Chief Arga

Chief Arga
67 season 3 part 11



Malam harinya seperti yang Arga katakan mereka akan pergi ke rumah keluarga Afgar karena di undang makan malam oleh Afgar


Arga dan Ayu sudah pergub lebih dulu karrna jam sudah menunjukkan setengah 7 malam , sedangkan Dian ia masih menunggu Afgar karena mereka janjian pukul 7 malam alhasil Dian berada sendirian di depan gerbang rumahnya yang sudah di tutup okeh nya dan menunggu Afgar datang, sebelumnya Arga sudah menyuruhnya untuk menunggu di dalam rumah saja, tetapi Dian ingin menunggu di luar alhasil ia memang menunggu di luar,


Setengah jam berlaku akhirnya Afgar datang menjemput Dian


" Sudah lama menunggu " Ucap tanya Afgar saat ia menghentikan mobil nya dan melukai dari dalam mobil laluenatap Dian yang sedang bermain ponsel untuk menghilangkan kejenuhan karena menunggu


" Ya lama dari setengah jam lalu, ahh lupakan " Jawab Dian datar dan tenang


" Ya sudah Mari kita berangkat " Ucap Afgar kembali lalu ia membukakan pintu mobil untuk Dian, setelah Dian masuk dan Afgar menutup pintu mobil, lalu ia memutar dan masuk ke kemudian lalu mereka lun menjalankan mobilnya,


Di dalam perjalanan terdapat keheningan , tidak ada yang membuka suara, hingga pada akhirnya Afgar memecah keheningan tersebut dengan memuji Dian


" Kamu cantik " Puji Afgar pelan tetapi masih terdengar oleh telinga tajam Dian


" Hah lo bilang apa barusan gue cantik , ya jelas lah gue perempuan yang pasti cantik !" Ucap Dian setengah kesal entah kenapa ia merasa kesal dengan laki laki di sampingnya itu yang sedang mengemudikan mobil nya


" Iya kamu cantik, dan malam ini kamu semakin cantik dengan gaun yang kamu pakai membuatmu sangat cantik malam ini Dian " Ucap Afgar menahan rasa ingin sekali mencubit pipi Dian karena gemas


" Ohh ya, terimakasih " Jawab Dian singkat


" Kamu kesal " Tanya Afgar


" Jelas kamu bohong sama aku " Ungkap Dian langsung karena ia sudah tak tahan lagi dengan kekesalan yang masih tersisa


" Maaf tapi jika saya tidak berbohong apakah kamu masih mau ikut dengan saya " Ucap Afgar kembali


" Hahh entah gue gk tahu " Jawab Dian bingung apa yang ingin dia katakan


" Hmm maaf sudah berbohong sama kamu, ya sudah sebagai permintaan maaf saya kamu boleh minta apapun dari saya " Ucap Afgar ia ingin meminta maaf pada Dian dengan mengabulkan apapun ya g di mi ta oleh Dian


" Ohh, ya beneran gak bohong " Yakin Dian kembali setelah mendengar Afgar mengatakan itu


" Iya Dian saya tidak berbohong " Jawab nya lagi


" Baiklah kalo begitu, ahh ya di depan kayaknya ada cilok deh mau beli boleh kan " Ucal Dian senang karena Afgar ingin mengabulkan apapun yang dia minta


" Boleh, ya sudah kita ke sana " Ucap Afgar dengan senyuman yang mengembang begitu pula dengan Dian ia sudah gembira dan senang dan senyumannya pun terus terbias di wajahnya yang sangat imut itu


" Sampai, kamu tunggu di mobil saja, saya yang akan beli, ingat jangan kemiringan bahaya banyak kendaraan " Ucal Afgar setelah memberhentikan mobilnya dan hendak keluar, lalu memperingati Dian agar tidak keluar sebab kendaraan di luar memang ramai dan kencang, Dian pun sebenarnya agak kesal tapi ia menurut dengan ucapan Afgar, karena ia juga tahu bahwa kendaraan di luar sangatlah kencang ketika lewat


