
" Hai Bro , udah lama Lo nunggu ?" Sapa Felix pada Arga sambil menepuk pundak Arga dan mendudukkan dirinya di kursi depan Arga yang sudah ada minuman lemon sama seperti Arga yang sudah di pesankan oleh Arga
" Ukhuk ukhuk ukhuk, santai aje kali lix Lo mah gitu " jawab Arga tersedak karena tepukan bahu Felix padanya
" Ya lumayan lah , gimana informasi nya ?" Sambung Arga tanya pada Felix
" Nanti dulu lah gue minum juga belom " balas Felix sambil meminum minumannya itu , setelah ia meminumnya barulah ia bercerita
" Yap Ga gue dapat infonya , anaknya itu jadi CEO di akuntansi tapi kerjanya cuman bisa nyuruh nyuruh sama marah marahin orang doang dan dia sendiri pun tidak tahu apa apa" ungkap Felix pada Arga
" Ahh itu gue udah tahu , dan gimana soal perusahaannya dan istrinya itu? " Tanya Arga
" Dia ngerebut perusahaannya itu karena kekuasaan dan harta sang istrinya itu Ga , dan istrinya di keluarin tanpa sebab dari perusahaan tapi dia masih memiliki kekuasaan besar di dewan direksi dan lain sebagainya karena memang perusahaan itu milik sah sang istri presedir Lo " jelas Felix
" Ya ya dari sini gue tahu bahwa dia masih tidak bisa menghindar jika kita memanfaatkan istrinya untuk membantu kita membongkar semua kejahatan yang dilakukan oleh suaminya itu yang gila akan kekuasaan dan harta "
Setelah lama mereka mengobrol tak terasa waktu berlalu begitu cepat sudah malam Dan akhirnya mereka pun memutuskan untuk kembali pulang .
Keesokan harinya adalah rapat dewan direksi untuk masalah tim audit dan kontrol kerja
" Apakah semua sudah ada di tempat ?" Ucap presedir tersebut pada seluruh karyawan tang hadir dalam rapat itu kecuali dengan operasi bisnis yang tidak mengikuti rapat tersebut
" Sudah pak " jawab mereka semua
" Baik akan saya mulai Rapatnya "ucap presedir Gunawan
" Jadi untuk kali ini kalian harus melakukan kontrol kerja dan meng audit dalam waktu satu Minggu , dan selebihnya saya serahkan pada kalian semua , dan satu hal lagi kalian harus..."
Brakk....
Pembicaraan sang presedir pun terhenti karena suara keras dari pintu yang dibuka dengan cara di tendang
" Haii," sapa Arga pada semua krang yang ada di ruang rapat dan di belakangnya terdapat bawahannya juga
" Saya tidak menggangu kalian bukan , silahkan di lanjutkan pak " ucap Arga enteng sambil tersenyum
" Pak Arga anda sedang apa di sini , kami sedang mengadakan rapat pak " ucap salah satu karyawan
" Saya hanya memberikan pertunjukan , lihatlah papan itu "
Lalu semuanya pun melihat papan yang berisi tentang penggelapan dana dan pengalihan dana perusahaan di bank yang ada di luar negri dan percobaan pembunuhan pada karyawan nya
Flashback
Setelah Arga sampai di kantor Arga langsung mengatakan rencananya ,sebelum rapat di mulai dia bersama rekan rekannya menuju ruang rapat untuk meletakkan gambar dan Vidio kemaren saat malam tiba di rumah sakit dan percobaan pembunuhan pada pak Andika namun gagal dan informasi tentang penggelapan dana perusahaan dan pengalihan di bank luar negri tersebut , yang sebelumnya sudah di atur oleh Arga
Flashback end
" Hah apa maksudnya ini " bisik bisik karyawan yang melihat itu
" Apa maksudnya ini pak Arga apa anda mencoba untuk membatalkan rapat ini dan penyidikan serta kontrol kerja pak?" Tanya asisten presedir yaitu Bu Mawar dengan menahan emosinya yang meledak melihat Vidio dan informasi dalam be tuk file itu
" Seperti yang anda bilang bu saya memang berniat untuk itu, karena untuk saat ini banyak masalah di perusahaan cabang maka jika kita melakukan sekarang mungkin nanti akan timbul masalah" jelas Arga mengatakan itu untuk mengukur waktu sebelum tim menyelidik dari kantor kejaksaan dan hukum datang , karena menurut informasi dirinya dan Felix kemarin tim dari kejaksaan sudah menyelidiki kasus tentang perusahaan itu karena banyak kantor perusahaan lain yang bekerja sama mengeluh tentang dana keuangan yang hilang dan pergi entah kemana , saat di lihat di bank perusahaan padahal selama bekerja sama laporan tentang keuangan tidak bermasalah sama sekali
Setelah itu pun rapat berhenti dan rencana Arga pun sukses , namun tidak untuk pak Gunawan dan para bawahannya yang sekarang sedang berada di kantor presedir yang marah marah dan presedir pun meminta untuk membereskan Arga dan kekacauan ini agar tak menghalangi rencana nya.
