
Sudah beberapa bulan Ayu tinggal di apartemen Arga bersama dengan Arga dan Dian selama beberapa bulan juga ia bekerja di kafe sweet kafe milik Arga , dan juga selama beberapa bulan ini ia selalu gagal mencari kontrakan atau tempat tinggal dan ia tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran Dian untuk tinggal di apartemen nya selama yang ia mau beberapa hari lalu begitupula dengan Arga yang tidak keberatan dengan adanya Ayu di apartemen nya adik ya itu selalu ceria dan senang dan Arga sanagt senang dengan hal itu
Tak memungkiri hubungan keduanya pun semakin lama semakin dekat dan baik hingga malam ini Arga yakin dengan perasaannya dan ingin mengungkapkannya pada Ayu
" Dek ajaklah Ayu kelir bentar dong Abang punya misi buat kamu " ucap Arga memohon pada adiknya karena rencana Arga untuk menghias apartemen untuk mengungkapkan perasaan nya pada Ayu malam nanti
" Misi apa bang " tanya Dian antusias mendengar misi abangnya itu
" Menerima dan berhasil , misi hijau dan finish " ucap Arga mengatakan misi nya pada Dian
" Wahh bang Arga , moga berhasil bang , Oky aku ajak mbak Ayu keluar sekarang kalau gitu pulangnya nanti tepat pukul delapan kan bang " ungkap Dian
" Iya dek delapan malam jangan lebih "
" Oky bang siap , yang romantis bang hihi " goda Dian setengah berlari meninggalkan molli yang ia ajak main dan abangnya lalu Dian oun mengajak Ayu pergi keluar
" Mbak ayu temenin aku shoping mbak sama salon ada acara nanti malam" bujuk rayu Dian
" Enggak ahh mbak males sama Abang kamu aja kan bisa " elak Ayu
" Bang Arga sibuk sama kedua temannya mbak gak bisa dan mana mau bang Arga nemeni salaon pasti lama nanti ngomel ngomel , ayolah mbak , ya ya " bujuk Dian dengan pupy eyes nya sehingga Ayu tidak bisa menolak keinginan Dian dia pin akhirnya menurutinya dan keluar bersama Dian
" Ya sudah mbak temani , mabk ganti baju dulu "
" Oky mbak aku tunggu di luar ya " ucap Dian berlalu keluar
" Gimana dek bisa " tanya Arga pada adiknya
" Beres bang , aman " ucap Dian girang sambil senyum senyum
" Ohh iya ini kartu Abang pakek aja gak ada batasnya , pulang nanti kamu ke salon methy ya temen Abang yang langganan mamah dulu dia udah tahu tugasnya , udah Abang kabari " jelas Arga semangat
" Oky bos Que siap laksanakan " ucap Dian pada abangnya
Tak lama Ayu oun kelir dengan pakaian santai ya dengan jins navi dan kemeja biru laut panjang serta rambut yang ia gerai dengan tas selempang warna putihnya
" Yuk dek berangkat " ucapnya saat sudah sampai di depan Dian yang duduk di sofa ruang kelurga bersama Arga yang menonton tv sambil bermain ponsel
" Bang kita jalan ya dulu ya " izin Dian pada abangnya
" Iya hati hati " balas Arga , setelah keduanya pergi Arga langsung menghubungi kedua temannya itu Felix dan Surya karena hari ini akhir pekan kafe pun libur dan kantor pun juga libur
" Tok ... Tok .... Tok ....Tok ..." Sura ketukan pintu
" Masuk aja gak di kunci teriak Arga yang mematikan tv lalu menuju pintu untuk membukanya
Dan Arga sempat terkejut sebentar melihat kedua temannya itu yang membawa banyak bunga mawar dan melati serta perlengkapan lainnya seperti lilin dan balon berbentuk love
" Astaga kalian ternyata pesanan gue Dateng bareng kalian berdua di bawain lagi "
" Haha berat nih Ga kita masuk ya "
Ucap Felix
" Masuk aja kali gak ada orang " balas Arga
" Ohh ya adek Lo sama Ayu kemana "
Tanya Surya
" Ya keluarlah lah kan kita lagi nyiapin makan malam romantis buat doi " ucap Felix pada Surya
" Hah iya ya ya udah kita siapin ini dan Lo masak aja Ga kan makan Lo lebih bisa di percaya dari kita rasanya "
