
" Ceritakan apa yang terjadi " Tanya surya pada Andre yang sedang berdiri dekat dengan tuan mereka yaitu Felix yang sedang duduk di kursi rumah sakit itu sesangkan surya ia berdiri di hadapan Felix
" Tuan tadi bos Arga meminta kita menunggu nya di dalam mobil dan ia masuk ke kafe bertiga bersama adiknya dan nona Ayu, tetapi kami sudah lama menunggu dan bos Arga tak kunjung keluar juga, lalu Morgan dan saya mencoba mencari tahu dan masuk kedalam kafe "
Jelas Andre menjelaskan pada Surya dan Felix di sana
" Lanjutkan, lalu apa yang terjadi " Ucap surya mewakili Felix
" Lalu kami melihat bahwa bos Arga sudah jatuh pingsan dengan banyak darah di perutnya di pangkuan nona Ayu yang menekan pendarahan di perut bos Arga sedangkan nona Dian dia menangis karena tidak ada yang membantu " Jelas cerita Andre lagi pada Felix dan surya dw han suara yang dekat bergetar takut akan di marahi oleh tuan mereka yaitu Felix
Felix dan Surya pun saling berpandangan dan mencerna semua ucapan dan cerita Andre tersebut
" teruskan Andre " Perintah Felix
" Ya tuan, Morgan membawa bos Arga dan kedua nona ke rumah sakit sedangkan saya membayar tagihan makan mereka, tapi... " Ucapan Andre menggantung karena ragu untuk menceritakan apa yang terjadi di kafe saat ia mencoba memiliki ayat bill makanan Arga, Ayu, dan Dian
" Tapi apa... " Ucap Felix meminta kelanjutan cerita Andre
" Tapi kata kasirnya makanan merka sudah di bayar oleh seseorang yang berpakaian hitam , saya melihat orang itu mengenakan tudung dan pakaian serba hitam sambil meminum koktail buah tuan tapi saya tak melihat wajahnya karena ia duduk membelakangi saya " Jelas nya lagi menceritakan seluruh kejadian itu
" Kalian jaga di sini panggil Morgan di luar kita ada urusan , ingat jangan lengah " Perintah Felix pada Andre dan ia menatap surya, surya yang tahu maksud Felix pun segera mengangguk dan membenarkan ucapan temannya itu
" Baik tuan " Balas Andre lalu Felix dan Surya berjalan beriringan keluar dari ruamah sakit dengan cepat tanpa menghiraukan tatapan orang sekitar
" Tuan anda sudah akan pulang " Tanya Morgan yang melihat tuannya itu sedang terburu buru bersama temannya
" Ya, kau pergilah dengan Andre jaga Arga dan keluarga nya, jangan lengah " Ucap Felix pada Morgan, lalu fix dan surya segera menuju mobil mereka dan melakukan nya menuju ruamah surya
Karena ruang surya dekat dengan rumah sakit tersebut
Di ruangan Arga Ayu membangjnkan Dian dan menyuruhnya untuk tidur agar tidak kelelahan
" Dian, dek bangun yuk " Ucap Ayu membangunkan Dian dengan pelan agar tak mengagetkan Dian
" Eghh hmm mbak Ayu " Ucap Dian pada Ayu setelah ia bangun
" Kanapa mbak bangun Arga udah sadar " Tanya Dian kembali
" Dek bang Arga belum bangun kamu tidur aja dulu di sofa biar gak capek, kamu pasti capek kan " Ujar Ayu pada Dian menyuruh nya tidur di sofa ruangan Arga itu
" Tapi bang Arga gimana aku mau nu grup bang Arga bangun mbak " Rengek Dian pada Ayu
Ayu dengan senyumannya pun menjawab ucapan Dian
" Dian kamu tidur dulu mbak akan jagain abang kamu, nanti kalo abang kamu sudah bangun pasti mbak kasih tahu kamu, kamu gak mau kan kalo abang kamu bangun terus lihat kamu kamu sakit karena kelelahan dan tidak tidur pasti sedih " Kata Ayu mencoba membujuk Dian agar ia istirahat sejenak
Mau tak mau Dian pun menuruti perkataan Ayu, ia pun berdiri dan beristirahat di sofa kamar rawat Arga dan ia pun langsung tertidur
Sedangkan Ayu ia duduk di kursi samping tempat tidur Arga
" Mas bangun dong mas, jangan tidur mulu aku kangen sama senyum kamu mas ato di g please bangun kamu gak mau lihat akau, kamu gak lihat Dian sedih banget " Ucap Ayu pada aega ya g swdang tertidur yang belum sadar akibat obat efek obat bius nya
Karena tak ada jawaban yang kekirim dari aega Ayu pun tertidur karena sangat mengantuk dan lelah ia tertidur sambil duduk di kursi dengan kepala yang ia letakkan di brankas tua ah sakit dengan tangan yang memegang telapak tangan Arga
