
Malam pun berlalu dan pagi datang
Kali ini Arga berpenampilan seperti biasanya ia menggunakan kemeja warna coklat susu dengan dasi warna coklat agak kekuningan dan lurik lurik juga Jas dengan warna senada dengan dasi tersebut juga motifnya yang sama tak lupa jam tangannya dan tas kerjanya
Arga telah bersiap untuk pergi ke kantor hari ini dengan semangat yang tinggi dan juga rasa kepercayaan diri nya yang meningkat lebih dari biasanya
Di dalam perjalan Arga memutar musik kesukaannya sambil mengendarai mobilnya, lima menit kemudian Arga sampai di kantor
Orang orang kantor pun mulai menatap Arga Dengan tatapan yang nampak heran karena beberapa hari lalu semua melihat penampilan Arga yang nampak gagah dan normal seperti menejer kantor yang sebenarnya , namun setelah ia kembali ke dalam kantor ruangannya lagi Arga berpenampilan Abal abalan lagi
Dengan senyum smirk nya Arga berjalan dengan santai ke dalam ruangan kerjanya dan di sambut oleh para staf nya
" Pagi pak Arga "
" Wahh pak Arga berpenampilan seperi sebelumnya lagi "
" Iya nampak sangat keren "
" Yap beda dari yang lain "
" Itulah gaya dari pak Arga "
Ucap semuanya yang memuji penampilan serta gaya seorang Arga
" Sudah sudah kalian ini kembali bekerja " peringat bos Bayu pada para karyawan nya karena sibuk memuji penampilan Arga
" Baik bos " jawab serentak semuanya lalu mereka pun kembali bekerja , begitupula dengan Arga yang berjalan menuju tempat duduknya
Di tempat lain Kevin sedang marah marah karena bawahannya tak becus u tuk bekerja menyelesaikan masalah di perusahaan cabang beberapa hari yang lalu
" Pak Rudi anda mendekatlah dan tersenyumlah "
" Baik pak "
" Wahhh hahaha anda memang sangat terkenal sampai bisa masuk di forum
internet " ucap Kevin seolah mengejek pak Rudi yang berada di dekat nya dengan tersenyum sama persis yang ada di foto dalam hp nya di internet dengan tulisan pembohong besar jangan di percaya
" Memang nya ada apa pak Kevin "
" Lihat saja sendiri ini "
Ucap Kevin lalu memperlihatkan gambar foto tersebut kepada pak Rudi
" Ini ini tidak seperi yang bapak pikirkan" jawab Rudi setengah gugup karena takut
" Bagaimana anda bisa gagal hah bukankah itu pekerjaan mudah , hanya membujuk beberapa remaja saja kau gagal "
" Ma maaf pak "
" Keluar!!! " perintah Kevin tanpa bisa di bantah
" Awas kau Arga Sebastian " gumam Kevin dengan menahan kemarahannya lalu memakan coklatnya karena jika tidak maka dirinya akan pusing karena kekurangan gula
Satu Minggu kemudian rapat di adakan karena masalah yang terjadi di perusahaan cabang yaitu masalah tentang market place yang menuntut karena ketidak adilan dalam pekerja
Tetapi sebelum itu Kevin bersama antek antek nya melakukan rapat dengan presedir perusahaan
Di ruangan presedir sudah ada empat orang yang menjadi bawahan dari presedir perusahaan tersebut
" Bagaimana ini pak Kevin masalah itu jika terus di biarkan maka akan semakin mempersulit proses rencana kita " ucap presedir Gunawan pada Kevin
" Maaf pak tapi masalahnya sudah seperti ini maka kita akan mengadakan rapat untuk menyelesaikannya" Jawab kevin
" Tenang saja Bu Mawar saya punya cara saya sendiri " balas Kevin pada Bu Mawar
" Maaf pak Kevin tapi sebelumnya bukankah Anda sudah mengurusnya pak ?" Tanya sekertaris dari presedir yang bernama pak Baron
" Itu saya gagal pak karena ada beberapa masalah yang tidak bisa saya selesaikan maaf kan saya pak " jawab Kevin pada sekertaris Baron tersebut
"Hmm lain kali perhatikan lebih baik lagi pak , dan untuk semuanya saja , karena saya tak ingin melihat kegagalan dalam rencana kali ini " ucap presedir Gunawan
" Baik pak Gunawan" jawab mereka serentak
" Lalu apa rencana kali ini , dan bukankah karyawan itu harusnya sudah mulai bekerja tapi bagaiman dengan hasilnya?" Tanya presedir Gunawan
" Maaf pak sebenarnya itu dia sudah tak bisa kita andalkan lagi , saya akan melakukan rencana itu tanpa bantuan dia pak " jelas Kevin pada presedir Gunawan tersebut
" Pak Kevin sedari awal Anda mengatakan akan memanfaatkan pak Arga , saya sudah memperingati anda bahwa suatu saat nanti dia kan menjadi penghalang bagi kita , lebih baik u tuk mengurus dia segera mungkin agar tidak menghalangi jalan kita pak " ucap asisten presedir itu yang bernama Bu Mawar
" Saya akan mengurusnya dengan cara saya sendiri Bu mawar , dan ingat jangan pernah kau menggunakan gengster suruhanmu itu "
" Baiklah baiklah mari kita akhiri rapat kali ini , besok kita akan mengadakan rapat nya "
Ucap presedir itu mengakhiri rapat nya .