" Huh kalian ya baiklah gue yang masak kalian yang nata itu bunga bunga dan lain sebagainya " ucap Arga pada kedua temannya itu
Felix pun merapikan ruang tamunya dan menyapu bersih lantai kemudian mengepelnya, sedangkan Surya ia menyebul balon balonnya hingga di rasa cukup dan ia beralih menata meja makannya
Sedangkan Arga sedang sibuk di dapur menyiapkan makan malam nya
" Lix Lo nata bunga aja deh , balon kan udah gue tata tuh " ujar Surya
" Siap bis Que "
Lalu Felix mulai menata bunga Bu hanya ia menata dan mebavurkannya di lantai bawah ruang tamu dan meja makan mawar merah dan melati sangat harum dan sedikit aneh sih menurutnya tapi itu keinginan Arga ingin memakai bunga tersebut selanjutnya
Mereka berdua menata lilin lilin di meja makan serta sudut sudut ruangan
" Ga Lo masak apa aja sih harum
banget " ujar Surya
" Iya bener banget Lo masak apaan sih Ga " sambung Felix
" Gue masak makanan spesial kenapa kalian nanti kan juga makan kan " balas Arga tak menghiraukan mereka berdua dan lanjut memasak
" Mery " teriak Dian pada meru si oemilik salon
Dan Mery pun langsung datang menyambut Dian dan Ayu
" Aduh princess Dian udah Dateng aja
Eike udah nunggu dari tadi , mana yang mau di rombak " ucap Mery seorang laki laki yang mempunyai gaya seperti perempuan centil
" Udah tahu ternyata , nih mer mbak Ayu kenalin calon nya bang Arga , dan mbak Ayu ini Mery orang ya g punya salon ini " ucap Dian memperkenalkan mereka berdua
" Ahh iya salam kenal saya Ayudia " ucap Ayu memperkenalkan dirinya
" Wahh cantik cantik nih calaon AA Arga , ya sudah kalian masuk dan siap di layani , dan kamu ikut saya saya akan memberikan perawatan khusus buat kamu " ucap Mery seperti seorang perempuan dan menunjuk Ayu untuk ikut
Dan Dian oun masuk ke dalam ia langsung di layani omeh pelayan yang di suruh Mery
Awalnya Ayu tidak mau karena paksaan dari Dian ya g sudah ia anggap seperti adiknya sendiri akhirnya Ayu pun menurutinya
Mereka berdua melakukan spa dan sebagainya , lalu Dian memilih gaun warna navi dengan panjang gaun yang sampai kaki di hiasi eh pernak pernik dari gaun tersebut lalu dipadukan dengan rambut gelung nya yang di beri jepit rambut perak terlihat sangat cantik dan terkesan manis itu adalah gaun kesan Arga yang ia pesan beberapa hari lalu di tempat langganan mamahnya dulu yaitu di Melati shop ia memesan dua gaun yang berbeda lalu ia titipkan di salon methy
Sedangkan Ayu ia mengenakan gaun putih dan hiasan biru laut seperti salju di lengkapi dengan hiasan pernak pernik mutiara di sekitar pinggangnya , lalu rambutnya yang di kuncir setengah dengan menggunakan tali rambut yang di hiasi dengan pitah biru lalu di Eri mahkota Kecik berwarna putih dan mata biru laut di tengahnya
" Mbak ayu kelihatan cantik seperti ratu salju aja ada mahkotanya kayak peri " ucap Dian pada Ayu dengan senyum manisnya
" Kamu juga cantik dek , terus kita mau kemana dengan pakaian seperti ini " tanya Ayu pada Dian
" Pulang mbak , bang Arga nungguin kita dan waktunya juga udah pas "
" Mery makasih untuk hari ini bayarannya udah kan sama kartunya bang Arga tadi "
Ucap izin Dian yang ingin segera pulang
" Hati hati neng geulis , iya Eike udah terima , salam buat apa Arga moga berhasil dapat calon nya " ucapnya membalas perkataan Dian
" Dek sebenarnya apa apa sih dengan kalian mbak gak ngerti deh " tanya Ayu yang masih bingung di sepanjang Jalan ia dan Dian menaiki mobil dengan sopir yang bekerja dengan Arga beberapa hari lalu
