
tasbihmu dan tridatuku sudah tidak bertaut, alhamdulilah dan astungkara sudah tidak bersaut, tapi apa dalam sujudmu dan muspaku masih terlantun do'a yg sama?.
kamu adalah ketidak mungkinan yang selalu ku semogakan, kamu adalah objek nyata namun terasa fatamorgana, kamu ada namun terasa semu, kita terlalu aksa, kita sering bertemu namun tak menyapa, didalam dunia mu sudah tidak ada aku, tapi diduniaku masih ada tentang kamu, semua tentang mu masih tersimpan rapi di ruang hati, sosokmu masih terekam jelas di memori, kamu abadi dalam hati, namamu dijadikan tokoh dalam tulisan sastra yang tak pernah mati, nama mu abadi, sosokmu akan selalu terukir di hati dan di sebuah buku yang akan terus dibaca sampai nanti, buku yang akan ku buka suatu hari nanti dan ku baca ulang untuk di kenang lagi.
dulu aku selalu bisa bermanja kapanpun dengan mu, entah bercerita tentang keluh kesahku atau bercerita tentang bahagianya aku hari itu. dulu kamu adalah orang yang selalu aku nanti dan aku cari, namun sekarang sosokmu hanya bisa ku pandangi. karena kenyataannya memaksakan berharap untuk hal yang tak mungkin bisa di gapai itu menyakitkan.
Bisakah kita kembali sebagai teman? lupakan bahwa dulu kita pernah saling menyukai.
dariku untukmu; pada pesonamu aku menemukan banyak kata untuk dijadikan abadi dalam sastra, mengukir setiap bait halaman untuk menentukan bahwasanya kamu pantas untuk tinggal di hati. aku ingin menjadikanmu abadi, menjadikan mu aksara pada bait satra yang kurangkai, agar sosokmu tetap abadi hingga nanti.
ku fikir setelah aku bersama orang baru, cintaku untukmu akan pudar, tapi nyatanya cintaku memilih abadi karena kamu tak akan bisa terganti dengan laki-laki manapun.
seandainya kita punya waktu untuk berbicara empat mata, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih dan maaf, maaf karena menyakitimu, maaf karena terlalu memaksamu untuk kembali pdahal aku yang membuatmu pergi, maafku untukmu yang belum pernah ku sampaikan secara langsung, dan terimakasi karena laki-laki baik sepertimu tak pernah menuntut hal lebih, terimakasi karena pernah mau mengisi hari ku walau sebentar.
aku berharap kamu cepat menemukan cinta yang lebih tulus dariku, cinta yang bisa membuatmu bahagia, semoga kamu mendapatkan cinta yang tampa harus memperjuangkan restu,cinta yang bisa memberimu rumah nyaman untuk tempat bercerita dan kamu harus lebih bahagia dari aku, agar penyesalan dan air mataku tidak sia-sia, biarkan aku hidup dalam penyesalan karena bahagiamu lebih penting.
maaf karena aku lebih dulu menemukan sosok pengganti mu, tapi percayalah cintaku habis dikamu, kamu laki-laki hebat yang bisa membuatku jatuh cinta dengan mudah nya. aku sering bertemu dengan mu disekolah, dan kamu masih sering menyapa ku dengan nada yang sama, nada yang membuatku selalu tersenyum saat mengingatnya, kita tak jauh dari sekedar menyapa padahal dulu kita bisa berbincang banyak tampa segan, tapi aku sadar sekarang aku dan kamu sudah berbeda, kita tak lagi sama, susah untuk ku sadar karena sosokmu yang lama masih terekam jelas dalam ruang hati. sebanarnya aku tak ingin kita berjarak seperti ini, tapi alasan kita berjarak itu karena kesalahan ku.