
Sesampainya di rumah Arga dan ayu membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka dengan piyama tidur Ayu memakai piyama dengan lengan pa jang dan celana panjang sedangkan Arga ia mengenakan kaos warna hitam dan celana panjang saja setelah itu mereka pun merebahkan diri mereka di kasur ranjang dengan Ayu yang memeluk Arga dari samping sedangkan tangan Arga ia jadikan bantal, Arga pun membalas lekukan Ayu
" Mas tadi mas kenapa bilang kalo dokter Leo harus tidur ggal di rumah kita mas " Tanya Ayu penasaran
" Oohh itu ya biar mas mudah pantau Leo, sayang dan mas juga mau lihat seberapa dia tahan dia di sini dan soal Dian juga mas mau lihat sendiri, neng " Jelas Arga
" Tidur neng udah malam " Ucap Arga pada Ayu karena sejak tadi Ayu tidak tidur ia memainkan tangannya yang menggambar tidak jelas di dada bidang Arga walaupun Arga tidak merasa geli dan membiarkan saja
" Hmm mas kok Ayu laper ya pengen makan bubur buatan mas terus di kasih kacang polong " Ucap Ayu pada Arga
" Laper, bukannya tadi udah makan malam di rumah Leo, neng " Tanya Arga
" Iya tapi sekarang Ayu laper lagi, mas buatin ya bubur kacang polong mas " Rengek Ayu dalam dekapan Arga
" Ya baiklah, kamu ikut mas, atau nunggu mas di sini"
" Ikut, neng nunggu mas di rungan tengah ya di sofa sambil nonton TV " Ucap Ayu
" Hmmm ayo mas buatin bubur nya kamu di ruang tengah paling juga bentar lagi Dian sama Leo sampai " Ajak Arga
Mereka pun kelir dari kamar, Ayu menuju ruang tengah dan menyalakan TV ia mencari Chanel TV yang menurutnya bagus dan kebetulan itu di net TV
Sedangkan Arga ia sibuk memasak bubur di dapur untung saja Arga mempunyai kacang polong yang baru di belinya kemarin saat di minimarket
Tak lama Dian dan Leo pun tiba di rumah
" Bang Dian pulang " Ucap Dian setengah berteriak
" Iya dek yaudah kanu anter gih Leo ke kamarnya dan bersih bersih kalian pasti capek, habis itu istirahat " Teriak Arga dari dapur ia bksaenyambut kedatanganeo tamunya yang akan menginap di rumah selama satu bulan kedepan
" Ishh abang mah, yaudah, mas Afgar aku anterin kekamar ya , dan bersih bersih laku istirahat kayak ucapan abang aku " Ucap Dian tenang
" Ya baiklah " Jawab Afgar singkat lalu ia mengikuti Dian menuju kamar nya yaitu kamar yang bersebelahan dengan kamar Dian
" Nah ini kamar mas, kamar aku di samping, kalo perlu apa apa bilang aja ke bang Arga atu Aku juga boleh " Ucap Dianenunjukkan kamar yang akan di tempati oleh Afgar dan Afgar pun hanya menggunkan kepalanya saja lalu masuk kedalam kamar, sedangkan Dian ia kembali ke kamarnya dan membersihkan diri laku menggantikan tidur pakaiannya menjadi pakain tidur dengn piyama motif kartun , di sisi lain Afgar pun juga membersihkan dirinya lalu juga mengganti pakaian nya menjadi pakaian tidur ia memakai kaos oblong merah dengan Celana piyama nya yang panjang warna coklat polos
Tetapi Dian saat ingin merebahkan dirinya ia sempat mencium aroma masakan dan ia pun mengurungkan niatnya yang ingin tidur lalu ia kelurahan dan melihat apa yang ada di dapur sekarang, sedangkan Leo karena ia sudah sangat lelah ia pun merebahkan dirinya dan langsung tertidur di ranjang kasur
" Lhoh mbak Ayu, mbak Ayu belum tidur " Ucap Dian yang baru menyadari jika Ayu belum tidur dan sedang menonton TV di ruang tengah
