BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 21 (pengganggu)



" bisa gak sih hargai saya yang jomblo ini" ucap sindi dengan nada yang dibuat buat sedih


" saya gak perduli " ucap bian cuek. sindi yang diberikan jawaban seperti itu seketika langsung memegang dada ( autor: sakit ya sin?, yaudah sabar aja kita sama kok)


saat mereka bertiga asik mengobrol lebih tepatnya theya dan bian yang mengobrol sedangkan sindi sibuk dengan Hp nya tak lama pelayan datang dan menaruh makanan mereka diatas meja kemudian meninggalkan meja tersebut


saat sedang asik makan klien yang tadi bian tinggal menghampiri meja bian


" bian bukannya tadi kita mau makan berdua kenapa kamu sekarang disini" ucap santi nama klien dari bian. bian diam saja tak menggubris ucapan santi ia sekarang malah asik disuapin sama theya


" yasudah saya ikut makan disini saja klok gitu" tanpa disuruh santi duduk didekat bian


" saya tidak pernah mengijinkan anda untuk duduk disini" ucap bian. santi cuek saja asal ia bisa berdekatan dengan pujaan hati ia akan melakukan segala cara


" kamu gak denger apa yang PACAR saya bilang tadi" ucap theya menekankan kalimat pacar, bian sudah salah tingkah hanya karena theya menyebutnya pacar tapi lain halnya dengan santi ia sudah panas dibuat oleh kalimat theya barusan


" kenapa kamu masih disini pacar saya gak suka kamu disini jadi silahkan pergi" ucap bian tanpa melihat raut wajah santi yang sudah mulai memerah karena marah


" pak bian tadi kan bapak sudah menyetujui makan bersama saya" ucap santi sambil menormalkan ekspresi wajahnya


" lebih baik anda pergi sekarang dari pada tambah malu" ucap sindi yang dari tadi diam, ia tak tahan melihat santi yang bersikeras mendekati bian padahal bian sudah punya pacar


" pak bian saya bisa saja membatalkan kontrak kerja kita tadi" ucap santi memberi bian ancaman ia rasa ini jalan satu-satu nya agar bian bisa nurut


" saya tidah perduli, pembatalan kontrak dengan perusahaan kecil seperti anda tak akan membuat perusahaan saya bangkrut" jawaban bian benar-benar diluar ekspektasi santi ia benar-benar kehabisan akal untuk membuat bian tetap bersamanyaa


" anda lupa tentang perjodohan kita" ucap santi dengan wajah mengejek kearah theya


bian benar-benar marah saat ini ia takut theya akan salah paham padanya


" siapa yang ingin berjodoh dengan anda? perjodohan tadi hanya keinginan sepihak dari ayah anda yang tak ditanggapi oleh ayah saya karena ayah saya tau bahwa saya hanya akan menikah dengan satu gadis yaitu kekasih saya " ucap bian sambil menggenggam tangan theya, theya senang mendengar jawaban bian awalnya ia takut saat mendengar kata perjodohan yang keluar dari mulut santi ia tak bisa membayangkan jika bian benar-benar dijodohkan dengan wanita selain dirinya. bian yang merasa theya puas dengan jawabanya seketika lega jujur ia takut theya akan kecewa padanya dan meninggalkanya karena mendengan kata perjodohan dari mulut santi, ingatkan bian untuk memberi pelajaran pada perusahaan santi karena sudah membuat gadisnya hampir salah paham


santi yang sudah tidak tahan dipermalukan akhirnya beranjak dari duduknya dan meninggalkan tempat tersebut dengan tangan terkepal karena menahan amarah ia benar-benar tak terima karena dipermalukan seperti itu oleh bian harusnya tak seperti ini


setelah santi meninggalkan resto tersebut bian mejadi lega karena tak ada lagi pengganggu antara ia dan theya