BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 41 (bukan lawan)



bian yang awalnya pingsan tiba-tiba membuka matanya tapi saat ia membuka mata tubuhnya sudah terikat dengan posisi duduk, saat sibuk ingin melepaskan ikatannya tiba-tiba ada suara dari belakangnya


"pingsanmu lama juga" kekeh pria itu diakhir kalimat


"sudahlah gabriel, aku tahu itu kamu sejak awal" ucap bian dengan nada santai


"bagus jika kamu sudah tahu berarti kamu juga tahu apa maksudku membawamu ke sini" gariel melihat bian yang sedang terkekeh dengan pandangan dingin


"aku tebak... kamu pasti mau membunuhku karena merebut gadismu kan? "


"sadar gabriel, kamu dan theya itu hanya dua orang lama yang tidak akan bisa bersama" gabriel menggerem marah mendengar ucapan bian


" tutup mulut mu yang tak berguna itu" ucap gabriel dengan nada marah


"kamu hanya sebuah luka untuk theya. kembalimu bukan sesuatu yang theya tunggu karena pemenangnya adalah aku" theya memang sudah tak lagi mengharapkan kehadiran gabriel disisinya karena ia tahu bahwa gabriel hanya luka lama yang harus ia lupakan


"TIDAK... ITU SEMUA TIDAK MUNGKIN" gabriel berjalan kearah bian lalu menggoreskan pisau kepipi mulus bian


"dengan cara kau melukai ku maka itu akan semakin membuat theya membencimu" ucap bian dengan nada santai seolah luka sayat yang baru saja ia dapatkan tak ada apa-apa nya


"theya tak pernah mencoba untuk melupakanku karena sekuat apapun ia mencoba maka dia akan selalu mengingatku" gabriel mencoba menepis semua yang bian katakan tadi


"kamu hanya orang lama yang akan segera theya lupakan" bian menatap gabriel dengan pandangan mengejek


"harusnya dari awal aku membunuhmu" ucap gabriel sambil mengarahkan sebua belati kearah bian


"kamu membunuhku itu artinya kamu akan semakin kehilangan theya karena theya sudah bergantung padaku. permainan licik mu sudah dari awal aku tahu"


"theya yang kamu pikir lupa ingatan ternyata sudah mengingat semuanya, ini semua bagian dari rencana yang ku buat. sebenernya disini kamu lah yang terjebak" ucap bian pada gabriel yang diam karena mencoba menelaah semuanya


"sayang ayo keluar, sampai kapan kamu mau sembunyi disana" bian berteriak kearah belakang gabriel. gabriel mengikuti arah pandangan bian


dari salah satu pilar yang berada di ruangan itu keluarlah sosok theya yang sedang bersembunyi


"t.. theya" gabriel menatap theya dengan tatapan sendu sedangkan theya menatap gabriel dengan tatapan dingin seolah memberi aura permusuhan


"apa yang kamu lakukan gabriel?, gabriel yang ku kenal tak seperti ini... KAMU BUKAN GABRIEL KU" mendengar ucapan theya, gabriel langgung menggeleng


"theya jangan seperti ini, aku gabriel mu" gabriel berjalan kearah theya tapi sayangnya gadis itu mundur ke belakang


"ku mohon jangan benci aku" gabriel terduduk dilantai dengan kepala menunduk


"dari awal aku tak pernah membenci mu, aku selalu menyayangimu karena bagiku kau adalah saudara laki-lakiku" gabriel mengangkat pandangannya saat merasakan tangan theya mengusap kepalanya


"jangan menjadi jahat hanya untuk merebut sesuatu yang kamu mau dari orang lain" theya berjongkok menyamakan posisinya dengan gabriel


"tapi dia merebutmu dariku" ucap gabriel dengan nada sendu. beginilah gabriel jika sudah dihadapkan dengan sosok theya, gabriel akan menjadi seperti anak kecil bila sudah didekat theya


"dia tak pernah merebut aku dari kamu, seharusnya kamu tak membenci bian karena bian lah yang membuat ku tak membencimu" gabriel ingin sekali memeluk theya saat ini dan menumpahkan semua rasa rindu nya


"aku minta maaf theya, aku mohon jangan benci aku" tersenyum manis kearah gabriel dan mengangguk


tapi itu tak lama karena bian


"sudahi pelukanmu dia itu tunangan ku! " ucap bian yang sudah berdiri disamping mereka, siapa yang melepaskan bian dari kursi itu? jawabannya adalah bawahan bian


"sudah lah bian, aku dan dia hanya dua sahabat yang baru bertemu jadi wajar kami seperti itu" gabriel menatap remeh ke arah bian karena menurut gabriel ia sedang dibela oleh theya


"tapi sayanggg dia meluk-meluk kamu, aku kan cemburu!" theya terkekeh karena bian mengeluarkan sifat manjanya


"aku mau setelah ini kamu dan gabriel berteman" bian dan gabriel yang mendengar ucapan theya seketika berdecak malas


"aku gak mau temenan sama dia sayangg"


"gue juga gak sudi temenan sama lo"


theya yang mendengar ucapan keduanya hanya bisa terkekeh geli karena menurutnya mereka berdua itu lucu


" ohhh ayo lah apa susahnya berteman? " theya sangat menginginkan keduanya menjadi teman


"ENGGAK!" ucap keduanya bersamaan seolah ucapan mereka tadi tak mau dibantah


"kalian tak mau mendengar permintaanku?, apa kalian berdua sudah tak menyayangiku? " theya berakting menampilkan wajah sedihnya agar permintaannya diturutu oleh keduanya


"oke baiklah aku mau. jadi jangan sedih sayang"


"aku juga mau tapi ini karenamu jika bukan karenamu aku tak sudi"


bian dan gabriel tak tega melihat theya bersedih dan memohon seperti tadi


"ahhh aku senang mendengarnya" theya mengubah rawat wajahnya saat mendengar ucapan mereka berdua


bian dan gabriel seketika terdiam melihat perubahan raut wajah theya.


ya cewek emang gitu kok suka berubah ubah raut wajahnya tergantung situasi. cewek bisa tiba-tiba sedih saat keinginannya tidak terpenuhi dan ia juga bisa tiba-tiba senang entah karena apa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


PENGUMUMAN!!!


Hai semuanya disini aku mau bilang kalok aku bakal tamatin cerita ini


sekitar 2 atau 3 bab lagi cerita ini bakal tamat karena aku lagi fokus nulis cerita baru. tulis di kolom komentar dong gimana perasaan kalian baca cerita ini?


jangan lupa like ya


AKU SAYANG KALIAN😘😘


...----------------...


seneng banget deh kalian suka baca ceritaku padahal awalnya aku cuma iseng aja nulis nya ehhh ternyata banyak yang suka, makasi ya buat yang udah komentar, komentar kamu tu berdampak besar buat aku. aku minta maaf ya klok selama aku nulis cerita ini up nya lama🙏🙏