
Keesokan harinya Arga sudah rapi dengan setelannya yang lumayan aneh dan nggak banget
Karena Arga memakai kemeja putih dengan kerah yang ada manik manik nya , juga jas hitam seperti jas para mafia , di tambah dengan jam tangannya , Juga tas kerjanya ,
lalu sepatunya ia memakai sepatu warna merah , tidak seperti biasanya ia memakai sepatu yang biasa ia buat kerja , ia malah memakai sepatu santai nya yang berwarna merah tersebut untuk berangkat bekerja
Di dalam perjalanan Arga memutar musik agar tidak sepi saat mengendari mobilnya
Sesampainya di kantor Arga dengan santai menyapa para karyawan yang ada dan tersenyum ramah namun nampak sangat misterius dan mengeringkan , karena ia menunjukkan senyum devil nya dengan begitu tenang namun menawan
Arga di tatap dengan tatapan aneh oleh para karyawan dan orang orang kantor yang ada , namun ia pun mengabaikan dan terus berjalan menuju ruang kerjanya, saat ia berjalan menuju ruangannya Arga melewati satu tempat yang di sebut ruang tunggu , di sana ada seorang karyawan yang sudah tua sedang duduk sambil menatap dinding dan meja di depannya , dan tidak melakukan apa apa
" Ada orang sedang apa dia , " gumam Arga yang nampak penasaran , dan terus berjalan sampai ia sampai di ruang kerjanya
" Pagi semua " salam Arga pada semua nya
" Pagi pak Arga " jawab mereka semua
" Pak Arga kau memakai pakaian aneh lagi " ucap bos Bayu
" Ahh bos ini stayl saya bos gaya saya "
Jawab Arga
" Ga Lo pakek pakaian aneh Mulu dah " ucap Fero dan Geri
" Hihi kalian ini , pak Arga andalah menejer kalian , bisakah kalian memanggilnya dengan pak atau apalah sebagai atasan kalian " tegur bos Bayu pada Fero dan juga Geri
" Ahh siap bos " jawab mereka bersamaan
" Ee Mega kamu nanti bisa ikut dengan saya ke suatu tempat "ucap Arga pada Mega , yang menurutnya cocok untuk di jadikan rekannya dalam membongkar rahasia perusahaan
" Ee bisa pak , " jawab Mega
" Baik nanti istirahat kita berangkat"
Lalu Arga pun berjalan menuju kursinya , belum sempat Arga duduk ia mendapatkan pesan dari kevin
Ting...
Bunyi notifikasi hp Arga
" Dasar sosipat ia mau ngapain lagi sih " fikir Arga dalam hatinya ,karena kesal dengan Kevin yang pagi pagi sudah minta bertemu di kantornya
Kemudian Arga pun berjalan keluar dan menuju kantor Kevin
" Pagi pak kevin" sapa Arga begitu ia masuk kedalam ruang kerja Kevin
" Pagi , gimana tugas mu sudah sampai mana kau " tanya Kevin pada Arga
" Maaf pak saya belum bisa , karena masih ada masalah di perusahaan cabang nya , jika mengerjakannya sekarang maka nanti akan timbul masalah yang tidak di inginkan"
Jelas Arga dengan mengatakan bahwa ada masalah keuangan di perusahaan cabang , dan Arga mencoba u tuk mengukur waktu agar ia bisa mencari bukti bukti nya
" Kau itu sungguh lambat , masak kerjaan begitu tidak becus," teriak Kevin marah pada Arga
" Maaf pak Kevin maaf kan saya , " ucap Arga meminta maaf pada Kevin
" Sudah kembali kau , jika besok kau belum juga mengerjakannya awas kau lihat apa yang akan ku lakukan " ancam Kevin pada Arga
Kemudian Arga pun keluar dari ruangan kevin dan kembali ke ruangannya .