" Nanti mbak juga tahu pokoknya kita gak boleh telat bang Arga udah siap dek kayaknya sekarang " ucap Dian pelan tapi masih bisa Ayu dengar dengan menahan kesalnya Ayu hanya bisa menghela nafas kasarnya
Tepat pukul delapan malam Dian dan Ayu sudah sampai rumah mereka pun masuk ke dalam dan di sana nampak gelap dan hanya ada cahaya dari lilin membuat Ayu sedikit ketakutan tapi penasaran Dian yang sudah masuk langsung berlari ke arah Utara berkumpul dengan Felix dan Surya di sana
" Dian kamu dimana mbak takut nih " ucapnya tapi tak ada yang menjawab sehingga membuatnya semakin gemetar
Ayu pun memberanikan diri u tuk terus berjalan walau pelan ke arah meja makan , tanpa di duga setelah Ayu berjalan lampu lampu pun tiba tiba menyala sendiri dan ia di kejutkan dengan Arga yang sudah berlutut sambil memegang bunga mawar merah di tangannya dengan pakaian yang sangat cocok dengannya yaitu kemeja putih dengan jas biru laut nya di hiasi dengan mutiara biru kecil di sekitar pinggir kerahnya dan Bros bunga warna putih dan mata biru di bagian tengah nya membuat Ayu semakin deg deg gan dan jantungnya berdebar debar ia gugup dan semakin memandangi wajah tampan Arga dalam diam
" Ayudia Amanda maukah kau menjadi kekasih ku " ungkap Arga mengucapkan perasannya pada Ayu
" Ma mas Arga ini "
" Terimalah bungaku jika kau menerima dan buanglah bungaku ini jika kau menolak " ucap Arga memotong perkataan Ayu
Ayu sendiri yang memang sudah jatuh pada pesona Arga dan semakin lama ia se.akin jatuh cinta pada Arga hingga sekarang ia tak bisa lagi membohongi perasaannya itu
Dengan malu ia berjalan me dekat ke arah Arga dan mengambil bunga mawar dari tangan Arga dan setelah menerima Bunga itu ia membalikkan tubuhnya karena ia malu dan tidak ingin Arga malihat pipinya yang sudah bersemu merah sekarang
Arga yang mengetahui tingkah imut seorang ayu jika sedang malu ia oun hanya bisa tersenyum dan berdiri dari tempatnya
Lalu suara tepuk tangan pun terdengar dari arah Utara
" Prok...prok...prok..." Sura repuk tangan mereka lalu mereka pun kelir dari persembunyiannya
" Wahh wahh wahh si jomblo udah punya pasangan nih Sur kita kapan ya " ucap Felix seraya menggoda temannya Arga itu
" Iya Lix kita nyusul bentar lagi , sekarang teman kita satu udah punya pasangan cantik lagi " goda Surya
" Apaan dah kak kalian itu , cepet cepet ya kalian juga punya pasangan biar sama kayak bang Arga " bela Dian yang membela abangnya yang sedang di goda
Eh kedua temannya itu
" Ihh kamu tuh bisa aja ya aduk centil nya Arga " ucap Felix gemas dengan Dian
" Abang sama adek sama aja " sambung Surya
" Ya sudah kita makan aja , Ayu kita makan yuk Mas udah siapin makanan spesial buat kamu dan semuanya "
Dengan malu malu Ayu pun menuruti ucapan Arga dan berjalan menuju meja makan di sana sudah ada Felix dan Surya juga Dian yang sudah mulai makan lalu pun duduk di samping Arga
Di meja makan tersaji berbagai macam makanan walaupun sederhana itu mampu membuat selera makan meningkat
Ada ayam goreng tepung , juga udang goreng dengan saus tiram ada nasi putih juga ikan bakar laku tempar penyet dengan sambal terasi , dan jus alpukat dan Leci juga minuman buah pich dengan susu di campur dengan buah pich dan buah lainnya juga dan ada minuman jeruk manisnya, lalu makanan penutupnya ada kue dessert yaitu puding bluberi dan dessert buah buahan segar serta es serut rasberi
Mereka makan dengan sanagt lahap dan tenang tak ada percakapan di meja makan sampai makanan habis dan mereka mulai makan dengan makanan penutup lalu menyesap minumannya yang sudah tersedia di meja tersebut .