Chief Arga

Chief Arga
41 season 2 part 13



Setelah mereka berdua sampai di dalam kamar mereka pun memilih kaset film yang akan di putar


" Sayang kau ingin nonton yang mana? " Tanya Arga pada Ayu dengan menunjukkan beberapa kaset film nya


" Hmm kayaknya film kartun deh mas yang ini " Balas Ayu dengan senyuman nya menunjuk ke kaset film kartun berjudul scubidu


" Baiklah mari kita putar " Ucap Arga lalu memutar kaset vidio tersebut . Tak selang berapa lama Dian pun pulang dengan perasaan kesal


" Assalamu'alaikum bang Arga, mbak Ayu " Ucap salam Dian setelah masuk ke rumah dan memanggil Arga serta Ayu


" Iya abang sama mbak Ayu di kamar " Teriak Arga dari dalam kamar setelah mendengar suara Dian


Selanjutnya Dian pun langsung menuju kamar tempat abangnya itu


" Bang, wahh abang sama mbak nonton ikut boleh gak bang " Ucap Dian sedikit manja dengan Arga


" Boleh dek sini kita nonton bareng " Balas Ayu di sambut dengan Angguk kan okeh Dian, lalu Dian pun segera naik ke tempat tidur di samping Arga dan ikut nonton film kartun nya


Arga yang tahu jika nada bicara Dian sedikit manja tadi dan sikap Dian yang agak dingin tapi tetap ramah dan tersenyum pun mulai penasaran ada apa sebenarnya dengan adik nya itu


" Dek kamu dari mana tadi " Tanya Arga pada Dian


" Kafe sama temen bang " Balas Dian sekedarnya


" Kafe Mandala " Tebak Arga


" Kok abang tahu " Ucap Dian


" Hmm tahu lah tadi abang dapat pesan dari pengawalnya kak Felix katanya kamu ada di kafe Mandala sama temen kamu " Jelas Arga


" Oohh jadi kita di kawal lagi nih , ahh iya bang aku belum cerita tadi temen ku pulang dari Amerika ke rumahnya yang ada di sini , dia minta jemput tadj terus habis dari bandara kita makan di kafe Mandala " Cerita Dian pada Arga abangnya


" Iya dek terus temen mu sekarang udah pulang " Tanya Ayu


" Udah mbak, tadi aku anterin dia ke


rumahnya " Balas Dian lagi


" Hmm bang, " Ucap Dian sedikit merapat ke Arga dan memeluknya


" Kenapa ada masalah, cerita sama abang atau mbak Ayu " Ucap Arga seraya membalas pelukan adiknya itu


" Kesel deh aku tadi sama temen aku pas makan di kafe "


" Emang kesel kenapa sih dek " Tanya Ayu pada Dian


" Iya mbak tadi tuh pas kita enak enak makan ehh dateng orang tak tahu sopan plus tak tahu diri " Ucap Dian yang merubah nada bicara menjadi kesal


" Siapa emang tapi kamu gak papa kan " Sambung Arga bertanya pada Dian


" Aku gak papa bang mbak, tapi aku mesel banget tahu, "


" Emang dia ngapain kamu dek " Ucap Arga


" Gak ngapa ngapain sih cuma biji orang emosi bang, gimana fak emosi coba tiba tiba dateng gebrak meja terus ngancem gak jelas sebutin nama abang lagi, aku aja gak kenal sama tuh orang bang " Jelas Dian menceritakan semua nya kejadian di kafe tadi bersama virra


" Ohh ya emeng orang nya bilang apa ke


kamu " Tanya Ayu penasaran


" Dia bilang gini ke aku, jangan deketin orang berbagai Arga kalau enggak kamu akan tahu apa yang akan terjadi


Jauhin dia ingat itu !! " Gitu mbak bang bals Dian sambil memeragakan dan mengikuti ucapan serta nada orang yang mengancam nya itu


" Mas gimana ini " Ucap Ayu khawatir jika masalahnya semakin besar dan parah


" Kamu tenang ya ada aku yang akan jaga kalian " Ucap Arga menenangkan Ayu


" Oh ya dek apa orangnya kayak preman jalanan terus wajahnya kayak ada bekas luka goresan di deket mata nya " Sambung Arga bertanya pada Dian


" Kok abang tahu tampang orang nya, jangan jangan abang kenal lagi sama tuh orang resek "


" Lah terus kalo gak kenal kok abang tahu " Tanya balik Dian pada Arga


" Ya tebakan abang aja sih, ya mungkin orang yang akan abang tangkep nanti ada hubungannya sama orang yang ngancem kamu itu " Jelas Arga


" Ahh baiklah, bang laper " Ucap Dian yang sudah lapar karena ia hanya makan sedikit tadi


" Laper, emang kamu di kafe gak makan dek " Tanya Ayu pada Dian


" Makan mbak tapi dikit keburu pergi ada orang resek tadi kan " Balas Dian pada Ayu