" Belum, mbak laper pengen makan bubur, kamu gak tidur , oh iya besok libur ya kafe nya " Jawab Ayu
" Iya mbak besok libur, itu yang masak bang Arga, baunya enak banget jadi pengen tapi udah
kenyang " Ucap Dian ia ikut bergabung dengan Ayu
" Neng buburnya " Ucap Arga yang sudah selesai memasak bubur dan menaruhnya di mangkuk yang ia letakkan di kapan beserta gelas yang berisi susu hangat
" Waahh kayak nya enak banget deh mas, Ayu makan ya " Ucap Ayu girang dan langsung memakannya tetapi pelan pelan karena masih panas,
" Pelan pelan sayang itu panas " Ucap Arga memperingati nya
" Iya neng tahu itu panas makannya Ayu tiup tiup biar cepet dingin " Ucapnya dengan senyuman lebar yang mengembang menghiasi wajahnya
" Bang kok Dian jadi laper ya lihat bubur yang abang buat kayaknya enak banget deh, ada kacang polong nya juga ada kentang goreng nya, di tambah krupuk udang nya " Ucap Dian yang menatap Ayu yang memakan bubur dengan lahap
" Ada di dapur masih sisa kalo mau kamu ambil aja " Jawab Arga ia duduk di samping Ayu
" Hmm enggak deh Dian kenyang tadi sebelum ke rumah Mas Afgar Dian makan cilok banyak terus di rumahnya Dian ikut makan malam, tadi pulang nya Dian sempet mampir beli pentol sih, udah ahh kenyang Dian makan banyak banget tadi " Jawab Dian jujur pada Arga abangnya
" Ya sudah kalo gitu kamu istirahat gih ini udah malem Dian " Ucap Arga pada adiknya itu
Lalu Dian oj beranjak dari duduknya dan kembali ke kamarnya untuk tidur karena ia juga sudah sangat mengantuk dan lelah
" Mas mau nambah masih ada kan " Ucap Ayu pada Arga saat buburnya sudah habis dan susunya juga sudah ia minum setengah
" Masih, sini mas ambilin " Arga oun meraih mangkuk kosong tersebut dan mengisinya kembali sesuai dengan permintaan Ayu
" Ini sayang hati hati, makannya gk ada yang minta " Ucapnya dan hanya di angguki oleh Ayu
Dan Ay pun memakan bubjrnya kembali dengan senang hati,
" Mas, Ayu Ayu boleh minta. . . " Ucap Ayu gugup dan malu saat dia menginginkan di pangku oleh Arga di sela makannya
" Itu, Ayu malu, tapi Ayu pengen, ihh gimana bilangnya " Ucap Ayu malu dan ia hanya bisa memakan buburnya secara perlahan untuk menutupi kegugupan nya dan semburat merah di pipinya
" Hahah sini sini, mas mau pangku Ayu " Ucap Arga pada Ayu dengan sedikit terkekeh dengan sikap Ayu yang tiba tiba biasanya ia tidak pernah meminta tapi hari ini Ayu meminta walau malu untuk mengatakan nya
Lalu Ayu pun di pangku oleh Arga, Arga gemas sekali dengan kelakuan Ayu akhir akhir ini, ia tiba tiba nangis karena permintaan nya tidak di turuti, berubah menjadi sangat manja dan sensitif juga nafsu makan Ayu yang bertambah tapi Arga senang melihat Nya melihat senyuman dan ia senang jika Ayu bermanja ria dengan dirinya
" Sudah di makan lagi buburnya kalo sudah kita tidur, Ayu ini sudah malam " Ucap Arga dangan menguatkan pelukannya di perut Ayu yang ada di pangkuannya yang sedang membawa mangkuk bubur, dan memakan bubur tersebut,
Tinggal sedikit lagi bubut itu habis tapi Ayu sudah tidak ingin lagi alhasil Arga lah yang menghabiskan sisa bubur Ayu dan susu yang tinggal setengah tersebut juga di minum Arga, karena Ayu yang memintanya
Setelah selesai menaruh mangkuk dan gelas kotor di dapur mereka pun kembali kekamar dan melanjut tidurnya dan TV pun di matikan, setan lampu yang di padamkan karena sudah sangat larut .
