Chief Arga

Chief Arga
25



Sesampainya Arga di kantor pengacara Di ia langsung masuk ke dalam kantor dan di sambut oleh asisten Sofian


" Selamat datang pak saya di tugaskan untuk mengantar bapak ke ruangan tuan Sofian mari "


Lalu Arga menjawab dengan deheman dan anggukan kepala nya seterusnya mereka berjalan ke ruangan kantor Sofian


Setibanya di depan pintu kantor sang asisten membukakan pintu dan menyuruh Arga masuk , begitu Arga masuk ke dalam pintu pun di tutup kembali dan si asisten pun melanjutkan pekerjaannya


" Silahkan duduk pak ..." ucap Sofian


" Arga " balas Arga memotong perkataan Sofian


" Ahh iya pak Arga silahkan "


" Baik terimakasih, " balas Arga kemudian ia duduk di kursi depan meja kerja Sofian


" Kalau boleh tahu anda ada keperluan apa dengan saya pak? "


" Menyerahkan bukti semoga anda bisa membantu saya dalam rencana ini , bukankah kantor anda dan anda sendiri sudah menyelidiki perusahaan itu dan ingin membongkar kedok di balik dalang semua masalah dan kasus pekerja serta jatuhnya perusahaan lain yang terhubung" jawab Arga santai sambil mengetuk ngetuk meja dengan jarinya karena bosan


" Baik kalau begitu boleh saya lihat "


Lalu Arga pun menyerahkan Bros mawar hitam nya dan memberikan pada Sofian


" Maaf pak Arga ini berkasnya yang mana nama berkasnya tidak ada hanya ada satu berkas tanpa nama di sini "


Ucap Sofian setelah menerima Bros tersebut dan mengambil chipnya lalu di lihat di komputernya


" Ya buka saja satu berkas itu di sana ada Vidio nya dan seluruh keterangan dan kejadian kemarin " jawab Arga


" Ini , ini sangat membantu pak, kami sudah mencari berkas ini selama beberapa bulan tetapi tidak di


temukan " ucap Sofian saat melihat Vidio juga data tentang kebocoran tim audit tahun kemarin dan penggelapan dana yang di lakukan oleh presedir Gunawan melalui menejer nya dan percobaan bunuh diri yang di lakukan oleh anak buah dari asisten Mawar atas perintah presedir Gunawan,


" Hmm kalau begitu bisakah kita bekerja


sama "


" Tentu tapi apakah anda mempunyai rencana , dan bagaimana anda bisa mendapat semua data dan file ini pak "


" Itu rahasia , tentang rencana saya belum memikirkannya "


" Ahh begitu , kalau begitu data ini akan saya kirim dan serahkan ke kepala pengacara dulu pak "


" Baik silahkan hanya bisa di kirim melalui email " ucap Arga karena jika itu di print maka Sofian tidak bisa memakainya sebab ada keamanan yang di pasang oleh Arga jika sudah di print tanpa menghilangkan keamanan tersebut file data yang ada akan di hapus secara otomatis


" Kenapa begitu pak bukankah kita bisa mengeprint dan mencetak nya di mesin lalu di serahkan jika dikirim melalui email maka kita hanya bisa melihatnya di email saja pak " ucap Sofian bingung dengan jawaban Arga


" Jika anda mengeprintnya sekarang maka data yang anda lihat sekarang akan di hapus secata otomatis jika anda mengirimkan melalui email dan mengeprintnya kemudian itu tidak masalah setelah mengetik ke email anda harus melepaskan chip tersebut dan melihat di email ya lalu anda baru mencetak dan mengeprintnya " jelas Arga pada Sofian karena ia tidak ingin data itu hilang mungkin akan berguna nanti di pengadilan saat presedir Gunawan tertangkap dan di sidang mengenai hukumannya


" Baik tidak masalah saya akan mengirimnya ke email saya dulu "