Setelah kembali Arga pun melanjutkan kerjaannya dengan tenang seperti biasa
Saat semua orang di sibukkan dengan pekerjaan mereka tiba tiba ada yang datang ke kantor mereka dan marah marah tidak jelas
" Siapa yang mengerjakan berkas ini , jawab " ucap nya setengah berteriak dan membuat semua orang yang ada di sana terkejut
" Haahh ngapain sih dia kesini " ucap Shifa yang merasa tidak suka
" Hah jawab saya , siapa yang mengerjakan bagian ini , jika maka, aakhh.. aakhh "
Belum sempat ia melanjutkan katanya dengan cepat Arga sudah memelintir tangannya
Semua orang tengang melihat itu , apalagi dengan bis bayu yang merasa tak enak dan merasa sangat kesal ,karena kedatangan anak dari presedir yang marah marah , lalu dengan Arga ya g sekarang memelintir tangannya, ia merasa khawatir tapi tak bisa berbuat apa-apa
" siapa kau " tanya Arga dengan dingin dan tatapan mata yang tajam
" Hah siapa aku , aku adalah Marvel anak dari perusahaan ini , dan siapa kau , ahh atau jangan jangan kau orang yang di umumkan di seluruh gedung ini " ucap nya dengan nada sombong dan mengejek
" Ya kenapa " ucap Arga singkat pada Marvel
" Wahh ada pak berbudi disini , jika begitu perbaiki ini " ucap Marvel sambil melempar berkas yang ada di tangannya ke arah Arga
Tetapi Arga tidak menangkapnya dan membiarkannya jatuh ke lantai , laku tanpa kata ia menarik Marvel dan memelintir tangannya kembali
" Aahhkk lepaskan ,lepaskan
tangan ku " teriak Marvel kesakitan karena tangannya di pelintir oleh Arga
" Upss maaf , karena anda membuat keributan di sini ,maaf kan kelacangan saya " ucap Arga tenang dan masih memelintir tangan Marvel ,sesaat setelah mengatakan kalimat tersebut Arga pun melepaskan pelintiran nya
" Awas kau " gumam Marvel dan pergi dari sana
" Pak Arga anda baik baik saja kan "
Ucap bos Bayu yang merasa khawatir pada Arga
" Saya baik bos , dan boleh tahu siapa dia "
" Dia dia adalah anak dari presedir perusahaan ini "
" Ohh ,haah apaa" teriak Arga kaget dengan perkataan bos Bayu
" Pak Arga , apakah anda baik baik saja pak , saya sangat merasa bersalah "
" Tidak tidak , saya baik , anda tidak perlu merasa bersalah , toh saya yang akan kena "
Jelas Arga dengan tenang , lalu kembali duduk dan melanjutkan pekerjannya yang belum selesai.
Satu jam pun berlalu dan saat uni memang sudah waktunya untuk istirahat . Arga yang sudah selesai dengan pekerjaannya dengan cepat menghampiri tempat duduk Mega untuk mengajaknya keluar
" Meg kamu udah selesai" tanya Arga pada Mega
" Sudah pak , mari "
" Baik "
" Fa , bos, semua gue pergi dulu ya"pamit Mega pada semua orang
Setelah itu mereka berdua pun keluar dari ruangan
" Pak kalo boleh tahu kita kemana ya "
Tanya Mega yang penasaran
" Ke kafe kantor "
Jawab Arga singkat
Ting....
Bunyi pesan hp Mega yang berbunyi
Kemudian Mega pun melihat isi pesan tersebut ,
" Ada apa " tanya Arga pada Mega yang melihat ponselnya
" Ini pak katanya Bu Sarah ingat apa yang di katakan pak Andika sebelum kecelakaan dan di rawat sekarang " jelas Mega pada Arga
Seakan Arga tahu maksud dari perkataan Mega ia pun menyuruh Mega untuk menyelidiki lebih lanjut lagi
" Ahh kalau begitu kamu ke ibu Sarah Saja , dan selidiki lah lebih lanjut tentang kejadian itu , hmm dan cari bukti yang di simpan oleh pak Andika sebelum ia di rawat " jelas Arga yang memberikan tugas tersebut pada Mega
" Maksud pak Arga , kejadian itu mungkin saja berkaitan dengan permasalahan yang ada di kantor sekarang? " Tanya Mega yang masih belum mengerti jelas
" Yaps dan ini dapat membongkar kasus kecelakaan yang tidak jelas bukan , bukankah Bu Sarah menuntut ke adilan"
" Baik pak akan saya selesaikan secepat nya "
Lalu Mega pun dengan cepat meninggalkan Arga untuk menuju ke rumah sakit tempat ibu Sarah dan anaknya merawat suaminya tersebut
Dan sedangkan Arga ia mencoba u tuk ke market place untuk menyelidiki masalah yang timbul dan keaslian dari percakapan yang waktu lalu ia dengarkan dan rekam melalui alat nya .