BETWEEN LOVE OR OBSESSION

BETWEEN LOVE OR OBSESSION
Bab 38 ( yang sebenarnya)



bian saat ini sedang mengajak theya berjalan jalan ditaman rumah sakit. bian mendorong kursi roda theya sampai di dekat air mancur yang terletak dirumah sakit tersebut.


theya lebih banyak diam semenjak ia tahu semuanya, semuanya yang dimaksud disini itu hubungan bian dan theya ya.


" aku mau kita batalin pertunangan ini" theya memutus keheningan yang terjadi diantara mereka sedari tadi tapi kata-kata yang ia keluarkan malah membuat bian marah


"aku. gak akan. pernah. mau. batalin. pertunangan ini" bian menekankan setiap katanya, ia berusaha menahan emosinya agar tidak membuat gadisnya takut


" jangan egois bian, aku mau kita batalin semua ini" alasan theya ingin membatalkan semuanya adalah karena ingatan theya masih terpaku pada masalalu dan dimasalalu theya orang yang ia cintai bukan bian ( autor: nyatanya orang dari masalalu adalah pemenangnya) .


" kita gak bakal pernah batalin pertunangan ini. kamu dan aku bakal terus bertuangan" bian benar-benar tak habis pikir dengan gadisnya ini, ini seperti bukan theya yang bian kenal


"aku capek, ayo kita balik ke kamar" theya sudah tak mau berdebat lagi dengan bian karena perdebatan dengan bian itu tak pernah berujung.


saat ini ada seorang laki-laki yang sedang duduk santai sambil mendengarkan laporan tentang gadis kesayangannya dari sang bawahan


" tuan, apakah ini saatnya anda kembali? " pria tersebut terkekeh pelan


" ini belum seberapa buat dia, dia harus menanggung hukuman karena sudah merebut gadisku" gila. satu kata yang dapat menggambarkan sosok laki-laki ini


" nona theya sudah melupakan nya tuan, apalagi yang Anda rencanakan? " laki-laki itu mengangkat tangannya memberi kode pada sang bawahan untuk meninggalkan ruangan tersebut, dan diberi anggukan oleh sang bawahan.


"aku merindukanmu, tunggu sebentar lagi setelah laki-laki itu mendapatkan hukuman yang sepadan aku akan menemui"


"you are only mine and will always be mine"


gabriel menaruh foto tersebut dan mengalihkan fokusnya pada laptop di hadapannya.


...****************...


saat ini abian sedang melampiaskan kemarahanya akibat ucapan yang theya lontarkan tadi. bian trus melempar semua barang yang ada di hadapannya


"aaarrghhhh...aku benci ketika kamu masih memikirkan laki-laki di masa lalumu itu" bian menjambak rambutnya kasar, ia sekarang sedang frustasi


" aku hanya ingin menjadi satu-satunya laki-laki yang ada dipikiranmu, aku tak mau berbagi" kegilaan bian semakin menjadi jadi semenjak theya kehilangan ingatanya, bian selalu melampiaskan kemarahanya entah itu dengan cara minum-minum keras, merokok, atau membunuh


" aku pastikan jika masalalumu kembali maka dia akan mati" bian tak memikirkan konsekuensi yang akan ia dapatkan jika saja ia benar-benar membunuh gabriel, bisa saja theya membencinya atau bahkan yang lebih parah meninggalkanya. tapi itu sudah dipastikan jika ia akan mengurung theya untuk dirinya sendiri.


bian benar-benar terjebak dalam obsesi gilanya, ia tidak akan merasa puas jika bukan ia satu-satunya dalam hidup theya


" aku bisa menjadi orang lain jika bersama mu karena jika kau tau sifat asli ku maka sudah bisa dipastikan kau akan pergi" obsesi gila yang suatu saat akan membuat bian kehilangan theya