
" bayu, bayu, bayuu" bian seketika menoleh kearah sang gadis yang kelihatannya sangat antusias entah apa penyebabnya
" kenapa hm? " ucap bian sambil memandang gadis tersebut
" bayu mau gak kalok theya cariin temen?" pertanyaan theya sontak membuat bian mengernyit bingung
" temen?. temen aku kan dah banyak sayang" jawab bian sambil mengelus rambut sang kekasih
" ihh kamu gak mau tak cariin temen? " ucap theya sambil menatap sendu bian
" yaudah aku mau " lebih baik bian iyain aja dari pada gadis kesayangannya nangis, nanti bisa digantung hidup-hidup ia sama bapak danuar yang terhormat
" berarti kamu udah izinin aku buat selingkuh dong" ucapan theya sontak membuat bian melotot marah
" hah?! maksud kamu gimana?! " ucap bian manaikan nada bicaranya seoktaf
" aku itu niat buat selingkuh, biar kamu ada temennya " ucap theya dengan antusia tapi lain halnya dengan bian yang sudah menahan amarahnya
" enggak...gak ada pokoknya selingkuh" ucap bian menatap theya dengan pandangan garang. theya yang di tatap seperti itu justru bukannya takut malah menahan tawanya
" ihhh kan kamu jadi punya temen bayuu" theya trus membela dirinya. maksudnya theya itu baik mau nyariin bian temen yang banyak
" berani kamu selingkuh. aku bunuh selingkuhan kamu itu" ucap bian lalu memalingkan wajahnya. theya sudah menduga jika kekasihnya ini tu lagi ngambek kek anak babi ehh salah anak bayi maksudnya
" kamu tu ngapain sih mau selingkuh? emang aku kurang apa? " tanya bian pada theya
" kurang apa ya? " ucap theya sambil menaruh jari telunjuknya pada kening seolah sedang berfikir
" aku kaya, aku juga ganteng , baik, pengertian, so sweet, peka. apalagi coba yang kurang " semua yang bian sebutkan itu emang benar adanya sih
" iya kamu punya semuanya sayang. maaf ya tentang pertanyaan aku tadi" ucap theya sambil menggenggam tangan bian
" jangan berubah ya" ucapan theya sontak membuat bian menoleh kearah theya lalu menatap theya dengan pandangan yang sulit dibaca
" kamu juga jangan berubah ya" ucap bian sambil tersenyum. ia berharap hubunganya dengan sang kekasih tetap seperti ini
" enggak akan. pokoknya harus janji klok suatu saat kita gak sama-sama lagi gak boleh asing ya" ucap theya sambil mengangkat jari kelingkingnya dan disambut baik oleh bian sambil mengangguk kan kepalanya. semoga saja mereka berdua tidak dipermainkan oleh takdir karena pada dasarnya tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalannya takdir bisa saja suatu saat mereka dipermainkan oleh takdir
" aku janji sama kamu kita gak bakal asing" ucapan yang dilontarkan bian membuat theya tenang, theya harap mereka akan tetap berkomunikasi walau sudah tidak ada hubungan tapi ya gak ada yang tau nanti akan seperti apa
" bayu kalok suatu saat aku minta putus apa kamu bakal terima?" tanya theya sambil menyenderkan kepalanya pada bahu bian
" enggak " jawab bian tanpa berfikir lama. bian tak pernah membayangkan theya mengucapkan kata putus, kata yng paling bian benci. ia akan menggunakan segala cara agar kata itu tidak terucap dari mulut sang kekasih
" aku gak akan pernah mau kita putus. apapun bakal aku lakuin biar kamu tetep sama aku bahkan klok itu ngebahayain diri aku sendiri, aku bakal tetep lakuin asal kamu tetep sama aku" bian tak pernah main-main dengan ucapannya