Chief Arga

Chief Arga
08



Setelah sampai rumah nya Arga pun membersihkan dirinya lalu pergi tidur ,


Malam pun berlalu dan pagi menjelang Arga sudah siap dengan pakaian kantornya yang normal seperti seorang menejer yang memakai kemeja putih di padukan dengan jas hitam serta dasi hitam nya ,juga sepatu kantor nya beserta jam tangan perak juga tas kerjanya


Lalu tak lama setelah itu Arga berangkat bekerja , sesampainya di kantor semua orang kantor pun menatap Arga karena aura misterius dari Arga karena kali ini Arga berpakaian sangat rapi dan normal tidak seperti biasanya ya g berpakaian sedikit aneh


Dengan senyumnya Arga berjalan menuju ruang tunggu , sesampainya di sana Arga pun duduk di kursinya dan berjarak agak jauh dengan orang yang sudah duduk di sana terlebih dahulu


Arga pun meletakkan tas nya di meja tersebut kemudian ia mengeluarkan rubik nya yang biasa ia mainkan ketika sedang memikirkan sesuatu atau lebih tepatnya sebelum ia memulai permainan dan yang lainnya maka ia kan bermain permainan seperti rubik


Setelah ia mengeluarkan rubik tersebut ia pun memainkannya sambil mendengarkan musik di earphone nya lalu setelah selesai bermain Arga pun mengeluarkan laptop nya u tuk mengerjakan beberapa pekerjaan nya yang belum selesai


" Ahhh akan ku selesaikan sekarang"


" Maaf pak tapi disini kita tidak boleh melakukan apa-apa" ucap seseorang yang sudah ada sejak kemarin


" Ohh benarkah , tapi kita di gaji untuk bekerja" jawab Arga sambil mengetik di laptopnya.


Setelah itu wanita yang dari divisi disiplin pun melihat Arga yang masih melakukan pekerjaan nya pun menghampiri dan memarahinya


Brak...


Suara penunjuk kayu yang di ketukkan di meja sebelah Arga hingga membuat terkejut


" Pak Arga apakah anda ingin di hukum lebih berat lagi " teriak berang wanita separuh baya itu pada Arga


" Ehh Bu Niken maaf Bu saya kan kerja di gaji Bu " jawab Arga dengan tetap melanjutkan pekerjaannya


Sedangkan krang yang di samping Arga yang sedang menjalani masa sebelum ia di pecat atau ia memilih untuk mengundurkan diri nya ia merasa sangat ketakutan karena Bu Niken dari divisi kedisiplinan itu


" Kau berani sekali kau menjawab ku ,"


Ucap Bu Niken lalu ia mengambil laptopnya dan ingin membantingnya


" Laptop milik perusahaan Bu " jawab Arga dengan tenang


Lalu Bu Niken pun tak jadi membanting laptop tersebut


" Kau , jangan biarkan saya melihat anda mengerjakan apapun lagi " teriak kesal Bu Niken pada Arga lalu ia berlalu pergi meninggalkan Arga


" Pedes banget itu mulutnya aduhh " gumam Arga yang merasa senang karena rencananya membuat kesal berhasil .


Beberapa jam kemudian waktu istirahat kantor pun tiba lalu Mega yang mendapat informasi dari Bu Sarah mengenai kunci itu pun segera memberitahukan Arga yang ada di ruang tunggu


" Pak Arga " sapa Mega pada Arga


" Ya , ada apa " jawab Arga kemudian berdiri dari tempat duduknya


" Saya sudah tahu pak ini kunci apa"


" Ya memang itu kunci buat apa "


" Ini kunci loker di tempat gym olahraga "


" Baik kau saja yang mengambilnya saya akan keluar sebentar kebetulan ada karyawan dari perusahaan cabang menghubungi ku" ucap Arga yang menyerahkan pekerjaan itu pada Mega , dan dirinya menemui karyawan wanita yang kemarin


Lalu mereka berdua pun bersama keluar dari perusahaan dengan tujuan yang berbeda


Mega saat ini sudah sampai di gym olahraga dan sedang menuju ke loket kunci nomor dua puluh tujuh milik pak Andika , di bukanya loker tersebut dan hanya ada sebuah buku majalah sejarah tentang perusahaan saja


Kemudian diambilnya buku tersebut.


