BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 32 ( sosok gabriel putra wiranadi )



Hai semuanya👋 pada kangen sama outor gak nich? hehehe kalian pasti kangen ya sama ceritanya.


sebelumnya autor mau minta karena up nya lama 🙏 tapi kali ini bakal sering up lagi kok


oke deh jangan banyak omong lagi sekarang selamat membaca semuanya😍


...****************...


Dibab ini dan beberapa bab selanjutnya kita bakal cerita tentang sosok gabriel (masalalu theya).


gabriel putra wiranadi adalah nama lengkap dari pria yang pernah menjadi sosok spesial dalam masa lalu theya. laki-laki tampan yang sayangnya memberi trauma mendalam bagi theya.


theya dan gabriel tak memiliki status pacaran, mereka berdua hanya dekat seperti layaknya seorang kekasih tapi tidak ada hubungan yang jelas klok bahasa sekarang nya HTS ( Hubungan tampa status). theya dan gabriel sejak awal memang teman dari kecil, sosok gabriel yang lembut selalu bisa membuat theya nyaman dalam setiap pertemuan mereka.


...****************...


di sebuah halaman rumah mewah terdapat sepasang anak laki-laki dan perempuan yang berumur 10 tahun sedang bermain. si anak perempuan sedang sibuk berlari kesana kemari mengejar kupu-kupu sedangkan sang anak laki-laki sedang sibuk merangkai bunga untuk dijadikan sebuah mahkota untuk sang gadis. tak lama mahkota yang ia buat selesai, si anak laki-laki memandangi hasil karya nya dengan pandangan puas.



"akhirnya jadi juga " gabriel hendak memanggil theya untuk menunjukkan hasil karya


"theya sini" theya yang awalnya sibuk mengejar kupu-kupu jadi menoleh karena mendengar panggilan gabriel. theya berjalan kearah gabriel yang sedang duduk di salah satu pohon yang terletak di halaman rumah tersebut


"riel kenapa panggil theya? " gabriel menunjukan senyum manisnya lalu menunjukan mahkota buka yang tadi ia buat


" ini riel buat untuk theya" mata theya berbinar menatap mahkota bunga tersebut


"sini riel pakein" theya mengangguk sebagai jawaban. setelah mahkota bunga itu sudah terpasang di kepala theya, gabriel menatap theya takjub


"theya jadi makin cantik karena pakek itu" theya tersenyum senang mendengar pujian dari gabriel


"makasi riel, theya suka" ucap theya sambil memberika senyum manisnya, seolah sihir senyum theya pun menular ke gabriel


"riel juga harus janji sama theya. riel gak bakal ninggalin theya "


"iya riel janji hal itu gak bakal terjadi"


kedua anak kecil itu berpelukan sebagai ungkapan kasih sayang mereka tapi tak lama nama mereka berdua dipanggil oleh amira


"theya, gabriel... ayo makan siang dulu" kedua anak itu melepaskan pelukanya dan berjalan memasuki rumah tersebut.


saat ini gabriel dan theya sedang duduk diruang makan bersama amira. gabriel dan theya makan dengan lahap sampai Tiba-tiba pertanyaan amira membuat gabriel menghentikan kegiatan makannya


"gabriel mau nginep disini lagi atau pulang? " gabriel tersenyum sebentar lalu menjawab pertanyaan amira


"riel mau pulang aja hari ini" jawaban yang gabriel berikan membuat theya langsung menoleh


"riel kenapa pulang?... riel gak mau nginep disini lagi?... nanti klok riel dipukul lagi gimana? " theya terus melontarkan pertanyaan bertubi tubi kearah gabriel


"rumah kita kan sebelahan theya, jugaan gabriel udah nginep disini dua hari" mata theya sudah berkaca kaca dan siap umtuk menangis


"nanti klok riel dipukul lagi gimana? " gabriel tak tega melihat theya menangis


"theya tenang aja kan riel cowok jadi harus kuat" theya masih menangis malah tangisannya semakin keras sekarang


"udah dong jangan nangis lagi. nantik riel beliin es krim deh" theya seketika menghentikan tangis nya mendengar kata es krim yang gabriel lontarkan. gabriel tahu theya itu maniak es krim jadi cara satu-satunya cara membujuk theya agar berhenti menangis ya dengan es krim.


"riel harus janji ya klok riel dipukul lagi sama ayah riel, riel harus cepet lari" gabriel mengangguk sebagai jawaban


"udah, nanti ngomong lagi sekarang makan dulu" ucap amira dan dapat anggukan dari kedua bocah itu.


saat malam hari selesai makan malam gabriel pamit pada theya dan keluarganya walaupun ada sedikit drama tadi tapi itu sudah selesai. sekarang gabriel sudah berada didepan rumahnya tapi gabriel tak pernah menganggap bahwa bangunan megah ini sebagai rumah. gabriel membuka pintu rumah besar itu dan masuk kedalam nya tapi saat gabriel hendak naik ke tangga tiba-tiba tubuhnya menengang


"masih inget pulang kamu? "