Chief Arga

Chief Arga
14



Setelah Kevin memukul, orang orang itu pun dengan cepat berlari dan pergi dari tempat tersebut di lihatnya Arga yang sudah pingsan tak sadarkan diri pun di hampirinya dan menepuk nepuk pipinya agar sadar


" Hei bangun , saya udah nolong anda ya , cepat bangun " ucap Kevin dengan bahasa formal


Tak lama Arga pun terbangun karena mendengar suara dan merasakan tepukan pada pipinya


" Akhh sakit sekali" gumam Arga yang baru terbangun dari pingsannya dan memegang kepalnya yang setengah pusing itu


" Sudah bangun , kalo gitu cepat kita pergi dari sini" kata Kevin dingin pada Arga sambil berdiri dari tempatnya duduk di aspal jalan itu


Sedangkan Arga yang menatapnya , lalu beranjak bangun dan berdiri


" Pak Kevin bagaimana anda bisa berada di sini?" Tanya Arga pada Kevin lalu mengikuti Kevin berjalan di belakangnya


" Aku hanya lewat kebetulan melihat sesuatu sedang terjadi pada mu tak mungkin aku membiarkan orang mati didepan mata ku " ungkap kevin sambil berjalan


" Hmm apakah anda yang menolong saya tadi , terimakasih pak "


Namun tak di jawab oleh Kevin , sementara Kevin berjalan di depan tanpa memedulikan Arga yang berjalan di belakangnya nya , setelah cukup lama mereka berjalan akhirnya mereka sampai di tempat yang cukup ramai


Ternyata mereka sudah hampir sampai di jalan raya lalu tanpa berkata mereka berdua pun berpisah tanpa mengucapkan apa apa dan kembali pulang kerumah masing masing .


Sesampainya Arga di rumah ia membersihkan dirinya terlebih dahulu sesudah itu ia mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur ,lalu ia pun langsung merebahkan dirinya di kasur kamarnya


" Siapa mereka , apakah mereka suruhan presedir untuk membunuhku , dan dia si sosipat Kevin kenapa menolongku , karena dia telah menolongku maka aku juga akan menolongnya nanti tidak ku sangka wajah imut sosipat itu bisa serius juga hahaha" ungkap Arga dalam hatinya lalu ia pun tersenyum sendiri tak lama setelah nya iapun tertidur .


Keesokan harinya saat bekerja Arga pun memakai setelannya yang serba hitam seperi sweater hitam dan jas hitam ,dasi hitam juga Bros mawar hitam nya


Kecuali jam tangannya yang tidak berwarna hitam sepatu kerja yang berwarna hitam pula di lengkapi dengan ia membawa sebatang kayu manis dia tidak menghisapnya tapi hanya memutar mutarkan di jari jari tangannya tepatnya ia hanya memainkan batang kayu manis tersebut


Dan melewati gedung kantor dengan gayanya yang cool dan berkarisma


" Hai semuanya " sapa Arga pada semua staf kantor nya setelah sampai di dalam ruang kantor nya


" Hah pak Arga, anda kenapa anda berpakaian serba hitam pak bikin ngeri saja " ucap bos Bayu menghampiri Arga sambil menyentuh jas yang Arga pakai


" Haaahh hmmm boss " ucap Arga dengan mata berkaca kaca seakan menahan tangis lalu memeluk bos ya itu


" I..ini ada apa pak ceritakan pada saya ?" Tanya bos Bayu dengan bingung lalu membalas pelukan Arga


Dan semua staf di kantor itu pun hanya bisa diam sambil melihat keanehan yang ada di depan mereka


" Aku hampir saja terbunuh oleh mereka , ini masih ada bekas nya lihat " ucap Arga sambil menunjukkan bekas lilitan di lehernya yang memerah dengan cara sedikit menurunkan sweater nya ,ia seakan enjadi laki laki yang cengeng di depan bos nya karena bagi Arga bos Bayu sudah di anggapnya sebagai atasan sekaligus keluarga nya , dan semenjak orang tua Arga pergi untuk selamanya ketika ia masih di bangku sekolah menengah hingga sekarang , hanya bos Bayu yang dapat menenangkan hatinya ketika ia mendapat masalah di kantor


Karena itulah Arga menganggap bis Bayu seperti keluarga nya sendiri


" Astaga ... Bagaimana bisa itu terjadi pak? " Tanya bos Bayu yang menyuruh Arga duduk di tempat duduknya dan menenangkan Arga dengan cara menepuk nepuk punggungnya setelah pelukan mereka terlepas


Dan semuanya pun mulai berkumpul di tempat duduk bos Bayu dan ingin me dengar cerita dari Arga


" Mereka mencekik ku dengan menggunakan rantai yang sangat panjang , Dan mereka pun juga memukul ku dengan tongkat bisbol sangat menyakitkan " ungkap Arga duduk dengan tenang dan memainkan batang kayu manisnya lagi


