
setelah acara bian dengan pengakuan cintanya. sekarang mereka sedang makan dengan tenang
selesai makan bian mengantar theya menuju kelasnya
saat sampai di kelas theya, bian mensejajarkan tingginya dan membisikkan sesuatu " nanti kamu pulang bareng aku"
dalam otaknya theya sudah merencanakan hal untuk kabur dari bian
"jangan coba coba kabur sayang. karena kamu bakal tau akibatnya" ucap bian seolah bisa membaca pikiran theya
theya memaki dalam hati karena bian dapat dengan mudah membaca pikirannya bian itu peramal atau apa sampai bisa membaca isi otaknya. melihat keterdiaman gadisnya bian lantas terkekeh karena bisa iya pastikan bahwa theya sedang memakinya dalam hati
" gak baik maki-maki calon suami dalam hati kayak gitu"
" sok tau lu" ucap theya yang mendapat tatapan tajam dari bian
" jangan pakek lo gue pakek nya aku kamu, sayang" ucap bian sambil menahan amarahnya. theya hanya bisa mengangguk mengiyakan karena tidak berani melawan bian entah mengapan iya merasa lemah jika dihadapkan oleh bian, nyalinya seketika hilang entah kemana
"kamu masuk kelas sana"
" yaudah aku ke kelas dulu ya. belajar yang rajin" ucapnya sambil mengecup singkat pucuk kepala theya, bian langsung meninggalkan theya yang masih terpaku didepan pintu kelasnya
" tu orang kenapa suka banget nyosor-nyosor sih, jantung gue jadi maraton gimana klok gue mati muda gara-gara serangan jantung kan gak lucu" ucap theya sambil menghentak hentakkan kaki kesal teman-teman kelasnya hanya biasa menghembuskan nafas lelah, mereka meresa ngotrak jika theya sudah bermesra mesraan dengan bian
" udah selesai ngebucinnya buk? " ucap sindi dengan nada mengejek
" lu berdua tega banget ninggalin gue " ucap theya seolah olah sedih
"tau ah gue ngambek" theya langsung menaruh kepalanya diatas kedua lipatan tangan. kedua temannya hanya bisa menghela nafas lelah dengan tingkah theya yang menurut mereka seperti bocah
" woi kita jam kos sampai pulang. karena buk rena gak masuk" ucap ketua kelas. seketika kelas yang sunyi mendadak ricuh mendengar kabar menyenangkan tersebut theya, ririn, dan sindi mereka turut senang karena tidak kedatangan salah satu guru kiler itu
" woy kapan nih kita nongkrong lagi dikafe" ucap ririn
" gue sih ayok aja" ucap sindi
" nanti sore aja gimana?. kebetulan gue ada waktu luang ni" ucap theya antusias karena dia rindu me time bersama teman temannya
...****************...
waktu pulang tiba theya dan ke 2 temen. sampai di parkiran theya sudah di suguhkan dengan kehandiran bian
" ayo pulang" ucap bian sambil membuka kan pintu untuk theya
" yan adek gue di jagain ya. harus selamat sampek rumah pokoknya" ucap dion sambil berteriak karna mobil bian sudah meninggalkan parkiran sekolah. keadaan di dalam mobil hening karena dua insan berbeda gender itu tak ada yang ingin membuka suara. sampai akhirnya bian sampai di depan rumah theya. saat theya hendak turun bian membuka suaranya
" tunggu. untuk seterusnya yang bakal anter jemput kamu ke sekolah itu aku" ucap bian sambil mendekatkan wajah ke arah theya dan......
CUP
bian memberi kecupan singkat pada pipi gadisnya, theya yang diberi kecupan singkat seketika mematung di tempat otaknya seketika berhenti bekerja bian terkekeh melihat wajar linglung gadisnya. saat theya sadar dari keterdiamannya dia langsung berlari keluar mobil itu. bian menggeleng kan kepalanya melihat tingkah theya yang menurutnya lucu tapi sedetik kemudia wajar tampan itu berubah datar, bian mengambil Hp nya dan menelfon seseorang
" gadis ku akan keluar rumah nanti, jaga dia dari jauh jangan sampai dia terluka sedikitpun atau nyawamu jadi taruhannya" dia memutus panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari orang yang ia telfon. bian langsung melajukan mobil meninggalkan rumah gadisnya