" Silahkan " balas Arga


Beberapa menit telah berlalu dan akhirnya file tersebut terkirim dan sesegera mungkin ia mencetaknya , tak selang beberapa detik mencetak fan mengeprint selesai Sofian pun memanggil asisten nya yang bernama Brian untuk memberikan berkas tersebut kepada ketua pengacara


Setelah semuanya selesai ia mengembalikan Bros itu pada Arga lalu Arga pun menerima dan memakainya lagi setelah memakai nya Arga meminta Sofian untuk ikut dengannya


" Pak boleh saya minta bantuan anda untuk membebaskan pak Kevin dari pengawasan polisi " ucap Arga sambil berlalu berdiri


" Bantuan seperi apa yang anda maksud kan "


" Misi black untuk membebaskan pak Kevin dan menjalankan rencana B membongkar kedok perusahaan dan menangkap presedir Gunawan serta orang terkait yang sudah tertera di berkas tersebut bukankah setelah berkas di berikan peri Tah akan di laksanakan " ucap Arga panjang untuk menjelaskan rencananya


" Baik saya akan membantu "


" Siapkan anak buah mu untuk di kirim ke kantor perusahaan dan menyelidiki masalah di sana sudah ada rencana satu kita akan me jalankan rencana dua selanjutnya rencana tiga dengan pak Kevin "


" Baik kalau begitu akan saya perintahkan mereka pak kita jalan sekarang " ucap Sofian pada Arga


Kemudian Sofian mengambil jas nya dan hp nya lalu mengubungi asistennya dengan pesan mengenai perintah menyelidikan di dalam perusahaan


Lalu Sofian bersama Arga keluar dari dalam kantor menuju mobil Arga dan mereka menuju tempat di mana Kevin berada


Di tempat Kevin dia di kafe depan kantor selama semalam dan ia sudah mengirim lokasinya saat ke toilet kemarin dan saat ini ia menjalankan rencananya


" Ahh kalian pesankan aku makan , aku sangat kelaparan apa kailan ingin tahanan kalian ini mati kelaparan hah!" Ucap Arga sedikit berteriak marah dan kesal


Setelah itu satu penjaga pun memesan makanan dan minuman untuk Kevin tak selang berapa lama ia memberikan makanan pesanan Kevin pada Kevin yang terus mengetuk ngetuk meja


" Ini makananmu ingat jangan Kabur " ucap sang petugas pada kevin dengan tajam


" Setelah itu Kevin memakannya dengan lahap tak berapa lama Kevin menjalankan aksinya ia berpura pura sakit perut dan ke toilet untuk menghilangkannya


" Ahhh perutku kalian , apa yang kalian lakukan dengan makananku apa kalian memberikan racun pada ku " ucap Kevin sambil menahan perutnya dan meringis


" Ya perutku sangat sakit apa yang kalian pesan untuk ku makan hah " ucap Kevin kembali


" Sudah aku ingin ke toilet jangan ada yang mengikuti ku aku tidak akan kabur" sambung Kevin


Kemudian Kevin berdiri dan segera menuju toilet pria di sebrang


Dan benar saja tidak ada yang mengikutinya , apakah mereka bodoh satu tidak ada yang mengawasi dari jauh dan hanya diam di tempat mereka sambil menunggu Kevin dari toilet


Di dalam toilet Kevin mencoba menghubungi Arga mengenai rencana selanjutnya


" Kriiiingg... kriiiingg..."