" Hah buku , hanya ini tidak ada yang lain tapi kenapa pak Andika menyembunyikan buku ini disini , pasti ada bukti lain yang berhubungan dengan buku sejarah kantor ini " pikir Mega ,lalu ia pun pergi dari sana dan langsung kembali ke kantor


Sedangkan Arga sekarang sedang ada di kafe dekat perusahaan menunggu karyawan dari market place itu datang


Tak lama remaja itu pun datang dan menghampiri Arga yang sedang duduk sambil menikmati secangkir kopi latte nya


" Ya aku sudah sampai , bagaimana perkembangannya " tanya Arga langsung pada intinya


" Tenang paman semua sudah aman sudah ku hubungi , dan semuanya sudah ada dalam group wa , ini" jelas remaja itu yang memperlihatkan group wa nya dengan semua anggota yang menjaga toko atau market place milik perusahaan yang mengalami kerugian atau di pecat tanpa adanya alasan dan gaji yang tidak di berikan


" Wahh hebat sekali , apa kau tidak akan berubah jika nanti terjadi sesuatu yang di luar kendali " tanya Arga memastikan agar nanti bisa menyusun rencananya


" paman kita para anak muda tidak akan mudah untuk di pengaruhi , kami tidak akan mengubah tuntutan kami paman apapun yang akan terjadi nanti" ucap remaja itu dengan sangat yakin


" Baik kalau begitu tunggu informasi selanjutnya dari ku ya dan ajak beberapa teman mu nanti , mungkin sebentar lagi akan ada yang menemui mu " jelas Arga lalu ia kembali menyesap kopi nya


" Baik paman " jawab remaja itu


Tak lama pertemuan mereka pun selesai dan Arga kembali lagi ke kantor


Sampainya di kantor semua orang dari divisi bisnis sedang bingung karena barang bukti yang di temukan Mega hanya sebuah buku sekarang kantor saja


" Hai semua apa ada yang kesulitan" sapa Arga saat sudah sampai di kantor dan masuk ke ruangannya walaupun ia berada di ruang tunggu tapi Arga masih bisa bebas pergi kemanapun ia mau


" Pak Arga , kami menunggu mu " ucap Shifa pada Arga


" Pak saya sudah mengambil apa yang di sembunyikan dan itu adalah buku kantor pak " jelas Mega pada Arga


" Buku kantor ,ada apa di buku kantor itu" tanya Arga pada semuanya


" Kami tidak tahu pak anak anak sedang mencarinya , dan saya juga membantu mereka sedari tadi tapi belum kami dapatkan" ucap bos Bayu yang merasa pusing dengan semua yang terjadi saat ini


" Itu tugas kalian , nanti jika tetap tidak ketemu bilang padaku akan ku lihat bukunya mungkin ada petunjuk yang mungkin tidak di sadari "


" Baik pak akan kami cari petunjuknya" jawab mereka serentak


Kemudian Arga pun pergi keluar dan mengambil rubik nya lalu ia pun pulang cepat untuk pergi ke rumah sahabatnya Felix ,


" Bos saya pulang dulu ada urusan penting" pamit Arga pada bos Bayu


" Iya iya pak anda boleh pergi , kita akan mencarinya anda tenang saja " ucap bos Bayu yang memberikan izin untuk Arga dan mencoba untuk mencari tahu petunjuk apa yang ada di dalam buku tersebut .


Setelah itu Arga pun keluar dari kantor dan langsung mengendarai mobilnya menuju ke kantor Felix yang tak jauh dari tempat tersebut


" Wahhh sampai juga gue " gumam Arga setelah sampai , lalu ia pun berjalan masuk ke ruang kantor Felix , tidak ada ya g menghentikannya karena semua orang di kantor Felix sudah hafal dan tahu jika bosnya itu mempunyai sahabat yang dekat dengan nya yaitu Arga


" Hai lix Lo sedang sibuk gak" ucap Arga yang langsung masuk ke dalam ruangan Felix tanpa mengetuk pintu


" Hah Arga , Lo ngagetin aja sih enggak gue santai kok, " jawab Felix kemudian berpindah duduk di sofa ruangannya yang sudah ada Arga yang duduk di sofa tersebut


" Kebetulan banget nih gue mau minta bantuan Lo lagi , Soal kerjaan "


" Oky lah gue bantu , masalah apa lagi yang Lo buat "


" Ya gue mau minta Lo buat media yang mengatakan bahwa ada beberapa karyawan yang menuntut akan meminta keadilan karena merasa di rugikan di perusahaan cabang milik perusahaan gue kerja"


" Baik lalu kapan gue mulai nya "


" Nanti gue kabari deh , masih ada beberapa masalah kecil yang harus gue selesaikan "


" Hmmm dan Lo kesini cuman buat bilang itu ke gue Ga" tanya Felix pada Arga


" Yap dan gue bosen , boleh lah sekali kali main ke kantor Lo"


" Ya ya terserah Lo aja , omong omong gue lanjutin kerjaan gue dulu , masih ada beberapa "


" Ya lanjutkan saja , gue numpang tidur di sini "


" Hmmm"


Tak selang berapa lama Arga pun sudah tertidur di sofa ruang kerja milik Felix , sedangkan Felix ia melanjutkan pekerjaannya lagu yang masih kurang sedikit lagi selesai.