya, kemudian Frederik kembali ke dalam kafe sedangkan Dian ia pulang dengan mobil yang di kendarai boleh sopir nya pak joko.


Sesampainya di rumah Dian masuk ke dalam rumahnya dan melihat Arga abang nya sedang melihat TV bersama Ayu yang senderan di lengan Arga, tak lama ia menghampiri ke dua pasangan suami istri tersebut lalu menyerahkan pesanan abang nya yang ia bawa


" Nih pesanan abang , ohh ya bang kalo udah aq mau bicara sama abang di kamar berdua gk ada tapi tapian " Ucap Dian kesel setengah marah pada Arga


Arga yang dan Ayu yang awalnya terkejut dengan kedatangan Dian segera mengontrol emosinya,


Sesaat sudah tenang Arga tersenyum samar tetapi Ayu masih ragu , kedua pasangan tersebut ternyata sudah tahu, mereka dapat menebak bahwa Dian sudah mengetahuinya, dan ia tidak menceritakannya


" Mass guna a, kayaknya Dian udah tahu deh, aku takut kalo nanti dia marah sama kamu gimana " Ucap Ayu dengan mata yang berkaca kaca


" Loh loh kamu kok nangis, udah dong jangan nangis lagi, ini udah ada mie kuas susu nya, nanti mas bicara sama Dian , kamu tenang ya, biar Dian tenangkan diri dulu ya sayang " Jelas Arga lembut sambil mengusap air mata Ayu yang turus dan membelai pipinya lembut


" Tapi... "


" Sudah dong, jangan takut kan ada mas, nanti makannya dingin gk enak mas ambilin mangkuk sama sendok nya ya " Potong Arga karena tak ingin istrinya sedih ia mengalihkan pembicaraannya dan Ayu pun menganggukan kepalanya mengerti.


Tak lama setelah Ayu makan dan mencerna makanannya ua pun tidur karena merasa sangat mengantuk sekali dan sangat lelah tidak tahu kenapa, dan Arga menemaninya tidur dikamar sampai Ayu terlelap dalam tidurnya


Setelah Ayu benar-benar tertidur dan terlelap agar pun beranjak dari tempat tidurnya lalu ke luar dan menuju kamar Dian untuk membicarakan apa yang ingin Dian ketahui semuanya.


" Tok.. . Tok.. .. Tok.. .. " Suara ketikan pintu kamar Dian karena a args mengetuk pintu dulu sebelum ia masuk ke dalam kamar adiknya


" Masuk aja gk di kunci " Terima Duan dari dalam


Akhirnya Arga punasuk ke dalam kamar adiknya, ia melihat Dian yang sudah mengganti npa kain kerjanya menjadi pakain santai nya saat di rumah dan ia pun masih mencoba untuk menenangkan dirinya karena ia tak mau menatap Arga secara langsung


" Dek udah tenang, kita bicara saat kamu udah tenang aja ya " Ucao Arga


" Gak, abang bicara aja sekarang, Dian gak papa nanti juga tenang sendiri kalo abang gak mau cerita sekarang Dian nangis nih " Kesal Dian dengan nada kesal dan mata yang mulai berkaca kaca


" Hah baiklah abang cerita " Ujar Arga lalu ia menghampiri Dian yang sedang duduk diranjangnya lalu Arga duduk di pinggiran kasurnya sambil membelai rambut Dian adiknya


Lalu Arga pun menceritakan semua nya yang biasa ketahui kepada Dian adiknya agar Dian juga tahu, semuanya, pikir Arga ia juga akan membuat Eri tahukan Dian dan inilah waktu buang tepat sementara Dian juga sudah tahu setengahnya walau belum swmuanya hanya mungkin tentang rencana malam ini .