" Sungguh kejam mereka , siapa mereka pak Arga? " tanya Fero


" Ya siapa mereka biar ku hajar mereka sampai tak bisa berjalan lagi " ucap Geri nampak kesal


" Shuut diam kalian" ucap Mega dan Shifa bersamaan


" Mereka ... Ya mereka adalah pembunuh atau preman yang di bayar oleh atasan kita yang tak lain adalah presedir perusahaan ini "


" Apaa !" Kaget mereka semua


" Ba ..bagaiman bisa pak , dan apa alasannya kita tak boleh menuduh orang tanpa bukti pak Arga " ucap bos Bayu


" Boss ini buktinya , dan juga aku punya rekaman Vidio nya ketika mereka menghajarku , juga jangan lupakan kita tak bisa berbuat apa-apa di depan kekuasaan disini hanya mereka yang di atas kita yang memiliki nya " ucap Arga agak kesal karena mengingat kejadian semalam


" Lalu apa rencana pak Arga sekarang ?" Tanya bos Bayu


" Kalo boleh tahu bagaiman anda bisa selamat dari para preman itu ?" Tanya Fero pada Arga


" Ada yang menolong ku dan itu sosipat Kevin" ucap Arga dengan senyum smirk nya


" Dan untuk rekaman Vidio nya?" Ucap Shifa dengan penasaran


" Hah apa kalian lupa bahwa aku adalah menejer bisnis kalian yang hebat "


" Tidak kami tidak lupa itu " ucap mereka bersamaan


" Buat apa Bros mawar hitam ini yang kupakai sekarang jika tak ada gunanya , " ucap Arga lagi sambil berdiri dari duduknya dan berjalan menuju tempat duduknya sendiri


" Maksud bapak di Bros tersebut selalu ada kamera tersembunyi nya " ungkap Geri


" Bingo , tepat sekali " balas Arga sambil mendudukkan dirinya di kursi kerjanya


" Hah apaaaa" ucap kaget mereka lagi secara bersamaan


" Sungguh sableng dia Meg " bisik Shifa


Pada Mega


"Begitulah dia sudah kita kembali saja bekerja " balas Mega


Lalu mereka semuanya pun bergegas ke meja kerja masing masing dan memulai untuk mengerjakan pekerjaannya .


Di tempat lain Bu mawar sedang marah marah setelah mendapatkan telfon dari anak buahnya bahwa mereka gagal


" Br*ngs*k , kenapa bisa gagal sihh aaakhh" teriak marah Bu mawar


Tak lama bu mawar di panggil ke ruang presedir


Setelah sampai ternyata tidak hanya Bu mawar saja yang di panggil namun di sana sudah ada kevin dan presedir yang sedang duduk di sofa kantor


" Salam pak " salam Bu Mawar


" Duduk lah " ucap presedir Gunawan


" Bagaimana apakah berhasil " sambung presedir Gunawan lagi


" Itu ma maaf pak saya gagal , menurut anak buah saya ada yang membantunya" jelas Bu mawar pada pak Gunawan


" Hah sudahlah pikirkan cara lain untuk menyingkirkan dia "


" Baik pak "


Setelah pertemuan itu Kevin dan Bu mawar pun keluar tepat setelah meninggalkan ruangan presedir Kevin menarik tangan Bu mawar hingga menatap dinding


Sreet....


" Akhh"


" Apakah kau yang menyuruh anak buah gengster mu lagi hah , sudah pernah ku katakan jangan menyuruh mereka atau kau akan tahu akibatnya!!" Peringat Kevin dengan marah pada Bu mawar Kemudian pergi meninggalkan Bu mawar di sana dan berjalan menuju ruangannya


Sedangkan Bu mawar hanya menganggap ancaman peringatan Kevin hanya omong kosong saja lalu berjalan kembali ke ruangannya


Di tempat Arga ia sedang menulis sebuah surat seperi surat wasiat yang hampir sama seperti surat yang di tinggalkan pak Andika sebelum kecelakaan itu terjadi


" Ini adalah surat wasiat saya , apabila ada kecurangan yang terjadi ini adalah akibat kesalahan dan kelalaian saya yang tak benar bekerja di sini dan bila saya mati maka mintalah pertanggung jawaban dari orang yang paling berkuasa di kantor ini yang bernama GWN tertanda ." Begitulah isi dari surat wasiat yang di tulis oleh Arga di kertas sebanyak 10 surat


Setelah selesai menulis ia bagikan kepada bos Bayu , Geri , Fero, Mega , dan Shifa terakhir ia akan memberikannya pada presedir di kantornya ,sisanya ia simpan di kantong jas nya


" Kuberikan pada kalian tapi ingat bukalah setelah aku pergi " ucap Arga sambil memberikan kertas surat tersebut .