Pagi harinya, Arga sudah di repotkan dengan Ayu yang tiba tiba meminta rujak buah yang harus di buat oleh Arga sendiri, setelah itu ia ingin memakan donat yang harus di buat Arga sendiri juga
Sampai Dian dan Leo turun kebawah, Arga sudah berada di dapur membuat, rujak dan donat yang di inginkan istrinya itu, sedangkan Ayu ia sedang menonton TV kartun sambil tiduran di sofa
" Bang abang jagain pavi pagi udah buat rujak sama adonan donat bang " Ucap Dian yang menghampiri abangnya di dapur
" Permntaan Ayu Dian, kamu masak aja ya, abang gak bisa masak, ohh ya bubur yang abang buat tadi masih banyak, mungkin kamu sama Leo bisa makan bubur, abang taruh di kulkas kamu panaskan saja dulu " Jelas Arga yang masih mengupas buah buahan sedangkan ia mendiamkan adonan donatnya
" Hmm ya baiklah " Jawab Dian berlalu pergi dan membuka kulkas nya mengambil bubur dan memanaskannya, setelah panas ia memiliki dahlan bubjr tersebut di dua mangkuk dan menaruh ya di nampan dengar dia gelas Air putih, sedangkan Leo ia menunggu di meja makan
" Mas Afgar ini makanan nya maaf hanya ada bubur yang di buat bang Arga tadi malem gk papa kan " Icapnya laku menyajikannya di meja makan
" Tidak papa, ini saja sudah cukup, terimaksih "
Lalu keduanya oun makan dengan tenang di meja makan, setengah jam berlaku dan Arga sudah selesai dengan rujak buahnya ia pun meletakkannya di piring beserta sambal nya tapi tak terlalu pedas lalu ia memberikannya pada Ayu yang sudah menunggu dari tadi
" Neng, rujak nya sudah jadi " Ucap Arga dengan senyumannya
" Ohh ya, makasih suamiku yang tampan " Ucap Ayu dengan senang lalu memakan rujak nya dengan lahap
Arga melanjutkan masaknya dengan menghilang donat yang sudah ia bentuk bulat bulat dan bolong di tengahnya
Setelah selesai menggoreng donat ia memberikan coklat di atas dinat tersebut dan menyajikannya di piring,
" Wahh donatnya jadi, mas Arga maaf ya, Ayu mintanya aneh aneh " Ucap Ayu dengan muka di tekuk
" Gak papa Ayu sayang, yang penting kamu suka " Ucapnya
Lalu Ayu oun beralih memakan donat tersebut dan menghentikan makan rujak nya
Sama seketika kemarin Doang ya g tinggal satu bini di sisakan dan Rujak yang sudah hampir habis pun tidak dimakan lagi ia lalu meminum air putih tapi di sisakan setengah
" Kok gak di habiskan, kenyang ya " Tanya Arga yang melihat Ayu yang sudah selesai dan menyenderkan dirinya di dada bidang nya setelah makan dan hanya menyisakan makanan yang tinggal sedikjt lagi habis
" Udah gk selera mas, tapi Ayu pengenas Arga yang habisin sisanya " Ucap Ayu sedih karena memiliki ta Arga menghabiskan sisa makanan nya seperti tadi malam
" Ohh ya, ya sudah mas habiskan, kamu jangan sedih mas gak masalh makan sisa kamu, " Ucap Arga u tuk menenangkan istrinya yang akan menangis
Sedetik kemudian makanan itu pun habis di makan oleh Arga, laku baik memiliki esih kan piring kotornya , setelah selwsai ia pun menghampiri Ayu yang ada di kamar entah kenapa setelah Arga menghabiskan makannya, Ayu merasa sangat mual dan menuju wastafel lalu ia ohn berlalu kekamar dan membaringkan tubuhnya
Sementar Dian dan Leo mereka setelah makan, mereka ohn berjalan jalan di sekitar komplek rumah Arga, setelah selesai jalan jalan mereka ojn memiliki esih kan diri mereka dan menonton TV Leo yang masih canggung tidak banyak bicara sedangkan Dian tidak membuka obrolan sama sekali
Hingga Arga memintaeo untuk memeriksa Ayu karena Ayu merasa pusing dan muka dari tadi setelah makan serta ia bolak balik kekamar mandi mengeluarkan makanannya yang ia makan
" Leo bisa kamu periksa istri saya, saya rasa istri saya sedang tidak enak badan " Ucap Arga di ambang pintu kamar Arga
" Ahh bisa mas " Jawab nya lalu ia berjalan masuk ke dalam kmar Arga dan memeriksa Ayu
" Bagaimana apa ada masalah atau istri saya sakit apa "
" Ohh ini istri mas Arga gak sakit, dan selamat istri mas sedang hamil, ini normal untuk kehamilannya yang baru menginjak 2 minggu dan ya harus din perhatikan pola maknnya juga, lebih baik mas periksakan di dokter kandungan " Jelas Leo pada Arga
" Benarkah, baik terimaksih, Ohh ya bagai kamarnya, maaf itu desain untuk permpuan kalau kamu mau bisa di cat ulang " Ucap Arga pada Leo
" Tidak usah, saya suka, kalo begitu saya kekurangan dulu mas " Pamit Afgar
Dan Arga pun membiarkannya lalu ia beralih ke Ayu yang sedang tidur, perasaannya sangat senang mengetahui Ayu sedang Hamil.