Dan hari ini bertepatan dengan hari dimana rapat tentang masalah market place beberapa hari lalu akan dibahas di pertemuan ini
Arga dan Mega sedang menunggu karyawan remaja beserta dengan beberapa teman temannya itu
Sedangkan yang lain berada di gedung aula kantor yang akan di buat pertemuan rapat kali ini
" Pak Arga apakah nanti akan berjalan dengan lancar pak ?" Tanya Mega pada Arga
" Itu saya tidak tahu , semoga saja sesuai rencana " balas Arga
" Apakah yang lain sudah di tempat mereka ?" Tanya Arga pada bos Bayu yang bergabung bersama Mega dan Arga
" Sudah pak mereka sudah siap semuanya " jawab bos Bayu pada Arga
Tak berapa lama karyawan wanita itu pun datang dengan kedua temannya
Lalu Arga , Mega , juga bos Bayu pun berjalan menuju ruang aula pertemuan rapat itu bersama ketiga remaja tersebut
Setelah sampai langsung saja rapat tersebut dimulai dengan semua orang kantor dan presedir yang sudah hadir dan duduk di kursi yang telah di sediakan
" Baik langsung saja kita mulai Rapat pertemuan kali ini , di sini ada beberapa karyawan remaja yang menuntut agar di beri keadilan " ucap Fero yang menjadi juru bicaranya
" Silahkan mbk " ucap Fero mempersilahkan remaja tersebut u tuk naik ke panggung dan berbicara
" Baik saya di sini mewakili seluruh pekerja di toko toko kecil milik perusahaan ini , dan di sini saya menuntut ketidak adilan dalam bekerja juga hak yang kami dapatkan " ucap remaja tersebut
" Maaf tapi terkadang apa yang anda bicarakan bisa saja berbohong dan hanya ingin menghancurkan perusahaan kami " balas asisten presedir merasa tidak senang dengan apa yang di bicarakan remaja tersebut
Lalu kemudian di layar muncul beberapa gambar yang memperlihatkan ketika para pekerja di perlakukan tidak adil dan tidak mendapatkan haknya , juga di paksa untuk mengakui kesalahan yang tidak di lakukan
" Maaf semua apakah bukti ini bisa membenarkan tuduhan mereka " ucap Arga dengan tegas dan aura yang misterius juga menakutkan membuat bulu kuduk merinding dengan tatapan tajamnya
" Baiklah ku akui kesalahan ini dan akan saya berikan ganti rugi pada mereka yang tidak mendapatkan keadilan , dan rapat kali ini cukup sampai disini saja " ucap presedir lalu berlalu pergi dan di ikuti oleh para bawahannya
" Paman terimakasih atas bantuan paman kini kita sudah lega karena berhasil mendapatkan keadilan yang seharusnya kami dapatkan " ucap terimakasih dari para raja tersebut pada Arga
" Itu tidak usah di bahas lagi , lagi pula aku hanya ingin membantu , dan kalian tahu aku tak bisa tinggal diam jika melihat ketidak adilan " balas Arga
Dan setelah itu semua mereka pergi meninggalkan gedung kantor tersebut , begitu pun dengan Arga dan para staf lain yang kembali bekerja .