Lalu Afgar pun turun dari mobil dan menghampiri penjual cilok di depan dan membeki dua plastik cilok dengan rasa berbeda, yang satu pedas yang satu tidak pedas . Setelah membuat eli ia kembali ke dalam mobulnya laku memiliki erokan cilok tersebut pada Dian, lalu ia melakukan mkbulnya lagi


" Ini, ada dua rasa buat kamu " Ucapnya


" Ooouuuhh sweet sekali. . ., makasih. . . " Ucap Dian menerima kantung kresek kecil yang berisi cilok dua rasa di dalamnya, dengan senang hati dan senyuman yang menawan tetapi menggemaskan


Setelah Afgar melanjukan mobilnya, Dian sedang memakan cilok tersebut dengan senang,


" Enak " Tanya Afgar saat minat Dian begitu semangat memakan cilok nya


" Hemm enak, kamu mau " Tawar Dian


" Boleh, tapi saya sedang menyetir " Ucap Afgar kembai sambil melirik Diam yang sedang makan cilok di sampingnya


" Ohh iya, ya sudah sini buka mulut katnu aku suapin " Ucap nya lalu tanpa pikir panjang Afgar menuruti ucapan Dian dan Dian menyuapi Afgar ciloknya yang tidak pedas


" Gimana enak kan " Tanya Dian menanyakan reaksi Afgar setelah memakan cilok nya yang tidak pedas


" Asiin Dian tapi enak " Jawab Afgar jujur


Tak lama mereka pun sampai dan setelahnya mereka kekurangan dari dalam mobil laku masuk kedalam rumah Afgar, tetapi Dian ya g gugup karena baru pertama kali ke rumah laki laki walau di sana sudah ada abangnya yang menunggu tapi tetap saja ia takut dan gugup hingga tanpa sadar ja memegang erat lengan Afgar


" Tenang, oky, rilex gak ada apa apa, ada saya kamu gak udah takut, mereka gak gigit kamu Dian " Ucap Afgar menenangkan Dian yang sedang takjt dan gugup, Dian pun hanya menganguk dalam diam


Tak lama mereka masuk kedalam rumah dan di sambut dengan hangat oleh kelurga Afgar dan Dian juga melihat Abangnya serta Ayu yang sedang duduk dan tersenyum ke arahnya, laku sedetik kemudian Dian pun bisa tenang kaka setelah melihat senyum Arga yang menenangkan dan senyum Ayu yang menandakan bahwa tidak akan terjadi apa apa .


" Mahh, pahh, Leo bawa mantu mamah nih " Ucal canda Afgar pada kedua orang tuanya


" Ohh ini yang namanya Dian , pantas daja kamu klepek klepek sama dia , lawong dianya Ayu kayak gini, iya kan pah " Ucap mamahnya Afgar yang sangat senang langsung menggandeng Dian dan menariknya menuju meja makan


" Iya mah, papah juga setuju, " ungkap papahnya Afgar


" Ayo Sa yang kita ke sana sudah ada Arga dan istrinya yang menunggu, itu abang kamu kan " Ucap Merliana ibu dari Afgar


" I iya tante itu abang saya sama kak ipar saya , tante " Jawab Dian


" Kok tante sih panggil mamah dong kayak Leo kan kamu calon istrinya " Ujar Merliana


" I iy ma mamah " Ucap Dian canggung pasalnya dia sudah lama tidak mengatakan nama itu setelah orang tua nya meninggal dan Arga lah yang menemaninya sampai sekarang


" Leo kamu ngapain berdiri di situ , gk mau makan lihat kita sudah mau selesai makan nya tinggal kamu doang nih " Ucap Ferdyan ayah Afgar


" Ehh iya pah, lupa lihat mamah seneng banget ketemu sama Dian " Ucap Afgar lalu ia berjalan menuju meja makan, dan akhirnya mereka pun makan bersama, Ohh iya yang makan hanya Dian dan Afgar saja sebab semuanya sudah selesai makan, di sana juga ada adik dari Afgar dibernama Satriya dia tipe cowok yang dingin dan cuek juga tak banyak bicara, lebih tepatnya irit bicara kayak es balok