" Wahh pak Arga memang keren dan hebat tak Fer " ucap Geri pada Fero
" Yoi bro emang keren tapi .."
" Agak sableng "
Ucapan Fero terhenti karena Shifa dan Mega sudah menjawabnya secara bersamaan sedangkan bis Bayu hanya geleng geleng kepalanya saja dengan semua rencana dan tingkah abnormal dari Arga dan para staf nya tak terkecuali dirinya juga ikut didalam nya
Sedangkan Arga hanya cuek dan tak menganggap bisik bisik dan omongan yang keluar dari mulut orang orang kantor
Entah mereka berbicara Papin itu Arga tidak menganggap nya dirinya hanya akan menjadi menejer sableng yang akan membongkar rahasia yang ada di dalam kantor tersebut .
Sepulangnya dari kantor Arga ingin berjalan jalan untuk membeli beberapa makanan ringan di pinggir jalan karena hari sudah gelap
Tanpa di sadari ada lebih dari dua orang sekitar tiga hingga empat orang yang mengikuti dan mengawasi Arga
Arga yang mengetahui ada yang salah dirinya berhenti sejenak dan melihat ke belakang
" Sepertinya ada yang ikutin gue deh , mau aja gue beli snak buat cemilan gak jadi deh , duh perasaan gue kagak enak nih " gumam Arga sembari menengok kebelakang dan kembali berjalan dan menengok lagi lalu berjalan lagi
Tak lama setelah Arga berhenti menengok ia pun di setrum dengan alat setrum yang biasa buat perlindungan hingga pingsan dan mukanya di tutup dengan kain hitam lalu di bawa pergi oleh beberapa orang yang sejak tadi mengawasi nya
Arga di bawa ke tempat yang gelap dan sepi , lalu setelah sadar Arga pun terkejut karena ada beberapa orang di depannya
" Hah siapa kalian " ucap Arga sembari berdiri dan ingin lari kabur dari sana tetapi sebelum itu Arga sudah di pukul di bagian kepalanya oleh salah satu orang di hadapannya itu
Bugh... Bugh...
" Akhh kalian mau apa hah " teriak Arga marah dan ingin bangkit lalu salah satu orang itu pun maju dengan membawa tali rantai di tangannya , kemudian mengikat leher Arga dan menariknya hingga Arga tercekik
" Akhh lepas , lepaskan , akhh le lepas .." teriak Arga mencoba untuk melepaskan dirinya dan meminta orang tersebut untuk melepaskan tetapi orang itu malah semakin kencang mencekik leher Arga dengan rantai tersebut
Lalu kevin yang sedang berjalan di jalanan itu untuk menghilangkan kebosanannya sambil memakan coklat melihat Arga seakan ingin di bunuh dengan cara menyiksanya
Karena Kevin tidak tega dan dua tidak bisa melihat itu dengan mata kepalanya sendiri dan dia tahu bahwa sekejam apapun ia dia tidak akan melakukan hal mengetikan seperti itu
Dengan cepat ia berlari dan memukul orang orang itu
" Hei lepaskan "
Bugh.. bugh.. bugh.. bugh..
Teriak Kevin sambil memukul beberapa orang yang sedang menyaksikan dan yang mencoba untuk membunuh Arga
Dan ke empat orang itu yang sudah ketahuan langsung melepaskan Arga dan lari dari tempat tersebut .
Sedangkan Arga sudah lemas tak kuasa lagi akhirnya ia pun jatuh pingsan .