BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 14 ( cerita theya )



bel istirahat sudah berbunyi banyak siswa siswi yang pergi menuju kantin sama halnya dengan bian dan theya saat ini mereka berdua sedang duduk disalah satu meja kantin. bian sedang disuapi sepiring nasi goreng oleh theya adegan itu tak luput dari pandangan warga kantin. saat mereka sedang sibuk dengan dunia bucinnya tiba-tiba datanglah dion dan kawan-kawan


" woy ini yang dicariin dari tadi ternyata lagi bucin" ucap lio sambil menggeprak meja dan membuat semua siswa dan siswi yang ada dikantin menoleh. tindakan lio tadi juga mendapat tatapan tajam dari bian karena lio mengagetkan sang kekasih


" lu mau gue bunuh hah?. lu ngagetin cewek gue " ucap bian dengan nada tak bersahabat. lio hanya bisa cengengesan


" maaf, maaf gue salah udah buat lo kaget theya. maafin gue ya soalnya gue masih mau hidup gue belum nikah ya" ucap lio memohon pada theya


" iya gak papa lain kali jangan gitu lagi" ucap theya memaafkan tindakan lio tadi


" kalian sejak kapan ada di sini. tadi selama pelajaran kalian dimana? " ucap dion penasaran karena ia tak melihat sang adik dari tadi


" gue ajak theya bolos" ucap bian dengan santai. dion memahami tindakan sahabatnya yang satu ini karena bian itu gak bisa jauh-jauh dari pawangnya


" lu tega banget ya sama kita berdua. bolos gak ngajak ngajak" ucap ririn dan mendapat anggukan dari sindi


" gue dipaksa " ucap theya sambil melirik bian yang sedang anteng bergelanjut manja pada tangan theya


" dunia serasa milik berdua ya. yang lain mah ngontrak" ucap dafa sambil melirik theya dan bian


" panas banget hari ini. gak kuat gue" ucap ririn sambil mengibaskan tanganya ke arah wajah


" bisa gak klok mau bucin tu jangan didepan jomblo. sakit tau " ucap sindi seolah olah merasa tersakiti


" yan lu jadi entar malem? " ucap zion yang sedari tadi diam mulai mungeluarkan suara


" jadi. tapi gue belum izin ke theya" jawab bian sambil menatap wajah kekasihnya. theya yang namanya dipanggil langsung menoleh


"izin apa? " tanya theya


"nanti malem aku mau balapan sama temen-temen boleh gak? " bian tak masalah jika theya tak memberinya izin. ia akan mengikuti perintah sang kekasih


" boleh kok. tapi pulangnya harus selamat gak boleh ada lecet klok lecet dikit atau babak belur kita putus" ucap theya, bian sudah merubah raut wajahnya saat theya mengucapkan kata putus


ia takut dengan kalimat itu walaupun itu hanya ancaman belaka tapi ia tetap saja takut


" enggakkk aku gakk mauuu" ucap bian dengan raut panik


" makanya jangan sampek lecet. aku gak mau punya pacar jelek soalnya" ucap theya


theya kayaknya belum sadar punya pacar ganteng. bian itu sempurna sangat sempurna malah, hidung mancung, rahang tegas, badan yang bagus, ia juga tinggi dan kulitnya hitam manis senyumnya juga tak kalah manis. banyak wanita yang mengidam idamkan sosok sepertinya sangat banyak malah tapi pemenangnya tetap theya karena bian itu bucin akut. semoga akan tetap begitu


" aku janji gak akan ada yang lecet" ucap bian yakin


" gak perlu takut dek bian gak bakal kenapa-kenapa kok " ucap dion. ya bian gak mungkin kenapa kenapa karena bian itu ahli nya balapan apalagi kalok tawuran wah bian jagonya


" gak ada yang tau kak " ucap theya


" udah,udah.masuk kelas yuk udah bell tu" ucap ririn


" aku masuk kelas dulu. kamu juga jangan bolos lagi" ucap theya dan mendapat anggukan dari bian


" iya. semangat belajarnya ayanggg" ucap bian memberi semangat pada sang kekasih


" iya kamu juga" ucap theya lalu meninggalkan kantin di ikuti ririn dan sindi


bian terus menatap punggu sang kekasih sampai punggung itu hilang dari pandangannya


" udah kali liatnya. adek gue gak bakalan ilang" ucap dion ia tersenyum senang karena bian terlihat sangat menyayangi adik kesayanganya itu


" gue sayang banget sama dia yon" ucap bian pada dion


" gue tau keliatan dari cara lo perlakuin dia. gue minta lu jangan sakitin adek gue ya " dion sangat-sangat berharap bian tidak merusak kepercayaannya


" gue gak janji tapi gue bakal buktiin klok gue bener-benar sayang sama dia. gue gak mau ngasi janji karena menurut gue janji itu cuma penenang sesaat" ucap bian sambil menatap dion dengan pandangan serius


" gue percaya sama lu. gue gak mau lu jadi trauma buat dia " jujur dion takut jika suatu saat bian meninggalkan theya. dion takut theya akan trauma kembali


" gue tau ketakutan lu, gue paham yon" ucap bian


" makasi udah ngerti. jagain adek gue ya" ucap dion memberi amanah pada bian


" iya gue bakal jagain dia" ucap bian


kalau ditanya dion 100% percaya atau tidak pada bian maka jawabanya adalah tidak karena biarpun bian adalah sahabatnya tapi dion tak bisa percaya begitu saja ia takut adik kesayanganya kembali merasakan trauma bukan hanya adiknya yang akan merasakan kesakitan itu tapi dion dan juga keluarganya akan merasakan itu semua. dia tak akan pernah lupa bagaimana perjuangan sang adik sembuh dari traumanya selama 1 tahun sang adik harus menjalani terapi rutin, ayah nya juga mencarikan putri satu-satunya nya itu psikolog terkenal. danuar rela membayar mahal seorang psikolog untuk anaknya karena ia ingin sang putri cepat sembuh karena jujur ia terpukul dengan keadaan putrinya yang kacau. kadang theya diam saja seperti raga tak bernyawa ia hanya menatap kosong jendela luar tanpa memperdulikan orang yang berusaha mengajaknya berintraksi, kadang theya bisa menangis sejadi jadinya lalu melukai dirinya sendiri menggunakan pecahan kaca atau yang lebih parah theya membenturkan kepalanya pada tembok sampai kepalanya berdarah. theya beberapa kali hampir kehilangan nyawanya


jangan tanya bagaimana keadaan keluarga dion pada saat itu. sungguh keluarga dion benar-benar terpukul


sedih rasanya membayangkan kejadian satu tahun silam. itu sebabnya dion dan keluarganya sangat menjaga theya karena mereka tak mau kejadian yang sama terulang kembali.


dion tau bahwa bian pasti sudah mencari tahu semua tentang adiknya bahkan sampai hal terkecil jadi bian pasti sudah tau tentang cerita kelam itu


dion juga tau tak mungkin bian akan melakukan hal yang sama dengan laki-laki dimasalalu theya. laki-laki yang membuat cerita kelam dion berharap laki-laki itu tak kembali karena itu akan membuka luka lama pada theya dan akan mempengaruhi mental theya lagi