" Ada pasta di dapur tadi abang masak pasta buat mbak Ayu, masih ada dikit " Ucap Arga pada Dian


Lalu Dian pun segera pergi kekurangan dan berjalan kedapur untuk makan sedangkan Arga dan Ayu mereka melanjut nonton film kartun scubidu nya hingga tamat dan Dian pun kembali dari dapur setelah makan ,


Dian menuju kamar abangnya untuk tidur karena merasa capek


" Bang aku boleh gak tidur di sini, masih takit di kamar abang yang di atas " Tanya Dian dengan nada bicara yang agak pelan


" Boleh lah adek ku sayang tidurlah, kamu pasti capek kan sana tidur sama mbak Ayu abang ada urusan bentar nanti


nyusul kalian " Ucap Arga pada Dian lalu menunjuk yang lagi rebahan setelah nonton film tadi, swdangkan Arga ia ingin menghubungi Felix dan surya tentang masalah ini


" Mbak, mbak Ayu gak tidur "


" Udah tadi sekarang mbak gak bisa tidur, kamu tidur aja "


Laku Dian pun mulai merebahkan tubuh nya dan memejamkan matanya tak lama ia oun tertidur


Setelah Arga menghuni kedua temannya itu dan menceritakan apa yang terjadi, mereka bertiga memutuskan untuk tidak bertindak sembarangan, untuk beberapa hari surya terus mencari informasi te yang viona dan para preman serta prnah yang mirip dengan damar itu, dan Felix yang menugaskan anak buahnya untukengawal dan menjadi jaga arga , lalu Frederik yang mengawasi pergerakan dari viona beserta suruhannya, dan untuk beberapa hari kedepan juga Arga akan berada di rumah, juga Frederik yang bertugas untuk menyelesaikan masalah kafe dan perbaikan nya.


" Mas udah seminggu kita di rumah terus bosen, kapan boleh keluar sih " Tanya Ayu yang sudah bosan karena seminggu ini mereka tidak kelurahan dari rumah, sebab tidak di perbolehkan oleh Arga sangat kekasih nya itu


" Iya nanti kalo masalahnya udah selesai kita keluar gimana sama Dian juga " Jelas Arga pada Ayu


" Hmmm terserah deh " Ucap pasrah Ayu


" Bang belum kelar juga masalahnya, lama amat tinggal tangkep kan "


" Ya gak tahu dek orangnya masih ngintai kita, takutnya kalo kita keluar bakalan kena jebak, bisa jadi kalau kamu keluar kamu di culik kayak dulu untungnya dulu sempet ke cegah, gimana kalo sekarang gak ke cegah"


" Ya juga sih tapi perkembangannya gimana bang "


" 75% dek sebentar lagi, abang juga gak tega tuh liat mbak Ayu mu murung terus mau


keluar "


" Yahh ajak jalan aja bang ke kafe kek atau ke taman, ke Moll sama abang, biar adek di rumah kan ada yang jagain juga tuhh paman pengawal "


" Hmm boleh deh nanti malam abang ajak jalan, kamu gak ikut , abang takut nanti pas abang tinggal ada apa apa lagi di rumah "


" Gak akan ada apa apa bang udah deh yang penting mbak Ayu gak murung lagi "


Ayu yang merasa di abaikan karena percakapan kaka adik itu ia pun dengan kesal berjalan meninggal kan keduanya menuju balkon untuk menjadi Udara segar pagi itu "


Arga yang melihat Ayu pergi ia pun langsung menyusulnya ke balkon


" Masih marah kah kamu, gimana kalo nanti malam kita ke kafe makan malam " Ajak Arga sambil memeluk Ayu dari balakang


" Hmm terserah kamu, ihh lepas jangan peluk peluk aku, aku masih kesel sama kamu " Ucap Ayu kesal ingin melepaskan pelukan Arga dari nya


" Baik baik, tuan putri, dandan yang


cantik ya " Balas Arga melepas pelukan nya dan duduk di sofa balkon tersebut sambil memandangi Ayu dan pemandangan dari atas balkon apartemen nya


" Mas kapan kamu nikahin aku, gak baik loh pacaran lama lama, terus tinggal satu rumah lagi aku takut nanti jadi fitnah " Ucap Ayu yang merasa sedikit takut dan khawatir karena ia tinggal bersama Arga di rumah Arga dan belum ada ikatan apapun


" Secepatnya sayang, setelah semua masalah ini selesai aku akan nikahin kamu, biar kamu gak takut lagi " Balas Arga sambil menatap Ayu yang membelakangi nya sambil melihat pemandangan dari atas balkon itu


" Benarkah, " Ucap Ayu lalu membalikkan badannya menatap Arga yang duduk di sofa yang di balas senyuman dan anggukan oleh Arga, Ayu dengan senyuman nya langaung menghampiri Arga dan Arga pun berdiri selanjutnya ia di sambut dengan pelukan oleh Ayu .