Setelah selesai makan malah rencananya Ferdyan ingin membahas masalh Afgar anaknya dan Juga Dian adik dari Arga


" Berhubung kita sudah selesai dengan makan malam bagaimana jika kita bicarakan tentang kalian saja " Ucap ayahnya Afgar


" Ohh silahkan tuan Ferdy " Ucao Arga tenang tapi terkesan dingin dan penuh dengan ketegasan seperti sifat David yang tak tersentuh


" Hmm jangan panggil tuan lah nak Arga panggil paman atau Ayah juga boleh " Ucap Ferdyan pada Arga karena ia tahu Arga masih muda sama seperti anaknya yang lebih tua sedikit dari Afgar tapi kelihatan sudah dewasa sekali


" Ohh iya terimakasih paman, ehh tidak maksud saya a ayah " Ucap Arga setengah canggung karena ia juga sudah lama tidak memanggil kata tersebut


" Tidak usah malu malu, ya sudah sekarang bagaimana apakah kamu setuju jika anak saya Leo menjadikan adik mu oe samping hidupnya " Ucao Ferdy yang mulai serius memiliki Ahas tentang anaknya tersebut


" Itu saya serahkan kepada adik saya, dan saya tidak ingin memaksanya, jika anak anda ingin adik saya ya berusahalah untuk mendapat kan hati Dian adik saya, karena saya tidak ingin ada orang yang menyakiti dan mempermainkan adik saya, maaf jika ucapan saya menyinggung anda tapi saya sangat menyayangi adik saya hanya dia keluarga saya " Jelas Arga pada Ferdyan dengan sangat la cara dan juga tenang


" Baiklah kalau begitu saya akan tanya sama adik mu nak apakah boleh " Tanya Ferdyan setelah mendengar pe jelasnya dari Arga


" Ya tentu " Jawab Arga singkat


" Dian nak apakah kamu menjadi istri dari anak mamah sayang " Tanya Merliana ibu Afgar karena suaminya memintanya untuk bertanya pada Dian


" Hmm Dian gak tahu, asal mas Afgar mau berjuang dan dapetin hati Dian, meyakinkan Dian dan dan percaya sama Dian juga Dian yang mempercayai mas Afgar, Dian mau, tapi jika mas Afgar menyakiti Dian dan menghilangkan kepercayaan Dian makan Dian gak mau " Jelas Dian mantap dengan apa yang ada di dalam hatinya


" Leo bagaimana pendapatmu " Tanya ayahnya


" Leo akan berusaha pah , mah kan papah sama mamah tahu sendiri leo suka Dian udah lama sekali dari leo di Amerika sampai sekarang walaueo udah coba lupain tali rasa itu semakin hari semakin bertambah pah " Jelas Leo yakin apa yang sudah ia pikirkan matang matang


" Nak Arga bagaimana dengan mu nak "


Tanya ayah Afgar


" Hmm saya hanya akan memantau saja tidak lebih tidak kurang, dan untuk itu saya menyarankan agar Leo anak a ayah tinggal sama sya selamat satu bulan " Ucap Arga memberitahukan pendapat nya mengenai hubungan Afgar dengan Dian adiknya


" Saran mu boleh juga, baiklah mulai sekarang kau akan tinggal dengan kakak ipar mu Leo berjuang lah " Ucap ayah nya pada Lro anaknya dan Merliana tampak senang


Tak terasa waktu begitu cepat karena malam semakin larut dan dingin akhirnya Arga dan juga Atu pamit undur diri lalu pulang , setelah kepulangan Arga dan Ayu, Afgar menyiapkan keperluan dan pakaian yang akan dia bawa kerumah Arga untuk memenuhi ucapannya dan memenuhi perkataan Arga yang akan memantau dirinya dan ia juga akan berusaha untuk mendapatkan hati Dian .