BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 8 ( hanya kamu )



setelah perdebatan keduanya selesai bian memutuskan mengantar kekasihnya pulang. saat sampai di depan rumah theya


" besok aku jemput ya " ucap bian pada kelasihnya


" iya. hati-hati pulangnya ya" ucap heya, bian tersenyum dan melambaikan tangan ke arah theya lalu melanjutkan mobilnya meninggalkan rumah sang kekasih. theya masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh keluarganya yang berada di ruang keluarga mereka yang awalnya fokus ke arah tv sekatika menoleh pada sosok theya yang baru pulang


" Princess kenapa baru pulang hmm?. telfon papa sama kakak-kakak mu juga kenapa gak di angkat?" . theya yang di beri pertanyaan beruntun oleh sang ayah hanya bisa cengengesan


" hehehe theya baru pulang karena keasikan main. hp aku habis batrai makanya gak bisa angkat telfon papa tadi"


" lain kali jangan sampai lupa waktu mainnya kita semua khawatir nungguin kamu" ucap biru yang mendekat pada sang adik dan mengusap kepala adik perempuannya dengan sayang. jujur biru tadi khawatir karena sang adik tak ada kabar sama sekali dia takut sang adik kenapa-kenapa


" kamu keatas gih tidur sana udah malem banget takutnya besok telat bangun. kamu dah makan kan? " ucap mama theya. theya langsung menuju kamarnya dan siap-siap. untuk tidur


theya merebahkan tubuhnya di atas kasur iya membuka hpnya untuk melihat pesan yang baru masuk ternyata itu pesan dari sang kekasih yang menyuruhnya tidur, theya beruntung mempunyai kekasih seperti bian yang selalu mengingatkan hal-hal kecil yang kadang iya lupakan contohnya seperti mencuci kaki sebelum tidur. bian itu seperti punya dua kepribadian itu pikir theya karena saat bersama theya bian bisa jadi seperti anak bayi namun ketika tidak dekat dengan theya bian bisa berubah menjadi orang yanh dingin tak tersentuh


lama tenggelam dengan pemikirannya theya mulai mengantuk dan memejamkan matanya menuju alam mimpi.


pagi harinya theya sudah siap dengan pakaian sekolahnya dan bergegas turun ke bawah untuk sarapan. saat sampai di anak tangga terakhir theya dikejutkan dengan sepupu jauhnya yaitu fino yang sudah duduk rapi di meja makan. fino menyadari kedatangan theya iya menoleh dan memberi theya senyum manisnya theya juga begitu iya senang melihat fino sudah kembali dan bisa berkumpul dengan keluarganya


" udah dari tadi disini? " ucap theya pada fino sambil menarik kursi yang berada di dekat biru


" enggak kok " ucap fino dan di beri anggukan oleh theya


" maaf mengganggu tuan dan nyonya, ini ada temannya non theya maksa buat masuk " ucap pelayan itu sambil menunduk


" selamat pagi maaf menggagu acara sarapan kalian saya kesini ingin menjemput theya" ucap seseorang tersebut yang tak lain adalah bian. kedatangan bian membuat theya tak habis pikir apa yang ada di kepala pacarnya ini sampai bisa melakukan hal yang membuat theya malu di depan sang ayah


" siapa kamu? " tanya ayah theya dengan nada bicara tak bersahabat


" saya pacar dari putri anda" ucap bian santai


" punya apa kamu sampai berani menjadikan putri saya pacar. sudah punya perusahan sendiri?, punya apa saja kamu? , mau di kasi makan apa putri saya ?" theya bengong sendiri dengan pertanyaan yang di berikan sang ayah pada kekasihnya. belum sampai di situ saja biru juga menambahkan


" kamu dari keluarga mana?. saya gak mau adik perempuan saya pacaran dengan orang yang tidak jelas asal usulnya" ucap biru menambahkan pertanyaan sang ayah


" saya hanya punya 5 perusahaan atas nama saya. saya berasal dari keluarga anggara. anda tahu sendiri siapa keluarga anggara tuan pradiksa ooh iya saya juga sanggup membiayai putri anda karena kekayaan saya tak hanya dari keluarga saya tetapi juga hasil usaha saya sendiri" jawaban bian sangat mantap tampa gugup sedikitpun


" hmm saya kenal kamu ternyata kamu anak dari orang itu" ucap danuar iya sangat tahu siapa ayah dari abian


" saya restui kamu berpacaran dengan putri saya tapi jangan sekali kali kamu menyakitinya apabila kamu menyakiti putri saya maka saya akan menjauhkannya dari mu" ucap danuar yang beranjak dari meja makannya dan memberi tepukan bahu singkat pada abian


" saya tak akan menyakitinya karena dia dunia saya" jawab bian sambil menatap wajah theya iya menatap wajah kekasihnya sambil memberikan senyumnya untuk meyakinkan kekasihnya yang gelisah karena iya sedang diintrogasi oleh danuar. bian memberitahu theya lewat senyuman bahwa iya tidak apa-apa. di balik obrolan yang menagangkan itu ada sosok yang tak senang dengan kehadiran bian iya benci karena bian akan mengambil theya yang dari awal hanya miliknya. dia pastikan bian tak akan mendapatkan theya karena theya hanya miliknya sampai kapanpun menurutnya bian hanyalah parasit kecil yang harus di singkirkan secepatnya.