Bunyi telpon Arga


" Ya halo" ucap Arga setelah mengangkat panggilan Kevin


" Heh cepat lah datang aku sudah menjalankan rencana ku sekarang giliran kau aku sudah tidak tahan di sini " ucap Kevin di seberang telpon "


" Aku Saudah membawa juniormu untuk rencana ku sekarang kau ada dimana " tanya Arga pada kevin


" Di toilet tempat kafe kemaren "


" Baiklah sebentar lagi aku sampai tunggulah beberapa menit lagi, ahh tidak tunggulah sebentar satu menit aku sudah sampai " ucap Arga dalam telpon kemudian mematikan sambungan telponnya dan keluar dari mobil karena sudah sampai dan masuk kedalam kafe yang sangat sepi karena di lesan untuk mengawasi Kevin saat di luar


" Kau bagikan minuman kopi yang sudah kita beli tadi ini pada semua penjaga" ucap Arga pada sofian yang ada


Lalu Arga berjalan di depan menjabat tangan semua penjaga kemudian Sofian di belakangnya memberikan satu kopi dari Starbucks pada peta penjaga


" Pak penjaga saya ingin melihat teman saya di manakah dia " tanya Arga pada penjaga yang ada di sampingnya setelah selesai berjabat tangan dan penjaga di berikan minuman kopi tanpa curiga penjaga menerima kopi tersebut karena kehausan sejak kemarin dan menyesapnya sedikit


" Dia ada di toilet mungkin sebentar lagi dia akan kembali " ucapnya


Setelah itu Arga mengirim pesan pada Kevin untuk kembali dari toilet , Kevin pun menerima pesan Arga dan ia kembali dari toilet dengan berjalan santai sambil menunggu apa yang terjadi di sana


Belum itu saat Arga dan Sofian membeli kopi di Starbucks dia di dalam mobil menyuruh Sofian memasukkan obat tidur di masing masing kopi yang akan di berikan pada penjaga


Tak berapa lama sang penjaga merasa mengantuk setelah beberapa kali menyesap kopi yang di berikannya


" Hei apa kau merasa mengantuk " ucap teman penjaganya "


" Ya apa kau juga "


" Iya aku juga bagaimana dengan ketua"


" Sama seperti kalian , dan anda pak pengacara "


" Sama aku juga merasa mengantuk seperti kalian apakah kita kurang tidur kemarin "


" Ee pak ada apa apakah bapak baik baik saja " ucap Arga pura pura panik


" Ehh iya pak saya dan teman teman saya merasa mengantuk sekali "


Ucapnya


" Kalau begitu anda dan yang lainnya istirahat saja saya akan menjaga teman saya dan jika dia kabur saya akan memberitahukan Anda "


Ucap Arga pada para penjaga tersebut tak lama efek obat tidur itu oun semakin kuat karena para penjaga yang tidak sadar terus menyesap kopinya untuk menghilangkan kantuk nya


Tetapi setelah menyesap beberapa kali pun rasa kantuk itu tidak hilang hilang dan semakin menjadi sehingga mereka pun terjatuh karena tertidur


Lalu kevin pun yang sudah kembali dan melihat beberapa penjaga dan pengacara yang mengawasinya tergeletak tak jauh dari tempatnya lalu ia melihat Arga juga junior nya pin langsung menghampirinya


" Hah haha apa yang kalian lakukan kenapa mereka seperi ini " ucap Kevin pada Arga sambil mengatur nafasnya karena ia berjalan sedikit berlari untuk menghampiri Arga yang menunggunya


" Mereka tertidur dengan kopi obat tidur yang berikan "


" Haha apa kau gila " ucap Kevin tanpa sadar dengan kelakuan gila Arga


" Bisakah kita pergi sekarang "


Ucap Arga pada Kevin


" Terserah kau saja " lalu Kevin pun berjalan mendahului Arga untuk keluar dari kafe


Sedangkan Sofian ia menerima pesan dari atasannya untuk berkas dan bukti yang dia berikan tadi


" Ee maaf pak saya tidak bisa ikut karena saya harus kembali ke kantor "


Ucap Sofian pada Arga


" Baiklah kembalilah ke kantor aku akan menjalan rencana dengan Kevin "


Setelah mengatakan itu Sofian pun memesan taksi online dan menaikinya kemudian kembali ke kantor sedangkan Kevin dan Arga masuk dalam mobil Arga dan menuju kantor mereka .