Tak lama Arga pun menggerakkan jaringan membuka matanya ia melihat seluruh ruangan yang serba putih dan obat obatan yang menusuk indra penciuman nya ia melihat ble samping dan melihat Ayu sedang tertidur dan Arga pun mengedarkan pandangannya, lalu ia melihat Dian adiknya itu sedang tidur di sofa ruangan
Arga pun mencoba bangkit tetapi Ayu yang terusik karena pergerakan Arga pun terbangun dari tidurnya
" Mas Arga udah sadar " Tanya Ayu setelah membuka matanya dan memandang Arga yang juga memandangnya
" Mas mau duduk, atau mau minum " Tawar Ayu pada Arga
" Keduanya " Jawab Arga
Lalu Ayu membantu Arga untuk duduk dan mengambilkan air minum pada Arga
" Ini mas di minum dulu air nya aku mau bangunin Dian sebentar " Ucap Ayu yang hendak bera jak membangunkan Dian yang sedang tidur di sofa tetapi di hentikan oleh Arga
" Jangan Ayu Dian pasti syok dan lelah, biarkan dia istirahat dulu " Larang Arga pada Ayu yang melarang untuk membangunkan Dian sebab ia tahu bahwa adiknya itu pasti syok dan terkejut apalagi ia sempat muat darah,
Dian yang tidak tahan melihat darah dan akan menangis kebingungan akan sangat membuat ya sedih dan sakit sebab dulu ibu dan ayah Arga Seta Dian meninggal karena kecelakan dan mengejutkan banyak darah , Arga ingat kejadian saat itu, maka saat Dian melihat darah maka ia akan menangis sepanjang malam, dari itu lah Arga tidak ingin membangun kan Dian, Arga menceritakan itu pada Ayu
" Baiklah mas aku mengerti " Ucap Ayu pada Arga lalu ia kembali duduk di kursi nya
" Ayu tadi mas ke kafe pakai bros sekarang bros nya di mana " Tanya Arga yang ingat pada bros mawar merahnya koleksi Arga yang jarang sekali dipakai tapi entah kenapa hari ini ia ingin memakai bros mawar merah yang sudah ia beri dua kamera kecil untuk merekam dan memotret secara otomatis
" Itu ada di atas meja nakas samping kamu tadi kayaknya di lepas dan ditaruh disana sama dokter " Tunjuk Ayu dengan dagunya
Arga pun menoleh dan melihat nya dan benar sana bros ngaboti ada di sana dengan cepat ia mengambil nya
" Ayu mas boleh minta tolong "
" Boleh mas mas butuh apa biar Ayu yang ambilkan dan carikan " Jawab Ayu dengan senyuman manisnya itu
" Ini berikan bros ini pada Andre dan Morgan ya pasti mereka kan yang bawa mas ke sini "
" Iya mas mereka yang bawa mas ke rumah sakit, kok mas tahu "
" Hmm ya mas tahu karena mas kehilangan kesadaran saat mereka berdua masuk kafe "
" Ohh tapi kenapa saat mereka belum masuk mas gak bangun bangun kan aku takut, Dian juga Dian nangis gak henti henti dan kebingungan sendiri karena gak ada yang bantuin " Tanya Ayu karena kesal ia tahu bahwa Arga pura pura pingsan sampai kedua pengawal masuk dan Arga benar benar pingsan saat itu
" Maaf membuatmu takut sayang sini mas peluk boleh kan " Ucap Arga meminta maaf pada Ayu dan merentangkan tangannya ingin memeluk Ayu kekasih nya itu
" Hmm jangan di ulangi lagi aku takut " Ucap Ayu dan ia memeluk Arga dan Arga pun membalas pelukan Ayu
" Iya gak lagi, ini sudah nanti kapan kasihin nya " Ucap Arga seraya melepaskan pelukan mereka
" Hehehe iya maaf "
" Jangan minta maaf kamu gak salah, ini kasihin ke mereka ya, bilang ke mereka suruh kasih ke temen mas yang namanya Felix tuan mereka dan surya teman Felix dan mas " Jelas Arga pada Ayu sambil menyerah kan bros itu kepada Ayu
Ayu pun menerima bros itu dan segera ia memberikan oada kedua pe gagal itu dan memberi tahu kan pesan Arga
Sedangkan di tempat lain tak lain ada di kafe seorang g pria berpakaian serba hitam itu pun menghubungi bos nya la tauran tugas yang di berikan telah berhasil ia jalankan
" Halo boss" Ucap pria itu pada orang di saingan telpon nya
" Ya, apa kau berhasil " Jawab ora g di sebrang telpon
" Sukses bos "
" Bagus, kerja bagus, teruskan "
Lalu sambungan telpon pun terputus
Di rumah surya Felix dan Surya menuju ruang kerja Surya untuk membahas masalah ini dengan sangat serius sampai matahari terbit dan mereka tidak tidur sama sekali .